BerandaPesantrenUKK Mapel Sejarah Kebudayaan Islam Kelas XI

UKK Mapel Sejarah Kebudayaan Islam Kelas XI

 

Tulisan Sebelumnya: Daulah Bani Umayyah menjelang Keruntuhannya

Santriwati Ponpes Modern Putri IMMIM Pangkep. (foto: ist/palontaraq)
Santriwati Ponpes Modern Putri IMMIM Pangkep. (foto: ist/palontaraq)

Mata Pelajaran : Sejarah Kebudayaan Islam

Waktu             : 30 Menit (dikerja di Rumah)

Sifat Ujian       : Open Book

Kelas              : XI (Kelas II SMA/MA)

Guru              : Muhammad Farid Wajdi, S.H.i

Related Post: Materi Pelajaran SKI Kelas XI Kurikulum 2013

PALONTARAQ.ID – Berikut ini adalah Soal-soal Ujian Kenaikan Kelas (UKK) untuk Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (Mapel SKI) Kelas XI (Kelas II SMA/Madrasah Aliyah) yang diujikan dalam kondisi dan situasi pandemi global Covid-19, sehingga pelaksanaan ujiannya dilaksanakan secara tertulis, dikerja di rumah masing-masing.

Santriwati Ponpes Modern Putri IMMIM Pangkep. (foto: ist/palontaraq)
Santriwati Ponpes Modern Putri IMMIM Pangkep. (foto: ist/palontaraq)

Jawablah 15 Soal Pilihan Ganda dan 3 Soal Esai dibawah ini di kolom komentar postingan Blog ini. Setelah menjawab, harap dituliskan Nama Lengkap, NIS dan Kelasnya.

Siswa atau Santri dapat/dibenarkan membuka buku (Open Book) sekaligus untuk mematangkan pelajaran/pembahasan yang diujikan.

Lihat pula: Metode Pembelajaran SKI untuk Materi Dinasti Abbasiyah

I. Pilihlah jawaban a, b, c, d dan e dibawah ini!

1. Siapakah Nama Pendiri Pemerintahan Bani Abbasiyah?

a. Muawiyah bin Abi Sufyan
b. Abdurrahman ad-Dakhil
c. Abu Ja’far al-Mansur
d. Musa al-Hadi
e. Abul Abbas as-Saffah

2. Siapakah Nama Panglima Perang Abbasiyah yang sangat berjasa dalam menumbangkan Pemerintahan Bani Umayyah

a. Abu Muslim al-Khurasani
b. Ali bin Abdullah bin Abbas
c. Abu Ja’far al-Mansur
d. Abdul Malik bin Marwan
e. Abul Abbas as-Saffah

3. Abu Ja’far al-Mansur terpaksa membunuh Abu Muslim al-Khurasani dengan alasan …..

a. Makar
b. Sudah tidak taat kepada al-Mansur
c. Sering melanggar Undang-undang Negara
d. Merencanakan mengadakan pemerintahan tandingan
e. Dengan pengaruhnya yang kuat, dikhawatirkan menggeser kedudukan al-Mansur.

4. Gerakan Dakwah Bani Abbasiyah dimulai pada masa pemerintahan ….

a. Abu Abbas as-Saffah
b. Yazid bin Muawiyah
c. Umar bin Abdul Azis
d. Abdul Malik bin Marwan
e. Marwan bin Muhammad

5. Nama golongan pengikut Abu Muslim al-Khurasani adalah …

a. Mu’tazilah
b. Jabariyah
c. Maturidiyah
d. Rawandiyah
e. Qadariyah.

Santriwati Ponpes Modern Putri IMMIM Pangkep. (foto: ist/palontaraq)
Santriwati Ponpes Modern Putri IMMIM Pangkep, Sulsel study comparative di Ponpes Daarut Tauhid Bandung, Jawa Barat. (foto: ist/palontaraq)

Lihat pula: Perkembangan Islam pada Masa Daulah Dinasti Abbasiyah

6. Kota yang dijadikan basis pergerakan politik Bani Abbas oleh Abu Muslim al-Khurasani adalah ….

a. Syam
b. Yaman
c. Khurasan
d. Makkah
e. Madinah

7. Bani Abbasiyah mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan ….

a. Abu Abbas as-Saffah
b. Abu Ja’far al-Mansur
c. Muhammad al-Mahdi
d. Harun ar-Rasyid
e. Musa al-Hadi.

8. Ibukota Bani Abbasiyah dipindahkan dari Damaskus ke Baghdad dengan alasan ….

a. Kota Baghdad mempunyai budaya yang tinggi
b. Pendukung Bani Abbasiyah dari Orang Persia
c. Kota Baghdad dekat dengan Iran
d. Kota Baghdad terdapat teropong bintang
e. Kota Baghdad dilukiskan di Surga yaitu mempunyai dua sungai.

9. Sebuah Perpustakaan telah dibangun pada masa Bani Abbasiyah yang berpusat di Kota Baghdad. Nama Perputakaan itu adalah ….

a. Kuttab
b. Masjid
c. Baitul Hikmah
d. Madrasah
e. Majelis Munazarah

10. Diantara ulama dan terkenal sebagai ahli tafsir di masa Pemerintahan Bani Abbasiyah ialah ….

a. Imam al-Ghazali
b. Ibnu Jarir at-Tabari
c. Imam Malik
d. Al-Battani
e. Al-Farghani.

Santriwati Ponpes Modern Putri IMMIM Pangkep. (foto: ist/palontaraq)
Foto bersama Santriwati Ponpes Modern Putri IMMIM Pangkep Sulsel saat berkunjung ke Kampus Universitas Gajah Mada (UGM), Yogyakarta. (foto: ist/palontaraq)

Lihat pula: Khalifah Harun Ar-Rasyid, Amir Para Khalifah Abbasiyah

11. Bani Abbasiyah mencapai kejayaan dalam Bidang Ekonomi di Masa Pemerintahan ….

a. Ja’far al-Mansur
b. Al-Mahdi
c. Al-Makmun
d. Harun ar-Rasyid
e. Al-Farabi

12. Cara menafsirkan Al-Qur’an yang menggunakan akal pikiran, disebut tafsir ….

a. bin naqli
b. bir-ra’yi
c. Al-Fara’id
d. Ar-Risalah
e. Ikhtilaf al-Hadits

13. Sebab runtuhnya Daulah Bani Abbasiyah adalah …

a. Terjadinya perebutan kekuasaan di kalangan kerajaan
b. Munculnya kerajaan-kerajaan yang kecil yang memisahkan diri
c. Serangan Bangsa Mongol terhadap Kota Baghdad
d. Berpindahnya Ilmu Pengetahuan dari Kota-kota besar
e. Munculnya aliran-aliran dalam Islam.

14. Tokoh Tasawwuf Sunni pada masa Daulah Bani Abbasiyah adalah ….

a. Ibnu Arabi
b. Abu Mansur al-Haris
c. Al-Haris bin Asad al-Muhasibi
d. Abu As’ad asy-Syaqqani
e. Abu Zur’ah ad-Dinasyqi.

15. Berikut ini Nilai Positif dari Perkembangan Peradaban Islam pada masa Daulah Bani Abbasiyah, yaitu ….

a. Keseimbangan antara sistem pemerintah dan kedaulatan rakyat
b. Kebenaran antara Ilmu Pengetahuan dan Ilmu Agama
c. Keindahan antara Bangunan Arsitektur dengan konsepnya
d. Kemegahan antara arsitektur dengan konsepnya
e. Keragaman antara khalifah satu dengan khalifah yang lainnya.

Santriwati Ponpes Modern Putri IMMIM Pangkep. (foto: ist/palontaraq)
Santriwati Ponpes Modern Putri IMMIM Pangkep bersama para guru, ditengah Perayaan Hari Guru. (foto: ist/palontaraq)

Lihat pula: Nasehat Ulama kepada Khalifah Abu Ja’far al-Mansur

II. Jawablah dengan singkat pertanyaan berikut ini!

1. Tuliskan tiga tokoh ilmuwan muslim dalam Bidang Kedokteran pada masa Pemerintahan Daulah Bani Abbsiyah!

2. Jelaskan latar belakang Penyebab Penyerangan Bangsa Mongol terhadap Pemerintahan Daulah Bani Abbasiyah!

3. Jelaskan Pengaruh Ilmu Pengetahuan bagi Perkembangan Umat Islam, khususnya pada masa Pemerintahan Daulah Bani Abbasiyah!

Selamat Menjawab! Sebelum menjawab, disarankan untuk membaca ulang materi pelajaran dari Buku Sejarah Kebudayaan Islam Kelas XI atau browsing di Situs Internet terpercaya. (*)

44 KOMENTAR

  1. NAMA : NUR WAHYU DIYANTI
    NIS: 18024
    KELAS : XI IPA

    PILIHAN GANDA !
    1. E
    2. A
    3. E
    4. C
    5. E
    6. E
    7. D
    8. C
    9. C
    10. Imam Ibnu Katsir
    Imam as-suyuthi
    11. A
    12. B
    13. A
    14. Al-Ghazali
    Abu Wasim Al-qusairi
    15. A

    ESSAY !
    1. Cendikiawan muslim di bidang ilmu kedokteran pada masa Bani Abbasyiah

    Jabir bin Hayyan
    Abu Zakariya Ar Razi
    Ibnu Sina
    Tsabit bin Qurra
    Abu Zakariya Yuhanna bin Masawayh

    2. Latar belakang penyebab penyerangan Mongol terhadap Dinasti Abbasiyah adalah penolakan Khalifah Al-Mustaim atas tuntuan Mongol untuk takluk dan menyerahkan upeti, serta keinginan Mongol untuk memperluas kekuasaannya ke Mesopotamia (Iraq)

    Dinasti Abbasiyah di Baghdad jatuh setelah seangan dan penaklukkan kota Baghdad pada 29 Januari – 10 Februari 1258 oleh Mongol yang dipimpin oleh Hulagu Khan, saudara dari khagan (pemimpin besar) Kekaisaran Mongol, Möngke Khan.

    Serangan ini disebabkan karena Mongol berniat untuk memperluas kekuasaannya ke Mesopotamia (Iraq) setelah sebelumnya menguasai Iran dan Asia Tengah dengan penaklukan Mongol terhadap Kekaisaran Khwarezmia. Saat ini, Dinasti Abbasiyah berada dalam keadaan lemah, hanya menguasai Iraq saja. Suriah di kuasai Dinasti Ayyubiyah, sementara Mesir dikuasai Dinasti Mamluk, sedangkan Iran dan sekitarnya sudah dikuasai Mongol terlebih dahulu.

    Sebelumnya pasukan Mongol di bawah pemimpin besar terdahulu, yaitu Genghis Khan dan Ögedei Khan menyerang Baghdad pada tahun 1238 dan 1245, namun serangan ini masih ringan dengan jumlah pasukan kecil, dan dapat diatasi.

    Hulagu Khan memutuskan untuk menyerang Baghdad dengan kekuatan penuh setelah Khalifah Al-Mustaim, pemimpin Dinasti Abbasiyah waktu itu, menolak permintaan Mongol untuk tunduk pada Mongol dan pembayaran upeti dalam bentuk pasukan militer.

    3. adalah kekhalifahan atau pemerintahan dalam sejarah Islam yang memimpin pada tahun 32 H/750 M setelah Bani Umayyah tumbang di tangan pasukan Abu Abbas melalui pertempuran di suatu wilayah di Damaskus.

    Dinasti Abbasiyah merupakan kekhalifahan terlama yang pernah memimpin sepanjang sejarah Islam, yaitu pada tahun 750-1258 M. Naiknya dinasti ini ke dalam tahta kepemimpinan Umat Islam saat itu tidak lepas dari banyak faktor. Diantaranya adalah adanya sebagian umat yang memandang bahwa Dinasti Umayyah tidak berlaku adil dan hanya memihak kepada sebagian kelompok saja. Ada juga sebagian kelompok yang merasa hak-haknya dirampas seperti kelompok Syiah. Dan juga orang-orang non-arab (Mawalli) yang tidak diberlakukan secara adil dengan dibebankan membayar pajak lebih besar dari orang arab.

    Faktor-faktor tersebutlah yang membuat Bani Abbasiyyah mendapatkan banyak dukungan dari pelbagai pihak sampai memastikan kursi kekhalifahan pada waktu itu berpindah tangan dari Bani Umayyah kepada Bani Abbasiyah dengan melalui perebutan wilayah sampai menyisakan satu wilayah kekuasaan Bani Umayyah, yaitu Andalusia.

    Nama Bani Abbasiyah sendiri disandarkan kepada paman Nabi Muhammad yang termuda, yaitu Abbas bin Abdul Muthalib. Hal ini menunjukan pertalian yang erat antara keluarga Bani Abbas dengan Nabi Muhammad Saw. Sementara itu, pusat pemerintahan Bani Abbasiyah sendiri berpusat di kota Baghdad.

    Dinasti ini mengalami masa kejayaan pada awal-awal masa kepemimpinannya. Yaitu pada masa Harun Ar Rashid yang pernah memerintah pada tahun 786-809 M dan putranya yaitu Al Ma’mun yang menjabat pada tahun 813-833 M.

    Pada masa kepemimpinan Harun Ar Rashid, hal yang paling diutamakan adalah sektor sosial dan kesehatan. Terbukti dengan dibangunnya fasilitas kesehatan seperti rumah sakit beserta penunjangnya yaitu berupa lembaga akademi pendidikan dokter dan farmasi. Lain hal dari sektor kesehatan, kesejahteraan masyarakat terus ditingkatkan dan pendidikan untuk semua masyarakat sangat diutamakan. Pada masa inilah, peradaban islam semakin menguat dan tak tertandingi oleh siapapun.

    Sementara itu pada masa kepemimpinan Al Ma’mun putra Harun Al Rashid, bidang pendidikan adalah hal yang paling utama yang diperhatikan. Pada masanya, peradaban islam di bidang keilmuan mencapai masa keemasannya. Karena kecintaan terhadap ilmu Filsafat, Khalifah Al Ma’mun menggalakkan penerjemahan buku filsafat barat ke dalam bahasa arab supaya mudah dipelajari.

