Hadits-hadits tentang Bekam

Sunnah Pengobatan Nabi, Berbekam. (foto: ist/palontaraq)

Sunnah Pengobatan Nabi, Berbekam. (foto: ist/palontaraq)

Oleh: Muhammad Farid Wajdi

PALONTARAQ.ID – Bekam atau Hijamah bukanlah metode pengobatan biasa, tapi salah satu dari yang utama Thibbun Nabawi, kedokteran islam, pengobatan ala Nabi SAW. Bekam merupakan sunnah Nabi SAW yang bersumber dari anjuran para Malaikat ketika Nabi SAW melakukan Isra’ Mi’raj.

Di kekinian, banyak sekali keajaiban dari praktek pengobatan Bekam, yang telah mendapatkan pengakuan dari dunia kedokteran (medis) dan dari situlah kita juga mendapatkan konfirmasi bahwa pada setiap sunnah Nabi SAW terdapat keajaiban, kemuliaan, dan kejayaan.

Bekam (Hijamah) di masa kini adalah keajaiban pengobatan yang diakui sains modern dimana Nabi dan para sahabat telah mempraktekkannya lebih dari 1400 tahun yang lalu.

Berikut ini beberapa Hadits yang menegaskan Anjuran Berbekam atau sunnah menjalankan pengobatan ala Nabi SAW tersebut, yaitu:

ﺳُﺌِﻞَ ﺃَﻧَﺲُ ﺑْﻦُ ﻣَﺎﻟِﻚٍ ﻋَﻦْ ﻛَﺴْﺐِ ﺍﻟْﺤَﺠَّﺎﻡِ ﻓَﻘَﺎﻝَ ﺍﺣْﺘَﺠَﻢَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ

ﺣَﺠَﻤَﻪُ ﺃَﺑُﻮ ﻃَﻴْﺒَﺔَ ﻓَﺄَﻣَﺮَ ﻟَﻪُ ﺑِﺼَﺎﻋَﻴْﻦِ ﻣِﻦْ ﻃَﻌَﺎﻡٍ ﻭَﻛَﻠَّﻢَ ﺃَﻫْﻠَﻪُ ﻓَﻮَﺿَﻌُﻮﺍ ﻋَﻨْﻪُ ﻣِﻦْ ﺧَﺮَﺍﺟِﻪِ

ﻭَﻗَﺎﻝَ ﺇِﻥَّ ﺃَﻓْﻀَﻞَ ﻣَﺎ ﺗَﺪَﺍﻭَﻳْﺘُﻢْ ﺑِﻪِ ﺍﻟْﺤِﺠَﺎﻣَﺔُ ﺃَﻭْ ﻫُﻮَ ﻣِﻦْ ﺃَﻣْﺜَﻞِ ﺩَﻭَﺍﺋِﻜُﻢْ

Artinya:

Dari Anas bin Malik r.a,(ditanya) mengenai Hijamah, beliau berkata : bahwa Sesungguhnya Rasulullah ber-bekam/hijamah dan memerintahkan keluarga beliau dan Rasulullah bersabda: Sebaik-baik pengobatan yang kalian lakukan adalah dengan Hijamah.Hadis dari Ibnu Abi Umar juga menyebutkan demikian (Shahih Muslim 1577).

Lihat juga:  Khazanah Pengobatan Islam: Hijamah (Bekam)

ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲ ﺭَﺟَﺎﺀٍ، ﻋَﻦْ ﺳَﻤُﺮَﺓَ، ﻗَﺎﻝَ : ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ”: ﺃَﻓْﻀَﻞُ ﻣَﺎ ﺗَﺪَﺍﻭَﻯ ﺑِﻪِ ﺍﻟﻨَّﺎﺱُ ﺍﻟْﺤِﺠَﺎﻣَﺔُ .” ﺍﻟﻤﻌﺠﻢ ﺍﻟﻜﺒﻴﺮ ﺍﻟﻄﺒﺮﺍﻧﻲ

Artinya:

Dari Abi Raja’, dari Samurah r.a. berkata : bahwa Sesungguhnya Rasulullah bersabda: Sebaik-baik pengobatan yang manusia lakukan adalah dengan Hijamah. (Mu’jam Kabir – At Thabrani).

