Beranda Khazanah 12 Penyakit Berumah Tangga

12 Penyakit Berumah Tangga

Keluarga Muslim (Ilustrasi: ist/palontaraq)
Keluarga Muslim (Ilustrasi: ist/palontaraq)

Oleh: Ummu ‘Adil

Tulisan Sebelumnya: Do’a Orangtua agar Anaknya Saleh dan Salehah

PALONTARAQ.ID – Mengarungi bahtera rumah tangga diperlukan semangat dan nafas yang panjang. Berumah tangga bukan persoalan satu-dua bulan, tetapi sepanjang masa pernikahan diperlukan kedewasaan dalam memecahkan masalah keluarga bersama.

Jika diibaratkan naik bahtera, maka perlu ilmu dan strategi dalam berlayar mengarungi samudera kehidupan. Layaknya bahtera di lautan, terkadang datang ombak datang mengadang atau badai yang mengganggu kestabilan rumah tangga.

Masalah rumah tangga bukan hanya datang dari faktor internal, dalam keluarga, tapi bisa juga datang dari luar rumah. Penyikapan yang benar dalam menghadapi masalah rumah tangga jelas diperlukan untuk mempertahankan keluarga tetap harmonis dan awet, sekalipun tentu masalah tak bisa dihindari, namun bisa diatasi dengan bijak.

Ilustrated by: mfaridwm/palontaraq)
Belajarlah Ilmu Pernikahan, tentang Bagaimana membina keharmonisan dan kerakraban dalam Keluarga. (Ilustrated by: mfaridwm/palontaraq)

Berikut ini 12 Penyakit Berumah Tangga yang perlu disikapi dengan baik dan bijak, yaitu:

1. Kutilan (Kurang Ilmu Pernikahan)

Rumah tangga akan sukses jika dipandu dengan ilmu agama. Ilmu agama dari pasangan suami istri yang mumpuni akan diberi kebaikan dalam rumah tangganya.

Rasulullah SAW bersabda:

 

مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّين

 

Artinya: “Barangsiapa dikehendaki Allah kebaikan, maka akan dipahamkan ia dalam ilmu agama.”(HR. Bukhari)

Lihat pula: Amalan dan Do’a agar Anak Dijaga dari Zina

Ilustrated by: mfaridwm/palontaraq)
Selalu jalin silaturrahim dan saling mengunjungi keluarga. (Ilustrated by: mfaridwm/palontaraq)

2. Kutuan (Kurang Tahu Arah dan Tujuan Pernikahan)

Tujuan pernikahan seperti dalam Qs. Ar-Ruum: 21, adalah supaya kita bisa hidup damai penuh ketenangan, saling jaga, saling melengkapi dan saling membahagiakan.

Allah SWT berfirman:

 

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا

 

Artinya:
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu tenteram (Qs. Ar-Ruum: 21)

Ilustrated by: mfaridwm/palontaraq
Bukti Cinta lewat Pernikahan (Ilustrated by: mfaridwm/palontaraq)

3. Kusta (Kurang Sabar meraih Cinta)

Naik tangga harus dari tangga pertama dulu. Kebanyakan kita ingin langsung sampai ditangga puncak. Tentu tidak mungkin! Maka sabarlah dalam proses berumah tangga, Insya Allah akan sampai pula ketangga puncak akhirnya. Allah SWT berfirman:

 

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

 

Artinya:

“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kalian dan kuatkanlah kesabaran kalian dan tetaplah bersiap siaga dan bertakwalah kepada Allah supaya kalian beruntung.” (Qs. ‘Ali ‘Imraan: 200)

Lihat pula: Jangan Larang Anak-anak ke Masjid!

Ilustrated by: mfaridwm/palontaraq
Jaga keakraban dengan anak. (Ilustrated by: mfaridwm/palontaraq)

4. Kudis (Kurang Urus Duit selalu Habis)

Manajamen keuangan yang tidak cakap, tidak bisa menentukan skala prioritas, tidak bisa menahan diri untuk belanja yang tidak penting dan mengabaikan kebutuhan yang pokok dan jangka panjang, biasanya karena sipat boros maka rumah tangga akhirnya akan oleng.
Maka perbaikilah dalam mengelola uang, supaya tidak boros.