    Bahkan, Khalifah Al Ma’mun rela membayar sebagian kalangan orang non-muslim untuk menerjemahkan buku-buku tersebut ke dalam bahasa arab. Bukan hanya itu, banyak juga fasilitas pendidikan yang dibangun seperti madrasah dan lainnya. Salah satunya adalah Baitul Hikmah yang menjadi pusat penerjemahan sekaligus perguruan tinggi yang dilengkapi dengan perpustakaan besar. Pada masa al-Ma’mun inilah Baghdad mulai menjadi pusat kebudayaan dan ilmu pengetahuan.

  2. PILIHAN GANDA
    1. D
    2. A
    3. E
    4. C
    5. E
    6. E
    7. D
    8. C
    9. C
    10. B
    11. A
    12. B
    13. A
    14. Al-Ghazali Abu Wasim Al-qusairi
    15. A.

    Esai
    1. Cendikiawan muslim di bidang ilmu kedokteran pada masa Bani Abbasyiah

    1. Jabir bin Hayyan
    2. Abu Zakariya Ar Razi
    3. Ibnu Sina
    4. Tsabit bin Qurra
    5. Abu Zakariya Yuhanna bin Masawayh

    2. serangan ini disebabkan karena Mongol berniat untuk memperluas kekuasaanya ke Mesopotamia Iraq setelah sebelumnya menguasai Iran dan Asia tengah dengan penaklukan Mongol terhadap kekaisaran khwarezmia.

    3. Dinasti Abbasiyah mampu menorehkan sejarah bahwa Islam mampu mengembangkan refleksi kegiatan ilmiah dengan adanya pengembangan wawasan dan disiplin keilmuan.Pada Dinasti Abbasiyah inilah, pendidikan sangatlah merata dengan adanya madrasah-madrasah yang terbentang dari desa sampai kota. Oleh sebab itu, tidak mengherankan perkembangan ilmu pengetahuan sangatlah maju dan peradaban islam mencapai puncak kejayaannya. Dinasti Abbasiyah secara turun-temurun telah melahirkan sebanyak tiga puluh tujuh khilafah yang berkuasa dalam kurun waktu yang cukup sangat panjang, yaitu sekitar tiga ratus tahunan. SelamA itu pulalah, perkembangan dunia islam sangat berkembang pesat dalam sektor dan bidan apapun, khususnya keilmuan. Dengan semua yg telah terjadi ini umat islam dapat menggunakan teknologi yang dikembangkan pada masa bani abbasiya, umat islam dapat mendalami cara menuntut ilmu, umat islam dapat mempelajari sikap terpuji dari para ilmuwan tersebut.

    • Nama : ANDI BERLIAN
      KELAS : XI IPA
      1. D
      2. A
      3. E
      4. C
      5. E
      6. E
      7. D
      8. C
      9. C
      10. B
      11. A
      12. B
      13. A
      14. Al-Ghazali Abu Wasim Al-qusairi
      15. A.
      ESSAY !!
      1.Cendikiawan muslim di bidang ilmu kedokteran pada masa Bani Abbasyiah

      *Jabir bin Hayyan
      *Abu Zakariya Ar Razi
      *Ibnu Sina
      *Tsabit bin Qurra
      *Abu Zakariya Yuhanna bin Masaway
      2. serangan ini terjadi karena penolakan Khalifah Al-Mustaim atas tuntuan Mongol untuk takluk dan menyerahkan upeti, serta keinginan Mongol untuk memperluas kekuasaannya ke Mesopotamia (Iraq).
      3.Pada Dinasti Abbasiyah inilah, pendidikan sangatlah merata dengan adanya madrasah-madrasah yang terbentang dari desa sampai kota. Oleh sebab itu, tidak mengherankan perkembangan ilmu pengetahuan sangatlah maju dan peradaban islam mencapai puncak kejayaannya. Dinasti Abbasiyah secara turun-temurun telah melahirkan sebanyak tiga puluh tujuh khilafah yang berkuasa dalam kurun waktu yang cukup sangat panjang, yaitu sekitar tiga ratus tahunan. SelamA itu pulalah, perkembangan dunia islam sangat berkembang pesat dalam sektor dan bidan apapun, khususnya keilmuan.Secara garis besar perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Harun Al-Rasyid.
      Kemajuan ilmu pengetahuan bukan hanya pada bidang
      sastra dan seni saja juga berkembang, meminjam istilah Ibnu Rusyd, Ilmu-
      ilmu Naqli dan Ilmu Aqli. Ilmu-ilmu Naqli seperti Tafsir, Teologi, Hadis,
      Fiqih, Ushul Fiqh dan lain-lain dan juga berkembang ilmu-ilmu Aqli seperti
      Astronomi, Matematika, Kimia, Bahasa, Sejarah, Ilmu Alam, Geografi,
      Kedokteran dan lain sebagainya. Perkembangan ini memunculkan tokoh-
      tokoh besar dalam sejarah ilmu pengetahuan kemajuan-kemajuan tersebut karena didukung oleh banyak hal, di
      antaranya adalah sistem pendidikan Islam.

  3. Nama: Fadila ainil mitmainnah
    Kelas: 11 IPA

    Pg.
    1. E
    2. A
    3. E
    4. C
    5. E
    6. C
    7. D
    8. C
    9. C
    10. B
    11. A
    12. B
    13. A
    14. Al ghazali
    15. A

    Essay
    1. •Al-Razi atau Abu Bakar bin Zakariyya al- Razi
    •Abu Ali Ibnu Sina
    •Hasan Ibn Al-Haytham

    2. Latar belakang penyebab penyerangan Mongol terhadap Dinasti Abbasiyah adalah penolakan Khalifah Al-Mustaim atas tuntuan Mongol untuk takluk dan menyerahkan upeti, serta keinginan Mongol untuk memperluas kekuasaannya ke Mesopotamia (Iraq).

    3. Masa pemerintahan Daulah Abbasiyah merupakan masa kejayaan Islam dalam berbagai bidang, khususnya bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Pada zaman ini umat Islam telah banyak melakukan kajian kritis tentang ilmu pengetahuan, sehingga ilmu pengetahuan baik aqli (rasional) ataupun yang naqli mengalami kemajuan dengan pesatnya. Secara garis besar perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Harun Al-Rasyid.
    Kemajuan ilmu pengetahuan bukan hanya pada bidang
    sastra dan seni saja juga berkembang, meminjam istilah Ibnu Rusyd, Ilmu-
    ilmu Naqli dan Ilmu Aqli. Ilmu-ilmu Naqli seperti Tafsir, Teologi, Hadis,
    Fiqih, Ushul Fiqh dan lain-lain dan juga berkembang ilmu-ilmu Aqli seperti
    Astronomi, Matematika, Kimia, Bahasa, Sejarah, Ilmu Alam, Geografi,
    Kedokteran dan lain sebagainya. Perkembangan ini memunculkan tokoh-
    tokoh besar dalam sejarah ilmu pengetahuan kemajuan-kemajuan tersebut karena didukung oleh banyak hal, di
    antaranya adalah sistem pendidikan Islam.

  4. nama ; mukhlishah afdhaliyah 🙂
    kelas ; XI IPA 😉
    1. D
    2. A
    3. E
    4. C
    5. E
    6. E
    7. D
    8. C
    9. C
    10. B
    11. A
    12. B
    13. A
    14. Al-Ghazali Abu Wasim Al-qusairi
    15. A.
    ESSAY !!
    1.Cendikiawan muslim di bidang ilmu kedokteran pada masa Bani Abbasyiah

    *Jabir bin Hayyan
    *Abu Zakariya Ar Razi
    *Ibnu Sina
    *Tsabit bin Qurra
    *Abu Zakariya Yuhanna bin Masaway
    2. serangan ini terjadi karena penolakan Khalifah Al-Mustaim atas tuntuan Mongol untuk takluk dan menyerahkan upeti, serta keinginan Mongol untuk memperluas kekuasaannya ke Mesopotamia (Iraq).
    3.Pada Dinasti Abbasiyah inilah, pendidikan sangatlah merata dengan adanya madrasah-madrasah yang terbentang dari desa sampai kota. Oleh sebab itu, tidak mengherankan perkembangan ilmu pengetahuan sangatlah maju dan peradaban islam mencapai puncak kejayaannya. Dinasti Abbasiyah secara turun-temurun telah melahirkan sebanyak tiga puluh tujuh khilafah yang berkuasa dalam kurun waktu yang cukup sangat panjang, yaitu sekitar tiga ratus tahunan. SelamA itu pulalah, perkembangan dunia islam sangat berkembang pesat dalam sektor dan bidan apapun, khususnya keilmuan.Secara garis besar perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Harun Al-Rasyid.
    Kemajuan ilmu pengetahuan bukan hanya pada bidang
    sastra dan seni saja juga berkembang, meminjam istilah Ibnu Rusyd, Ilmu-
    ilmu Naqli dan Ilmu Aqli. Ilmu-ilmu Naqli seperti Tafsir, Teologi, Hadis,
    Fiqih, Ushul Fiqh dan lain-lain dan juga berkembang ilmu-ilmu Aqli seperti
    Astronomi, Matematika, Kimia, Bahasa, Sejarah, Ilmu Alam, Geografi,
    Kedokteran dan lain sebagainya. Perkembangan ini memunculkan tokoh-
    tokoh besar dalam sejarah ilmu pengetahuan kemajuan-kemajuan tersebut karena didukung oleh banyak hal, di
    antaranya adalah sistem pendidikan Islam.

  5. Nama : aliyah hidayah masjid
    Kls : XI IIS
    Pg
    1.D
    2.A
    3.E
    4.C
    5.E
    6.C
    7.D
    8.C
    9.C
    10.B
    11.A
    12.B
    13.A
    14.al geulis abu wasim
    15.A
    ESSAY
    1 .Ibnu Sīnā
    Ibn al-Haytham.
    Al-Zahrawi.
    Hunayn ibn Ishaq
    2.Latar belakang penyebab penyerangan Mongol terhadap Dinasti Abbasiyah adalah penolakan Khalifah Al-Mustaim atas tuntuan Mongol untuk takluk dan menyerahkan upeti, serta keinginan Mongol untuk memperluas kekuasaannya ke Mesopotamia (Iraq)
    Pembahasan
    Dinasti Abbasiyah di Baghdad jatuh setelah seangan dan penaklukkan kota Baghdad pada 29 Januari – 10 Februari 1258 oleh Mongol yang dipimpin oleh Hulagu Khan
    3.Perkembangan Ilmu Pengetahuan pada Masa Dinasti Abbasiyah

    Pada masa Dinasti Abbasiyah kehidupan peradaban Islam sangat maju, sehingga pada masa itu dikatakan sebagai jaman keemasan Islam. Kaum muslimin telah menggapai puncak kemuliaan dan kekayaan, baik itu di bidang kekuasaan, politik, ekonomi, dan terlebih lagi dalam bidang kebudayaan dan ilmu pengetahuan, baik pengetahuan tentang ilmu agama dan ilmu pengetahuan umum mengalami kemajuan yang sangat pesat. Berbagai ilmu telah lahir pada zaman tersebut. Hal ini dikarenakan antara lain:

    Berbagai macam penelitian dan kajian tentang ilmu pengetahuan yang dilakukan oleh para kaum muslimin itu sendiri, kegiatan penerjemahan buku berbahasa asing seperti Yunani, Mesir, Persia, India, dan lain-lain ke dalam bahasa Arab dengan sangat gencar. Buku-buku yang diterjemahkan antara lain: ilmu kedokteran, kimia, ilmu alam, mantiq (logika), filasat al jabar, ilmu falak, matematika, seni, dan lain-lain. Penerjemahan dan penelitian tersebut pada umumnya dilaksanakan pada masa kekhalifahan Abu Ja’far, Harun ar-Rasyid, al-Makmum, dan Mahdi.

    Khalifah Harun ar-Rasyid sangat concern dalam memajukan pengetahuan tersebut. Beliau mendirikan lembaga ilmu pengetahun yang diberi nama “BAITUL HIKMAH” sebagai pusat penerjemahan, penelitian, dan pengkajian ilmu perpustakaan serta lembaga pendidikan (Perguruan Tinggi).

    Buah dari perhatian tersebut kaum muslimin dapat mempelajari berbagai ilmu dalam bahasa Arab. Dan hasilnya bermunculan sarjana-sarjana besar muslim dari berbagai disiplin ilmu yang sangat terkenal juga ulama-ulama besar yang sangat tersohor seperti halnya Imam Abu Hanafi-Imam Malik-Imam Syafei-Imam Hambali, Imam Bukhari, dan Imam Muslim.

    Ilmu pengetahuan dipandang sebagai sesuatu yang sangat penting dan mulia. Para khalifah dan pembesar lainnya membuka peluang sebesar-besarnya untuk kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan. Para khalifah sendiri pada umumnya adalah ulama-ulama yang mencintai ilmu, menghormati para sarjana dan memuliakan para pujangga.

