BerandaBeritaDaerahMengenal Museum Daerah Maros dan Koleksinya

Mengenal Museum Daerah Maros dan Koleksinya

Laporan: Muhammad Farid Wajdi *)

Related Post: Gau Maraja 2025 di Leang-Leang Maros: Silaturahmi Wija Raja La Patau Matanna Tikka

PALONTARAQ.ID – Museum Daerah Maros sudah lama penulis mengenalnya, namun baru pada hari ini, Rabu (21/5/2025) menyempatkan lagi mengunjunginya karena suatu alasan khusus, ingin mengajak peserta didik, dari SMAS Ponpes Modern Putri IMMIM Pangkep menyambanginya setelah dari Pusat Informasi Geologi (PIG) Maros-Pangkep yang berada di Pangkajene, samping rumah jabatan Bupati Pangkep.

Museum Daerah Maros ini terletak di Jalan Ahmad Yani No. 1, Turikale, dan berada tepat di depan Kantor Polres Maros. Museum ini diresmikan pada 2016, sebagai wadah peningkatan pengetahuan dan kualitas pendidikan, serta sebagai media pembelajaran sejarah sekaligus rekreasi.

Visi Misi Museum Daerah Maros. (foto: ist/*)
Visi Misi Museum Daerah Maros. (foto: ist/*)

Tak banyak yang tahu bahwa Bangunan Museum Daerah Maros ini sebenarnya dahulunya merupakan bekas Kantor Controleur Belanda sejak Tahun 1835. Boleh dibilang 90 persen bagian bangunannya asli tinggalan masa kolonial, meski setelah Indonesia merdeka, bangunan ini kerap beralih fungsi: Kantor Kepala Pemerintahan Negeri Maros, Rumah Sakit Bersalin, Kantor Bappeda Maros, dan Kantor Camat Turikale.

Andi Mamma Daeng Sisila, Karaeng Bontoa 1919-1926 & 1931-1940. (foto: mfaridwm/*)
Andi Mamma Daeng Sisila, Karaeng Bontoa 1919-1926 & 1931-1940 – Koleksi Foto Bersejarah Museum Daerah Maros. (foto: mfaridwm/*)

Lihat pula: Kekaraengan Bontoa Maros dari Raja Gowa dan Bangkala (1), Kekaraengan Bontoa Maros dari Raja Gowa dan Bangkala (2)

Pada Tahun 2016, Pemerintah Kabupaten Maros kemudian memanfaatkan bangunan ini sebagai museum, dan telah pula ditetapkan sebagai cagar budaya. Kini, Museum Daerah Kabupaten Maros masih terus melakukan pengumpulan koleksi sebagai upaya memberdayakan museum daerah untuk kepentingan pendidikan dan pelestarian cagar budaya.

Foto bersama Staf Pengelola Museum Daerah Maros dengan latar belakang foto bersejarah koleksi museum. (foto: ist/*)
Foto bersama Staf Pengelola Museum Daerah Maros dengan latar belakang foto bersejarah koleksi museum. (foto: ist/*)

Beberapa koleksi Museum Daerah Maros cukup bervariasi, mulai dari koleksi arkeologi, keramologi, etnografi, teknologi, transportasi, hingga peralatan tradisional rumah tangga masyarakat. Para pengunjung Museum Daerah Maros juga dapat menyaksikan banyak potret bangunan bersejarah di Maros, di antaranya:

  • Potret Benteng Valkenburg
Foto Bersejarah Museum Daerah Maros. (foto: mfaridwm/*)
Foto Bersejarah Museum Daerah Maros. (foto: mfaridwm/*)
  • Potret Pesangrahan en Pradjoerits-Kazerne te Maros
Foto Bersejarah Museum Daerah Maros. (foto: mfaridwm/*)
Foto Bersejarah Museum Daerah Maros. (foto: mfaridwm/*)
Foto Bersejarah Museum Daerah Maros. (foto: mfaridwm/*)
Foto Bersejarah Museum Daerah Maros. (foto: mfaridwm/*)
  • Potret kampung di Maros pada tahun 1929
Foto Bersejarah Museum Daerah Maros. (foto: mfaridwm/*)
Foto Bersejarah Museum Daerah Maros. (foto: mfaridwm/*)
  • Potret Sungai Maros sebelum adanya jembatan pada tahun 1900
Foto Bersejarah Museum Daerah Maros. (foto: mfaridwm/*)
Foto Bersejarah Museum Daerah Maros. (foto: mfaridwm/*)
  • Potret sebuah jembatan di Maros pada tahun 1920.
Foto Bersejarah Museum Daerah Maros. (foto: ist/*)
Foto Bersejarah Museum Daerah Maros. (foto: mfaridwm/*)

Lihat pula: Cerita Rakyat Putri Sallatanna Belang-belang di Maros

Berikut ini beberapa foto penulis, hari ini, Rabu (21/5/2025) yang menggambarkan koleksi Museum Daerah Maros.

Koleksi Museum Daerah Maros. (foto: ist/*)
Koleksi Museum Daerah Maros. (foto: ist/*)
Bendi, salah satu alat transportasi tradisional yang pernah ada di Maros. (foto: ist/*)
Bendi, salah satu alat transportasi tradisional yang pernah ada di Maros. (foto: mfaridwm/*)
Penulis di salah satu ruang dalam Museum Daerah Maros. (foto: ist/*)
Penulis di salah satu ruang dalam Museum Daerah Maros. (foto: ismail/*)

Bagi yang ingin berkunjung ke Museum Daerah Maros, silakan datang, baik pada hari kerja maupun pada hari libur. Hal ini disampaikan penjaga museum yang sempat penulis temui, bahwa Museum Daerah Maros ini tetap terbuka meski akhir pekan, Sabtu-Ahad. (*)

(* Muhammad Farid Wajdi, Pemerhati Sejarah Budaya Sulsel/Aktivis Ikatan Pemandu Museum Indonesia (IPMI), Pernah Ketua DPD IPMI Provinsi Sulawesi Tengah.

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

HIGHLIGHT