Beranda Bahasa Cara Menulis Dialog dalam Cerpen dan Novel

Cara Menulis Dialog dalam Cerpen dan Novel

Oleh: M. Farid W Makkulau

Related Post: Apa dan Bagaimana itu PUEBI?

PALONTARAQ.ID – Semangat menelorkan karya fiksi, entah itu cerita pendek (cerpen) ataukah novel, harus dibarengi dengan semakin baiknya cara kita menulis.

Umumnya kesalahan kecil yang berulang pada penulisan cerpen atau novel adalah penulisan dialog, masih sering terbolak-balik apakah tanda titik sebelum atau sesudah tanda petik.

Berikut ini beberapa cara menulis dialog yang sering kita jumpai kesalahannya dalam penulisannya, tapi biasanya ada editor yang membetulkannya. Meski begitu, tak selamanya juga kita harus bergantung pada editor.

Penggunaan tanda titik di akhir dialog.
Salah : “Aku yakin Abby penulisnya”.
Benar : “Aku yakin Mugniar inspiratornya.”

Penggunaan tanda koma di akhir dialog
Contoh salah : “Aku yang mengambil jalan tak biasa itu.” Ungkap Hassan.
Contoh benar : “Aku yang mengambil kesempatan moderator itu,” ungkap Taufik.

Apabila diiringi narasi, maka aturannya seperti ini :
Contoh salah : “Aluna memang sangat berbakat.” menatap Etta kagum.
Contoh benar : “Aluna memang sangat berbakat.” Menatap Etta kagum.

Apa yang membedakannya? Huruf awal narasi. Yup. Huruf awal narasi harus didahului oleh kapital.

Jika narasinya berada di awal, maka ketentuannya seperti ini :
Contoh salah : Etta kagum, “Aluna sangat berbakat.”
Contoh benar : Etta kagum. “Aluna sangat berbakat.”

Perbedaannya dimana? Penggunaan tanda baca. Yup! Yang pertama kenapa salah? Kan, huruf awal dalam dialognya udah bener … pake kapital? Emang, sih. Tapi, penulis menggunakan tanda baca (,) yang seharisnya (.)

Penggunaan tanda seru di akhir dialog

Tanda seru biasanya di gunakan untuk menegaskan, memberi peringatan, ungkapan marah dan berteriak.
Contoh salah : “Pergi dari hadapanku sekarang.” bentak Etta.
Contoh benar : “Pergi dari hadapanku sekarang!” bentak Farid.

Penggunaan tanda tanya di akhir dialog.

Tanda tanya digunakan untuk melenggapi kalimat tanya.
Contoh salah : “Kamu siapa?”, Tanya Aluna.
Contoh benar : “Kamu dimana?” tanya Adiba.

Tanda Elipsis/Titik tiga (…)

Tanda ini biasanya digunakan untuk memberikan jeda pada dialog. Sebelum dan sesudah menggunakan elipsis, beri spasi.

Contoh 1 : “Jangan ganggu aku lagi. Kumohon ….”

Apabila elipsisnya berada di belakang dan tidak ada narasi lagi, maka gunakan contoh 1.

Kok titik ada 4? Karena titik yang terakhir adalah tanda baca.

Contoh 2 : “Jangan ganggu aku lagi. Kumohon …” ujar Ifah pelan.

Nah, apabila elipsisnya berada di belakang dan ada narasi lagi setelahnya, maka gunakan contoh nomor 2.

Kenapa? karena titik terakhir selalu ada di kata terakhir untuk mengakhiri kalimat.

Penggunaan em dash (—) dalam dialog

Biasanya digunakan untuk dialog yang terputus-putus atau terpotong.

Contoh 1 :

“Ti— tidak. Bukan aku pelakunya.” (terputus-putus). Contoh 2 : “Jadi be—” (terpotong karena seseorang langsung menyergah ucapannya).

“Iya. Itu benar,” ucap Dian cepat.

