Khazanah Pengobatan Islam: Hijamah (Bekam)

by Penulis Palontaraq | Minggu, Jan 27, 2019 | 210 views
Bekam (foto: ist/palontaraq)

Bekam (foto: ist/palontaraq)

 

Oleh:  Muhammad Farid WajdiPraktisi “Thibbun Nabawi”

PALONTARAQ.ID – ISTILAH  Hijamah (Bahasa Arab: الْحَجْمُ) dalam Kitab “Lisaanul ‘Arab” bermakna sama  dengan al-mashshu (penghisapan/penyedotan) dari akar kata: حَجَمَ يَحْجُمُ حَجْمًا (Hajama-yahjumu-hajman) yang berarti mencegah, menyedot, memalingkan, memagut, mematuk, menjauhkan.  Jadi, Al-hajjam (Bahasa Arab: الْحَجَّام ) berarti Orang yang berprofesi sebagai ahli hijamah (Terapis Bekam).

Hijamah/Bekam adalah salah satu metode pengobatan nabawi (Thibbun Nabawi) atau Kedokteran Islam, dengan cara mengeluarkan angin dan/atau darah kotor dari dalam tubuh melalui permukaan kulit. Dalam Bahasa Inggris dimaknai sebagai, “Cupping used to: drain excess fluids and toxins, loosen adhesions and lift connective tissue, bring blood flow to stagnant skin and muscles and stimulate the peripheral nervous system”.

Lihat juga: Ketika Para Dokter Bicara Terapi Bekam

Dengan melakukan Bekam (Penghisapan atau vakum), maka terbentuklah tekanan negatif di dalam cawan/kop sehingga terjadi drainase cairan tubuh berlebih (darah kotor) dan toksin, menghilangkan perlengketan (adhesi) jaringan ikat dan akan mengalirkan darah “bersih” ke permukaan kulit dan jaringan otot yang mengalami stagnasi serta merangsang sistem syaraf perifer.

Berbekam merupakan metode pengobatan klasik yang telah digunakan dalam mengobati berbagai kelainan penyakit seperti hemophilia, hipertensi, gout, reumatik arthritis, sciatica, back pain (sakit punggung), migraine, vertigo, anxietas (kecemasan) serta penyakit umum lainnya baik bersifat fisik maupun mental.

Metode Bekam ini dikenal dengan beberapa istilah yakni Hijamah (Arab), Bekam, Kop, canduk, canthuk, mambakan (Melayu), Pa Hou Kuan (Mandarin), Gua-sha (China), di Eropa dikenal dengan istilah Cupping/Blood Letting Therapy dan ada yang menamakannya ODT (Oxidant Drainage Therapy).

BEKAM Menurut Imam Al-Ghazali, hukumnya fardhu kifayah. Pendapat Ini dinuklilkan dalam kitab Taysirul Fiqih lil Muslimin Mu’ashir oleh DR. Yusuf Qardhawi pada halaman 235 – 236.

Pendapat Para Ahli tentang Bekam

Prof Canteil dari Perancis:

“Interferon bertambah setelah bekam dan organ kekebalan tubuh semakin kuat setelah bekam”.

Dr. Kawa Kurwawa dari Jepang:

“Bekam dapat menyembuhkan penyakit karena bekam membersihkan tubuh dari endapan darah yang mati dan sudah tidak mengikat oksigen”.

Lihat juga:  Dahsyatnya Bekam: Sembuh dengan Satu Titik

Pendapat Ulama Medis tentang Bekam

Ibnu Qoyyim Aljauziah Rahimahullah:

”Bahkan perbandingan metode pengobatan para dokter dengan metode pengobatan Nabawi adalah seperti perbandingan antara metode pengobatan yang dilakukan oleh Orang-orang Bodoh  dengan metode pengobatan para dokter. Hal ini telah diakui oleh para pakar dan tokoh-tokoh kedokteran. [Ath-Thibbun Nabawi, ibnu qoyyim al-Jauziyah, hal.11-36]

Ibnul Qayyim berkata: “Pengobatan ala-Nabi tidak seperti layaknya pengobatan ahli medis (barat-red). Pengobatan ala-Nabi dapat diyakini dan bersifat pasti (qath’i), bernuansa ilahi, berasal dari wahyu dan misykat nubuwah serta kesempurnaan akal.”

Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah Rahimahullah berkata, “Berpalingnya manusia dari cara pengobatan nubuwwah seperti halnya berpalingnya mereka dari pengobatan dengan Al-Qur`an, yang merupakan obat bermanfaat.”

Dengan demikian, tidak sepantasnya seorang muslim menjadikan pengobatan nabawiyyah sekedar sebagai pengobatan alternatif. Tapi justru harus menjadikannya sebagai pengobatan pokok dan utama, karena kepastiannya datang dari Allah SWT lewat lisan Rasul-Nya Shallallaahu ‘alaihi wasallam.

