Kenapa Kalian Sibuk Mau Jumpa Prabowo?

by Penulis Palontaraq | Jumat, Jul 5, 2019 | 66 views
Presiden RI, Joko Widodo. (foto: ist/palontaraq)

Presiden RI, Joko Widodo. (foto: ist/palontaraq)

Oleh:  Asyari Usman, Wartawan Senior

Tulisan Sebelumnya: Kalau Yakin Menang, Kenapa Sibuk Curang?

PALONTARAQ.ID – Hari-hari ini sibuk sekali Kubu 01 atau Tim Kampanye Nasional (TKN) mau mempertemukan Jokowi dengan Prabowo. Entah mengapa mereka di Kubu 01 harus kasak-kusuk agar pertemuan itu terlaksana.

Kalau presiden kalian menang bersih di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 ini, kenapa kalian sibuk mau bertemu dengan Prabowo? Untuk apa? Abaikan saja. Lupakan saja semuanya, toh kalian sudah dimenangkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Mahkamah Konstitusi (MK)?

Jokowi ‘kan sudah dilegalkan MK tanpa ada satu pun gugatan Prabowo yang diterima. Berarti MK bilang kalian menang bersih. Ya sudah. Makan kalianlah jabatan presiden itu.

Sudah dilegalkan MK, kok. Takut apa lagi? Sudah, ambil sana “hak” kalian itu. Tak usah kalian gubris kami dan Pak Prabowo. Aman kok. Tak akan ada yang mengganggu kalian. Buat saja suka-suka hati kalian.

Ayo sana buat pesta pora. Pesta kemenangan bersih. Kemenangan tanpa cacat? Presiden yang ‘katanya’ dicintai rakyat?  Tak perlu apa-apa kok kalian dari kami, dari Pak Prabowo. Indonesia ini punya kalian, bulat.

Silakan ambil semuanya. Semua polisi, jaksa, satpol PP punya kalian. Semua kepala daerah punya kalian. Semua kepala desa (kades), kepala dusun (kadus), kepala lingkungan (kepling), perangkat desa, dan lain-lain, kalian punya semua. Atur saja sesuai keinginan kalian.

Romahurmuziy punya kalian. Setia Novanto punya kalian. Begitu juga Idrus Marham, dan para pakar korupsi lainnya.

Masih belum cukup? Ada sembilan naga punya kalian. Ada Megawati, ada SBY, ada Surya Paloh, ada La Nyalla, ada Zulkifli Hasan. Ada Jusuf Kalla, ada semua mantan presiden dan wapres. Kalian punya semua. Ada juga Mahfud MD yang sangat bijak itu.

Semua yang hebat-hebat kalian yang punya. Kurang apa lagi? Oh, barangkali DKI Jakarta harus di tangan kalian. Ambil saja. Mudah kok menyingkirkan Anies Baswedan. Kalian bisa menyuruh media mainstream untuk mencari-cari kesalahannya?

Jadi, kalian tak perlu kami, ‘kan? Kenapa kalian ganggu lagi kami? Mau minta jumpa Pak Prabowo segala. Sekali lagi, untuk apa?

Tidak ada gunanya. Bagi kalian atau bagi Pak Prabowo. Juga tak ada gunanya bagi kami rakyat Indonesia yang sebagian besar memilih beliau.

Lihat pula: Perampok dan Pencuri Suara itu Pasti Gelisah!

Sekarang kalian berkuasa. Buat saja apa yang kalian suka. Tak usah pikirkan orang lain. Tak usah pikirkan kami. Mau kalian jual negara ini, silakan. Mau kalian buat hancur, silakan.

Mau kalian kapling-kapling, terserah. Mau kalian jual kepada Tiongkok, RRC, tak ada yang melarang. Mau kalian tambah utang 10,000 triliun lagi, juga tak masalah.

Perlu tambahan pendapatan APBN? Gampang! Naikkan listrik sebulan sekali. Naikkan semua jenis pajak. Harga materai seharusnya kalian naikkan menjadi 20 ribu atau 30 ribu. Tak akan ada yang ribut kok.

Mau sumber pajak baru? Banyak. Pajak oksigen, pajak air, pajak jenazah yang mau dikuburkan, pajak bayi lahir, pajak pegawai negeri pendiun, pajak usia lanjut karena umur panjang itu ‘kan sesuatu yang istimewa. Dan banyak lagi. Apa yang terpikir di benak kalian, dikenai pajak saja langsung.

Terus, apa lagi ya?

Oh iya. Mau kalian biarkan penista agama masuk ke masjid-masjid bawa anjing tanpa proses hukum, silakan. Mau kalian diamkan para penista Islam, silakan. Mau kalian penjarakan semua ulama, silakan juga. Kalian berkuasa penuh, kok.

Buat saja apa yang kalian suka. Mau kalian bilang orang Islam itu teroris semua, terserah. Mau kalian katakan di dalam aksi damai umat Islam ada 30 teroris, seperti kata Moeldoko, sesuka hati kalian.  Kalian kok yang berkuasa penuh di negara ini.

So, untuk apa kasak-kusuk mau jumpa Prabowo? Apa lagi yang mau kalian inginkan?

Mau legitimasi? Kan sudah ada legalitas dari MK. Sudah ada dari KPU, dan didukung pula Bawaslu.  Sudah ada dari Denny JA dan gerombolan survei mereka. Sudah ada dari televisi dan media-media besar di sini. Apa lagi?

Related Post:  Surat Terbuka untuk Prabowo-Sandi dan Gerindra-PAN-PKS

Prabowo-Sandi (foto: ist/palontaraq)

Prabowo-Sandi (foto: ist/palontaraq)

Jadi, kepada Pak Prabowo dan Bang Sandi kami minta agar tidak usah saja menjumpai Jokowi. Tidak usah ucapkan selamat. Tak perlu hadir di acara pelantikan mereka.

Kenapa? Karena tidak ada gunanya. Tidak ada kemaslahatannya. Tidak ada urgensinya. Jokowi tak perlu ucapan selamat kok.

Jokowi tak perlu Anda kok, Pak Prabowo. Untuk apa? Mereka bisa buat apa saja, ‘kan?

Kepada Andre Rosiade (petinggi Gerindra) dan juga kepada Petinggi Parpol Gerindra lainnya, kami mohon agar Anda tidak usah repot-repot mengatur pertemuan Jokowi dengan Pak Prabowo. Kecuali kalau Anda memang ingin mencederai rakyat yang telah memilih Pak Prabowo. Atau, kecuali Anda baru merasa menjadi manusia kalau bisa masuk ke Kubu 01. Itu lain lagilah ceritanya.

Atau, kecuali Anda baru saja selesai menjalani operasi pencangkokan “lobus frontalis” (otak bagian depan). Kalau ini alasannya, bisa dimaklumi. Sebab, setelah operasi itu berlangsung, Anda memang perlu istirahat menggunakan fungsi analitis. (*)

Like it? Share it!

1 Comment so far. Feel free to join this conversation.

Leave A Response