Berbekam

Berbekam. (foto: ist/palontaraq)

ﻋَﻦْ ﻣُﻌَﺎﻭِﻳَﺔَ ﺑﻦ ﻗُﺮَّﺓَ، ﻋَﻦْ ﻣَﻌْﻘِﻞِ ﺑﻦ ﻳَﺴَﺎﺭٍ، ﻗَﺎﻝَ : ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ

: ﺍﻟْﺤِﺠَﺎﻣَﺔُ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟﺜُّﻼﺛَﺎﺀِ ﻟِﺴَﺒْﻊَ ﻋَﺸْﺮَﺓَ ﻣِﻦِ ﺍﻟﺸَّﻬْﺮِ ﺩَﻭَﺍﺀٌ ﻟَﺪَﺍﺀِ ﺳَﻨَﺔٍ ” ﻣﻌﺮﻓﺔ ﺍﻟﺼﺤﺎﺑﺔ

ﻷﺑﻲ ﻧﻌﻴﻢ ﺍﻷﺻﺒﻬﺎﻧﻲ‏( 1 ‏) ﺍﻟﺤﺠﺎﻣﺔ : ﻧﻮﻉ ﻣﻦ ﺍﻟﻌﻼﺝ ﺑﺘﺸﺮﻳﻂ ﻣﻮﺿﻊ ﺍﻷﻟﻢ ﻭﺗﺴﺨﻴﻨﻪ ﻹﺧﺮﺍﺝ ﺍﻟﺪﻡ ﺍﻟﻔﺎﺳﺪ ﻣﻨﻪ

Artinya:

Dari Muawiyah, dari Ma’ql bin Yassar r.a, berkata : bahwa Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: Hijamah pada hari selasa atau tanggal 17 adalah pengobatan yang disunnahkan (Ma’rifatu Shahabah dan Mu’jam Kabir At Thabrani).

Berbekam

Berbekam. (foto: ist/palontaraq)

Dalam Hadits lain, disebutkan bahwa Bekam atau Hijamah adalah sebaik-baik pengobatan, sebagaimana hadits yang disebutkan dalam Musnad Ahmad dibawah ini:

 

 

ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﺇِﺳْﺤَﺎﻕُ ﺑْﻦُ ﻳُﻮﺳُﻒَ ﺃَﺧْﺒَﺮَﻧَﺎ ﻋَﻮْﻑٌ ﻭَﻫَﻮْﺫَﺓُ ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﻋَﻮْﻑٌ ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﺷَﻴْﺦٌ ﻣِﻦْ ﺑَﻜْﺮِ ﺑْﻦِ ﻭَﺍﺋِﻞٍ

ﻓِﻲ ﻣَﺠْﻠِﺲِ ﻗَﺴَﺎﻣَﺔٍ ﻗَﺎﻝَ ﺩَﺧَﻠْﺖُ ﻋَﻠَﻰ ﺳَﻤُﺮَﺓَ ﻭَﻫُﻮَ ﻳَﺤْﺘَﺠِﻢُ ﻓَﻘَﺎﻟَﺴَﻤِﻌْﺖُ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻳَﻘُﻮﻝُ ﺇِﻥَّ ﻣِﻦْ ﺧَﻴْﺮِ ﺩَﻭَﺍﺋِﻜُﻢْ ﺍﻟْﺤِﺠَﺎﻣَﺔَ

Artinya:

Sesungguhnya sebaik-baik pengobatan yang kalian lakukan adalah Hijamah (Musnad Ahmad).