    Mereka sungguh menjunjung tinggi ilmu pengetahuan, mereka menerapkan subtansi dari mempraktikkan syariat Islam: bahwa tinggi rendahnya derajat dan martabat seseorang tergantung pada banyak sedikitnya pengetahuan yang ia miliki

    • Nama:Nurul Fatmah Azzahra
      Kelas XI IPS
      Pilihan Ganda.
      1. E
      2. A
      3. E
      4. C
      5. E
      6. C
      7. D
      8. C
      9. C
      10. B
      11. A
      12. B
      13. A
      14. Al-Ghazali Abu Wasim Al-qusairi
      15. A
      ESSAY !!
      1.Cendikiawan muslim di bidang ilmu kedokteran pada masa Bani Abbasyiah

      *Jabir bin Hayyan
      *Abu Zakariya Ar Razi
      *Ibnu Sina
      *Tsabit bin Qurra
      *Abu Zakariya Yuhanna bin Masaway
      2. serangan ini terjadi karena penolakan Khalifah Al-Mustaim atas tuntuan Mongol untuk takluk dan menyerahkan upeti, serta keinginan Mongol untuk memperluas kekuasaannya ke Mesopotamia (Iraq).
      3.Pada Dinasti Abbasiyah inilah, pendidikan sangatlah merata dengan adanya madrasah-madrasah yang terbentang dari desa sampai kota. Oleh sebab itu, tidak mengherankan perkembangan ilmu pengetahuan sangatlah maju dan peradaban islam mencapai puncak kejayaannya. Dinasti Abbasiyah secara turun-temurun telah melahirkan sebanyak tiga puluh tujuh khilafah yang berkuasa dalam kurun waktu yang cukup sangat panjang, yaitu sekitar tiga ratus tahunan. SelamA itu pulalah, perkembangan dunia islam sangat berkembang pesat dalam sektor dan bidan apapun, khususnya keilmuan.Secara garis besar perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Harun Al-Rasyid.
      Kemajuan ilmu pengetahuan bukan hanya pada bidang
      sastra dan seni saja juga berkembang, meminjam istilah Ibnu Rusyd, Ilmu-
      ilmu Naqli dan Ilmu Aqli. Ilmu-ilmu Naqli seperti Tafsir, Teologi, Hadis,
      Fiqih, Ushul Fiqh dan lain-lain dan juga berkembang ilmu-ilmu Aqli seperti
      Astronomi, Matematika, Kimia, Bahasa, Sejarah, Ilmu Alam, Geografi,
      Kedokteran dan lain sebagainya. Perkembangan ini memunculkan tokoh-
      tokoh besar dalam sejarah ilmu pengetahuan kemajuan-kemajuan tersebut karena didukung oleh banyak hal, di
      antaranya adalah sistem pendidikan Islam

  6. Nama : aliyah hidayah masjid
    Kls : XI IIS
    Pg
    1.D
    2.A
    3.E
    4.C
    5.E
    6.C
    7.D
    8.C
    9.C
    10.B
    11.A
    12.B
    13.A
    14.al ghazali abu wasim
    15.A
    ESSAY
    1 .-Ibnu Sīnā
    -Ibn al-Haytham.
    -Al-Zahrawi.
    -Hunayn ibn Ishaq
    2.Latar belakang penyebab penyerangan Mongol terhadap Dinasti Abbasiyah adalah penolakan Khalifah Al-Mustaim atas tuntuan Mongol untuk takluk dan menyerahkan upeti, serta keinginan Mongol untuk memperluas kekuasaannya ke Mesopotamia (Iraq)
    Pembahasan
    Dinasti Abbasiyah di Baghdad jatuh setelah seangan dan penaklukkan kota Baghdad pada 29 Januari – 10 Februari 1258 oleh Mongol yang dipimpin oleh Hulagu Khan
    3.Perkembangan Ilmu Pengetahuan pada Masa Dinasti Abbasiyah

    Pada masa Dinasti Abbasiyah kehidupan peradaban Islam sangat maju, sehingga pada masa itu dikatakan sebagai jaman keemasan Islam. Kaum muslimin telah menggapai puncak kemuliaan dan kekayaan, baik itu di bidang kekuasaan, politik, ekonomi, dan terlebih lagi dalam bidang kebudayaan dan ilmu pengetahuan, baik pengetahuan tentang ilmu agama dan ilmu pengetahuan umum mengalami kemajuan yang sangat pesat. Berbagai ilmu telah lahir pada zaman tersebut. Hal ini dikarenakan antara lain:

    Berbagai macam penelitian dan kajian tentang ilmu pengetahuan yang dilakukan oleh para kaum muslimin itu sendiri, kegiatan penerjemahan buku berbahasa asing seperti Yunani, Mesir, Persia, India, dan lain-lain ke dalam bahasa Arab dengan sangat gencar. Buku-buku yang diterjemahkan antara lain: ilmu kedokteran, kimia, ilmu alam, mantiq (logika), filasat al jabar, ilmu falak, matematika, seni, dan lain-lain. Penerjemahan dan penelitian tersebut pada umumnya dilaksanakan pada masa kekhalifahan Abu Ja’far, Harun ar-Rasyid, al-Makmum, dan Mahdi.

    Khalifah Harun ar-Rasyid sangat concern dalam memajukan pengetahuan tersebut. Beliau mendirikan lembaga ilmu pengetahun yang diberi nama “BAITUL HIKMAH” sebagai pusat penerjemahan, penelitian, dan pengkajian ilmu perpustakaan serta lembaga pendidikan (Perguruan Tinggi).

    Buah dari perhatian tersebut kaum muslimin dapat mempelajari berbagai ilmu dalam bahasa Arab. Dan hasilnya bermunculan sarjana-sarjana besar muslim dari berbagai disiplin ilmu yang sangat terkenal juga ulama-ulama besar yang sangat tersohor seperti halnya Imam Abu Hanafi-Imam Malik-Imam Syafei-Imam Hambali, Imam Bukhari, dan Imam Muslim.

    Ilmu pengetahuan dipandang sebagai sesuatu yang sangat penting dan mulia. Para khalifah dan pembesar lainnya membuka peluang sebesar-besarnya untuk kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan. Para khalifah sendiri pada umumnya adalah ulama-ulama yang mencintai ilmu, menghormati para sarjana dan memuliakan para pujangga.

    Mereka sungguh menjunjung tinggi ilmu pengetahuan, mereka menerapkan subtansi dari mempraktikkan syariat Islam: bahwa tinggi rendahnya derajat dan martabat seseorang tergantung pada banyak sedikitnya pengetahuan yang ia miliki

  7. Lila masruriah
    XI iis
    •pg
    1. E
    2. A
    3. E
    4. C
    5. E
    6. C
    7. D
    8. C
    9. C
    10. B
    11. A
    12. B
    13. A
    14. Al ghazali
    15. A

    •Essay

    1. -Hasan Ibn Al-Haytham
    -Abu Ali Ibnu Sina
    -Al-Razi atau Abu Bakar bin Zakariyya al- Razi

    2. Latar belakang penyebab penyerangan Mongol terhadap Dinasti Abbasiyah adalah penolakan Khalifah Al-Mustaim atas tuntuan Mongol untuk takluk dan menyerahkan upeti, serta keinginan Mongol untuk memperluas kekuasaannya ke Mesopotamia (Iraq).

    3. Masa pemerintahan Daulah Abbasiyah merupakan masa kejayaan Islam dalam berbagai bidang, khususnya bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Pada zaman ini umat Islam telah banyak melakukan kajian kritis tentang ilmu pengetahuan, sehingga ilmu pengetahuan baik aqli (rasional) ataupun yang naqli mengalami kemajuan dengan pesatnya. Secara garis besar perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Harun Al-Rasyid.
    Kemajuan ilmu pengetahuan bukan hanya pada bidang
    sastra dan seni saja juga berkembang, meminjam istilah Ibnu Rusyd, Ilmu-
    ilmu Naqli dan Ilmu Aqli. Ilmu-ilmu Naqli seperti Tafsir, Teologi, Hadis,
    Fiqih, Ushul Fiqh dan lain-lain dan juga berkembang ilmu-ilmu Aqli seperti
    Astronomi, Matematika, Kimia, Bahasa, Sejarah, Ilmu Alam, Geografi,
    Kedokteran dan lain sebagainya. Perkembangan ini memunculkan tokoh-
    tokoh besar dalam sejarah ilmu pengetahuan kemajuan-kemajuan tersebut karena didukung oleh banyak hal, di
    antaranya adalah sistem pendidikan Islam.

  8. Nama : Devi Rifqiyani Sofyan
    Kelas : XI IPA

    Pilihan ganda
    1. E
    2. A
    3. E
    4. C
    5. D
    6. C
    7. D
    8. C
    9. C
    10.B
    11. A
    12. B
    13. A
    14. Al-ghazali
    15. A

    Essay
    1. – Ibnu Sina
    – Jabir bin Hayyan
    – Ibn al-Haytham

    2. Latar belakang penyebab penyerangan Mongol terhadap Dinasti Abbasiyah adalah penolakan Khalifah Al-Mustaim atas tuntuan Mongol untuk takluk dan menyerahkan upeti, serta keinginan Mongol untuk memperluas kekuasaannya ke Mesopotamia (Iraq).

    3. Pada masa Dinasti Abbasiyah perkembangan ilmu pengetahuan berkembang pesat baik pengetahuan tentang ilmu agama maupun ilmu pengetahuan umum. Hal ini dikarenakan berbagai macam penelitian dan kajian tentang ilmu pengetahuan yang dilakukan oleh para kaum muslimin itu sendiri. Hasil Perkembangan Ilmu Pengetahuan Islam pada Masa Dinasti Abbasiyah ialah lahirnya beberapa ilmu dalam agama islam antara lain, ilmu hadis, ilmu tafsir, ilmu fikih, filsafat islam, ilmh tasawuf, sejarah, kedokteran, matematika dan astronomi.

  9. Putri yasmin salsabila
    XI ipa
    1. D
    2. A
    3. E
    4. C
    5. E
    6. E
    7. D
    8. C
    9. C
    10. B
    11. A
    12. B
    13. A
    14. Al-Ghazali Abu Wasim Al-qusairi
    15. A.
    Esai
    1 •Ibn Sina : di bidang filsafat, biologi dan kedokteran
    •Al Farabi : di bidang filsafat
    •Ibnu Rusyid : di bidang filsafat kedokteran

    2. serangan ini disebabkan karena Mongol berniat untuk memperluas kekuasaanya ke Mesopotamia Iraq setelah sebelumnya menguasai Iran dan Asia tengah dengan penaklukan Mongol terhadap kekaisaran khwarezmia.

    3 pada Masa pemerintahan Daulah Abbasiyah merupakan masa kejayaan Islam dalam berbagai bidang, khususnya bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Pada zaman ini umat Islam telah banyak melakukan kajian kritis tentang ilmu pengetahuan, sehingga ilmu pengetahuan baik aqli (rasional) ataupun yang naqli mengalami kemajuan dengan pesatnya. Secara garis besar perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Harun Al-Rasyid.
    Kemajuan ilmu pengetahuan bukan hanya pada bidang
    sastra dan seni saja juga berkembang, meminjam istilah Ibnu Rusyd, Ilmu-
    ilmu Naqli dan Ilmu Aqli. Ilmu-ilmu Naqli seperti Tafsir, Teologi, Hadis,
    Fiqih, Ushul Fiqh dan lain-lain dan juga berkembang ilmu-ilmu Aqli seperti
    Astronomi, Matematika, Kimia, Bahasa, Sejarah, Ilmu Alam, Geografi,
    Kedokteran dan lain sebagainya. Perkembangan ini memunculkan tokoh-
    tokoh besar dalam sejarah ilmu pengetahuan kemajuan-kemajuan tersebut karena didukung oleh banyak hal, di
    antaranya adalah sistem pendidikan Islam.

  10. St. rahma nurfadilah
    XI. Ips

    1.E
    2.A
    3.E
    4.C
    5.E
    6.C
    7.D
    8.C
    9.C
    10.B
    11.A
    12.B
    13.A
    14.Al-Ghazali
    15.A

    Essay

    1. *Jabir bin Hayyan
    *Abu Zakariya Ar Razi
    *Ibnu Sina
    *Tsabit bin Qurra
    2. Latar belakang penyebab penyerangan
    Mongol terhadap Dinasti Abbasiyah adalah penolakan Khalifah Al-Mustaim atas tuntuan Mongol untuk takluk dan menyerahkan upeti, serta keinginan Mongol untuk memperluas kekuasaannya ke Mesopotamia (Iraq)
    3. Masa pemerintahan Daulah Abbasiyah merupakan masa kejayaan Islam dalam berbagai bidang, khususnya bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Pada zaman ini umat Islam telah banyak melakukan kajian kritis tentang ilmu pengetahuan, sehingga ilmu pengetahuan baik aqli (rasional) ataupun yang naqli mengalami kemajuan dengan pesatnya. Secara garis besar perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Harun Al-Rasyid.
    Kemajuan ilmu pengetahuan bukan hanya pada bidang
    sastra dan seni saja juga berkembang, meminjam istilah Ibnu Rusyd, Ilmu-
    ilmu Naqli dan Ilmu Aqli. Ilmu-ilmu Naqli seperti Tafsir, Teologi, Hadis,
    Fiqih, Ushul Fiqh dan lain-lain dan juga berkembang ilmu-ilmu Aqli seperti
    Astronomi, Matematika, Kimia, Bahasa, Sejarah, Ilmu Alam, Geografi,
    Kedokteran dan lain sebagainya. Perkembangan ini memunculkan tokoh-
    tokoh besar dalam sejarah ilmu pengetahuan kemajuan-kemajuan tersebut karena didukung oleh banyak hal, di
    antaranya adalah sistem pendidikan Islam

  11. nama:eka melami majid
    kelas: xi ipa
    pg
    1.e
    2.a
    3.e
    4.c
    5.e
    6.e
    7.d
    8.c
    9.c
    10.b
    11.a
    12.b
    13.a
    14. Al-Ghazali abu wasim Al-Qusairi
    15.a

    essay
    1. – Ibnu Sina
    – Jabir bin Hayyan
    – Ibn al-Haytham

    2.Latar belakang penyebab penyerangan Mongol terhadap Dinasti Abbasiyah adalah penolakan Khalifah Al-Mustaim atas tuntuan Mongol untuk takluk dan menyerahkan upeti, serta keinginan Mongol untuk memperluas kekuasaannya ke Mesopotamia (Iraq)
    Pembahasan
    Dinasti Abbasiyah di Baghdad jatuh setelah seangan dan penaklukkan kota Baghdad pada 29 Januari – 10 Februari 1258 oleh Mongol yang dipimpin oleh Hulagu Khan

    3. Dinasti Abbasiyah mampu menorehkan sejarah bahwa Islam mampu mengembangkan refleksi kegiatan ilmiah dengan adanya pengembangan wawasan dan disiplin keilmuan.Pada Dinasti Abbasiyah inilah, pendidikan sangatlah merata dengan adanya madrasah-madrasah yang terbentang dari desa sampai kota. Oleh sebab itu, tidak mengherankan perkembangan ilmu pengetahuan sangatlah maju dan peradaban islam mencapai puncak kejayaannya. Dinasti Abbasiyah secara turun-temurun telah melahirkan sebanyak tiga puluh tujuh khilafah yang berkuasa dalam kurun waktu yang cukup sangat panjang, yaitu sekitar tiga ratus tahunan. SelamA itu pulalah, perkembangan dunia islam sangat berkembang pesat dalam sektor dan bidan apapun, khususnya keilmuan. Dengan semua yg telah terjadi ini umat islam dapat menggunakan teknologi yang dikembangkan pada masa bani abbasiya, umat islam dapat mendalami cara menuntut ilmu, umat islam dapat mempelajari sikap terpuji dari para ilmuwan tersebut.

  12. Nama : ANDI BERLIAN
    KELAS : XI IPA
    1. D
    2. A
    3. E
    4. C
    5. E
    6. E
    7. D
    8. C
    9. C
    10. B
    11. A
    12. B
    13. A
    14. Al-Ghazali Abu Wasim Al-qusairi
    15. A.