Insya Allah, keluarga akan damai dan mapan. Allah SWT berfirman:

 

وَلا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ

 

Artinya:
“Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan.” (QS. Al Isro’: 26-27).

Ilustrated by: mfaridwm/palontaraq
Selalu sisihkan uang untuk kebutuhan belajar dan peningkatan wawasan anak. (Ilustrated by: mfaridwm/palontaraq)

5. Kanker (Kantong Kering)

Karena boros, karena malas, karena tidak mau belajar untuk cerdas akhirnya kita miskin. Maka keadaan miskin akan banyak bisikan setan, banyak percekcokan, sering terjadi pertikaian dan lain sebagainya.

Maka banyaklah belajar, jangan boros dan bekerja keraslah, Insya Allah, kita akan terbebas dari kemiskinan yang sangat menyesakkan.

Rasulullah SAW bersabda:

 

كادَ الفَقْرُ أنْ يَكُوْنَ كُفْرًا

Artinya:
“Hampir-hampir kefakiran (kemiskinan) itu menjadi kekafiran” (Imam al-Baihaqi dalam kitab “Syu’abul Iman” (no. 6612)

Lihat pula: Beli Kesulitan dengan Sedekah

Beri apresiasi pada prestasi dan kelulusan anak. (foto: mfaridwm/palontaraq)
Jangan pelit memberi apresiasi dan pujian pada prestasi dan kelulusan anak. (foto: mfaridwm/palontaraq)

6. Sembelit (Sedekah dan Memberi Sangat Sulit)

Jika seluruh anggota keluarga pelit maka rizki akan sulit. Jikapun ada keluarga yang pelit tapi rizki terus melangit pasti itu istidraj. Pelit membuat semua urusan rumah tangga akan rumit.

Tapi jika dermawan semua urusan rumah tangga akan penuh kebaikan & keberkahan. Rasulullah SAW bersabda:

 

مَنْ تَصَدَّقَ بِعَدْلِ تَمْرَةٍ مِنْ كَسْبٍ طَيِّبٍ – وَلاَ يَقْبَلُ اللَّهُ إِلاَّ الطَّيِّبَ – فَإِنَّ اللَّهَ يَتَقَبَّلُهَا بِيَمِيْنِهِ

ثُمَّ يُرَبِّيْهَا لِصَاحِبِهِاَ كَمَا يُرَبِّي أَحَدُكُمْ فَلُوَّهُ أَوْ فَصِيْلَهُ، حَتَّى تَكُوْنَ مِثْلَ الْجَبَلِ

 

Artinya:
“Barangsiapa bersedekah dengan sebutir kurma dari hasil usaha yang baik dan Allah tidak akan menerima kecuali yang baik. maka Allah akan menerima dengan tangan kanan-Nya, lalu mengembangkan untuk pemiliknya (yang berinfak) sebagaimana salah seorang kalian mengembang-biakkan anak kuda atau anak untanya, sampai harta itu menjadi sepenuh bukit”. (HR. Bukhori)

Beri ruang belajar untuk anak. (foto: mfaridwm/palontaraq)
Beri ruang belajar yang tenang dan nyaman untuk anak. (foto: mfaridwm/palontaraq)

7. Meriang (“Menengok” Istri atau Suami Jarang-jarang)

Salah satu hak pasangan yang jadi kewajiban bagi masing-masing pasangan adalah kebutuhan badaniyah. Maka jika hal ini diabaikan akan menjadi celah keretakan rumah tangga. Makanya Allah SWT memerintahkan dalam Al-Qur’an:

 

فَإِذَا تَطَهَّرۡنَ فَأۡتُوهُنَّ مِنۡ حَيۡثُ أَمَرَكُمُ ٱللَّهُۚ

 

Artinya:
“..Apabila mereka (istri) telah bersuci (mandi besar) maka “datangilah” mereka itu (istri) di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu..” (QS Al-Baqarah: 222)

Lihat pula: 7 Bahaya Membentak Anak

Ilustrated by: ist/palontaraq
Pahami dan Peduli kebutuhan anak, termasuk peduli dengan yang dirasakannya. (Ilustrated by: ist/palontaraq)

