Oleh: Muhammad Farid Wajdi
PALONTARAQ.ID – BEKAM merupakan salah satu sunnah pengobatan Nabi (Thibbun Nabawi). Berikut ini beberapa hadits yang mengungkap keutamaan dan manfaat bekam, dari berbagai sumber/referensi, yaitu:
1. Sesungguhnya cara pengobatan paling ideal yang kalian pergunakan adalah bekam (hijamah) (Muttafaq ‘alaihi, Shahih Bukhari (no. 2280) dan Shahih Muslim (no. 2214)
2. Sebaik-baik pengobatan yang kalian lakukan adalah al hijamah (HR. Ahmad, hadits shahih).
3. Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya pada bekam itu terkandung kesembuhan.” (Kitab Mukhtashar Muslim (no. 1480), Shahihul Jaami’ (no. 2128) dan Silsilah al-Hadiits ash shahiihah (no. 864), karya Imam al-Albani)
4. Dari Ashim bin Umar bin Qatadah RA, dia memberitahukan bahwa Jabir bin Abdullah RA pernah menjenguk al-Muqni’ RA, dia bercerita: “Aku tidak sembuh sehingga aku berbekam, karena sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda: ‘Sesungguhnya didalamnya terkandung kesembuhan’.” (HR. Ahmad, Bukhari, Muslim, Abu Ya’la, al-Hakim, al-Baihaqi)
5. Kesembuhan bisa diperoleh dengan 3 cara yaitu: sayatan pisau bekam, tegukan madu, sundutan api. Namun aku tidak menyukai berobat dengan sundutan api ( HR. Muslim).
6. Penyembuhan terdapat dalam tiga hal, yakni meminum madu, sayatan alat bekam, dan sundutan dengan api. Dan aku melarang umatku berobat dengan sundutan api. (HR. Bukhori)
7. Dari Uqbah bin Amir RA, Rasulullah SAW bersabda: “ Ada 3 hal yang jika pada sesuatu ada kesembuhan, maka kesembuhan itu ada pada sayatan alat bekam atau minum madu atau membakar bagian yang sakit. Dan aku membenci pembakaran (sundutan api) dan tidak juga menyukainya.” (HR. Ahmad dalam Musnad-nya)
8. Dari Ibnu Umar RA, Rasulullah SAW bersabda: “Jika ada suatu kesembuhan pada obat-obat kalian maka hal itu ada pada sayatan alat bekam.” Beliau bersabda: “Atau tegukkan madu.”(Kitab Kasyf ul Astaar ‘an Zawaa-idil Bazar,karya al-Haitsami, III/388)
9. Dari Ibnu Abbas RA, Nabi SAW bersabda: “Orang yang paling baik adalah seorang tukang bekam (Al Hajjam) karena ia mengeluarkan darah kotor, meringankan otot kaku dan mempertajam pandangan mata orang yang dibekamnya.” (HR. Tirmidzi, hasan gharib).
10. Jika pada sesuatu yang kalian pergunakan untuk berobat itu terdapat kebaikan, maka hal itu adalah berbekam (Shahih Sunan Ibnu Majah, karya Syaikh Al-Albani (II/259), Shahih Sunan Abu Dawud, karya Syaikh Al-Albani (II/731)).
11. Dari Anas bin Malik RA, Rasulullah SAW bersabda: “Kalian harus berbekam dan menggunakan al-qusthul bahri.” (HR. Bukhari, Muslim, Ahmad, dan an-Nasai dalam kitab as-Sunan al-Kubra no. 7581).
12. Dari Abdullah bin Mas’ud RA, dia berkata:“Rasulullah SAW pernah menyampaikan sebuah hadits tentang malam dimana beliau diperjalankan bahwa beliau tidak melewati sejumlah malaikat melainkan mereka semua menyuruh beliau SAW dengan mengatakan: ‘Perintahkanlah umatmu untuk berbekam’.” (Shahih Sunan at-Tirmidzi, Syaikh al-Albani (II/20), hasan gharib).
13. Pada malam aku diisra’kan, aku tidak melewati sekumpulan malaikat melainkan mereka berkata: “Wahai Muhammad suruhlah umatmu melakukan bekam.” (HR Sunan Abu Daud, Ibnu Majah, Shahih Jami’us Shaghir 2/731)
14. Dari Ibnu ‘Abbas RA, Rasulullah SAW bersabda: “Tidaklah aku berjalan melewati segolongan malaikat pada malam aku diisra’kan, melainkan mereka semua mengatakan kepadaku: ‘Wahai Muhammad, engkau harus berbekam’.” (Shahih Sunan Ibnu Majah, Syaikh al-Albani (II/259))
15. Dari Ibnu Umar RA, Rasulullah SAW bersabda: “Tidaklah aku melewati satu dari langit-langit yang ada melainkan para malaikat mengatakan: ‘Hai Muhammad, perintahkan ummatmu untuk berbekam, karena sebaik-baik sarana yang kalian pergunakan untuk berobat adalah bekam, al-kist, dan syuniz semacam tumbuh-tumbuhan’.” (Kitab Kasyf ul Astaar ‘an Zawaa-idil Bazar, karya al-Haitsami, III/388)
16. Dari Jabir al-Muqni RA, dia bercerita: “Aku tidak akan merasa sehat sehingga berbekam, karena sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda: ‘Sesungguhnya pada bekam itu terdapat kesembuhan’.” (Shahih Ibnu Hibban (III/440))
17. Dari Anas RA, dia bercerita: “Rasulullah SAW bersabda: ‘Jika terjadi panas memuncak, maka netralkanlah dengan bekam sehingga tidak terjadi hipertensi pada salah seorang diantara kalian yang akan membunuhnya’.” (Diriwayatkan oleh al-Hakim dalam kitab al-Mustadrak, dari Anas RA secara marfu’, beliau mensyahihkannya yang diakui pula oleh adz-Dzahabi (IV/212))
Manfaat 10 titik Bekam Sunnah
Titik dan Nomor 1 ‘Ala Ro’si (Ummu Mughits / Ibunya dari penyakit): Titik ini disebut juga titik pertemuan seratus penyakit, terletak di Puncak tengah kepala yang berfungsi untuk mengobati banyak penyakit seperti Sakit kepala secara umum, migrain, vertigo, darah tinggi, sinusitis, mimisan, radang hidung, glaukoma, gangguan mental dan emosional, sakit telinga secara umum, jerawat, mempertajam ingatan/hafalan dan kecerdasan otak dan banyak lagi manfaat lainnya.

