Mengenali Penyakit Asam Urat

by Penulis Palontaraq | Senin, Agu 19, 2019 | 90 views
Keluhan Asam Urat di Kaki. (ilustrasi: tribun.medan)

Keluhan Asam Urat di Kaki. (ilustrasi: palontaraq.id)

Oleh: Muhammad Farid Wajdi

Tulisan Sebelumnya: Keluhan Asam Urat di Kaki

PALONTARAQ.ID – Sesuatu itu kurang mendapatkan perhatian dan enggan untuk mengenalinya, kalau sesuatu itu belum kita kenali. Seperti itulah yang penulis alami saat pertama kali mengalami penyakit asam urat.  Kaki kanan ketika itu sangat nyeri, dan tak bisa dipakai jalan. Saat itu hanya berpikir, “Apa yang sebenarnya kualami ini?”

Karena baru pertama kali mengalaminya, penulis pada waktu itu tak sampai kepikiran kalau penyebabnya adalah konsumsi makanan, hingga akhirnya diberitahu oleh dokter terkait kadar asam urat dan diberikan obat kimiawi.  Ketika itu, penulis hanya bisa berpasrah saja dan sambil terus mencari informasi tentang apa dan bagaimana sebenarnya yang dimaksud dengan Asam Urat itu.

Alhamdulillah, kini sudah dapat menjaga konsumsi dan pola makanan, termasuk mengenali gejalanya, pantangan-pantangannya, dan jika asam urat itu ‘terpaksa’ harus datang, karena sesekali penulis terbuai oleh makanan yang menjadi pantangan asam urat, penulis sudah tahu juga harus berbuat apa. Untuk mengatasi asam urat, ternyata ada banyak tumbuhan herba di sekitar kita yang bisa dimanfaatkan.

Penyakit Asam Urat (Gout atau pirai) juga tidak boleh dianggap penyakit ringan, malahan harus diwaspadai. Sebab jika sudah meradang maka penyakit ini akan menyebabkan rasa sakit yang luar biasa. Kadar asam urat seseorang dipengaruhi dari pola makannya.

Asam urat sebenarnya adalah limbah yang terbentuk karena pemecahan zat purin pada sel tubuh manusia. Setiap hari, asam tersebut akan dibuang dari dalam tubuh melalui kerja organ ginjal.  Jika jumlah yang dibuang itu lebih sedikit dibandingkan jumlah produksi, sisanya pun akan menumpuk pada sekitar sendi, dengan bentuk kristal tajam natrium urat.

Penumpukan serta pembentukan kristal selama bertahun-tahun inilah yang bahaya dan tidak Anda sadari, dan menjadi dasar serangan asam urat. Kristal yang menumpuk bisa membentuk gumpalan keras (Tofi),  yang mengakibatkan kerusakan di tulang rawan sendi dan sekitarnya.

Apabila tak segera disembuhkan, maka Penyakit Asam Urat dapat mengarah ke kerusakan sendi yang bersifat permanen. Jika ini yang telah terjadi, sendi pun akan terasa sakit dan kaku saat dicoba digerakkan.

Rasa Sakit yang Mengganggu

Asam urat dapat menyebabkan rasa sakit yang benar-benar mengganggu, khususnya di bagian sendi – Yang cukup sering terjadi pada sendi jempol kaki. Orang dengan asam urat akan mengalami bengkak kemerahan pada sendi jempol kaki mereka, itu adalah salah satu cirinya.

Penyakit ini adalah salah satu penyakit sejenis radang sendi, dan diakibatkan karena natrium urat yang mengkristal pada bagian dalam ataupun pada sekitar sendi manusia.   Asam urat dapat menyebabkan lemahnya Fungsi Ginjal, sehingga tidak bisa maksimal dalam menyaring atau mengolah toksin yang masuk dalam tubuh.

Gejala Asam Urat

Penyakit ini umumnya juga diikuti oleh gejala yang dapat dirasakan langsung, tetapi gejala tersebut biasanya muncul dengan tiba-tiba, kemudian berlangsung 3-7 hari. Puncak rasa sakit yang dirasakan oleh penderita yaitu pada waktu 6-40 jam pertama dari serangan asam urat yang telah dimulai.

Sesudah 3-7 hari, umumnya rasa sakit di bagian sendi dapat menghilang, lalu sendi akan kembali seperti semula, pembengkakan tak terlihat lagi. Walaupun memang terlihat telah sembuh, tetapi radang sendi karena asam urat tersebut masih tetap dapat kambuh lagi sewaktu-waktu, khususnya jika pola makan tidak dijaga dengan baik.

Gejala lain dari asam urat yaitu: Sendi linu, ngilu, dan terkadang terasa kesemutan. Pada pagi dan malam hari, persendian terkadang terasa nyeri, dan terjadi berulang kali.  Biasanya pada jari tangan, jari kaki, tumit, dengkul, siku, dan pergelangan tangan.

Lihat pula: Peresepan Herba untuk Asam Urat

Makanan Pantangan Penderita Asam Urat

Berikut daftar makanan pantangan yang harus dihindari oleh pasien asam urat:

– Makanan laut (seafood), contohnya kepiting, udang, remis, sotong, kerang, gurita, ikan sarden, ikan teri, dan tiram;

– Macam jeroan, contohnya babat, ginjal, usus, limpa, paru-paru, otak dan hati. Memang jeroan merupakan makanan yang tidak menyehatkan dan sebaiknya dihindari;

– Ekstrak daging, penderita asam urat juga sebaiknya menghindari konsumsi dendeng dan abon;

– Kelelawar dan burung;

– Makanan kalengan, contohnya:  ikan kaleng sarden, kornet sapi, daging babi dan daging sapi;

– Angsa, kalkun dan bebek;

– Makanan yang kaya protein, darah dan lemak;

– Macam buah-buahan tertentu, contohnya air kelapa, nanas dan durian;

– Makanan yang bersantan ataupun digoreng, juga yang dimasak menggunakan mentega atau margarin;

– Kacang-kacangan, contohnya kacang tanah, olahan kacang kedelai, emping atau melinjo, tauge dan kacang hijau;

– Macam sayur-sayuran, contohnya bayam, kembang kol, buncis, asparagus, jamurkuping, daun pepaya, daun ubi atau singkong, lombok atau cabe dan sayur kangkung;

– Es krim, krim, kaldu maupun kuah daging yang kental.

Lihat pula: Buah Naga Merah untuk Asam Urat

Meringankan Gejala Asam Urat

Asam urat dapat ditangani dengan cara meringankan gejala penyakit tersebut, dan mencegah serangan Asam Urat terjadi kembali. Untuk meringankan gejala penyakit ini, Anda dapat menempelkan kantung es ke bagian sendi yang terasa sakit.

Demikianlah informasi pengenalan tentang Penyakit Asam Urat. Semoga bermanfaat adanya. Wallahu ‘alam bish-shawab. (*)

Like it? Share it!

Leave A Response