    II. ESSAY

    1.Cendikiawan muslim di bidang ilmu kedokteran pada masa Bani Abbasyiah

    *Jabir bin Hayyan
    *Abu Zakariya Ar Razi
    *Ibnu Sina
    *Tsabit bin Qurra
    *Abu Zakariya Yuhanna bin Masaway

    2. serangan ini terjadi karena penolakan Khalifah Al-Mustaim atas tuntuan Mongol untuk takluk dan menyerahkan upeti, serta keinginan Mongol untuk memperluas kekuasaannya ke Mesopotamia (Iraq).

    3. Pada Dinasti Abbasiyah inilah, pendidikan sangatlah merata dengan adanya madrasah-madrasah yang terbentang dari desa sampai kota. Oleh sebab itu, tidak mengherankan perkembangan ilmu pengetahuan sangatlah maju dan peradaban islam mencapai puncak kejayaannya. Dinasti Abbasiyah secara turun-temurun telah melahirkan sebanyak tiga puluh tujuh khilafah yang berkuasa dalam kurun waktu yang cukup sangat panjang, yaitu sekitar tiga ratus tahunan. SelamA itu pulalah, perkembangan dunia islam sangat berkembang pesat dalam sektor dan bidan apapun, khususnya keilmuan.Secara garis besar perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Harun Al-Rasyid.
    Kemajuan ilmu pengetahuan bukan hanya pada bidang
    sastra dan seni saja juga berkembang, meminjam istilah Ibnu Rusyd, Ilmu-
    ilmu Naqli dan Ilmu Aqli. Ilmu-ilmu Naqli seperti Tafsir, Teologi, Hadis,
    Fiqih, Ushul Fiqh dan lain-lain dan juga berkembang ilmu-ilmu Aqli seperti
    Astronomi, Matematika, Kimia, Bahasa, Sejarah, Ilmu Alam, Geografi,
    Kedokteran dan lain sebagainya. Perkembangan ini memunculkan tokoh-
    tokoh besar dalam sejarah ilmu pengetahuan kemajuan-kemajuan tersebut karena didukung oleh banyak hal, di
    antaranya adalah sistem pendidikan Islam.

  13. Nama:Aisyah saleh
    Kls:XI(Ips)

    A.

    1.E
    2.A
    3.E
    4.C
    5.E
    6.C
    7.D
    8.C
    9.C
    10.B
    11.A
    12.B
    13.A
    14.Al-Ghazali
    15.A

    B.
    1. -Hasan Ibn Al-Haytham
    -Abu Ali Ibnu Sina
    -Al-Razi atau Abu Bakar bin Zakariyya al- Razi

    2. Latar belakang penyebab penyerangan Mongol terhadap Dinasti Abbasiyah adalah penolakan Khalifah Al-Mustaim atas tuntuan Mongol untuk takluk dan menyerahkan upeti, serta keinginan Mongol untuk memperluas kekuasaannya ke Mesopotamia (Iraq).

    3. Masa pemerintahan Daulah Abbasiyah merupakan masa kejayaan Islam dalam berbagai bidang, khususnya bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Pada zaman ini umat Islam telah banyak melakukan kajian kritis tentang ilmu pengetahuan, sehingga ilmu pengetahuan baik aqli (rasional) ataupun yang naqli mengalami kemajuan dengan pesatnya. Secara garis besar perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Harun Al-Rasyid.
    Kemajuan ilmu pengetahuan bukan hanya pada bidang
    sastra dan seni saja juga berkembang, meminjam istilah Ibnu Rusyd, Ilmu-
    ilmu Naqli dan Ilmu Aqli. Ilmu-ilmu Naqli seperti Tafsir, Teologi, Hadis,
    Fiqih, Ushul Fiqh dan lain-lain dan juga berkembang ilmu-ilmu Aqli seperti
    Astronomi, Matematika, Kimia, Bahasa, Sejarah, Ilmu Alam, Geografi,
    Kedokteran dan lain sebagainya. Perkembangan ini memunculkan tokoh-
    tokoh besar dalam sejarah ilmu pengetahuan kemajuan-kemajuan tersebut karena didukung oleh banyak hal, di
    antaranya adalah sistem pendidikan Islam.

  14. Reski karim
    Xi ips

    Pilihan ganda!!
    1.)E
    2.)A
    3.)E
    4.)C
    5.)E
    6.)E
    7.)D
    8.)C
    9.)C
    10.)B
    11.)A
    12.)B
    13.)A
    14.)Al-ghazali
    15.)A

    Esay!!
    1.)Cendikiawan muslim di bidang ilmu kedokteran pada masa Bani Abbasyiah:
    *Jabir bin Hayyan
    *Abu Zakariya Ar Razi
    *Ibnu Sina
    *Tsabit bin Qurra
    *Abu Zakariya Yuhanna bin Masaway

    2.)Latar belakang penyebab penyerangan Mongol terhadap Dinasti Abbasiyah adalah penolakan Khalifah Al-Mustaim atas tuntuan Mongol untuk takluk dan menyerahkan upeti, serta keinginan Mongol untuk memperluas kekuasaannya ke Mesopotamia (Iraq)
    Pembahasan:
    Dinasti Abbasiyah di Baghdad jatuh setelah seangan dan penaklukkan kota Baghdad pada 29 Januari – 10 Februari 1258 oleh Mongol yang dipimpin oleh Hulagu Khan

    3.)Masa pemerintahan Daulah Abbasiyah merupakan masa kejayaan Islam dalam berbagai bidang, khususnya bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Pada zaman ini umat Islam telah banyak melakukan kajian kritis tentang ilmu pengetahuan, sehingga ilmu pengetahuan baik aqli (rasional) ataupun yang naqli mengalami kemajuan dengan pesatnya. Secara garis besar perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Harun Al-Rasyid.
    Kemajuan ilmu pengetahuan bukan hanya pada bidang
    sastra dan seni saja juga berkembang, meminjam istilah Ibnu Rusyd, Ilmu-
    ilmu Naqli dan Ilmu Aqli. Ilmu-ilmu Naqli seperti Tafsir, Teologi, Hadis,
    Fiqih, Ushul Fiqh dan lain-lain dan juga berkembang ilmu-ilmu Aqli seperti
    Astronomi, Matematika, Kimia, Bahasa, Sejarah, Ilmu Alam, Geografi,
    Kedokteran dan lain sebagainya. Perkembangan ini memunculkan tokoh-
    tokoh besar dalam sejarah ilmu pengetahuan kemajuan-kemajuan tersebut karena didukung oleh banyak hal, di
    antaranya adalah sistem pendidikan Islam

  15. Nama : Miftahul Jannah
    Kelas : XI IPA
    A. 1. D
    2. A
    3. E
    4.c
    5. E
    6. E
    7. D
    8. C
    9. C
    10. B
    11. A
    12. B
    13. A
    14. Al- ghazali abu wasim
    15. A
    B. 1. – Ibnu sina
    – Jabir Bin Hayyan
    – Abu Zakariya
    2. karena penolakan Khalifah Al-Mustaim atas tuntuan Mongol untuk takluk dan menyerahkan upeti, serta keinginan Mongol untuk memperluas kekuasaannya ke Mesopotamia
    3.Umat islam dapat menggunakan teknologi yang dikembangkan pada masa bani abbasiya, umat islam dapat mendalami cara menuntut ilmu, umat islam dapat mempelajari sikap terpuji dari para ilmuwan tersebut. . Secara garis besar perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Harun Al-Rasyid.
    Kemajuan ilmu pengetahuan bukan hanya pada bidang
    sastra dan seni saja juga berkembang, meminjam istilah Ibnu Rusyd, Ilmu-
    ilmu Naqli dan Ilmu Aqli

  16. Nama:Satriani Safri
    Kelas:XI IPD
    PILIHAN GANDA
    1. D
    2. A
    3. E
    4. C
    5. E
    6. E
    7. D
    8. C
    9. C
    10.B
    11. A
    12. B
    13. A
    14. Al-Ghazali Abu Wasim Al-qusairi
    15. A.

    Esai
    1. Cendikiawan muslim di bidang ilmu kedokteran pada masa Bani Abbasyiah

    1. Jabir bin Hayyan
    2. Abu Zakariya Ar Razi
    3. Ibnu Sina
    4. Tsabit bin Qurra
    5. Abu Zakariya Yuhanna bin Masawayh

    2. serangan ini disebabkan karena Mongol berniat untuk memperluas kekuasaanya ke Mesopotamia Iraq setelah sebelumnya menguasai Iran dan Asia tengah dengan penaklukan Mongol terhadap kekaisaran khwarezmia.

    3. Dinasti Abbasiyah mampu menorehkan sejarah bahwa Islam mampu mengembangkan refleksi kegiatan ilmiah dengan adanya pengembangan wawasan dan disiplin keilmuan.Pada Dinasti Abbasiyah inilah, pendidikan sangatlah merata dengan adanya madrasah-madrasah yang terbentang dari desa sampai kota. Oleh sebab itu, tidak mengherankan perkembangan ilmu pengetahuan sangatlah maju dan peradaban islam mencapai puncak kejayaannya. Dinasti Abbasiyah secara turun-temurun telah melahirkan sebanyak tiga puluh tujuh khilafah yang berkuasa dalam kurun waktu yang cukup sangat panjang, yaitu sekitar tiga ratus tahunan. SelamA itu pulalah, perkembangan dunia islam sangat berkembang pesat dalam sektor dan bidan apapun, khususnya keilmuan. Dengan semua yg telah terjadi ini umat islam dapat menggunakan teknologi yang dikembangkan pada masa bani abbasiya, umat islam dapat mendalami cara menuntut ilmu, umat islam dapat mempelajari sikap terpuji dari para ilmuwan tersebut.

  17. Nama: SINTIA RAMADANI
    kelas: XI. IPA

    1. D
    2. A
    3. E
    4.c
    5. E
    6. E
    7. D
    8. C
    9. C
    10. B
    11. A
    12. B
    13. A
    14. Al- ghazali abu wasim
    15. A
    B. 1. – Ibnu sina
    – Jabir Bin Hayyan
    – Abu Zakariya
    2. karena penolakan Khalifah Al-Mustaim atas tuntuan Mongol untuk takluk dan menyerahkan upeti, serta keinginan Mongol untuk memperluas kekuasaannya ke Mesopotamia
    3.Umat islam dapat menggunakan teknologi yang dikembangkan pada masa bani abbasiya, umat islam dapat mendalami cara menuntut ilmu, umat islam dapat mempelajari sikap terpuji dari para ilmuwan tersebut. . Secara garis besar perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Harun Al-Rasyid.
    Kemajuan ilmu pengetahuan bukan hanya pada bidang
    sastra dan seni saja juga berkembang, meminjam istilah Ibnu Rusyd, Ilmu-
    ilmu Naqli dan Ilmu Aqli

  18. Name: Sitti Rahmah
    Class: XI IPA

    *Jawaban*

    1. D
    2. A
    3. E
    4.c
    5. E
    6. E
    7. D
    8. C
    9. C
    10. B
    11. A
    12. B
    13. A
    14. Al- ghazali abu wasim
    15. A

    ** Jawaban**
    Essay

    1). Bidang Kedokteran pada masa Pemerintahan Daulah Bani Abbsiyah

    * Ibnu sina
    * Jabir Bin Hayyan
    * Abu Zakariya

    2).Latar belakang penyebab penyerangan Mongol terhadap Dinasti Abbasiyah adalah penolakan Khalifah Al-Mustaim atas tuntuan Mongol untuk takluk dan menyerahkan upeti, serta keinginan Mongol untuk memperluas kekuasaannya ke Mesopotamia (Iraq).

    3). Umat islam dapat menggunakan, teknologi yang dikembangkan pada masa bani abbasiya umat islam dapat mendalami cara menuntut ilmu, umat islam dapat mempelajari sikap terpuji dari para ilmuwan tersebut. . Secara garis besar perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Harun Al-Rasyid.
    Kemajuan ilmu pengetahuan bukan hanya pada bidang
    sastra dan seni saja juga berkembang, meminjam istilah Ibnu Rusyd, Ilmu-
    ilmu Naqli dan Ilmu Aqli.
    Dan Karena kaum bani abbasiyah sangat pintar maka dari itu banyak dampak ilmu kepada umat islam..

  19. Nama : Rahmatiarah
    Kelas :XI ips
    JAWABAN:
    1. E
    2. A
    3. E
    4. C
    5. E
    6. C
    7. D
    8. C
    9. C
    10. B
    11. A
    12. B
    13. A
    14. Al-Ghazali
    15. A

    Essay

    1. °Jabir bin Hayyan
    °Abu Zakariya Ar Razi
    °Ibnu Sina
    °Tsabit bin Qurra
    2. Latar belakang penyebab penyerangan
    Mongol terhadap Dinasti Abbasiyah adalah penolakan Khalifah Al-Mustaim atas tuntuan Mongol untuk takluk dan menyerahkan upeti, serta keinginan Mongol untuk memperluas kekuasaannya ke Mesopotamia (Iraq)

    3. Masa pemerintahan Daulah Abbasiyah merupakan masa kejayaan Islam dalam berbagai bidang, khususnya bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Pada zaman ini umat Islam telah banyak melakukan kajian kritis tentang ilmu pengetahuan, sehingga ilmu pengetahuan baik aqli (rasional) ataupun yang naqli mengalami kemajuan dengan pesatnya. Secara garis besar perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Harun Al-Rasyid.
    Kemajuan ilmu pengetahuan bukan hanya pada bidang
    sastra dan seni saja juga berkembang, meminjam istilah Ibnu Rusyd, Ilmu-
    ilmu Naqli dan Ilmu Aqli. Ilmu-ilmu Naqli seperti Tafsir, Teologi, Hadis,
    Fiqih, Ushul Fiqh dan lain-lain dan juga berkembang ilmu-ilmu Aqli seperti
    Astronomi, Matematika, Kimia, Bahasa, Sejarah, Ilmu Alam, Geografi,
    Kedokteran dan lain sebagainya. Perkembangan ini memunculkan tokoh-
    tokoh besar dalam sejarah ilmu pengetahuan kemajuan-kemajuan tersebut karena didukung oleh banyak hal, di
    antaranya adalah sistem pendidikan Islam

  20. Nama:RAHMATIARAH
    kelas:XI IPS

    1. E
    2. A
    3. E
    4. C
    5. E
    6. C
    7. D
    8. C
    9. C
    10. B
    11. A
    12. B
    13. A
    14. Al-Ghazali
    15. A