Bekam (foto: ist/palontaraq)

Bekam di titik ummu mughits atau titik tengah kepala. (foto: ist/palontaraq)

Hadits tentang Bekam

Bekam itu sebaik–baiknya pengobatan: “Dari Humaid Ath Thawil ra, dari Annas bin Malik ra, Nabi Shallallahu alaihi wassalam bersabda, “Sesungguhnya Sebaik-baiknya Pengobatan  yang kalian lakukan adalah Berbekam”.  (HR. Tirmidzi)

“Dari Ashim bin Umar bin Qatadah Radhiyallahu Anhu, dia memberitahu bahwa Jabir bin Abdullah Radhiyallahu Anhu pernah menjenguk Al-muqni’  radhiyallahu anhu, dia bercerita, “Aku tidak sembuh sehingga aku berbekam, karena sesungguhnya aku mendengar Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda “Sesungguhnya Bekam didalamnya terkandung Kesembuhan” (HR. Ahmad, Bukhari, Muslim, Abu Ya’la, al-Hakim, al-baihaqi).

Sunnah Berbekam

Dari Ibnu Umar Radhiyallahu Anhu, Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah aku melewati satu dari langit-langit yang ada melainkan para malaikat mengatakan, “Hai Muhammad, Perintahkan umatmu untuk berbekam. Karena sebaik-baik sarana yang kalian pergunakan untuk berobat adalah bekam, al-kist, dan syuniz semacam tumbuh-tumbuhan’. [Kitab Kasyful Astaar ‘an Zawaa-idil Bazar, karya al-Haitsami, III/388]

Dari  Jabir bin ‘Abdillah ra, ia berkata, “Saya pernah mendengar Nabi SAW bersabda, “Aku tidak berjalan dihadapan sekelompok malaikat pun pada malam ketika aku diisra’kan, kecuali mereka berkata, “Wahai Muhammad, perintahkanlah ummatmu agar berbekam”. (Shahihul Jami’ : 5671) Hadits Shahih

Diriwayatkan Malih bin ‘Abdullah al-Khothmi, dari ayahnya yang berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Lima hal termasuk sunnah para Rasul yaitu, malu, pemaaf, bekam, siwak, dan memakai wewangian”. (HR. Thabrani dan Ibnu Jarir) Hadits Shahih.

Dari Ibnu Abbas ra, Nabi SAW bersabda, “Penyembuhan itu ada 3 macam; (1) Minum madu, (2) Berbekam, dan (3) kay dengan besi panas. Dan aku melarang umatku berobat dengan kay” (HR. Bukhari) Hadits Shahih.

Dari Humaid Ath Thawil ra, dari Annas bin Malik ra, Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya sebaik-baiknya pengobatan yang kalian lakukan adalah berbekam”. (HR. Tirmidzi) Hadits Shahih.

Rasulullah SAW bersabda, “Sebaik-baik Pengobatan yang kamu lakukan adalah Al Hijamah (Bekam)” (Seperti uyang diriwayatkan HR. Ahmad, Hadits Shahih. Rasulullah SAW juga bersabda, “Pengobatan yang paling ideal yang dilakukan manusia adalah Al Hijamah (Bekam)” seperti yang diriwayatkan HR. Muslim Hadits Shahih.

Dari  Ibnu Abbas ra, meriwayatkan Nabi SAW pernah bersabda, “Orang yang paling baik adalah seorang tukang bekam (Al hijamah) karena ia mengeluarkan darah kotor, meringankan otot yang kaku dan mempertajam pandangan mata terhadap orang yang dibekamnya” (HR. Tirmidzi) Hadits Shahih.

Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya pada bekam itu terkandung kesembuhan” (Kitab Mukhtahar Muslim, No 1480,   Shahihul jaami’, N0. 2128, dan silsilah Al-hadits ash-Shahihah No 864,  karya Imam al-Albani) Hadits Shahih.

Dari Ashim bin Umar bin Qatadah ra pernah meriwayatkan bahwa Jabir bin Abdullah ra pernah menjenguk Al-muqni’ ra, dia bercerita, “Aku tidak sembuh sehingga aku berbekam, karena sesungguhnya aku mendengar Rasulullah saw bersabda “sesungguhnya didalamnya terkandung kesembuhan” (HR. Ahmad, Bukhari, Muslim, Abu Ya’la, al-Hakim, al-baihaqi) Hadits Shahih.

Dari hadist Uqbah bin Amir ra, Rasulullah SAW bersabda, “Ada tiga hal yang jika pada suatu ada kesembuhan, maka kesembuhan itu ada pada sayatan alat bekam atau meminum madu atau membakar bagian yang sakit. Dan aku membenci pembakaran (sudutan api) dan tidak juga menyukainya” (HR. Ahmad dalam musnadnya) Hadits Shahih

Dari Anas bin Malik ra juga meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Kalian harus berbekam dan menggunakan al- Qusthul Bahri” (HR. Bukhari, Muslim, Ahmad dan An- Nasai dalam kitab As- Sunan Al- Kubrano. 7581) Hadits Shahih.