Titik Nomor 2 dan 3 Al -Akhda’in Kanan dan kiri: Terletak di urat leher diakhir rambut belakang. Berfungsi untuk mengobati sakit pusing dikepala, sakit nyeri pada gigi, Nyeri Punggung, leher kaku, TBC Kelanjar limfe, Muka bengkak, Tuli mendadak, radang tenggorokan, rahang kaku, Telinga mendengung, Gondongan dan penyakit lainnya.

Titik Nomor 4 Al-Kahil: Terletak di punuk leher belakang pada ruas pertama tulang belakang. Menurut hadits shahih titik Al-Kahil mampu mengobati 72 jenis penyakit.
Bekam di titik Kahil bermanfaat untuk mengobati Radang selaput otak, Asma, Bronkitis, TBC, Kejang dan sakit kepala, Batuk, flu atau pilek, leher kaku, punggung nyeri, peradangan pada tulang sendi, ayan, nyeri otot punggung dan pundak, gangguan pada mata, gangguan pada jantung, darah tinggi dan lainnya.
Titik nomor 5 dan 6 Al-Katifain Kanan dan kiri: Terletak di bahu kanan dan kiri. Pada titik ini dulu Rasulullah di bekam ketika diracun pada perang khaibar.
Bekam di titik Katifain berfungsi untuk mengobati keracunan secara umum, strok, memperlancar peredaran darah ke kepala dan tangan serta untuk mengobati sakit nyeri pundak dan lainnya.

Titik nomor 7 dan 8 Al-Warik Kanan dan Kiri: Terletak di pinggang kanan dan kiri sejajar dengan pusar (Letak sesuai Standar Asosiasi Bekam Indonesia / ABI). Berfungsi untuk mengatasi masalah pada ginjal, sulit kencing, masalah usus, pankreas.
Titik nomor 9 dan 10 Dzohril Qodami Kanan dan kiri: Terletak pada betis kaki sebelah kanan dan kiri. Bermanfaat untuk mengobati masalah pada kandung kemih dan saluran kencing, mengatasi asam urat, sakit pada betis karena kecapekan serta memperlancar peredaran darah pada kaki.
Dalam Sunan Abi Dawud, dari Abu Hurairah secara marfu’, Rasulullah bersabda: “Barangsiapa melakukan bekam pada hari ke 17, 19, atau 21 maka akan menyembuhkan berbagai penyakit”.
Semoga bermanfaat adanya. Wallahu ‘alam bish-shawab. (*)


