Beranda Narasi Sejarah Riwayat Raja Bone (20): La Panaongi To Pawawoi

Riwayat Raja Bone (20): La Panaongi To Pawawoi

Tanjung Pallette, Bone. (foto: tribunnews)
Tanjung Pallette, Bone. (foto: tribunnews)

Oleh:  M. Farid W Makkulau

Tulisan Sebelumnya: Riwayat Raja Bone (19): La Pareppa To Sappewali

PALONTARAQ.ID – Raja Bone XIX, La Pareppa To Sappewali digantikan oleh saudaranya, La Panaongi To Pawawoi sebagai Arumpone (1721 – 1724). Dengan demikian telah tiga bersaudara dari istri La Patau Matanna Tikka, We Mariama Karaeng Patukangang yang menjadi Mangkau’ di Bone dan juga Datu di Soppeng.

Ketika menjadi Mangkau’ di Bone, La Panaongi To Pawawoi dikenal sebagai Arumpone yang peduli dan mencintai rakyatnya. La Panaongi kawin dengan We Sitti Hawang Daeng Masennang, anak dari To Ujama. Dari perkawinan itu, lahirlah La Page Arung Mampu yang juga sebagai Arung Malolo di Bone.

Dalam Lontaraq Akkarungeng ri Bone, disebutkan bahwa semasa kecil, La Panaongi dipelihara oleh neneknya yang bernama La Pariusi Daeng Manyampa Arung Mampu yang juga Arung Matowa Wajo (MatinroE ri Buluna). Dari neneknya, La Panaongi mewarisi Akkarungeng ri Mampu, Sijelling dan Amali yang dijabatnya sebelum diangkat sebagai Arung Mangkaue’ ri Bone.

Anak La Panaongi To Pawawoi dari isterinya We Sitti Hawang yang bernama La Page Arung Mampu Arung Malolo di Bone kawin dengan We Cenra Arung Bakung. Dari perkawinan itu lahirlah dua anak laki-laki, La Maddussila Arung Mampu dan La Pasampoi Arung Kading.

Letak Kabupaten Bone dalam Geografi Sulawesi Selatan (foto : ist/palontaraq)
Letak Kabupaten Bone dalam Geografi Sulawesi Selatan (foto : ist/palontaraq)

Dalam Lontaraq Akkarungeng ri Bone, disebutkan bahwa selanjutnya La Page Arung Mampu Arung Malolo di Bone kawin lagi dengan We Saloge Arung Weteng. Dari perkawinan itu lahirlah La Mappaware Arung Tompo’bulu, La Mappangara Arung Sinri To Marilaleng Bone Pawelaiye ri SessoE, We Masi Arung Weteng. We Masi kawin dengan To Tenri To Marilaleng Pawelaiye ri Kaluku Bodoe’. Dari perkawinannya itu, lahir dua anak laki-laki, yaitu La Mappaware Arung Tompo’bulu dan La Mappangara Arung Sinri yang juga Tomarilaleng Pawelaiye ri Sessoe’.

La Mappangara Arung Sinri, inilah yang melahirkan Haji Abdul Razak, seorang yang gemar belajar ilmu Islam dan untuk lebih memperdalam pengetahuan agamanya, Haji Abdul Razak berguru kepada seorang ulama’ tarekat Khalwatiah di Berru yang bernama Haji Kalula (Haji Muhammad Fadael). Kelak dialah yang menggantikan gurunya sebagai ulama’ besar (Anre Guru Lompo) dan setelah Haji Abdul Razak sendiri meninggal dunia, maka Anre Guru Lompo Tarekat Khalwatiyah beralih lagi kepada anaknya, Haji Abdullah.

Ketika Haji Muhammad Abdullah meninggal dunia pada tanggal 29 Mei 1967, digantikan lagi oleh anaknya yang bernama Haji Muhammad Saleh Daeng Situru. Kemudian digantikan oleh saudaranya yang bernama Haji Muhammad Amin Daeng Manaba. (Lontaraq Akkarungeng ri Bone).

sumber foto: SkyscraperCity
sumber foto: SkyscraperCity

Beralih kepada Tomarilaleng Pawelaiye ri Kaluku Bodoe’ yang bernama To Tenri, anak dari We Maisuri dengan suaminya Petta Tobala, Petta Pakkanyarange’ Jennang Bone.

Sementara We Maisuri adalah anak dari We Daompo dari suaminya La Uncu Arung Paijo. Sedangkan Tobala Petta Pakkanyarange’ adalah anak dari Ponggawa Dinrue’ ri Bone. We Daompo dengan Ponggawa Dinrue’ ri Bone bersaudara kandung, keduanya adalah anak dari Matinroe’ ri Bukaka.

Pada tahun 1724, disebutkan pula dalam Lontaraq bahwa La Panaongi meletakkan AkkarungengE ri Bone dan Soppeng, digantikan kembali oleh saudaranya dari Luwu, Batari Toja Daeng Talaga. Dengan demikian, Batari Toja Daeng Talaga menjadi Arumpone untuk kedua kalinya. (*)

 

Penulis Palontaraqhttps://palontaraq.id/
M. Farid W Makkulau, pemerhati budaya dan penikmat sejarah. Kerap kali menggunakan nama pena Etta Adil saat menulis reportase, karya fiksi dan laporan perjalanan. Pernah menggeluti 10 tahun dunia jurnalistik, sebelum memutuskan mengisolasi diri di lingkungan sekolah islam sebagai seorang guru Selengkapnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

HIGHLIGHT

Kantin Putri IMMIM dinyatakan sebagai Kantin Sehat

  Laporan: Nurhudayah Lihat pula: Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel kunjungi Hotspot Center Putri IMMIM PALONTARAQ.ID - Satu lagi prestasi yang ditorehkan Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM...

Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel kunjungi Hotspot Center Putri IMMIM

  Lihat pula: Ketua TP PKK Sulsel kunjungi Ponpes Modern Putri IMMIM Laporan: Nurhudayah PALONTARAQ.ID - Dalam kunjungannya ke Kampus Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep,...

Santri Putri IMMIM Ikuti Program Pesantren Sehat

  Laporan: Nurhudayah PALONTARAQ.ID - Sebanyak 20-an santriwati didampingi Guru/Pembina Pondok Pesantren Modern (PPM) Putri IMMIM dari perwakilan berbagai tingkatan, Rabu kemarin (18/11/2020) mengikuti dengan hikmat...

Ketua TP PKK Sulsel Kunjungi Ponpes Putri IMMIM

  Laporan: Nurhudayah PALONTARAQ.ID - Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan Lies F Nurdin secara mendadak melakukan kunjungan silaturrahim ke Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Putri...