Titik Sunnah Bekam

Bekam adalah salah satu sunnah pengobatan Nabi. (foto: andiadil/palontaraq)

Bekam adalah salah satu sunnah pengobatan Nabi. (foto: andiadil/palontaraq)

Oleh:  Muhammad Farid Wajdi

SECARA bahasa, Bekam (Bahasa Arab: Hijamah; Bahasa Inggris: Cupping) adalah metode pengobatan dengan jalan membuang darah kotor (sel darah yang telah rusak ) dari dalam tubuh melalui permukaan kulit dengan sayatan pisau (bisturi) atau jarum steril.

Bekam merupakan salah satu “Thibbun Nabawi”, Sunnah Pengobatan Nabi, yang dianjurkan berdasarkan banyak riwayat hadits, salah satunya adalah hadist dari Ibnu Umar, r.a bahwa Rasulullah SAW, bersabda:

“Tidaklah aku melalui satu dari langit-langit yang ada melainkan Para Malaikat, mengatakan: “Hai Muhammad, perintahkan umatmu untuk berbekam. Karena sebaik-baik sarana yang kalian pergunakan untuk berobat adalah bekam, al-kist (cendana india) dan syuniz (jintan hitam)”.

Bekam terbukti bermanfaat dan efektif  mengobati berbagai macam penyakit. Dalam prakteknya, menggunakan cawan, kop, atau tabung kaca, diawali dengan pengekopan dan penghisapan (vakumisasi), sampai terbentuknya tekanan negatif didalam cawan atau kop.

Pembekaman mengakibatkan terjadinya drainase cairan tubuh berlebih (darah kotor) yang diikuti toksin, menghilangkan perlengketan (adhesi) jaringan ikat dan akan mengalirkan darah “bersih” ke permukaan kulit dan jaringan otot yang mengalami stagnasi.

Pembekaman juga pada akhirnya merangsang sistem syaraf perifer, menimbulkan efek analgetik, anti bengkak, mengusir patogen angin dingin maupun angin lembab, mengeluarkan racun, serta oxidant dalam tubuh.

Pada teknik bekam basah, setelah terjadi bendungan lokal, prosesnya dilanjutkan dengan penyayatan permukaan kulit memakai pisau bedah atau penusukan jarum bekam agar darah kotor bisa dikeluarkan.

Pengeluaran darah kotor atau darah yang berpotensi mengandung toksin akan membuat tubuh lebih segar dan sehat, selain terjadi perbaikan fungsi organ tubuh.

Organ tubuh yang terganggu fungsinya akan disembuhkan dengan cara perbaikan jaringan dan sel yang ada padanya sehingga bisa berfungsi dan sehat kembali.

Manfaat bekam lainnya ialah ikut menambah antibodi tubuh. Organ tubuh yang terinfeksi kuman penyakit dapat sembuh secara alami karena tubuh memproduksi zat antibodi yang bisa membunuh kuman penyakit yang merugikan.

Jika organ tubuh sudah bebas dari infeksi penyakit maka tubuh pun akan sehat lagi. Berikut ini beberapa titik bekam yang disukai dan disunnahkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, yaitu:

1. Bekam di Kepala  (Ummu Mughits)

Salah satu titik bekam yang pernah dilakukan Nabi adalah titik ummu mughits. Letaknya di kepala. Agak sedikit ke belakang dari ubun-ubun.

Salah satu manfaat bekam di kepala adalah untuk mengobati sihir. Termasuk kategori sihir adalah santet, teluh, ataupun ilmu-ilmu kanugaran yang melibatkan jin.

Pasien ruqyah yang diberi treatment terapi bekam kepala lebih cepat sembuh. Titik tersebut ibarat simpul yang harus dilepaskan. Dengan bekam simpul yang mengikat sihir terurai sehingga pengobatan dengan terapi ruqyah akan semakin mudah.

Titik bekam ummum mughits di kepala. (foto: haspar/palontaraq)

Titik bekam ummum mughits di kepala. (foto: haspar/palontaraq)

Manfaat besar yang bisa didapatkan dari bekam di kepala ialah untuk mengobati sakit kepala. Sakit kepala banyak macamnya. Ada yang sakit kepala di pagi hari, terasa berat dan pening, sulit konsentrasi disertai mengantuk.

Ada pula yang sakit di kepala bagian belakang, dan disertai dengan ketegangan pada bagian pundak dan bahu. Titik bekam di kepala merupakan salah satu titik untuk penyembuhan stroke, yang biasanya diawali hipertensi.

Sebagian besar penderita migrain bisa sembuh dengan terapi bekam. Apabila tidak mau dibekam di bagian ummu mughits, pembekaman dilakukan di bagian pelipis dan kening.

Untuk kasus penyembuhan migrain, biasanya perlu 2-3 kali terapi. Namun tidak sedikit pula yang sembuh hanya dengan sekali terapi.

Titik bekam di kepala (ummu mughits) juga dapat menyembuhkan parkinson, vertigo, jerawat, sakit gigi, mengobati masalah mata, hidung dan telinga, serta mencerdaskan otak dan meningkatkan daya ingat. Akan lebih efektif apabila setelah terapi bekam langsung istirahat. Pembekaman di kepala membuat tubuh sangat rileks. Sehingga sehabis bekam biasanya badan sangat segar.

2. Bekam di titik Dua Urat Leher (Akhda’aini)

Titik bekam ini berfungsi mencegah sakit kepala, mencegah sakit wajah, mencegah sakit telinga, mencegah sakit hidung, mencegah sakit tenggorokan, serta manfaat lainnya.

Bekam pada titik sunnah adalah seutama-utama Bekam. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Bekam pada titik sunnah adalah seutama-utama Bekam. (foto: mfaridwm/palontaraq)

3. Bekam di Titik Tengkuk (Kahil)

Titik bekam ini berfungsi mencegah tekanan darah pada tengkuk, mengatasi rabun, mengatasi benjolan di mata, mengatasi rasa berat pada alis dan mata, mengatasi penyakit mata lainnya, mengobati lepra,  serta manfaat lainnya.

Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim : “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pernah menggunakan hijamah (bekam) atas tiga bagian tubuh, bagian atas tulang belakang dan atas dua urat leher.”

4. Bekam pada Pelipis

Titik bekam ini berfungsi mengobati sakit kepala, mengobati sakit di wajah, mengobati sakit telinga, mengobati sakit hidung, mengobati sakit kerongkongan, serta manfaat lainnya.

5. Bekam pada Pundak  (Munkib)

Titik bekam ini berfungsi mengobati penyakit pundak, mengobati sakit di leher, serta manfaat lainnya. Diriwayatkan dalam shahih Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas r.a, Rasulullah SAW pernah  berbekam sebanyak tiga kali pada dua pelipis dan pundaknya.

6. Bekam di titik atas Pinggul  (Maq’idah)

Bekam diatas pinggul. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Bekam diatas pinggul. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Titik bekam ini berfungsi menghilangkan pegal-pegal, menghilangkan kelelahan, serta manfaat lainnya.

Dalam Sunan Abu Dawud disebutkan dari hadits Jabir bahwa Rasulullah SAW pernah berbekam di bagian atas pinggulnya karena sakit pegal-pegal yang dideritanya.

Bagian lain tubuh boleh dibekam sesuai tempat sakitnya selama bukan area yang dilarang untuk dibekam.

Wallahu ‘alam bish-shawab. (*)

Like it? Share it!

Leave A Response