    Essay

    1. °Jabir bin Hayyan
    °Abu Zakariya Ar Razi
    °Ibnu Sina
    °Tsabit bin Qurra

    2. Latar belakang penyebab penyerangan
    Mongol terhadap Dinasti Abbasiyah adalah penolakan Khalifah Al-Mustaim atas tuntuan Mongol untuk takluk dan menyerahkan upeti, serta keinginan Mongol untuk memperluas kekuasaannya ke Mesopotamia (Iraq)

    3. Masa pemerintahan Daulah Abbasiyah merupakan masa kejayaan Islam dalam berbagai bidang, khususnya bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Pada zaman ini umat Islam telah banyak melakukan kajian kritis tentang ilmu pengetahuan, sehingga ilmu pengetahuan baik aqli (rasional) ataupun yang naqli mengalami kemajuan dengan pesatnya. Secara garis besar perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Harun Al-Rasyid.
    Kemajuan ilmu pengetahuan bukan hanya pada bidang
    sastra dan seni saja juga berkembang, meminjam istilah Ibnu Rusyd, Ilmu-
    ilmu Naqli dan Ilmu Aqli. Ilmu-ilmu Naqli seperti Tafsir, Teologi, Hadis,
    Fiqih, Ushul Fiqh dan lain-lain dan juga berkembang ilmu-ilmu Aqli seperti
    Astronomi, Matematika, Kimia, Bahasa, Sejarah, Ilmu Alam, Geografi,
    Kedokteran dan lain sebagainya. Perkembangan ini memunculkan tokoh-
    tokoh besar dalam sejarah ilmu pengetahuan kemajuan-kemajuan tersebut karena didukung oleh banyak hal, di
    antaranya adalah sistem pendidikan Islam

  21. Nama:izzatul jannah
    XI iis
    •pg
    1. E
    2. A
    3. E
    4. C
    5. E
    6. C
    7. D
    8. C
    9. C
    10. B
    11. A
    12. B
    13. A
    14. Al ghazali
    15. A

    •Essay

    1. -Hasan Ibn Al-Haytham
    -Abu Ali Ibnu Sina
    -Al-Razi atau Abu Bakar bin Zakariyya al- Razi

    2. Latar belakang penyebab penyerangan Mongol terhadap Dinasti Abbasiyah adalah penolakan Khalifah Al-Mustaim atas tuntuan Mongol untuk takluk dan menyerahkan upeti, serta keinginan Mongol untuk memperluas kekuasaannya ke Mesopotamia (Iraq).

    3. Masa pemerintahan Daulah Abbasiyah merupakan masa kejayaan Islam dalam berbagai bidang, khususnya bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Pada zaman ini umat Islam telah banyak melakukan kajian kritis tentang ilmu pengetahuan, sehingga ilmu pengetahuan baik aqli (rasional) ataupun yang naqli mengalami kemajuan dengan pesatnya. Secara garis besar perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Harun Al-Rasyid.
    Kemajuan ilmu pengetahuan bukan hanya pada bidang
    sastra dan seni saja juga berkembang, meminjam istilah Ibnu Rusyd, Ilmu-
    ilmu Naqli dan Ilmu Aqli. Ilmu-ilmu Naqli seperti Tafsir, Teologi, Hadis,
    Fiqih, Ushul Fiqh dan lain-lain dan juga berkembang ilmu-ilmu Aqli seperti
    Astronomi, Matematika, Kimia, Bahasa, Sejarah, Ilmu Alam, Geografi,
    Kedokteran dan lain sebagainya. Perkembangan ini memunculkan tokoh-
    tokoh besar dalam sejarah ilmu pengetahuan kemajuan-kemajuan tersebut karena didukung oleh banyak hal, di
    antaranya adalah sistem pendidikan Islam.

  22. Nama:RAHMATIARAH
    Kelas: XI IPS

    #PILIHANGANDA
    1. E
    2. A
    3. E
    4. C
    5. E
    6. C
    7. D
    8. C
    9. C
    10. B
    11. A
    12. B
    13. A
    14. Al-ghazali abu wasit
    15. A

    #ESSAY

    1. ° Jabir bin hayyan
    ° Abu zakariya Ar razi
    °Ibnu sina
    ° Tsabit bin Qurra

    2. Latar belakang penyebab penyerangan

    Mongol terhadap Dinasti Abbasiyah adalah penolakan Khalifah Al-Mustaim atas tuntuan Mongol untuk takluk dan menyerahkan upeti, serta keinginan Mongol untuk memperluas kekuasaannya ke Mesopotamia (iraq)

    3. Masa pemerintahan Daulah Abbasiyah merupakan masa kejayaan Islam dalam berbagai bidang, khususnya bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Pada zaman ini umat Islam telah banyak melakukan kajian kritis tentang ilmu pengetahuan, sehingga ilmu pengetahuan baik aqli (rasional) ataupun yang naqli mengalami kemajuan dengan pesatnya. Secara garis besar perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Harun Al-Rasyid.
    Kemajuan ilmu pengetahuan bukan hanya pada bidang
    sastra dan seni saja juga berkembang, meminjam istilah Ibnu Rusyd, Ilmu-
    ilmu Naqli dan Ilmu Aqli. Ilmu-ilmu Naqli seperti Tafsir, Teologi, Hadis,
    Fiqih, Ushul Fiqh dan lain-lain dan juga berkembang ilmu-ilmu Aqli seperti
    Astronomi, Matematika, Kimia, Bahasa, Sejarah, Ilmu Alam, Geografi,
    Kedokteran dan lain sebagainya. Perkembangan ini memunculkan tokoh-
    tokoh besar dalam sejarah ilmu pengetahuan kemajuan-kemajuan tersebut karena didukung oleh banyak hal, di
    antaranya adalah sistem pendidikan Islam

  23. NUR IMAMAH HAK
    XI IPA

    PILIHAN GANDA
    1. E
    2. A
    3. E
    4. C
    5. E
    6. C
    7. D
    8. C
    9. C
    10. B
    11. A
    12. B
    13. A
    14. AL-GHAZALI
    15. A

    Essay
    1. >Abu Bakar bin Zakariyya al- Razi
    >Abu Ali Ibnu Sina
    >Hasan Ibn Al-Haytham

    2. Latar belakang penyebab penyerangan Mongol terhadap Dinasti Abbasiyah adalah penolakan Khalifah Al-Mustaim atas tuntuan Mongol untuk takluk dan menyerahkan upeti, serta keinginan Mongol untuk memperluas kekuasaannya ke Mesopotamia (Iraq).

    3. Masa pemerintahan Daulah Abbasiyah merupakan masa kejayaan Islam dalam berbagai bidang, khususnya bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Pada zaman ini umat Islam telah banyak melakukan kajian kritis tentang ilmu pengetahuan, sehingga ilmu pengetahuan baik aqli (rasional) ataupun yang naqli mengalami kemajuan dengan pesatnya. Secara garis besar perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Harun Al-Rasyid.
    Kemajuan ilmu pengetahuan bukan hanya pada bidang sastra dan seni saja juga berkembang, meminjam istilah Ibnu Rusyd, Ilmu-ilmu Naqli dan Ilmu Aqli. Ilmu-ilmu Naqli seperti Tafsir, Teologi, Hadis,
    Fiqih, Ushul Fiqh dan lain-lain dan juga berkembang ilmu-ilmu Aqli seperti
    Astronomi, Matematika, Kimia, Bahasa, Sejarah, Ilmu Alam, Geografi.

  24. Nama:RAHMATIARAH
    Kelas: XI IPS

    #PILIHANGANDA
    1. E
    2. A
    3. E
    4. C
    5. E
    6. C
    7. D
    8. C
    9. C
    10. B
    11. A
    12. B
    13. A
    14. Al-ghazali abu wasit
    15. A

    #ESSAY

    1. ° Jabir bin hayyan
    ° Abu zakariya Ar razi
    °Ibnu sina
    ° Tsabit bin Qurra

    2. Latar belakang penyebab terjadinya penyerangan mongol terhadap dinasti ibadahnya adalah penolakan khalifah al-mustamim atas tuntunan mongol untuk takluk dan menyerahkan upeti, serta kengininan mongol untuk memperluas kekuasaan nya ke mesopotamia (iraq)

    3. Masa pemerintahan Daulah Abbasiyah merupakan masa kejayaan Islam dalam berbagai bidang, khususnya bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Pada zaman ini umat Islam telah banyak melakukan kajian kritis tentang ilmu pengetahuan, sehingga ilmu pengetahuan baik aqli (rasional) ataupun yang naqli mengalami kemajuan dengan pesatnya. Secara garis besar perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Harun Al-Rasyid.
    Kemajuan ilmu pengetahuan bukan hanya pada bidang
    sastra dan seni saja juga berkembang, meminjam istilah Ibnu Rusyd, Ilmu-
    ilmu Naqli dan Ilmu Aqli. Ilmu-ilmu Naqli seperti Tafsir, Teologi, Hadis,
    Fiqih, Ushul Fiqh dan lain-lain dan juga berkembang ilmu-ilmu Aqli seperti
    Astronomi, Matematika, Kimia, Bahasa, Sejarah, Ilmu Alam, Geografi,
    Kedokteran dan lain sebagainya. Perkembangan ini memunculkan tokoh-
    tokoh besar dalam sejarah ilmu pengetahuan kemajuan-kemajuan tersebut karena didukung oleh banyak hal, di
    antaranya adalah sistem pendidikan Islam

  25. NAMA: NUR AULIA RESKI
    KELAS: XI IPA
    Pilihan Ganda
    1. E
    2. A
    3. E
    4. C
    5. D
    6. C
    7. D
    8. C
    9. C
    10.B
    11. A
    12. B
    13. A
    14. Al-ghazali
    15. A

    ESSAY
    1. 3 tokoh ilmuwan muslim dalam bidang kedokteran pada masa pemerintahan Daulay Bani Abbasiyah yaitu:
    1). Al Razi
    Abu Bakar Muhammad Bin Zakariya Al Razi (854-925 M)
    2). Ibnu Sina
    Abu Ali Ibnu Sina (980-1037)
    3). Ibn Al Haytham
    Hasan Ibn Al Haytham (965-1040)

    2. Latar belakang Penyebab Penyerangan Bangsa Mongol terhadap Pemerintahan Daulah Bani Abbasiyah yaitu:
    penolakan Khalifah Al-Mustaim atas tuntuan Mongol untuk takluk dan menyerahkan upeti, serta keinginan Mongol untuk memperluas kekuasaannya ke Mesopotamia (Iraq)

    3. Pengaruh Ilmu Pengetahuan bagi Perkembangan Umat Islam, khususnya pada masa Pemerintahan Daulah Bani Abbasiyah yaitu:
    Karena kaum Bani Abbasiyah sangat pintar maka dari tiu banyak dampak ilmu kepada umat Islam l. Umat Islam dapat menggunakan teknologi yang dikembangkan pada masa Bani Abbasiyah, umat Islam dapat mengalami cara menuntut ilmu, umat Islam dapat mempelajari sikap terpuji dari para ilmuwan tersebut.
    Berbagai macam penelitian dan kajian tentang ilmu pengetahuan yang dilakukan oleh para kaum muslimin itu sendiri, kegiatan penerjemahan buku berbahasa asing seperti Yunani, Mesir, Persia, India, dan lain-lain ke dalam bahasa Arab dengan sangat gencar. Buku-buku yang diterjemahkan antara lain: ilmu kedokteran, kimia, ilmu alam, mantiq (logika), filasat al jabar, ilmu falak, matematika, seni, dan lain-lain. Penerjemahan dan penelitian tersebut pada umumnya dilaksanakan pada masa kekhalifahan Abu Ja’far, Harun ar-Rasyid, al-Makmum, dan Mahdi.
    Khalifah Harun ar-Rasyid sangat concern dalam memajukan pengetahuan tersebut. Beliau mendirikan lembaga ilmu pengetahun yang diberi nama “BAITUL HIKMAH” sebagai pusat penerjemahan, penelitian, dan pengkajian ilmu perpustakaan serta lembaga pendidikan (Perguruan Tinggi).

  26. Pilihan Ganda :
    1. D
    2. A
    3. E
    4. C
    5. E
    6. E
    7. D
    8. C
    9. C
    10. B
    11. A
    12. B
    13. A
    14. Al-Ghazali Abu Wasim Al-qusairi
    15. A.

    Essay :

    1. Cendikiawan muslim di bidang ilmu kedokteran pada masa Bani Abbasyiah :
    1. Jabir bin Hayyan
    2. Abu Zakariya Ar Razi
    3. Ibnu Sina
    4. Tsabit bin Qurra
    5. Abu Zakariya Yuhanna bin Masawayh

    2. serangan ini disebabkan karena Mongol berniat untuk memperluas kekuasaanya ke Mesopotamia Iraq setelah sebelumnya menguasai Iran dan Asia tengah dengan penaklukan Mongol terhadap kekaisaran khwarezmia.

    3. Dinasti Abbasiyah mampu menorehkan sejarah bahwa Islam mampu mengembangkan refleksi kegiatan ilmiah dengan adanya pengembangan wawasan dan disiplin keilmuan. Dinasti Abbasiyah secara turun-temurun telah melahirkan sebanyak tiga puluh tujuh khilafah yang berkuasa dalam kurun waktu yang cukup sangat panjang, yaitu sekitar tiga ratus tahunan. SelamA itu pulalah, perkembangan dunia islam sangat berkembang pesat dalam sektor dan bidan apapun, khususnya keilmuan. Dengan semua yg telah terjadi ini umat islam dapat menggunakan teknologi yang dikembangkan pada masa bani abbasiya, umat islam dapat mendalami cara menuntut ilmu, umat islam dapat mempelajari sikap terpuji dari para ilmuwan tersebut.

  27. Nama : Ulan Azzahra
    Kelas : XI MIA

    PILIHAN GANDA
    1.E
    2.A
    3.E
    4.C
    5.D
    6.C
    7.D
    8.C
    9.C
    10.B
    11.A
    12.B
    13.A
    14.Al-Ghazali Abu Wasim AL-qusairi
    15.A

    Essay
    1.• Jabir bin Hayyan.
    • Abu Zakariya Ar Razi.
    • Ibnu Sina.
    2.Latar belakang penyebab penyerangan Mongol terhadap Dinasti Abbasiyah adalah penolakan Khalifah Al-Mustaim atas tuntuan Mongol untuk takluk dan menyerahkan upeti, serta keinginan Mongol untuk memperluas kekuasaannya ke Mesopotamia (Iraq)
    Selama penaklukkan, pasukan Mongol menghancurkan Baghdad, melakukan banyak kekejaman terhadap penduduknya dan menghancurkan perpustakaan besar Dinasti Abbasiyah, Baitul Hikmah, yang merupakan pusat ilmu pengetahuan saat itu. Pasukan Mongol mengeksekusi Al-Mustaim dan membantai banyak penduduk kota Baghdad. Pengepungan itu dianggap menandai berakhirnya Zaman.

