Oleh: Ummu ‘Adil
PALONTARAQ.ID – MESJID adalah tempat ibadah yang membutuhkan kekhusyuan dan ketenangan. Karena alasan inilah, banyak diantara orang tua termasuk pengurus mesjid yang melarang anak-anak ke mesjid. Alasan yang mengemuka umumnya karena anak-anak akan ribut, lari-lari saat shalat, dan pada akhirnya dianggap merusak kekhusyuan. Benarkah anak-anak tidak boleh dibiarkan ikut ke mesjid?
Beberapa hari lalu, penulis mendapati sebuah video yang viral di sosial media, seorang anak seumuran tiga tahun menangis karena tidak dibiarkan ikut ke mesjid.
Di Bulan Ramadhan ini ternyata ada pula pengurus mesjid yang benar-benar mengeluarkan aturan agar tidak membawa anak kecil dengan alasan demi menjaga kenyamanan dan ketertiban bersama.
Subhanallah! Apakah hal ini suatu hal yang bijak? Bukankah ini justru upaya secara tidak langsung menjauhkan generasi penerus dari mesjid.Tidakkah kita seharusnya belajar dari Kisah Rasulullah SAW yang selalu membiarkan cucunya, Hasan dan Husein ikut ke mesjid.
Sebagaimana diriwayatkan dalam Hadits, Rasulullah SAW suatu waktu shalat dan beliau sujud sangat lama hingga ada sahabat yang bertanya, “Mengapa lama sekali sujudmu, Ya Rasulullah” – Rasul menjawab, “Tadi Hasan dan Husein naik di tubuhku, aku khawatir kalau aku bangkit mereka terjatuh, kubiarkan mereka puas bermain”.
Dalam riwayat yang lain Rasulullah SAW mempercepat sholatnya karena ada tangis anak kecil yang memanggil ibunya yang sedang ikut berjama’ah bersama Rasulullah. Itulah mesjid Nabi yang tak sepi dari anak-anak kecil, lalu mengapa mesti ada mesjid atau pengurus mesjid yang anti dengan anak-anak kecil?
Muhammad Al Fatih, Penakluk Konstantinopel pernah berkata, “Jika kalian tidak lagi mendengar riang tawa dan gelak bahagia anak-anak di masjid-masjid. Waspadalah. Saat itu kalian dalam bahaya.”
Jangan pernah menjauhkan anak-anak dari mesjid. Biarkan mesjid menjadi salah satu tempat berkembang dan mendidik keperibadian mereka. Di masa yang akan datang, merekalah para pembela Islam, para pengurus mesjid, dan pejuang Islam.
Takkan mungkin lahir pejuang Islam yang jauh dari mesjid. Pejuang Islam adalah mereka yang tumbuh dan berkembang dari mesjid, karena dari Mesjidlah kekuatan ruhiyah dan sikap teguh membela kebenaran itu lahir. (*)


