Berwisata ke Pantai Parangtritis Yogyakarta

by Penulis Palontaraq | Rabu, Apr 24, 2019 | 121 views
Pantai Parang Tritis, Yogyakarta. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Pantai Parang Tritis, Yogyakarta. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Oleh:  Etta Adil

PANTAI Parangtritis adalah salah satu destinasi wisata pantai dan wisata budaya di Yogyakarta. Pantai ini melegenda bukan hanya karena keindahan dan debur ombaknya, tetapi juga karena selalu dikaitkan dengan mitos Nyi Roro Kidul, penguasa pantai selatan.

Ketika matahari sudah condong ke barat dan cuaca cerah, para pengunjung biasanya sudah berdatangan dari berbagai penjuru daerah, tak terkecuali dari luar propinsi. “It’s time to having fun,” kata pengunjung Parang Tritis saat mendengar deburan ombak keras dari arah pantai.

Meskipun pengunjung dilarang berenang, Pantai Parangtritis tidak kekurangan sarana untuk having fun. Di pinggir pantai ada persewaan motor ATV (All-terrain Vehicle), tarifnya sekitar Rp. 50.000 – 100.000 per setengah jam.

Lihat juga: Bagaimana Menulis Laporan Perjalanan?

Penulis di Pantai Parangtritis, Yogyakarta. (foto: ist/palontaraq)

Penulis di Pantai Parangtritis, Yogyakarta. (foto: ist/palontaraq)

Penulis di Pantai Parangtritis, Yogyakarta. (foto: ist/palontaraq)

Penulis di Pantai Parangtritis, Yogyakarta. (foto: ist/palontaraq)

Bagi pengunjung yang berjiwa petualang, umumnya mereka menjajal ATV sampai beberapa kali mondar mandiri di wilayah pantai. Caranya sangat mudah, masukkan persnelingnya lalu lepas kopling sambil menarik gas. Brrrrooom, brum,,brumm, motor segala medan beroda 4 ini akan melesat membawa Anda melintasi gundukan pasir pantai.

Lihat juga:  Wisata Sejarah ke Candi Borobudur

Pilihan lain adalah bendi. Menyusuri permukaan pasir yang mulus disapu ombak dengan kereta kuda beroda dua ini tak kalah menyenangkan. Bendi akan membawa kita ke ujung timur Pantai Parangtritis tempat gugusan karang yang indah. Wilayah pantai ini seringkali dijadikan spot pemotretan foto pre-wedding.

Pantai Parangtritis menawarkan kegembiraan bagi mereka yang berwisata bersama keluarga. Bermain layang-layang bersama si kecil juga tak kalah menyenangkan. Angin laut yang kencang sangat membantu layang-layang terbang tinggi.

Di sekitar wilayah pantai Parang Tritis tersedia puluhan losmen dan penginapan dengan harga terjangkau. Hal ini memang diperuntukkan bagi pengunjung Pantai Parang Tritis dari luar daerah dan ingin menghabiskan waktunya beberapa hari bercumbu dengan ombak deras dan angin laut pantai selatan.

Biasanya banyak pengunjung yang bertahan sampai sore, dan bahkan sampai larut malam. Menikmati senja sampai matahari benar-benar terbenam di ujung laut, view sunrise yang sangat indah. Bagi pencinta fotografi tentu tak akan melewatkannya. Seiring dengan itu, beberapa penjual jagung bakar akan menggelar tikar di pinggir pantai.

Lihat juga: Menengok Kedhaton Kesultanan Yogyakarta

Berkunjung ke Yogyakarta tanpa mengunjungi Pantai Parang Tritis, rasanya belum lengkap perjalanan itu. Ya, pantai yang dimitoskan dihuni NYi Roro Kidul ini telah menjadi salah satu ikon wisata Yogyakarta.

Pantai Parangtritis terletak di bagian ujung selatan Yogyakarta, tepatnya di Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul. Untuk menuju kesana, dari pusat kota Yogyakarta perlu waktu sekitar 1 jam atau lebih.

Pernah dengan tradisi labuhan di Yogyakarta? Nah, ritual budaya labuhan umumnya dilakukan di Pantai Parang Tritis ini, sebagai pantai yang punya daya tarik mistis dan terkait erat dengan keberadaan Nyi Roro Kidul, Ratu penguasa pantai selatan.

Lukisan Nyi Roro Kidul. (foto: ist/palontaraq)

Lukisan Nyi Roro Kidul. (foto: ist/palontaraq)

Lihat juga: Kompleks Candi Borobudur dan Lingkungan Simbolistik Sekitarnya

Untuk menuju pantai Parangtritis, kita bisa menggunakan angkutan umum jurusan Yogyakarta-Parang Tritis. Dengan kendaraan pribadi atau motor pun pantai ini mudah dijangkau. Jalannya landai dan jaraknya tidak terlalu jauh. Berbeda dengan lokasi pantai lain seperti di Kulonprogo atau Gunung Kidul yang agak jauh.

Dari sejarahnya, Parang Tritis adalah nama yang diberikan oleh Pertapa Dipokusumo, seorang pelarian dari Kerajaan Majapahit. Saat tiba di pantai yang sepi dan tenang, akhirnya memutuskan tempat itu untuk bersemedi dan didapatinya air menetes dari celah karang. Karena peristiwa itulah disebutnya Parang Tritis, berasal dari kata parang yang artinya karang dan tumaritis yang berarti menetes.

Pantai Parangtritis mempunyai ombak paling ganas di Yogyakarta. Itulah sebabnya pengunjung selalu diingatkan untuk tidak mandi di saat-saat tertentu dan di lokasi-lokasi tertentu pula. Ketinggian ombak bisa mencapai 5-7 meter, kadang meluber sampai ke tempat parkir.

Posisi Pantai Parang Tritis memang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia. Angin dari seberang daratan lain melaju, mendorong ombak tanpa hambatan sedikitpun. Dengan kecepatan tinggi ombak didorong angin tersebut menabrak daratan hingga ketinggian 5 meter lebih. Itulah sebabnya Pantai Parang Tritis juga dikenal paling banyak menelan korban tenggelam.

Lihat juga: Hemat Traveling ala Etta Adil

Meskipun ada Tim SAR yang stanby di wilayah pantai, ditambah adanya papan peringatan untuk berhati-hati saat bermain air di pantai Parangtritis, korban meninggal akibat tenggelam masih saja terjadi. Penyebabnya disebut Rip Current, yaitu arus balik ombak dengan kecepatan tinggi menuju ke laut lepas.

Disinilah keunikan Pantai Parangtritis, jika ada dua ombak yang datang menuju daratan dari dua arah berbeda, pertemuan dua arus kuat tersebut menimbulkan arus balik yang menuju ke tengah laut dengan kecepatan 80 km/jam lebih. Jadi, dampaknya pengunjung yang sementara mandi di laut akan terseret ke tengah dan tak berdaya untuk melawan.

Penasaran dengan keunikan Pantai Parangtritis Yogyakarta, yuk kunjungi dan rasakan kedahsyatan bermain dengan ganasnya ombak laut pantai selatan. (*)

Like it? Share it!

Leave A Response