Sosial Budaya Narasi Budaya Menelisik Cinta Anak Makassar dalam Film Silariang

Menelisik Cinta Anak Makassar dalam Film Silariang

-

- Advertisment -

Film Silariang 2018
Silariang The Movie 2018

Laporan:  Etta Adil

Tulisan sebelumnya: I Know What You Did on Facebook

PALONTARAQ.ID – Film “SILARIANG”  – Cinta Yang (Tak) Direstui adalah  film Indonesia garapan Wisnu Adi (Kekasih, Miracle Jatuh dari Surga) dan Kunun Nugroho (Identitas) bergenre drama romantis yang diangkat dari Tradisi dan Adat Bugis Makassar.

Film ini  berkisah tentang cinta sepasang kekasih asal Bugis, Yusuf-Zulaikha yang tak direstui oleh orang tua Zulaikha karena dipandang tak sederajat dalam status sosial sehingga mereka memutuskan untuk Silariang.

Silariang sendiri berasal dari bahasa Bugis Makassar yang berarti “Kawin Lari”. Bagi masyarakat Bugis, Silariang merupakan tindakan yang melanggar adat (aib) atau termasuk kelakuan yang paling menginjak-injak harga diri dan nama baik keluarga.

Berdasarkan hukum adatpun sah-sah saja jika keluarga perempuannya memburu si lelaki yang mengajak kawin lari untuk dibunuh. Sudah menjadi kelaziman bahwa Silariang harus ditebus dengan taruhan nyawa sebagai jalan untuk menegakkan kembali harga diri dan nama baik keluarga.

Lihat juga:  Kritik terhadap FTV “Badik Titipan Ayah”

Bagi Masyarakat Bugis Makassar yang menjunjung tinggi adat, orangtua dan mertua bisa tak merestui hubungan anaknya karena banyak sebab. Salah satunya ialah karena perbedaan status sosial.

Kebanyakan orangtua yang terpandang di masyarakat beradat tidak mau anaknya dinikahkan dengan orang biasa, sekalipun hal ini tidak lagi menjadi kelaziman ditengah arus modernisasi dan perkembangan zaman.

Film Silariang The Movie 2018
Film Silariang The Movie 2018

Film Silariang diproduksi oleh Inipasti Communika dan Indonesia Sinema Persada bekerja sama dengan Ichwan Persada (Batas, La Tahzan) selaku produser film. Menghadirkan pemain seperti Bisma Karisma (Juara, Nada untuk Asa) sebagai Yusuf, Andania Suri (Air Mata Surga, Beauty and the Best) sebagai Zulaikha dan Dewi Irawan (Ayat Ayat Cinta 2, Bidah Cinta) sebagai Ibu Zulaikha.

Turut serta artis lokal yang menambah kental nuansa bugis, yaitu Nurlela M Ipa, Muhary Wahyu Nurba, Sese Lawing, Cipta Perdana dan Fhail Firmansyah. Mereka akan berperan sesuai naskah yang dibuat oleh Oka Aurora (Hijabers in Love, Dear Love) selaku penulis alur cerita film ini.

Kisah cinta Yusuf dan Zulaikha adalah kisah cinta yang dibumbui perjuangan untuk bertahan hidup dalam pelarian dimana mereka terus dikejar dan dihakimi oleh masyarakat sekitar, khususnya oleh keluarga Zulaikha sendiri yang merasa harga dirinya telah tercoreng.

Film ini selain menunjukkan narasi dan kekayaan budaya Bugis, film Silariang juga menunjukan keindahan pemandangan alam disana, salah satunya dari pegunungan karst Rammang Rammang, sebuah lokasi wisata unggulan di Kabupaten Maros Sulawesi Selatan yang diekspos dengan maksimal.

Film Silariang The Movie 2018
Film Silariang The Movie 2018 (foto: mfaridwm/palontaraq)

Ancaman dari Puang Rabiah (Dewi Irawan), Ibu Zulaikha terasa seperti palu godam yang menghunjam ke hati Zulaikha (Andania Suri). Ia tahu bahwa hubungannya dengan Yusuf (Bisma Karisma) yang telah terjalin selama bertahun-tahun tak akan pernah bisa mendapatkan restu dari ibunya.

Bahkan ketika Pak Dirham (Muhary Wahyu Nurba), ayah Yusuf mengutus adiknya untuk memberitahukan niat baik dari keluarganya. Namun tetap saja permintaan itu ditolak mentah-mentah. Puang Ridwan (Sese Lawing) bahkan tampak pongah ketika menolak dengan halus keinginan dari mereka untuk mempersatukan kedua keluarga.

Baca juga:  Menyoal “Kalabbirang” dalam Pandangan Adat Bugis Makassar

Yusuf kebingungan. Zulaikha juga patah arang. Zulfi (Cipta Perdana), kakak Zulaikha, juga tak punya kuasa apa-apa melawan titah ibunya. Maka jalan pintas yang harus ditempuh oleh mereka adalah Silariang. Dampaknya, mereka tak hanya melawan keluarganya, namun juga melawan adat yang terasa mengungkung mereka.

Tapi benarkah “Silariang” adalah jalan terbaik untuk menyatukan cinta mereka? Ketika sebuah tindakan menghadirkan beragam masalah dalam hidup Yusuf dan Zulaikha, mampukah mereka mengatasinya?