8. Tipes (Tidak Peduli Perasaan)

Tidak saling pengertian dan tidak peduli perasan masing-masing pasangan akan membuat pasangan saling menyakiti dan tersakiti. Rasulullah SAW bersabda:

 

خيركم خيركم لأهله وأنا خيركم لأهلي

 

Artinya:
“Orang terbaik diantara kamu adalah yang terbaik dalam hal memperlakukan keluarganya, dan aku adalah yang terbaik dalam memperlakukan keluarga.” (HR Ibnu Majah)

9. Malaria (Mencari Lain Pria/Mencari Lain Wanita)

Penyakit berumah tangga lainnya adalah sifat bosan kepada pasangan. Baik bosan kepada fisiknya, sikapnya dan kebersamaannya. Maka jika tidak bisa melawan rasa bosan itu.  Akhirnya ada yg sampai berbuat selingkuh dengan mencerai atau menggugat cerai.
Yang sedang berfikir untuk cerai, takutlahkalian. Rasulullah SAW bersabda:

 

أَيُّمَا امْرَأَةٍ سَأَلَتْ زَوْجَهَا طَلاقًا فِيغَيْرِ مَا بَأْسٍ فَحَرَامٌ عَلَيْهَا رَائِحَةُ الْجَنَّة

Artinya:
“Siapa saja wanita yang meminta (menuntut) cerai kepada suaminya tanpa alasan yang dibenarkan maka diharamkan bau surga atas wanita tersebut.” (HR. Abu Dawud)

Setiap anak itu spesial. (foto: mfaridwm/palontaraq)
Setiap anak itu spesial. (foto: mfaridwm/palontaraq)

10. Kurap (Kurang Rapih)

Banyak istri dan suami tergoda kepada selain pasangannya gara-gara suami dan istri dirumah tidak memperhatikan kerapihan, kebersihan, kepantasan dan keindahan.  Maka perbaikilah penampilan kita dengan tampil didepan pasangan kita dengan tampilan terbaik. Rasulullah SAW bersabda:

 

خَيْرُ النِّسَاءِ مَنْ تَسُرُّكَ إِذَا أَبْصَرْتَ، وَتُطِيْعُكَ إِذَا أَمَرْتَ، وَتَحْفَظُ غَيْبَتَكَ فِيْ نَفْسِهَا وَمَالِكَ

 

Artinya:
“Sebaik-baik isteri adalah yang menyenangkan jika engkau melihatnya, taat jika engkau menyuruhnya, serta menjaga dirinya dan hartamu di saat engkau pergi.” (HR. Thabrani)

11. Mual (Mengabaikan Urusan Halal)

Jika suami/istri sudah ngaji, sudah umrah, sudah haji dsb tapi masih tetap bermasalah dirumah tangganya. Maka periksalah kehalalan rizki keluarganya, karena rizki haram pembawaannya panas. Rasulullah SAW bersabda:

 

َ لاَ يَرْبُو لَحْمٌ نَبَتَ مِنْ سُحتٍ إلاَّ كَانَتِ النَّارُ أَولَى بِهِ

 

Artinya:
“Tidaklah daging manusia tumbuh dari barang yang haram kecuali neraka lebih utama atasnya. [HR. Tirmidzi]

12. Jerawat (Jarang Berdoa lewat Shalat)

Jangan sepelekan doa supaya kebaikan berumah tangga. Karena doa adalah energi yang menghidupkan keluarga dan rumah tangga. Do’a adalah benteng yang melindungi keluarga. Do’a adalah embun yang akan menyejukan keluarga. Amalkanlah doa ma’tsur dari al-qur’an untuk kebaikan rumah tangga dibawah ini:

 

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

Artinya:
“Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami Istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa” (QS. Al Furqan: 74).

Semoga kita semua dijauhkan dari 12 Penyakit Berumah Tangga diatas. Kalaupun rumah tangga kita diuji, maka itu adalah tantangan untuk lebih membina dengan baik keluarga kita menuju sakinah, mawaddah wa rahmah.

Demikian, semoga bermanfaat adanya. Wallahu ‘alam bish-shawab. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

HIGHLIGHT