Lihat juga:  Jadwal Bekam Sunnah Tahun 1440 H

ﻋﻦ ﻣﻌﻘﻞ ﺑﻦ ﻳﺴﺎﺭ ، ﻗﺎﻝ : ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ : ‏« ﺍﻟﺤﺠﺎﻣﺔ ﻳﻮﻡ

ﺍﻟﺜﻼﺛﺎﺀ ﻟﺴﺒﻊ ﻋﺸﺮﺓ ﻣﻦ ﺍﻟﺸﻬﺮ ، ﺩﻭﺍﺀ ﻟﺪﺍﺀ ﺳﻨﺔ ‏» ﺍﻟﻘﻮﻝ ﻓﻲ ﺍﻟﺒﻴﺎﻥ ﻋﻦ ﻣﻌﺎﻧﻲ

ﻫﺬﻩ ﺍﻷﺧﺒﺎﺭ ﺇﻥ ﻗﺎﻝ ﻟﻚ ﻗﺎﺋﻞ : ﻣﺎ ﺃﻧﺖ ﻗﺎﺋﻞ ﻓﻲ ﻫﺬﻩ ﺍﻷﺧﺒﺎﺭ ﺍﻟﺘﻲ ﺭﻭﻳﺘﻬﺎ ﻟﻨﺎ

ﻋﻦ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ، ﻣﻦ ﻧﺪﺑﻪ ﺃﻣﺘﻪ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﺤﺠﺎﻣﺔ

، ﻭﻗﻮﻟﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﺴﻼﻡ : ‏« ﻣﺎ ﻣﺮﺭﺕ ﺑﻤﻸ ﻣﻦ ﺍﻟﻤﻸ ﺍﻷﻋﻠﻰ ﺇﻻ ﺃﻣﺮﻭﻧﻲ ﺑﺎﻟﺤﺠﺎﻣﺔ

، ﻭﻗﺎﻟﻮﺍ : ﻣﺮ ﺃﻣﺘﻚ ﺑﺎﻟﺤﺠﺎﻣﺔ ‏» ، ﻭﻗﻮﻟﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ‏

ﺍﺣﺘﺠﻤﻮﺍ ﻟﺨﻤﺲ ﻋﺸﺮﺓ ، ﻭﺳﺒﻊ ﻋﺸﺮﺓ ، ﻭﺗﺴﻊ ﻋﺸﺮﺓ ، ﻭﺇﺣﺪﻯ ﻭﻋﺸﺮﻳﻦ

Artinya:

Dari Muawiyah, dari Ma’ql bin Yassar r.a, berkata bahwa Sesungguhnya Rasulullah bersabda, “Hijamah pada hari selasa atau tanggal 17 adalah pengobatan yang disunnahkan. Dijelaskan bahwa diceritakan mengenai Pengobatan dengan Hijamah dan dikatan bahwa  Rasulullah SAW bersabda,  “Aku tidak diperintah oleh para malaikat pada malam Isra’ kecuali mereka (para Malaikat) itu berkata, “kerjakan Hijamah ya Muhammad.” dan mereka (para Malaikat) itu juga berkata perintahkan umatmu berhijamah. Rasulullah SAW bersabda, “Hendaklah berhijamah pada tanggal 15, 17, 19 dan 21”. (Ma’rifatu Shahabah dan Mu’jam Kabir At Thabrani).

Manfaat Bekam. (foto: ist/palontaraq)

Manfaat Bekam. (foto: ist/palontaraq)

ﻋﻦ ﺍﺑﻦ ﻋﺒﺎﺱ ، ﻋﻦ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ، ﻗﺎﻝ : ‏« ﺧﻴﺮ ﻳﻮﻡ ﺗﺤﺘﺠﻤﻮﻥ

ﻓﻴﻪ ﺳﺒﻊ ﻋﺸﺮﺓ ﻭﺗﺴﻊ ﻋﺸﺮﺓ ﻭﺇﺣﺪﻯ ﻭﻋﺸﺮﻳﻦ ‏» ، ﻗﺎﻝ : ‏« ﻭﻣﺎ ﻣﺮﺭﺕ ﺑﻤﻸ

ﻣﻦ ﺍﻟﻤﻼﺋﻜﺔ ﻟﻴﻠﺔ ﺃﺳﺮﻱ ﺑﻲ ﺇﻻ ﻗﺎﻟﻮﺍ : ﻋﻠﻴﻚ ﺑﺎﻟﺤﺠﺎﻣﺔ ﻳﺎ ﻣﺤﻤﺪ ‏» ﻣﺴﻨﺪ ﻋﺒﺪ ﺑﻦ ﺣﻤﻴﺪ

Artinya:

Dari Ibn Abbas r.a, dari Rasulullah bersabda: Sebaik-baik hari untuk Hijamah adalah pada tanggal 17, tanggal 19 dan 21.” Rasulullah SAW bersabda : “ Aku tidak diperintah oleh Para Malaikat pada Malam Isra kecuali mereka (para Malaikat) itu berkata, “Kerjakan Hijamah ya Muhammad .” (Musnad Abd bin Hamid).

