Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Scroll to Top

Palontaraq

Bertindak Lokal Berpikir Global

Situs Makam Megalitik Sumpang Ralla yang disebut Tampung Lebba di Tanete Riaja, Barru. (foto: mfaridwm/palontaraq) Salah satu peninggalan sejarah budaya yang ada di Kabupaten Barru Propinsi Sulawesi Selatan adalah situs Makam Megalitik Sumpang Ralla, yang berada di Kecamatan Tanete Riaja. Tak banyak informasi kesejarahan yang disediakan untuk diakses pengunjung khususnya...

The stretch of rice fields on Bontoa, Maros. (foto: mfaridwm/palontaraq) Pengantar:  Tulisan dengan judul asli “Bontoa dalam Tinjauan Sejarah” ini ditulis oleh M. Farid W Makkulau dengan nama Akun Etta Adil di Social Blog Kompasiana (Sementara Tulisan di Kompasiana tersebut telah dihapus) .  Karena banyaknya pegiat social media dan blogger yang mengcopas...

One corner of Pangkep City today, strategic economic area in palampang-pangkajene. (foto: ist/palontaraq) The Kingdom of Siang In the second period, in line with the more distant shoreline due to the deposition of river of “Siang” as the main access into the city, and the move to a Gowa Malay merchant colony on the west coast, even up to Suppa and Sidenreng in the...

Bola Soba Petta Punggawae, Watampone, Bone. (foto: mfaridwm/palontaraq) — BAGIAN PERTAMA DARI DUA TULISAN — DALAM Sejarah Sulawesi Selatan, dikenal tiga kerajaan besar, yaitu Luwu, Gowa, dan Bone. Ketiga kerajaan ini memiliki sebutan atau gelaran yang berbeda untuk Rajanya. Gelar Raja Luwu adalah Datu Mappanjunge’ ri Luwu, artinya Raja yang berpayung di Luwu atau...

Lapangan-Merdeka_(sumber foto: tribunnews_mksr) Tulisan Sebelumnya: Riwayat Raja Bone (30): We Fatimah Banri Gau’ La Pawawoi Karaeng Sigeri menggantikan saudaranya MatinroE ri Bolampare’na menjadi Arung Mangkaue’ ri Bone saat usianya sudah tua tetapi karena memiliki hubungan baik dengan Kompeni Belanda, sehingga dirinya yang ditunjuk menjadi Arumpone. Dalam Lontaraq...

Tanjung Pallette, Bone. (foto: tribunnews) Tulisan Sebelumnya: Riwayat Raja Bone (29): Singkerru Rukka Arung Palakka We Fatimah Banri Gau (1871-1895) adalah Arumpone yang naik takhta menggantikan ayahnya, Singkerru Rukka. Sebelum menjadi Arung Mangkaue’ ri Bone, ia sebelumnya adalah Arung Palakka, Arung Timurung dan Datu Citta. Dalam suatu khutbah Jum’at, namanya disebut...

sumber: bone.go.id Tulisan Sebelumnya: Riwayat Raja Bone (28):We Tenriawaru Pancaitana Besse Kajuara SEBELUM diangkat menjadi Arumpone, Singkeru’ Rukka Arung Palakka (1860-1871) pernah juga menjadi Arung Bulobulo. Raja Bone ini diangkat hanya semata-mata keinginan Kompeni Belanda dan bukan atas kesepakatan Dewan Hadat Tujuh Bone. Dia diserahkan akkarungeng di Bone oleh...

Letak Kabupaten Bone dalam Geografi Sulawesi Selatan (foto : ist/palontaraq) Tulisan Sebelumnya: Riwayat Raja Bone (27): La Parenrengi Arung Ugi WE  Tenriawaru Pancai’tana Besse Kajuara (1857-1860) menggantikan suaminya La Parenrengi menjadi Mangkaue’ ri Bone. Dalam suatu khutbah Jum’at namanya disebut sebagai Sultanah Imalahuddin. Tenriawaru Pancai’tana Besse...

Bola Soba Petta Punggawae, Watampone, Bone. (foto: mfaridwm/palontaraq) Tulisan Sebelumnya: Riwayat Raja Bone (26): La Mappaseling Arung Pannyili Riwayat Raja Bone (La Parenrengi Arung Lompu (1845 – 1857) menggantikan pamannya La Mappaseling Arung Panynyili sebagai Mangkaue’ ri Bone. La Parenrengi adalah anak dari La Mappaewa Arung Lompu To Malompo ri Bone saudara...

Tanjung Pallette, Bone. (foto: tribunnews) Tulisan Sebelumnya: Riwayat Raja Bone (25): I Manneng Arung Data Riwayat Raja Bone (24): La Mappasessu To Appatunru La Mappaseling Arung Panynyili (1835-1845) menggantikan saudaranya I Manneng Arung Data MatinroE ri Kessi menjadi Mangkau’ di Bone. Lontaraq Akkarungeng ri Bone menyebutkan bahwa Arumpone ini dalam suatu khutbah...