BerandaUncategorizedBisakah Meramadankan Hidup?

Bisakah Meramadankan Hidup?

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

Related Post: Ciri dan Karakteristik Pribadi Muslim/Muslimah Sejati

PALONTARAQ.ID – Ramadhan kembali menyapa kita semua. Umat Muslim bergembira dan menyambutnya dengan penuh suka cita. Ramadhan menjanjikan banyak kebaikan, keberkahan, pahala yang dilipatgandakan, serta ampunan dari Allah SWT. Bisakah kita meramadankan hidup kita sepanjang tahun, tak hanya di Bulan Ramadhan?

Untuk pertanyaan diatas, penulis teringat akan suatu kegiatan bedah buku yang berjudul “Ramadankan Hidupmu”, yang mana diselenggarakan via Zoom Meeting oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa Sekolah Tinggi Islam dan Bahasa Arab (DEMA STIBA) Makassar pada tanggal 27 Sya’ban 1442 H/10 April 2021 M. Pertanyaan diatas kembali menggelitik penulis, “Bisakah Meramadankan hidup, tak hanya ketika bersua di bulan yang suci ini?”

Ya, Ramadhan adalah bulan perjuangan, juga bulan tarbiyah. Tak ada kebaikan, keberkahan, dan pahala yang dilipatgandakan tanpa perjuangan. Kebaikan itu harus diperjuangkan, sebagaimana keberkahan hidup juga tak akan didapatkan tanpa perjuangan. Perjuangan yang dimaksud disini adalah perjuangan untuk tetap berada di jalannya, istiqamah di atas titiannya, konsisten menjalankan perintah dan larangan Allah, serta ikhlas pada setiap takdir dan langkah penghambaan kepada-NYA.

Hidup kita akan dipenuhi Keberkahan seperti layaknya terus berada di Bulan Ramadhan, hanya jika kita berhasil mendidik diri, mentarbiyah pribadi kita untuk berjalan, berlari, dan meniti jalan ketaqwaan itu dengan benar. Bagaimana caranya? Pelajarilah terlebih dahulu bagaimana mendulang pahala di Bulan Ramadhan, Hal-hal yang harus diperhatikan ketika menunaikan ibadah puasa, serta pelajari pula bagaimana tips-tips agar Ramadhan lebih bermakna.

Buku “Ramadankan Hidupmu” yang ditulis oleh Dosen STIBA Makassar, Ustadz Sukimin Subu, Lc.,M.Ag dan Armida, Lc ini menyuguhkan secara sistematis syariat dan hakikat berpuasa. Mulai dari menjelaskan Pengertian, Hukum dan Keutamaan Berpuasa serta Hukum-hukum Berpuasa secara lebih lugas. Nah, pada bagian ketiga, baru kemudian pembaca disuguhkan uraian tentang Bagaimana Mendulang Pahala di Bulan Ramadhan, yang bisa direbut melalui berbagai aktivitas, seperti: Bersedekah, Qiyamullail, Memperbanyak Tadarrus Al-Qur’an, I’tikaf, Umroh, Berburu Lailatul Qadr, atau dengan cara yang lebih sederhana: Memperbanyak Do’a, Dzikir dan Istighfar.

Apa saja Hal-hal yang perlu diperhatikan saat Berpuasa? Penulis menguraikannya, diantaranya yang dapat dilakukan adalah: Menjaga Mata, Menjaga Lidah, Menjaga Telinga. Nah, bayangkan pembaca sekalian, jika hal ini dilakukan tidak hanya di dalam Bulan Ramadhan, maka akan benar-benar dahsyat amalan kita sebagai seorang muslim yang berusaha istiqamah diatas jalan ketaqwaan.

Banyak hal tentunya yang perlu dipelajari dan dipahami terkait Syariat Berpuasa, dan juga Fatwa-fatwa Ulama seputar Puasa, semuanya tak lupa penulis buku ini mengetengahkannya di hadapan pembaca. Kesemuanya tentu dalam kerangka menjadikan Ramadhan kita adalah Tarbiyah bagi diri kita pribadi dan bagi semua muslim yang ikut membentuk lingkungan kita. Ya, Ramadhan adalah bulan tarbiyah, bulan tempatnya menempa ketaqwaan dan membuatnya tetap berada diatas jalan yang benar, dan tentu untuk membuat Ramadhan kita lebih bermakna.

Penasaran buku ini? Silakan menghubungi DEMA STIBA Makassar. Semoga kita semua memiliki semangat yang sama untuk meramadankan hidup kita, tak hanya di Bulan Ramadhan, tapi juga di luar Bulan Ramadhan.

Bisakah Meramadankan hidup? Bisa dan asalkan kita memiliki tekad untuk naik level ketaqwaan, Insya Allah. Meramadankan hidup kita butuhkan agar hidup kita tertarbiyah dan lebih bermakna. Barakallahu fiikum. (*)

 

(* Muhammad Farid Wajdi, Guru/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

HIGHLIGHT