Lihat juga:  Keutamaan Berbekam (Hijamah)

 

ﻋَﻦْ ﺍﺑْﻦِ ﻋَﺒَّﺎﺱٍ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻨْﻬُﻤَﺎ ﺃَﻥَّ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺍﺣْﺘَﺠَﻢَ ﻓِﻲ ﺭَﺃْﺳِﻪِ

Artinya:

Dari Ibn Abbas r.a, bahawa Rasulullah pernah dihijamah di kepala beliau(Shahih Bukhari – Bab Bekam di Kepala).

Titik Bekam Sunnah. (foto: ist/palontaraq)

Titik Bekam Sunnah. (foto: ist/palontaraq)

Hadits atau Riwayat lain sekaitan dengan Anjuran/Sunnah Berbekam, yaitu:

Rasulullah SAW bersabda, “Selama Aku Berjalan pada malam isra mi’raj bersama para malaikat, Mereka selalu berkata “Hai Muhammad, suruhlah umatmu berbekam”. Sesaat setelah Isra Mi’raj, Rasulullah juga menyatakan, sebagaimana diriwayatkan Abdullah ibnu Mas’ud, bahwa ia tidak melewati sejumlah malaikat melainkan mereka semua menyuruh Beliau dengan mengatakan, “Perintahkanlah umatmu untuk berbekam!”. “Kesembuhan (obat) itu ada pada tiga hal; dengan minum madu, pisau hijamah (bekam), dan dengan besi panas. Dan aku melarang umatku dengan besi panas.” (Hadits Bukhari).

Lihat juga: Bolehkah Berbekam saat Puasa?

“Sesungguhnya cara pengobatan paling ideal yang kalian pergunakan adalah hijamah (bekam)” (Muttafaq ‘alaihi, Shahih Bukhari (no. 2280) dan Shahih Muslim (no. 2214).

“Sebaik-baik pengobatan yang kalian lakukan adalah al hijamah” (HR. Ahmad, shahih).

Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya pada bekam itu terkandung kesembuhan.” (Kitab Mukhtashar Muslim (no. 1480), Shahihul Jaami’ (no. 2128) dan Silsilah al-Hadiits ash-Shahiihah (no. 864), karya Imam al-Albani).

Berbekam. (foto: ist/palontaraq)

Berbekam. (foto: ist/palontaraq)

Dari Ashim bin Umar bin Qatadah RA, dia memberitahukan bahwa Jabir bin Abdullah RA pernah menjenguk al-Muqni’ RA, dia bercerita: “Aku tidak sembuh sehingga aku berbekam, karena sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda: ‘Sesungguhnya didalamnya terkandung kesembuhan’.” (HR. Ahmad, Bukhari, Muslim, Abu Ya’la, al-Hakim, al-Baihaqi).

“Kesembuhan bisa diperoleh dengan 3 cara yaitu: sayatan pisau bekam, tegukan madu, sundutan api. Namun aku tidak menyukai berobat dengan sundutan api” ( HR. Muslim).

Lihat juga: Titik Sunnah Bekam

Dari Uqbah bin Amir RA, Rasulullah SAW bersabda: ” Ada 3 hal yang jika pada sesuatu ada kesembuhan, maka kesembuhan itu ada pada sayatan alat bekam atau minum madu atau membakar bagian yang sakit. Dan aku membenci pembakaran (sundutan api) dan tidak juga menyukainya.” (HR. Ahmad dalam Musnad-nya).

Dari Ibnu Umar RA, Rasulullah SAW bersabda: “Jika ada suatu kesembuhan pada obat-obat kalian maka hal itu ada pada sayatan alat bekam.” Beliau bersabda: “Atau tegukkan madu.” (Kitab Kasyful Astaar ‘an Zawaa-idil Bazar,karya al-Haitsami, III/388).