Dari Jabir al-Muqni RA, dia bercerita: “Aku tidak akan merasa sehat sehingga berbekam, karena sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda: ‘Sesungguhnya pada bekam itu terdapat kesembuhan’.” (Shahih Ibnu Hibban (III/440)) Hadits Shahih.

Dalam hadist lainnya Anas RA, juga meriwayatkan bahwa “Rasulullah SAW bersabda, “Jika terjadi panas memuncak, maka netralkanlah dengan bekam sehingga tidak terjadi hipertensi pada salah seorang diantara kalian yang akan membunuhnya’.” (diriwayatkan oleh al-Hakim dalam kitab al-Mustadrak, dari Anas RA yangdiakui pula oleh adz-Dzahabi (IV/212)) Hadits Shahih.

Abdullah bin Mas’ud RA juga meriwayatkan: “Rasulullah SAW pernah menyampaikan sebuah hadits tentang malam dimana beliau diperjalankan bahwa beliau tidak melewati sejumlah malaikat melainkan mereka semua menyuruh beliau SAW dengan mengatakan: ‘Perintahkanlah umatmu untuk berbekam’.” (Shahih Sunan at-Tirmidzi, Syaikh al-Albani (II/20), hasan gharib). Hadit Shahih.

Pada malam aku di-isra’kan, aku tidak melewati sekumpulan malaikat melainkan mereka berkata: “Wahai Muhammad suruhlah umatmu melakukan bekam.” (HR Sunan Abu Daud, Ibnu Majah, Shahih Jami’us Shaghir 2/731) Hadits Shahih.

Sementara itu Ibnu ‘Abbas RApun meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Tidaklah aku berjalan melewati segolongan malaikat pada malam aku diisra’kan, melainkan mereka semua mengatakan kepadaku: ‘Wahai Muhammad, engkau harus berbekam’.” (Shahih Sunan Ibnu Majah, Syaikh al-Albani (II/259) Hadit Shahih.

Ibnu Umar RA jugapernah meriwayatkan Rasulullah SAW bersabda: “Tidaklah aku melewati satu dari langit-langit yang ada melainkan para malaikat mengatakan: ‘Hai Muhammad, perintahkan ummatmu untuk berbekam, karena sebaik-baik sarana yang kalian pergunakan untuk berobat adalah bekam, al-kist, dan syuniz semacam tumbuh-tumbuhan’.” (Kitab Kasyful Astaar ‘an Zawaa-idil Bazar, karya al-Haitsami, III/388) Hadits Shahih.

Manfaat Berbekam

Thomas W. Anderson telah menulis sebuah buku berjudul 100 Diseases Treated by Cupping Methode. Beberapa penyakit yang dapat disembuhkan dengan terapi bekam adalah:
1. Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi)
2. Hiperuricemia (Gout/Pirai)
3. Hiperkolesterolemia
4. Stroke
5. Parkinson
6. Epilepsy
7. Migrain
8. Vertigo
9. Gagal ginjal
10. Penyakit Jantung
11. Varises
12. Wasir (hemoroid)
13.Bekam untuk kesuburan (fertilitas)
14. Bekam untuk kecantikan (Bekam Estetika), seperti: menghilangkan jerawat, komedo, vitiligo, menurunkan berat badan, dan lain-lain.
15. Semua keluhan sakit, seperti: rematik, ischialgia/sciatica, nyeri pinggang bawah, penyakit darah (leukemia, thalasemia), tinnitus, asma, alergi, penyakit sistim imun (SLE, HIV), infeksi (Hepatitis, elefantiasis), Glaukoma, Insomnia, enuresis/mengompol, mania, skizofren dan trans (gangguan sihir/jin), dan lain-lain.

“Dan kami turunkan dari Al-Qur`an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi 0rang-0rang yang beriman dan Al-Qur`an itu tidaklah menambah kepada 0rang-0rang yang zalim selain kerugian.” (Qs. Al-Isra` [17]: 82)

Bekam (foto: ist/palontaraq)

Bekam (foto: ist/palontaraq)

Dahsyatnya Terapi Bekam

Al-Qur‘an yang dijabarkan melalui sunnah merupakan mukjizat yang menjadi syifa‘ (penawar/obat) untuk jasmani dan rahmat untuk rohani. Semakin hari, semakin tampak kebenaran mukjizat Al-Quran dan Sunnah, diantaranya mukjizat agung itu adalah hijamah (bekam).

Dari Anas bin Malik, Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya cara pengobatan yang paling ideal yang kalian pergunakan adalah hijamah (bekam)” Inilah saatnya kita kembali kepada syari’at Allah dan Rasul-Nya. Amalkan dan buktikanlah kebenarannya. Arifin Ilham sudah membuktikan keampuhan cara pengobatan nabawi ini.

Wallahu ‘alam bish-shawab (*)

 

Like it? Share it!

Leave A Response