Etta Adil ajarkan cara “Memulung Kata” di SMANSA Pangkep

by Kontributor Palontaraq | Sabtu, Mar 23, 2019 | 143 views
Siswa tampil membacakan karya puisinya dari hasil memulung kata dari teman-temannya. (foto: ist/palontaraq)

Siswa tampil membacakan karya puisinya dari hasil memulung kata dari teman-temannya. (foto: ist/palontaraq)

 

Laporan:  Andi Adil Makkulau

SULSEL, Palontaraq.id – Penulis dan Blogger, Etta Adil, hadir dalam kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) Angkatan 25 yang diselenggarakan OSIS SMA Negeri 1 Pangkajene-Pangkep, di Aula (Sanggar) sekolah tersebut, Jumat (22/3/2019).

Dihadapan 26 siswa perwakilan Kelas X, Etta Adil diminta berbagi tentang dunia kepenulisan, khususnya tentang kerangka berpikir ilmiah dan membuat karya tulis ilmiah.

“Jika kamu ingin mengenal dunia, maka perbanyaklah membaca. Sebaliknya jika kamu ingin dikenal dunia, maka menulislah. Membaca dan menulis adalah dua kecakapan yang saling melengkapi, dalam narasi dan literasi, untuk maju, berkembang dan berprestasi, ujar Founder Rumah Baca Palontaraq ini.

Lihat juga:   LDKS SMANSA belajar “Ilmu Menulis”

Selain menguraikan tentang kerangka berpikir ilmiah dan teknis menulis karya ilmiah, yang menarik adalah Etta Adil berupaya mewariskan teknik “memulung kata” kepada para siswa SMA Peserta LDKS tersebut. Diungkapkannya bahwa Ilmu “memulung kata” diciptakan oleh seorang seniman dan budayawan Sulsel, bernama Asdar Muis RMS, yang juga Alumni SMANSA Pangkep.

Siswa tampil membacakan karya puisinya dari hasil memulung kata dari teman-temannya. (foto: ist/palontaraq)

Siswa tampil membacakan karya puisinya dari hasil memulung kata dari teman-temannya. (foto: ist/palontaraq)

Siswa tampil membacakan karya puisinya dari hasil memulung kata dari teman-temannya. (foto: ist/palontaraq)

Foto bersama Etta Adil (pemateri) dengan peserta LDKS Angkatan 25 Smansa Pangkep.  (foto: ist/palontaraq)

“Kita langsung praktek bagaimana itu “memulung kata”. Kurang dari lima menit, dari hasil mulung kata ini, setiap peserta sudah harus mencipta satu puisi,” ujarnya seraya menguraikan juga bagaimana menguatkan pikiran dan imajinasi dalam menemukan penghubung atau perekat dari setiap kata hasil memulung.

Lihat juga:  Menerbitkan Buku Antologi Puisi dan Cerpen

Di akhir materi kepenulisan yang dibawakan Etta Adil tersebut, tampil tiga siswa perwakilan membacakan puisi karyanya dari hasil memulung kata.

“Bayangkan jika ini dilakukan 5 menit dalam sehari. Hanya butuh lima menit dalam satu hari untuk menghasilkan satu puisi misalnya, berarti lima menit sehari dalam tiga puluh hari untuk menghasilkan 30 puisi, jadi, hanya butuh waktu tiga bulan untuk menghasilkan buku puisi (antologi). itupun dalam seharinya hanya 5 menit, dan masih banyak yang bisa dituliskan hal lainnya. Lakukan itu, dan sebagai Alumni SMANSA, saya mengharapkan kalian bisa menghasilkan minimal satu buku sebelum meninggalkan seragam putih abu-abu kalian,” ujar penulis buku Antologi Puisi “Penjara Suci” ini. (*)

 

 

Like it? Share it!

Leave A Response