    3.
    Pada masa Dinasti Abbasiyah kehidupan peradaban Islam sangat maju, sehingga pada masa itu dikatakan sebagai jaman keemasan Islam. Kaum muslimin telah menggapai puncak kemuliaan dan kekayaan, baik itu di bidang kekuasaan, politik, ekonomi, dan terlebih lagi dalam bidang kebudayaan dan ilmu pengetahuan, baik pengetahuan tentang ilmu agama dan ilmu pengetahuan umum mengalami kemajuan yang sangat pesat. Berbagai ilmu telah lahir pada zaman tersebut. Hal ini dikarenakan antara lain:
    Berbagai macam penelitian dan kajian tentang ilmu pengetahuan yang dilakukan oleh para kaum muslimin itu sendiri, kegiatan penerjemahan buku berbahasa asing seperti Yunani, Mesir, Persia, India, dan lain-lain ke dalam bahasa Arab dengan sangat gencar. Buku-buku yang diterjemahkan antara lain: ilmu kedokteran, kimia, ilmu alam, mantiq (logika), filasat al jabar, ilmu falak, matematika, seni, dan lain-lain.  Penerjemahan dan penelitian tersebut pada umumnya dilaksanakan pada masa kekhalifahan Abu Ja’far, Harun ar-Rasyid, al-Makmum, dan Mahdi.
    Khalifah Harun ar-Rasyid sangat concern dalam memajukan pengetahuan tersebut. Beliau mendirikan lembaga ilmu pengetahun yang diberi nama “BAITUL HIKMAH” sebagai pusat penerjemahan, penelitian, dan pengkajian ilmu perpustakaan serta lembaga pendidikan (Perguruan Tinggi).
    Buah dari perhatian tersebut kaum muslimin dapat mempelajari berbagai ilmu dalam bahasa Arab. Dan hasilnya bermunculan sarjana-sarjana besar muslim dari berbagai disiplin ilmu yang sangat terkenal juga ulama-ulama besar yang sangat tersohor seperti halnya Imam Abu Hanafi-Imam Malik-Imam Syafei-Imam Hambali, Imam Bukhari, dan Imam Muslim.
    Ilmu pengetahuan dipandang sebagai sesuatu yang sangat penting dan mulia. Para khalifah dan pembesar lainnya membuka peluang sebesar-besarnya untuk kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan. Para khalifah sendiri pada umumnya adalah ulama-ulama yang mencintai ilmu, menghormati para sarjana dan memuliakan para pujangga.
    Mereka sungguh menjunjung tinggi ilmu pengetahuan, mereka menerapkan subtansi dari mempraktikkan syariat Islam: bahwa tinggi rendahnya derajat dan martabat seseorang tergantung pada banyak sedikitnya pengetahuan yang ia miliki di samping ketakwaannya pada Allah swt. Allah swt. berfiman dalam Q.S al-Mujaddalah/58: 11: Artinya: “Niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. (Q.S al-Mujadalah/58: 11)
    Para khalifah dalam memandang ilmu pengetahuan sangat menghargai dan memuliakannya. Oleh karena itu, mereka membuka peluang seluas-luasnya terhadap pengembangan ilmu pengetahuan kepada seluruh mahasiswa baik dari kalangan Islam maupun kalangan lainnya. Para khalifah sendiri pada umumnya seorang ulama yang mencintai ilmu, menghormati sarjana dan para pujangga. Kebebasan berfikir sangat dijunjung tinggi. Para sarjana (ulama) dibebaskan untuk berijtihad mengembangkan daya intelektualnya dan bebas dari belenggu taqlid. Hal ini menjadikan ilmu pengetahuan umum atau agama berkembang sangat tinggi. Sebagai bukti antara lain:
    Dibentuk Korps Ulama yang anggotanya terdiri dari berbagai negara dan berbagai agama yang bertugas menerjemahkan, membahas, dan menyusun sisa-sisa kebudayaan kuno, sehingga pada masa itu muncullah tokoh-tokoh muslim yang menyebarluaskan agama Islam dan menghasilkan karya-karya yang besar. 
    Didirikanlah Baitul Hikmah sebagai pusat penterjemahan, penelitian dan pengkajian ilmu pengetahuan baik agama maupun umum. 
    Didirikan ‘Majelis Munazarat’ yaitu suatu tempat berkumpulnya para sarjana muslim, untuk membahas ilmu pengetahuan, para sarjana muslim diberi kebabasan berfikir atas ilmu pengetahuan tersebut. Pada Dinasti Abbasiyah inilah, pendidikan sangatlah merata dengan adanya madrasah-madrasah yang terbentang dari desa sampai kota. Oleh sebab itu, tidak mengherankan perkembangan ilmu pengetahuan sangatlah maju dan peradaban islam mencapai puncak kejayaannya. Dinasti Abbasiyah secara turun-temurun telah melahirkan sebanyak 37khilafa yang berkuasa dalam kurun waktu yang cukup sangat panjang, yaitu sekitar tiga ratus tahunan. SelamA itu pulalah, perkembangan dunia islam sangat berkembang pesat dalam sektor dan bidan apapun, khususnya keilmuan.Secara garis besar perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Harun Al-Rasyid.
    Kemajuan ilmu pengetahuan bukan hanya pada bidang
    sastra dan seni saja juga berkembang, meminjam istilah Ibnu Rusyd, Ilmu-
    ilmu Naqli dan Ilmu Aqli. Ilmu-ilmu Naqli seperti Tafsir, Teologi, Hadis,
    Fiqih, Ushul Fiqh dan lain-lain dan juga berkembang ilmu-ilmu Aqli seperti
    Astronomi, Matematika, Kimia, Bahasa, Sejarah, Ilmu Alam, Geografi,
    Kedokteran dan lain sebagainya.

  28. 1. E
    2. A
    3. E
    4. C
    5. E
    6. C
    7. D
    8. C
    9. C
    10. B
    11. A
    12. B
    13. A
    14. Al-ghazali
    15. A

    1. Tokoh-tokoh ahli kedokteran pada masa Dinasti Abbasiyah ialah
    •Al-Razi(Abū Bakar Muhammad bin Zakariyya al-Razi)
    •Ibnu sina(Abu Ali Ibnu Sina)
    •Ibn al-Haytham(Hasan Ibn Al-Haytham)
    •Al-Zahrawi(Abū al-Qāsim Khalaf ibn al-‘Abbās al-Zahrāwī)
    •Hunayn ibn Ishaq(’Abū Zayd Ḥunayn ibn ’Isḥāq al-‘Ibādī)

    2. Penyerangan bangsa Mongol terhadap Baghdad terjadi karena pada saat itu khilafah Abbasiyah sedang mengalami kemunduran dari berbagai sektor dari mulai kemerosotan Ekonomi, konflik Keagaman dan juga ada beberapa faktor lainnya. Hal  itu di jadikan sebuah kesempatan oleh  bangsa mongol untuk menyerang dan menghancur leburkan kota Baghdad.

    3. Pada masa Dinasti Abbasiyah kehidupan peradaban Islam sangat maju, sehingga pada masa itu Ilmu pengetahuan dipandang sebagai sesuatu yang sangat penting dan mulia. Para khalifah dan pembesar lainnya membuka peluang sebesar-besarnya untuk kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan. Para khalifah sendiri pada umumnya seorang ulama yang mencintai ilmu, menghormati sarjana dan para pujangga. Kebebasan berfikir sangat dijunjung tinggi. Para sarjana (ulama) dibebaskan untuk berijtihad mengembangkan daya intelektualnya dan bebas dari belenggu taqlid. Hal ini menjadikan ilmu pengetahuan umum atau agama berkembang sangat tinggi.

    Kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan Islam pada masa Dinasti Abbasiyah sangat pesat, sehingga lahir beberapa ilmu dalam agama Islam antara lain, ilmu hadis,ilmu tafsir,ilmu fikih,filsafat islam,ilmu tasawuf,sejarah,kedokteran,matematika,dan astronomi.
    Bukti lainnya juga berupa:
    * Didirikanlah Baitul Hikmah sebagai pusat penterjemahan, penelitian dan pengkajian ilmu pengetahuan baik agama maupun umum.
    * Didirikan ‘Majelis Munazarat’ yaitu suatu tempat berkumpulnya para sarjana muslim, untuk membahas ilmu pengetahuan, para sarjana muslim diberi kebabasan berfikir atas ilmu pengetahuan tersebut. 
    *Dan,dibentuk Korps Ulama yang anggotanya terdiri dari berbagai negara dan berbagai agama yang bertugas menerjemahkan, membahas, dan menyusun sisa-sisa kebudayaan kuno.

  29. Pilihan Ganda.
    1. E
    2. A
    3. E
    4. C
    5. E
    6. C
    7. D
    8. C
    9. C
    10. B
    11. A
    12. B
    13. A
    14. Al-Ghazali Abu Wasim Al-qusairi
    15. A
    ESSAY !!
    1.Cendikiawan muslim di bidang ilmu kedokteran pada masa Bani Abbasyiah

    *Jabir bin Hayyan
    *Abu Zakariya Ar Razi
    *Ibnu Sina
    *Tsabit bin Qurra
    *Abu Zakariya Yuhanna bin Masaway
    2. serangan ini terjadi karena penolakan Khalifah Al-Mustaim atas tuntuan Mongol untuk takluk dan menyerahkan upeti, serta keinginan Mongol untuk memperluas kekuasaannya ke Mesopotamia (Iraq).
    3.Pada Dinasti Abbasiyah inilah, pendidikan sangatlah merata dengan adanya madrasah-madrasah yang terbentang dari desa sampai kota. Oleh sebab itu, tidak mengherankan perkembangan ilmu pengetahuan sangatlah maju dan peradaban islam mencapai puncak kejayaannya. Dinasti Abbasiyah secara turun-temurun telah melahirkan sebanyak tiga puluh tujuh khilafah yang berkuasa dalam kurun waktu yang cukup sangat panjang, yaitu sekitar tiga ratus tahunan. SelamA itu pulalah, perkembangan dunia islam sangat berkembang pesat dalam sektor dan bidan apapun, khususnya keilmuan.Secara garis besar perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Harun Al-Rasyid.
    Kemajuan ilmu pengetahuan bukan hanya pada bidang
    sastra dan seni saja juga berkembang, meminjam istilah Ibnu Rusyd, Ilmu-
    ilmu Naqli dan Ilmu Aqli. Ilmu-ilmu Naqli seperti Tafsir, Teologi, Hadis,
    Fiqih, Ushul Fiqh dan lain-lain dan juga berkembang ilmu-ilmu Aqli seperti
    Astronomi, Matematika, Kimia, Bahasa, Sejarah, Ilmu Alam, Geografi,
    Kedokteran dan lain sebagainya. Perkembangan ini memunculkan tokoh-
    tokoh besar dalam sejarah ilmu pengetahuan kemajuan-kemajuan tersebut karena didukung oleh banyak hal, di
    antaranya adalah sistem pendidikan Islam

  30. Pilihan Ganda.
    1. E
    2. A
    3. E
    4. C
    5. E
    6. C
    7. D
    8. C
    9. C
    10. B
    11. A
    12. B
    13. A
    14. Al-Ghazali Abu Wasim Al-qusairi
    15. A
    ESSAY !!
    1.Cendikiawan muslim di bidang ilmu kedokteran pada masa Bani Abbasyiah

    *Jabir bin Hayyan
    *Abu Zakariya Ar Razi
    *Ibnu Sina
    *Tsabit bin Qurra
    *Abu Zakariya Yuhanna bin Masaway
    2. serangan ini terjadi karena penolakan Khalifah Al-Mustaim atas tuntuan Mongol untuk takluk dan menyerahkan upeti, serta keinginan Mongol untuk memperluas kekuasaannya ke Mesopotamia (Iraq).
    3.Pada Dinasti Abbasiyah inilah, pendidikan sangatlah merata dengan adanya madrasah-madrasah yang terbentang dari desa sampai kota. Oleh sebab itu, tidak mengherankan perkembangan ilmu pengetahuan sangatlah maju dan peradaban islam mencapai puncak kejayaannya. Dinasti Abbasiyah secara turun-temurun telah melahirkan sebanyak tiga puluh tujuh khilafah yang berkuasa dalam kurun waktu yang cukup sangat panjang, yaitu sekitar tiga ratus tahunan. SelamA itu pulalah, perkembangan dunia islam sangat berkembang pesat dalam sektor dan bidan apapun, khususnya keilmuan.Secara garis besar perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Harun Al-Rasyid.
    Kemajuan ilmu pengetahuan bukan hanya pada bidang
    sastra dan seni saja juga berkembang, meminjam istilah Ibnu Rusyd, Ilmu-
    ilmu Naqli dan Ilmu Aqli. Ilmu-ilmu Naqli seperti Tafsir, Teologi, Hadis,
    Fiqih, Ushul Fiqh dan lain-lain dan juga berkembang ilmu-ilmu Aqli seperti
    Astronomi, Matematika, Kimia, Bahasa, Sejarah, Ilmu Alam, Geografi,
    Kedokteran dan lain sebagainya. Perkembangan ini memunculkan tokoh-
    tokoh besar dalam sejarah ilmu pengetahuan kemajuan-kemajuan tersebut karena didukung oleh banyak hal, di
    antaranya adalah sistem pendidikan Islam

