
Oleh: M. Farid W Makkulau
PALONTARAQ.ID – Tersebutlah I Mannyarang merupakan Putra dari Karaeng Bangkala (Raja Bangkala Ke III) Makam Orang tua beliau masih bisa dikunjungi di Desa Banrimanurung Kecamatan Bangkala Jeneponto, dalam silsilah keluarga tertulis orang tua dari I Mannyarang adalah Karaeng Labbua Talibannanna yang menikah dengan I Daeng Takammu Karaeng Bilitanngayya.
Hal yang sama ditulis J.A.B. Van De Broor tetang Randji Silsilah Regent Van Bontoa (1928), selanjutnya penulis akan merunut asal usul I Mannyarang berawal dari orang tuanya bergelar Karaeng Labbua Talibannanna serta hubungan I Mannyarang dengan Raja Gowa sehingga mendapat kepercayaan diangkat menjadi Gallarang Bontoa.
Lontara Silsilah Raja Binamu dan Raja Bangkala (Kabupaten Jeneponto) dapat kita uraikan sebagai berikut: Bangkala merupakan salah satu Wilayah kekuasaan Kerajaan Gowa pada Masa pemerintahan Sombayya Ri Gowa Tunipallangga Raja Gowa Ke X bernama I Manriwagau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tunipallangga Ulaweng (1546-1565). Dalam Lontaraq Silsilah Karaeng Ujung Moncong tertulis nama Karaeng Labbua Talibannanna Anak dari Atinna Bangkala yang menikah dengan Karaeng Ujung Moncong.

Karaeng Labbua Talibannanna merupakan Raja Bangkala III dalam Silsilah Kerajaan Bangkala. selanjutnya dijelaskan bahwa Karaeng Labbua Talibannanna memperistrikan I Daeng Takammoe Karaeng Bilitangngayya Anak Sombayya Ri Gowa Tunipallangga Raja Gowa Ke X bernama I Manriwagau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tunipallangga Ulaweng (1546-1565). kutipan (Lontara Silsilah Karaeng Unjung Mocong dan Silsilah Daeng Mino oleh I. Caldwell & W. Bougas ‘The Early History of Binamu and Bangkala, South Sulawesi’).
Demikian pula dalam The Sedjarah Goa (Wolhoff dan Abdurrahim, tt : 30) menyatakan bahwa Raja Gowa Tunipallangga mempunyai dua orang Putri. selanjutnya dapat kita uraikan sebagai berikut: Lontara Silsilah Karaeng Ujung Moncong tertulis nama Karaeng Labbua Talibannanna Anak dari Atinna Bangkala yang menikah dengan Karaeng Ujung Moncong. Karaeng Labbua Talibannanna merupakan Raja Bangkala III dalam Silsilah Kerajaan Bangkala.
Selanjutnya dijelaskan bahwa Karaeng Labbua Talibannanna memperistrikan kare Pate (Daeng Takammoe Karaeng Bilitanggayya ) merupakan Putri Sombayya Ri Gowa Tunipallangga Raja Gowa Ke X bernama I Manriwagau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tunipallangga Ulaweng (1546-1565). kutipan (Lontara Silsilah Karaeng Unjung Mocong dan Silsilah Daeng Mino oleh I. Caldwell & W. Bougas ‘The Early History of Binamu and Bangkala, South Sulawesi’) .
Dari Silsilah Karaeng Ujung Moncong dan Daeng Mino diuraikan riwayat asal usul Karaeng Labbua Talibannanna. Adapun tulisan J.A.B. Van De Broor (1928) bahwa Karaeng Labbu Talibannanna berasal dari Binamu perlu kita luruskan kembali dimana dalam lontaraq silsilah Karaeng Binamu yang ditulis H. Abdul Rahim tidak ditemukan nama Karaeng Labbu Talibannanna atau dimungkinkan pada masanya Binamu lebih dominan dari Bangkala sehingga Van De Broor menulis Karaeng Labbu Talibannanna berasal dari Binamu. Karaeng Labbua Talibannanna sangat dikenal oleh masyarakat Kecamatan Bangkala sampai saat ini.

Ada dua Versi Lontara Silsilah Karaeng Bangkala yang menyebutkan Mengenai ibu dari Karaeng Labbua Talibannanna, dimana salah satunya menyebutkan ibu dari Karaeng Labbua Talibannanna yaitu Putri dari Karaeng Loe Ri Marusu. Versi pertama dari Daeng Mino Lontara Silsilah Karaeng Bangkala menyebutkan Atinna Bangkala menikah dengan Karaeng Ujung Moncong lahirlah: Karaeng Labbua Talibannanna. Versi kedua dari Lontara Silsilah Karaeng Ujung Moncong menyebutkan Atinna Bangkala menikah dengan Putri Karaeng Loe Ri marusu lahirlah Puang Kope Karaeng Labbua Talibannanna. Namun Kedua Versi Lontara silsilah Karaeng Bangkala menyebutkan bahwa Karaeng Labbua Talibannanna menikah dengan Putri Raja Gowa ke X .
Mengacu dari uraian silsilah Karaeng Labbua Talibannanna sekirannya dapat dibenarkan apabila Van de Broor dalam tulisannya menyebutkan I Mannyarang sebagai utusan Raja Gowa yang diperintahkan untuk memperluas wilayah kekuasaan Kerajaan Gowa, adapun dalam sejarah Kerajaan Makassar dan Bugis umumnya yang menjadi Gallarang atau Matowa (Penguasa disuatu Wilayah) merupakan keluarga dekat Raja yang berkuasa. Raja Gowa ke X I Manriwagau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tunipallangga Ulaweng (1546 – 1565) merupakan salah satu raja yang berhasil dalam periode pemerintahannya. (Mattulada, 1981). (*)