Yusuf-Zulaikha dalam Film "Silariang-Cinta yang (tak) Direstui. (foto: mfaridwm/palontaraq)
Fragmen kisah cinta Yusuf-Zulaikha dalam Film “Silariang-Cinta yang (tak) Direstui. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Silariang – Cinta yang (tak) Direstui mengajak penonton untuk  menyelami dan mempertanyakan kemurnian cinta lewat kisah Yusuf dan Zulaikha. Yang satu anak pengusaha, satunya lagi putri berdarah bangsawan.

Pernyataan cinta mereka tidak bisa direstui sebab mereka tidak satu strata sosial dan Zulaikha terlahir dalam Budaya Bugis Makassar yang masih sangat kuat dan dipertahankan kokoh oleh keluarganya.

Menarik untuk menyimak bagaimana penyelesaian cinta keduanya dalam konteks khazanah Adat Bugis Makassar, sekalipun masih banyak hal yang belum disentuh terkait adat “Mabbaji” (berbaikan) di ujung penyelesaian masalah siri’ (harga diri) kedua keluarga.

Lihat juga:  Humor: Jika Film Hollywood di Makassar-kan?

Film Silariang – Cinta yang (tak) Direstui ini menarik untun dinonton, khususnya bagi generasi muda Bugis Makassar.  Bahwa cinta itu perlu dikomunikasikan, tak sekadar menyangkut perasaan diantara sepasang kekasih.

Persoalan “Cinta” dalam bingkai adat Bugis Makassar adalah persoalan kedua keluarga dari sepasang kekasih yang mau disatukan. Banyak jalan komunikasi, dan jalan-jalan komunikasi itulah yang kurang disentuh dalam film ini untuk menjadi khazanah pengetahuan bagi generasi muda Bugis Makassar.

Semoga kedepannya film-film lokal berlatar belakang adat Bugis Makassar seperti Film Silariang ini dapat dikembangkan dan diproduksi lebih banyak lagi. (*)

 

 

Tentang Penulis

Etta Adil, seorang Penulis , Founder Komunitas Palontaraq dan Pengasuh Rumah Baca Palontaraq. Karya bukunya meliputi berbagai bidang dan tema, Biografi, Sejarah, Sosial Budaya, Pendidikan, dan Fiksi. Beberapa karyanya antara lain: Sejarah dan Kebudayaan Pangkep (Pemkab Pangkep, 2007), Sejarah Kekaraengan di Pangkep (Pustaka Refleksi, 2008), Manusia Bissu (Pustaka Refleksi, 2008), Antologi Puisi-Penjara Suci (Pustaka Puitika, 2015),  Surat Cinta untuk Bidadari Kecilku di Surga (Pustaka Puitika, 2015).

 

Penulis Palontaraqhttps://palontaraq.id/
M. Farid W Makkulau, pemerhati budaya dan penikmat sejarah. Kerap kali menggunakan nama pena Etta Adil saat menulis reportase, karya fiksi dan laporan perjalanan. Pernah menggeluti 10 tahun dunia jurnalistik, sebelum memutuskan mengisolasi diri di lingkungan sekolah islam sebagai seorang guru Selengkapnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Rakyat dibayangi Pertanyaan: Mungkinkah Komunisme-PKI bangkit kembali?

  Oleh: Asyari Usman PALONTARAQ.ID - Kalau pernyataan Menko Polhukam Mahfud MD (31/5/2020) dijadikan pegangan, tampaknya tidak mungkin PKI bisa hidup...

Presiden Jokowi Memang Harus Ngeri!

  Oleh: Hersubeno Arief PALONTARAQ.ID - Presiden Jokowi kembali menyatakan betapa berbahayanya situasi dunia, khususnya Indonesia. Jokowi bahkan menggunakan kosa kata yang...

Jokowi merasa Ngeri!

  Oleh: Asyari Usman PALONTARAQ.ID - Presiden Jokowi mengatakan dia ngeri dengan situasi yang akan dihadapi. Pertumbuhan ekonomi bisa minus 8%. Pak...

Denny Siregar tak perlu Minta Maaf!

Oleh: Asyari Usman PALONTARAQ.ID - Pegiat medsos pro-penguasa, Denny Siregar (DS), didesak untuk meminta maaf kepada seluruh santri dan kiyai. Dia...

Rapid Test mulai Hari Ini di Makassar, Gratis!

  Laporan: Etta Adil PALONTARAQ.ID - Sepekan terakhir ini ramai diviralkan Rapid Test di Makassar akan digratiskan, khususnya bagi mereka yang...

Pesan Dakwah Prof dr Veni Hadju: Sedekah Harian

  Oleh: Prof. dr. Veni Hadju Lihat pula: Beli Kesulitan dengan Sedekah PALONTARAQ.ID - "Apakah saya sudah bersedekah hari ini?" Pertanyaan ini...

Must read

Presiden Jokowi Memang Harus Ngeri!

  Oleh: Hersubeno Arief PALONTARAQ.ID - Presiden Jokowi kembali menyatakan betapa...

Jokowi merasa Ngeri!

  Oleh: Asyari Usman PALONTARAQ.ID - Presiden Jokowi mengatakan dia ngeri...
- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you