  31. 1.e
    2.a
    3.e
    4.c
    5.b
    6.c
    7.d
    8.c
    9.c
    10.b
    11.a
    12.b
    13.a
    14.Al-Ghazali Abu Wasim Al-qusairi
    15.e
    Essay
    1.a.Al-Razi
    b.Al-zahrawi
    c.hunayn bin ishaq
    2.Latar belakang penyebab penyerangan Mongol terhadap Dinasti Abbasiyah adalah penolakan Khalifah Al-Mustaim atas tuntuan Mongol untuk takluk dan menyerahkan upeti, serta keinginan Mongol untuk memperluas kekuasaannya ke Mesopotamia (Iraq)
    3.adalah kekhalifahan atau pemerintahan dalam sejarah Islam yang memimpin pada tahun 32 H/750 M setelah Bani Umayyah tumbang di tangan pasukan Abu Abbas melalui pertempuran di suatu wilayah di Damaskus.
    Dinasti Abbasiyah merupakan kekhalifahan terlama yang pernah memimpin sepanjang sejarah Islam, yaitu pada tahun 750-1258 M. Naiknya dinasti ini ke dalam tahta kepemimpinan Umat Islam saat itu tidak lepas dari banyak faktor. Diantaranya adalah adanya sebagian umat yang memandang bahwa Dinasti Umayyah tidak berlaku adil dan hanya memihak kepada sebagian kelompok saja. Ada juga sebagian kelompok yang merasa hak-haknya dirampas seperti kelompok Syiah. Dan juga orang-orang non-arab (Mawalli) yang tidak diberlakukan secara adil dengan dibebankan membayar pajak lebih besar dari orang arab.Faktor-faktor tersebutlah yang membuat Bani Abbasiyyah mendapatkan banyak dukungan dari pelbagai pihak sampai memastikan kursi kekhalifahan pada waktu itu berpindah tangan dari Bani Umayyah kepada Bani Abbasiyah dengan melalui perebutan wilayah sampai menyisakan satu wilayah kekuasaan Bani Umayyah, yaitu Andalusia.Nama Bani Abbasiyah sendiri disandarkan kepada paman Nabi Muhammad yang termuda, yaitu Abbas bin Abdul Muthalib. Hal ini menunjukan pertalian yang erat antara keluarga Bani Abbas dengan Nabi Muhammad Saw. Sementara itu, pusat pemerintahan Bani Abbasiyah sendiri berpusat di kota Baghdad.Dinasti ini mengalami masa kejayaan pada awal-awal masa kepemimpinannya. Yaitu pada masa Harun Ar Rashid yang pernah memerintah pada tahun 786-809 M dan putranya yaitu Al Ma’mun yang menjabat pada tahun 813-833 M.Pada masa kepemimpinan Harun Ar Rashid, hal yang paling diutamakan adalah sektor sosial dan kesehatan. Terbukti dengan dibangunnya fasilitas kesehatan seperti rumah sakit beserta penunjangnya yaitu berupa lembaga akademi pendidikan dokter dan farmasi. Lain hal dari sektor kesehatan, kesejahteraan masyarakat terus ditingkatkan dan pendidikan untuk semua masyarakat sangat diutamakan. Pada masa inilah, peradaban islam semakin menguat dan tak tertandingi oleh siapapun.Sementara itu pada masa kepemimpinan Al Ma’mun putra Harun Al Rashid, bidang pendidikan adalah hal yang paling utama yang diperhatikan. Pada masanya, peradaban islam di bidang keilmuan mencapai masa keemasannya. Karena kecintaan terhadap ilmu Filsafat, Khalifah Al Ma’mun menggalakkan penerjemahan buku filsafat barat ke dalam bahasa arab supaya mudah dipelajari.Bahkan, Khalifah Al Ma’mun rela membayar sebagian kalangan orang non-muslim untuk menerjemahkan buku-buku tersebut ke dalam bahasa arab. Bukan hanya itu, banyak juga fasilitas pendidikan yang dibangun seperti madrasah dan lainnya. Salah satunya adalah Baitul Hikmah yang menjadi pusat penerjemahan sekaligus perguruan tinggi yang dilengkapi dengan perpustakaan besar. Pada masa al-Ma’mun inilah Baghdad mulai menjadi pusat kebudayaan dan ilmu pengetahuan.Para ilmuwan pada masa Dinasti Abbasiyah melakukan banyak kajian keilmuan dengan cara menerjemahkan buku-buku dari Yunani lalu mempelajarinya. Dengan cara seperti itulah ilmu pengetahuan dapat berkembang dengan sangat pesat.Dilihat dari permulaan pemerintahan Bani Abbasiyah, ternyata banyak sekali perubahan yang telah dilakukan, lebih banyak dari masa pemerintahan sebelumnya yaitu Dinasti Bani Umayyah.Pergantian dari Bani Umayyah ke Bani Abbasiyah bukan hanya sebatas perubahan kepemimpinan saja, akan tetapi juga mampu merubah banyak hal. Dinasti Abbasiyah mampu menorehkan sejarah bahwa islam mampu mengembangkan refleksi kegiatan ilmiah dengan adanya pengembangan wawasan dan disiplin keilmuan.

    Pada Dinasti Abbasiyah inilah, pendidikan sangatlah merata dengan adanya madrasah-madrasah yang terbentang dari desa sampai kota. Oleh sebab itu, tidak mengherankan perkembangan ilmu pengetahuan sangatlah maju dan peradaban islam mencapai puncak kejayaannya.

    Dinasti Abbasiyah secara turun-temurun telah melahirkan sebanyak tiga puluh tujuh khilafah yang berkuasa dalam kurun waktu yang cukup sangat panjang, yaitu sekitar tiga ratus tahunan. SelamA itu pulalah, perkembangan dunia islam sangat berkembang pesat dalam sektor dan bidan apapun, khususnya keilmuan.

    Namun lagi-lagi sangat disayangkan, semua kejayaan itu berakhir dengan pilu. Bagaimana tidak, perang komunal antar saudara terjadi di mana-mana, dan pemberontkan terus terjadi menggerogoti sendi-sendi kekuakasaan islam saat itu. Dan puncaknya, adalah ketika terjadi serangan dari bangsa Mongol yang mengakibatkan luluh lantahnya Baghdad pada waktu itu.

  32. Pilihan Ganda
    1. D
    2. A
    3. E
    4. C
    5. E
    6. E
    7. D
    8. C
    9. C
    10. B
    11. A
    12. B
    13. A
    14. Al- Ghazali Abu Wasim Al- quraisi
    15. A

    Essay
    1. A. Jabir bin Hayyan
    B. Abu Zakariya Ar Razi
    C. Ibnu Sina
    D. Tsabit bin Qurra
    E. Abu Zakariya Yuhanna bin Masawayh
    2. Latar belakang penyebab penyerangan Mongol terhadap Dinasti Abbasiyah adalah penolakan Khalifah Al-Mustaim atas tuntuan Mongol untuk takluk dan menyerahkan upeti, serta keinginan Mongol untuk memperluas kekuasaannya ke Mesopotamia (Iraq)
    Penjelasan :
    Dinasti Abbasiyah di Baghdad jatuh setelah seangan dan penaklukkan kota Baghdad pada 29 Januari – 10 Februari 1258 oleh Mongol yang dipimpin oleh Hulagu Khan, saudara dari khagan (pemimpin besar) Kekaisaran Mongol, Möngke Khan.
    Serangan ini disebabkan karena Mongol berniat untuk memperluas kekuasaannya ke Mesopotamia (Iraq) setelah sebelumnya menguasai Iran dan Asia Tengah dengan penaklukan Mongol terhadap Kekaisaran Khwarezmia. Saat ini, Dinasti Abbasiyah berada dalam keadaan lemah, hanya menguasai Iraq saja. Suriah di kuasai Dinasti Ayyubiyah, sementara Mesir dikuasai Dinasti Mamluk, sedangkan Iran dan sekitarnya sudah dikuasai Mongol terlebih dahulu.
    Sebelumnya pasukan Mongol di bawah pemimpin besar terdahulu, yaitu Genghis Khan dan Ögedei Khan menyerang Baghdad pada tahun 1238 dan 1245, namun serangan ini masih ringan dengan jumlah pasukan kecil, dan dapat diatasi.
    Hulagu Khan memutuskan untuk menyerang Baghdad dengan kekuatan penuh setelah Khalifah Al-Mustaim, pemimpin Dinasti Abbasiyah waktu itu, menolak permintaan Mongol untuk tunduk pada Mongol dan pembayaran upeti dalam bentuk pasukan militer.
    Hulagu memulai serangannya dan menuntut agar Al-Mustaim menyetujui tuntutan oleh Möngke tentang Abbasiyah. Khalifah Al-Mustaim menolak tuntutan menyerah karena percaya bahwa Baghdad tidak dapat jatuh ke pasukan Mongol. Hulagu kemudian mengepung kota itu. Dengan jumlah pasukan mencapai sekitar 125 ribu, dilengkapi pasukan artileri dari China, Mongol akhirnya bisa menghancurkan pertahanan Baghdad dan menaklukkan kota itu yang menyerah setelah 12 hari.
    Selama penaklukkan, pasukan Mongol menghancurkan Baghdad, melakukan banyak kekejaman terhadap penduduknya dan menghancurkan perpustakaan besar Dinasti Abbasiyah, Baitul Hikmah, yang merupakan pusat ilmu pengetahuan saat itu. Pasukan Mongol mengeksekusi Al-Mustaim dan membantai banyak penduduk kota Baghdad. Pengepungan itu dianggap menandai berakhirnya Zaman Keemasan Islam.
    3. 3.Pada Dinasti Abbasiyah inilah, pendidikan sangatlah merata dengan adanya madrasah-madrasah yang terbentang dari desa sampai kota. Oleh sebab itu, tidak mengherankan perkembangan ilmu pengetahuan sangatlah maju dan peradaban islam mencapai puncak kejayaannya. Dinasti Abbasiyah secara turun-temurun telah melahirkan sebanyak tiga puluh tujuh khilafah yang berkuasa dalam kurun waktu yang cukup sangat panjang, yaitu sekitar tiga ratus tahunan. SelamA itu pulalah, perkembangan dunia islam sangat berkembang pesat dalam sektor dan bidan apapun, khususnya keilmuan.Secara garis besar perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Harun Al-Rasyid.
    Kemajuan ilmu pengetahuan bukan hanya pada bidang
    sastra dan seni saja juga berkembang, meminjam istilah Ibnu Rusyd, Ilmu-
    ilmu Naqli dan Ilmu Aqli. Ilmu-ilmu Naqli seperti Tafsir, Teologi, Hadis,
    Fiqih, Ushul Fiqh dan lain-lain dan juga berkembang ilmu-ilmu Aqli seperti
    Astronomi, Matematika, Kimia, Bahasa, Sejarah, Ilmu Alam, Geografi,
    Kedokteran dan lain sebagainya. Perkembangan ini memunculkan tokoh-
    tokoh besar dalam sejarah ilmu pengetahuan kemajuan-kemajuan tersebut karena didukung oleh banyak hal, di
    antaranya adalah sistem pendidikan Islam.

    • Nama:Andi rizqa tri awliya
      Kls:XI ipa

      Pilihan ganda!!
      1.)E
      2.)A
      3.)E
      4.)C
      5.)E
      6.)E
      7.)D
      8.)C
      9.)C
      10.)B
      11.)A
      12.)B
      13.)A
      14.)Al-ghazali
      15.)A

      Essay

      1. °Jabir bin Hayyan
      °Abu Zakariya Ar Razi
      °Ibnu Sina
      °Tsabit bin Qurra
      2. Latar belakang penyebab penyerangan
      Mongol terhadap Dinasti Abbasiyah adalah penolakan Khalifah Al-Mustaim atas tuntuan Mongol untuk takluk dan menyerahkan upeti, serta keinginan Mongol untuk memperluas kekuasaannya ke Mesopotamia (Iraq)

      3. Masa pemerintahan Daulah Abbasiyah merupakan masa kejayaan Islam dalam berbagai bidang, khususnya bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Pada zaman ini umat Islam telah banyak melakukan kajian kritis tentang ilmu pengetahuan, sehingga ilmu pengetahuan baik aqli (rasional) ataupun yang naqli mengalami kemajuan dengan pesatnya. Secara garis besar perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Harun Al-Rasyid.
      Kemajuan ilmu pengetahuan bukan hanya pada bidang
      sastra dan seni saja juga berkembang, meminjam istilah Ibnu Rusyd, Ilmu-
      ilmu Naqli dan Ilmu Aqli. Ilmu-ilmu Naqli seperti Tafsir, Teologi, Hadis,
      Fiqih, Ushul Fiqh dan lain-lain dan juga berkembang ilmu-ilmu Aqli seperti
      Astronomi, Matematika, Kimia, Bahasa, Sejarah, Ilmu Alam, Geografi,
      Kedokteran dan lain sebagainya. Perkembangan ini memunculkan tokoh-
      tokoh besar dalam sejarah ilmu pengetahuan kemajuan-kemajuan tersebut karena didukung oleh banyak hal, di
      antaranya adalah sistem pendidikan Islam