Penggunaan nama dan panggilan dalam dialog

Contoh 1 :

“Aku yakin pasti Dia tau,” ucap Dandy penuh harap.

Contoh 2 :

“Aku yakin pasti dia tau,” kata Siti lirih.

Perhatikan antara contoh satu dan dua.

Pada contoh pertama, kata “Dia” diawali dengan huruf kapital. Kenapa? Karena orang yang di maksud ada di sana. Atau terlibat dalam percakapan tersebut.

Sedangkan di contoh kedua, kata “dia” di awali dengan huruf kecil yang mana menandakan ‘dia’ tidak ada di sana. Atau tidak terlibat dalam percakapan tersebut.

Demikian beberapa contoh penulisan Dialog dalam karya fiksi, cerpen atau novel.

Selamat mencoba!

 

M. Farid W Makkulau, kerapkali menggunakan nama pena Etta Adil, telah menelorkan beberapa karya buku, antara lain: HA Gaffar Patappe-Demimu Rakyat Pangkep (Pemkab Pangkep, 2003), Pikiran dan Kebijakan Ir. H. Syafrudin Nur, M.Si (Pemkab Pangkep, 2006), Sejarah dan Kebudayaan Pangkep (Infokom, 2007), Manusia Bissu (Pustaka Refleksi, 2008), Sejarah Kekaraengan di Pangkep (Pustaka Refleksi, 2008), Komik-Kisah si Lemo Lestarikan Terumbu Karang (Dislutkan/Coremap, 2009), Syahrul Yasin Limpo-Sulsel Go Green “Menjaga Lingkungan Menuai Rahmat” (Citra Pustaka, 2012), Syamsuddin A. Hamid-Mata Kalbu Sahabat (Citra Pustaka, 2013), Antologi Puisi-Penjara Suci (Pustaka Puitika, 2015), Surat Cinta untuk Bidadari Kecilku di Surga (Pustaka Puitika, 2015), Antologi Puisi-Menjawab Waktu (Guepedia, 2020), Berkebudayaan Malu-Sehimpun Catatan Budaya Bugis Makassar (Guepedia, 2020).

Pada Tahun 2017, Penulis sebagai LCO (Local Community Organizer) CSR PT. Semen Tonasa meraih Penghargaan “Terbaik 1” Tingkat Nasional dalam Indonesian Sustainable Development Goals Award 2017 (ISDA 2017) dengan judul Karya Tulis “Perubahan Sosial Tidak Mungkin Terjadi Tanpa Pendampingan” (HAKI 078550) untuk Kategori Perseorangan Tingkat Lapangan CSR Best Practice for MDGs to SDGs dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas RI.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

HIGHLIGHT

Arti, Tujuan dan Fungsi menjadi Relawan Pendidikan

  Oleh: Etta Adil PALONTARAQ.ID - Relawan pada hakikatnya adalah kata lain dari Kemanusiaan. Kalau ada orang yang ikhlas, tulus, dan bekerja tanpa pamrih untuk menolong...

Kantin Putri IMMIM dinyatakan sebagai Kantin Sehat

  Laporan: Nurhudayah Lihat pula: Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel kunjungi Hotspot Center Putri IMMIM PALONTARAQ.ID - Satu lagi prestasi yang ditorehkan Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM...

Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel kunjungi Hotspot Center Putri IMMIM

  Lihat pula: Ketua TP PKK Sulsel kunjungi Ponpes Modern Putri IMMIM Laporan: Nurhudayah PALONTARAQ.ID - Dalam kunjungannya ke Kampus Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep,...

Santri Putri IMMIM Ikuti Program Pesantren Sehat

  Laporan: Nurhudayah PALONTARAQ.ID - Sebanyak 20-an santriwati didampingi Guru/Pembina Pondok Pesantren Modern (PPM) Putri IMMIM dari perwakilan berbagai tingkatan, Rabu kemarin (18/11/2020) mengikuti dengan hikmat...