Dari Ibnu Abbas RA, Nabi SAW bersabda: “Orang yang paling baik adalah seorang tukang bekam (Al Hajjam) karena ia mengeluarkan darah kotor, meringankan otot kaku dan mempertajam pandangan mata orang yang dibekamnya.” (HR. Tirmidzi, hasan gharib).

“Jika pada sesuatu yang kalian pergunakan untuk berobat itu terdapat kebaikan, maka hal itu adalah berbekam” (Shahih Sunan Ibnu Majah, karya Syaikh Al-Albani (II/259), Shahih Sunan Abu Dawud, karya Syaikh Al-Albani (II/731)).

Praktek Bekam Medis. (foto: ist/palontaraq)

Praktek Bekam Medis. (foto: ist/palontaraq)

Dari Anas bin Malik RA, Rasulullah SAW bersabda: “Kalian harus berbekam dan menggunakan al-qusthul bahri.” (HR. Bukhari, Muslim, Ahmad, dan an-Nasai dalam kitab as-Sunan al-Kubra no. 7581).

Lihat juga: Sunnah Berbekam dan Manfaatnya

Dari Abdullah bin Mas’ud RA, dia berkata: “Rasulullah SAW pernah menyampaikan sebuah hadits tentang malam dimana beliau diperjalankan bahwa beliau tidak melewati sejumlah malaikat melainkan mereka semua menyuruh beliau SAW dengan mengatakan: ‘Perintahkanlah umatmu untuk berbekam’.” (Shahih Sunan at-Tirmidzi, Syaikh al-Albani (II/20), hasan gharib).

Pada malam aku di-isra’kan, aku tidak melewati sekumpulan malaikat melainkan mereka berkata: “Wahai Muhammad suruhlah umatmu melakukan bekam.” (HR Sunan Abu Daud, Ibnu Majah, Shahih Jami’us Shaghir 2/731).

Dari Ibnu ‘Abbas RA, Rasulullah SAW bersabda: “Tidaklah aku berjalan melewati segolongan malaikat pada malam aku diisra’kan, melainkan mereka semua mengatakan kepadaku: ‘Wahai Muhammad, engkau harus berbekam’.” (Shahih Sunan Ibnu Majah, Syaikh al-Albani (II/259)).

Sudahkah anda berbekam sebulan sekali? (foto: ist/palontaraq)

Sudahkah anda berbekam sebulan sekali? (foto: ist/palontaraq)

Dari Ibnu Umar RA, Rasulullah SAW bersabda: “Tidaklah aku melewati satu dari langit-langit yang ada melainkan para malaikat mengatakan: ‘Hai Muhammad, perintahkan umatmu untuk berbekam, karena sebaik-baik sarana yang kalian pergunakan untuk berobat adalah bekam, al-kist, dan syuniz semacam tumbuh-tumbuhan’.” (Kitab Kasyful Astaar ‘an Zawaa-idil Bazar, karya al-Haitsami, III/388).

Dari Jabir al-Muqni RA, dia bercerita: “Aku tidak akan merasa sehat sehingga berbekam, karena sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda: ‘Sesungguhnya pada bekam itu terdapat kesembuhan’.” (Shahih Ibnu Hibban (III/440)).

Dari Anas RA, dia bercerita: “Rasulullah SAW bersabda: ‘Jika terjadi panas memuncak, maka netralkanlah dengan bekam sehingga tidak terjadi hipertensi pada salah seorang diantara kalian yang akan membunuhnya’.” (Riwayat al-Hakim dalam kitab al-Mustadrak, dari Anas RA secara marfu’, beliau mensyahihkannya yang diakui pula oleh adz-Dzahabi (IV/212)).

Demikianlah, Hadits-hadits sekaitan dengan sunnah berbekam. Ingatlah bahwa di dalam sunnah terdapat kejayaan. Berbekamlah sebagai ikhtiar untuk kesembuhan dari sakit atau penyakit, insya Allah akan sehat! (*)

 

Like it? Share it!

Leave A Response