  33. 1.e
    2.a
    3.e
    4.c
    5.b
    6.c
    7.d
    8.c
    9.c
    10.b
    11.a
    12.b
    13.a
    14.al-ghazali
    15.e
    *Essay*
    1.a.Al-Razi
    b.Al-zahrawi
    c.hunayn bin ishaq
    2.Latar belakang penyebab penyerangan Mongol terhadap Dinasti Abbasiyah adalah penolakan Khalifah Al-Mustaim atas tuntuan Mongol untuk takluk dan menyerahkan upeti, serta keinginan Mongol untuk memperluas kekuasaannya ke Mesopotamia (Iraq)
    3.adalah kekhalifahan atau pemerintahan dalam sejarah Islam yang memimpin pada tahun 32 H/750 M setelah Bani Umayyah tumbang di tangan pasukan Abu Abbas melalui pertempuran di suatu wilayah di Damaskus.
    Dinasti Abbasiyah merupakan kekhalifahan terlama yang pernah memimpin sepanjang sejarah Islam, yaitu pada tahun 750-1258 M. Naiknya dinasti ini ke dalam tahta kepemimpinan Umat Islam saat itu tidak lepas dari banyak faktor. Diantaranya adalah adanya sebagian umat yang memandang bahwa Dinasti Umayyah tidak berlaku adil dan hanya memihak kepada sebagian kelompok saja. Ada juga sebagian kelompok yang merasa hak-haknya dirampas seperti kelompok Syiah. Dan juga orang-orang non-arab (Mawalli) yang tidak diberlakukan secara adil dengan dibebankan membayar pajak lebih besar dari orang arab.Faktor-faktor tersebutlah yang membuat Bani Abbasiyyah mendapatkan banyak dukungan dari pelbagai pihak sampai memastikan kursi kekhalifahan pada waktu itu berpindah tangan dari Bani Umayyah kepada Bani Abbasiyah dengan melalui perebutan wilayah sampai menyisakan satu wilayah kekuasaan Bani Umayyah, yaitu Andalusia.Nama Bani Abbasiyah sendiri disandarkan kepada paman Nabi Muhammad yang termuda, yaitu Abbas bin Abdul Muthalib. Hal ini menunjukan pertalian yang erat antara keluarga Bani Abbas dengan Nabi Muhammad Saw. Sementara itu, pusat pemerintahan Bani Abbasiyah sendiri berpusat di kota Baghdad.Dinasti ini mengalami masa kejayaan pada awal-awal masa kepemimpinannya. Yaitu pada masa Harun Ar Rashid yang pernah memerintah pada tahun 786-809 M dan putranya yaitu Al Ma’mun yang menjabat pada tahun 813-833 M.Pada masa kepemimpinan Harun Ar Rashid, hal yang paling diutamakan adalah sektor sosial dan kesehatan. Terbukti dengan dibangunnya fasilitas kesehatan seperti rumah sakit beserta penunjangnya yaitu berupa lembaga akademi pendidikan dokter dan farmasi. Lain hal dari sektor kesehatan, kesejahteraan masyarakat terus ditingkatkan dan pendidikan untuk semua masyarakat sangat diutamakan. Pada masa inilah, peradaban islam semakin menguat dan tak tertandingi oleh siapapun.Sementara itu pada masa kepemimpinan Al Ma’mun putra Harun Al Rashid, bidang pendidikan adalah hal yang paling utama yang diperhatikan. Pada masanya, peradaban islam di bidang keilmuan mencapai masa keemasannya. Karena kecintaan terhadap ilmu Filsafat, Khalifah Al Ma’mun menggalakkan penerjemahan buku filsafat barat ke dalam bahasa arab supaya mudah dipelajari.Bahkan, Khalifah Al Ma’mun rela membayar sebagian kalangan orang non-muslim untuk menerjemahkan buku-buku tersebut ke dalam bahasa arab. Bukan hanya itu, banyak juga fasilitas pendidikan yang dibangun seperti madrasah dan lainnya. Salah satunya adalah Baitul Hikmah yang menjadi pusat penerjemahan sekaligus perguruan tinggi yang dilengkapi dengan perpustakaan besar. Pada masa al-Ma’mun inilah Baghdad mulai menjadi pusat kebudayaan dan ilmu pengetahuan.Para ilmuwan pada masa Dinasti Abbasiyah melakukan banyak kajian keilmuan dengan cara menerjemahkan buku-buku dari Yunani lalu mempelajarinya. Dengan cara seperti itulah ilmu pengetahuan dapat berkembang dengan sangat pesat.Dilihat dari permulaan pemerintahan Bani Abbasiyah, ternyata banyak sekali perubahan yang telah dilakukan, lebih banyak dari masa pemerintahan sebelumnya yaitu Dinasti Bani Umayyah.Pergantian dari Bani Umayyah ke Bani Abbasiyah bukan hanya sebatas perubahan kepemimpinan saja, akan tetapi juga mampu merubah banyak hal. Dinasti Abbasiyah mampu menorehkan sejarah bahwa islam mampu mengembangkan refleksi kegiatan ilmiah dengan adanya pengembangan wawasan dan disiplin keilmuan.Pada Dinasti Abbasiyah inilah, pendidikan sangatlah merata dengan adanya madrasah-madrasah yang terbentang dari desa sampai kota. Oleh sebab itu, tidak mengherankan perkembangan ilmu pengetahuan sangatlah maju dan peradaban islam mencapai puncak kejayaannya.Dinasti Abbasiyah secara turun-temurun telah melahirkan sebanyak tiga puluh tujuh khilafah yang berkuasa dalam kurun waktu yang cukup sangat panjang, yaitu sekitar tiga ratus tahunan. SelamA itu pulalah, perkembangan dunia islam sangat berkembang pesat dalam sektor dan bidan apapun, khususnya keilmuan.
    Namun lagi-lagi sangat disayangkan, semua kejayaan itu berakhir dengan pilu. Bagaimana tidak, perang komunal antar saudara terjadi di mana-mana, dan pemberontkan terus terjadi menggerogoti sendi-sendi kekuakasaan islam saat itu. Dan puncaknya, adalah ketika terjadi serangan dari bangsa Mongol yang mengakibatkan luluh lantahnya Baghdad pada waktu itu.

  34. 1.e
    2.a
    3.e
    4.c
    5.b
    6.c
    7.d
    8.c
    9.c
    10.b
    11.a
    12.b
    13.a
    14.al-ghazali
    15.e
    *Essay*
    1.a.Al-Razi
    b.Al-zahrawi
    c.hunayn bin ishaq
    2.Latar belakang penyebab penyerangan Mongol terhadap Dinasti Abbasiyah adalah penolakan Khalifah Al-Mustaim atas tuntuan Mongol untuk takluk dan menyerahkan upeti, serta keinginan Mongol untuk memperluas kekuasaannya ke Mesopotamia (Iraq)
    3.adalah kekhalifahan atau pemerintahan dalam sejarah Islam yang memimpin pada tahun 32 H/750 M setelah Bani Umayyah tumbang di tangan pasukan Abu Abbas melalui pertempuran di suatu wilayah di Damaskus.
    Dinasti Abbasiyah merupakan kekhalifahan terlama yang pernah memimpin sepanjang sejarah Islam, yaitu pada tahun 750-1258 M. Naiknya dinasti ini ke dalam tahta kepemimpinan Umat Islam saat itu tidak lepas dari banyak faktor. Diantaranya adalah adanya sebagian umat yang memandang bahwa Dinasti Umayyah tidak berlaku adil dan hanya memihak kepada sebagian kelompok saja. Ada juga sebagian kelompok yang merasa hak-haknya dirampas seperti kelompok Syiah. Dan juga orang-orang non-arab (Mawalli) yang tidak diberlakukan secara adil dengan dibebankan membayar pajak lebih besar dari orang arab.Faktor-faktor tersebutlah yang membuat Bani Abbasiyyah mendapatkan banyak dukungan dari pelbagai pihak sampai memastikan kursi kekhalifahan pada waktu itu berpindah tangan dari Bani Umayyah kepada Bani Abbasiyah dengan melalui perebutan wilayah sampai menyisakan satu wilayah kekuasaan Bani Umayyah, yaitu Andalusia.Nama Bani Abbasiyah sendiri disandarkan kepada paman Nabi Muhammad yang termuda, yaitu Abbas bin Abdul Muthalib. Hal ini menunjukan pertalian yang erat antara keluarga Bani Abbas dengan Nabi Muhammad Saw. Sementara itu, pusat pemerintahan Bani Abbasiyah sendiri berpusat di kota Baghdad.Dinasti ini mengalami masa kejayaan pada awal-awal masa kepemimpinannya. Yaitu pada masa Harun Ar Rashid yang pernah memerintah pada tahun 786-809 M dan putranya yaitu Al Ma’mun yang menjabat pada tahun 813-833 M.Pada masa kepemimpinan Harun Ar Rashid, hal yang paling diutamakan adalah sektor sosial dan kesehatan. Terbukti dengan dibangunnya fasilitas kesehatan seperti rumah sakit beserta penunjangnya yaitu berupa lembaga akademi pendidikan dokter dan farmasi. Lain hal dari sektor kesehatan, kesejahteraan masyarakat terus ditingkatkan dan pendidikan untuk semua masyarakat sangat diutamakan. Pada masa inilah, peradaban islam semakin menguat dan tak tertandingi oleh siapapun.Sementara itu pada masa kepemimpinan Al Ma’mun putra Harun Al Rashid, bidang pendidikan adalah hal yang paling utama yang diperhatikan. Pada masanya, peradaban islam di bidang keilmuan mencapai masa keemasannya. Karena kecintaan terhadap ilmu Filsafat, Khalifah Al Ma’mun menggalakkan penerjemahan buku filsafat barat ke dalam bahasa arab supaya mudah dipelajari.Bahkan, Khalifah Al Ma’mun rela membayar sebagian kalangan orang non-muslim untuk menerjemahkan buku-buku tersebut ke dalam bahasa arab. Bukan hanya itu, banyak juga fasilitas pendidikan yang dibangun seperti madrasah dan lainnya. Salah satunya adalah Baitul Hikmah yang menjadi pusat penerjemahan sekaligus perguruan tinggi yang dilengkapi dengan perpustakaan besar. Pada masa al-Ma’mun inilah Baghdad mulai menjadi pusat kebudayaan dan ilmu pengetahuan.Para ilmuwan pada masa Dinasti Abbasiyah melakukan banyak kajian keilmuan dengan cara menerjemahkan buku-buku dari Yunani lalu mempelajarinya. Dengan cara seperti itulah ilmu pengetahuan dapat berkembang dengan sangat pesat.Dilihat dari permulaan pemerintahan Bani Abbasiyah, ternyata banyak sekali perubahan yang telah dilakukan, lebih banyak dari masa pemerintahan sebelumnya yaitu Dinasti Bani Umayyah.Pergantian dari Bani Umayyah ke Bani Abbasiyah bukan hanya sebatas perubahan kepemimpinan saja, akan tetapi juga mampu merubah banyak hal. Dinasti Abbasiyah mampu menorehkan sejarah bahwa islam mampu mengembangkan refleksi kegiatan ilmiah dengan adanya pengembangan wawasan dan disiplin keilmuan.Pada Dinasti Abbasiyah inilah, pendidikan sangatlah merata dengan adanya madrasah-madrasah yang terbentang dari desa sampai kota. Oleh sebab itu, tidak mengherankan perkembangan ilmu pengetahuan sangatlah maju dan peradaban islam mencapai puncak kejayaannya.Dinasti Abbasiyah secara turun-temurun telah melahirkan sebanyak tiga puluh tujuh khilafah yang berkuasa dalam kurun waktu yang cukup sangat panjang, yaitu sekitar tiga ratus tahunan. SelamA itu pulalah, perkembangan dunia islam sangat berkembang pesat dalam sektor dan bidan apapun, khususnya keilmuan.

  35. * Pilihan Ganda
    1. E
    2. A
    3. E
    4. C
    5. E
    6. C
    7. D
    8. C
    9. C
    10. B
    11. A
    12. B
    13. A
    14. Al-Ghazali Abu Wasim
    15. A

    *Essay
    1. – Ibnu Sina
    – Jabir bin Hayyan
    – Ibn al-Haytam
    – Abu Zakariya ar Razi

    2. Latar belakang penyebab penyerangan Mongol terhadap Dinasti Abbasiyah adalah penolakan Khalifah Al-Mustaim atas tuntutan Mongol untuk takluk dan menyerahkan upeti, serta keinginan Mongol untuk memperluas kekuasaannya ke Mesopotamia (Iraq)

    3. Pada masa Dinasti Abbasiyah perkembangan ilmu pengetahuan berkembang pesat baik pengetahuan tentang agama maupun pengetahuan tentang umum. Hal ini dikarenakan berbagai macam penelitian dan kajian tentang ilmu pengetahuan yang dilakukan oleh para kaum muslimin itu sendiri. Hasil perkembangan ilmu pengetahuan Islam pada masa Dinasti Abbasiyah ialah lahirnya beberapa ilmu dalam agama Islam antara lain, ilmu hadist, ilmu tafsir, ilmu fikih, filsafat islam, ilmu tasawuf, sejarah, kedokteran, matematika dan astronomi

  36. * Pilihan Ganda
    1. E
    2. A
    3. E
    4. C
    5. E
    6. C
    7. D
    8. C
    9. C
    10. B
    11. A
    12. B
    13. A
    14. Al-Ghazali Abu Wasim
    15. A

    *Essay
    1. – Ibnu Sina
    – Jabir bin Hayyan
    – Ibn al-Haytam
    – Abu Zakariya ar Razi

    2. Latar belakang penyebab penyerangan Mongol terhadap Dinasti Abbasiyah adalah penolakan Khalifah Al-Mustaim atas tuntutan Mongol untuk takluk dan menyerahkan upeti, serta keinginan Mongol untuk memperluas kekuasaannya ke Mesopotamia (Iraq)

    3. Pada masa Dinasti Abbasiyah perkembangan ilmu pengetahuan berkembang pesat baik pengetahuan tentang agama maupun pengetahuan tentang umum. Hal ini dikarenakan berbagai macam penelitian dan kajian tentang ilmu pengetahuan yang dilakukan oleh para kaum muslimin itu sendiri. Hasil perkembangan ilmu pengetahuan Islam pada masa Dinasti Abbasiyah ialah lahirnya beberapa ilmu dalam agama Islam antara lain, ilmu hadist, ilmu tafsir, ilmu fikih, filsafat islam, ilmu tasawuf, sejarah, kedokteran, matematika dan astronomi

  37. Pilihan Ganda!
    1. E
    2. A
    3. E
    4. C
    5. E
    6. C
    7. D
    8. C
    9. C
    10. B
    11. A
    12. B
    13. B
    14. Al-Ghazali
    15. A

    Essay

    1. -ibnu sina
    – abu zakariyah
    – ibn al-haytam

    2. Latar belakang penyebab penyerangan Mongol terhadap Dinasti Abbasiyah adalah penolakan Khalifah Al-Mustaim atas tuntuan Mongol untuk takluk dan menyerahkan upeti, serta keinginan Mongol untuk memperluas kekuasaannya ke Mesopotamia (Iraq)

    3. Umat islam dapat menggunakan teknologi yang dikembangkan pada masa bani abbasiya, umat islam dapat mendalami cara menuntut ilmu, umat islam dapat mempelajari sikap terpuji dari para ilmuwan tersebut

  38. Pilihan ganda
    1.d
    2.a
    3.e
    4.c
    5.e
    6.e
    7.d
    8.c
    9.c
    10.b
    11.a
    12.b
    13.a
    14 Al ghazali abu wasim al qurais
    15.a
    Essay
    1)-ibnu sina
    -abu zakariyah
    -ibnu alhaytan
    2)latar belakang penyebab penyerangan mongol
    abbasiyah adalah penolakan khalifah Al-
    mustaim atas tunkuran mongol untuk takluk
    dalam menyerahkan upeti serta keinginan
    mongol jntuk memperluas kekuasaannya ke
    masopotamia(iraq)
    3)umat islam dapat menggunakan teknologi yang
    dikembangkan pada masa bani abbasiyah umat
    islam dapat mempelajari sikap terpuji dari para
    ilmuwan tersebut.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

HIGHLIGHT