BerandaUncategorizedAir Nabeez: Tradisi Sunnah yang Menyehatkan untuk Sahur dan Berbuka

Air Nabeez: Tradisi Sunnah yang Menyehatkan untuk Sahur dan Berbuka

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

Related Post: Mengenal Air Nabeez dan Manfaatnya

PALONTARAQ.ID – Di tengah maraknya tren infused water modern yang menggunakan irisan lemon atau timun, umat Islam sebenarnya telah memiliki tradisi serupa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW lebih dari 14 abad yang lalu. Tradisi tersebut dikenal dengan nama Air Nabeez.

Sunnah Nabi ini dalam Masyarakat Bugis Makassar juga menjadi tradisi tersendiri jika mereka memiliki keluarga yang baru pulang dari umrah dan mendapatkan oleh-oleh Kurma dari Tanah Suci. Maka sebagian kurma itu disisihkan untuk membuat Air Nabeez yang menyehatkan.

Ya, Air Nabeez bukan sekadar minuman penghilang dahaga, melainkan salah satu bentuk pengamalan sunnah yang menyimpan segudang manfaat bagi kesehatan, terutama saat menjalankan ibadah puasa dalam Bulan Ramadan.

Apa Itu Air Nabeez?

Secara harfiah, “Nabeez” dalam bahasa Arab merujuk pada minuman yang dihasilkan dari perendaman bahan tertentu (biasanya buah-buahan) di dalam air untuk mengekstrak sari pati dan nutrisinya. Dalam konteks sunnah, Air Nabeez adalah air rendaman buah kurma atau kismis yang dibiarkan selama semalam (sekitar 8–12 jam) dalam wadah tertutup.

Proses perendaman ini disebut sebagai alkalisasi alami. Air yang semula netral berubah menjadi air alkali yang sangat baik untuk menyeimbangkan tingkat keasaman (pH) dalam tubuh, terutama setelah seharian perut dalam keadaan kosong.

Landasan Sunnah dan Referensi Hadits

Praktik meminum Air Nabeez memiliki landasan yang kuat dalam literatur hadits shahih. Rasulullah SAW sering mengonsumsi minuman ini dan menyarankan para sahabat untuk melakukan hal yang sama.

Dari Aisyah RA, ia berkata: “Kami biasa membuat perasan (air rendaman) bagi Rasulullah SAW di dalam wadah minum yang diikat bagian atasnya. Kami membuatnya di pagi hari dan beliau meminumnya di sore hari. Atau kami membuatnya di sore hari, lalu beliau meminumnya di pagi hari.” (HR. Muslim No. 2004).

Dalam Hadits Riwayat Abu Daud juga diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW merendam kurma di pagi hari dan meminumnya di malam hari, atau merendamnya di malam hari dan meminumnya di pagi hari. Namun, beliau tidak meminumnya jika sudah lebih dari tiga hari karena dikhawatirkan telah terjadi proses fermentasi yang menghasilkan alkohol (khamr).

Air Nabeez harus segera dihabiskan dalam kurun waktu 2-3 hari (jika disimpan di kulkas). Jika air sudah mulai berbusa, berbau tajam, atau rasanya berubah menjadi asam/tajam, maka air tersebut sudah menjadi khamr (arak) dan haram untuk diminum.

Lihat pula: Muslim dianjurkan Konsumsi Ini: Madu, Air Zamzam, dan Kurma

Khasiat Air Nabeez untuk Kesehatan

Mengapa Air Nabeez sangat dianjurkan, terutama saat sahur? Ya, Air Nabeez adalah Sumber Energi Cadangan yang Stabil. Kurma mengandung gula alami seperti glukosa, fruktosa, dan sukrosa. Saat direndam, gula-gula ini larut ke dalam air. Meminumnya saat sahur memberikan suplai energi instan namun bertahan lama (sustained energy), sehingga Anda tidak cepat merasa lemas di siang hari.

Air Nabeez juga Menjaga Keseimbangan pH Tubuh (Alkali). Tubuh manusia cenderung bersifat asam saat merasa lapar atau stres. Air Nabeez bersifat alkali yang membantu membuang kelebihan asam pada lambung dan sistem pencernaan. Ini sangat membantu bagi penderita maag atau asam lambung selama berpuasa.

Selain itu, Air Nabeez efektif untuk Detoksifikasi Sistem Pencernaan. Kandungan serat larut dari kurma yang berpindah ke air membantu merangsang pergerakan usus. Minuman ini berfungsi sebagai “pembersih” alami bagi usus besar, membuang sisa-sisa racun dari makanan yang kita konsumsi sebelumnya.

Air Nabeez juga kaya akan Kalium dan Mineral. Kurma sangat kaya akan kalium (potasium), yang penting untuk menjaga keseimbangan elektrolit dan kesehatan jantung. Meminum air ini saat sahur membantu mencegah dehidrasi dan menjaga tekanan darah tetap stabil selama beraktivitas.

Banyak orang mengalami sembelit saat puasa karena kurangnya asupan serat dan air. Air Nabeez bertindak sebagai pencahar ringan yang alami, memastikan sistem pembuangan tetap lancar meski pola makan berubah.

Cara Membuat Air Nabeez yang Benar

Membuat Air Nabeez sangatlah mudah. Namun, ada beberapa aturan main agar manfaatnya maksimal dan tetap sesuai dengan syariat.

Bahan-bahan:

  • Kurma. Gunakan jumlah ganjil (3, 5, atau 7 butir) sesuai sunnah. Jenis kurma apa saja bisa digunakan (Ajwa, Sukari, Medjool, dll).

  • Air. Sekitar 250–500 ml air putih (matang atau air mineral).

  • Wadah. Gunakan Wadah plastik bertutup atau botol kaca.

Cara Membuat:

  1. Ambil beberapa butir kurma (disarankan jumlah ganjil).

  2. Buang bijinya, lalu belah atau suwir-suwir daging kurmanya agar sari patinya lebih mudah keluar.

  3. Masukkan ke dalam wadah atau botol.

  4. Tuangkan air matang ke dalamnya.

  5. Tutup rapat wadah tersebut.

  6. Diamkan selama 8-12 jam. Anda bisa meletakkannya di suhu ruang atau di dalam lemari es (agar lebih segar).

  7. Setelah waktu perendaman cukup, air siap diminum. Daging kurma yang sudah lunak pun sangat enak untuk dimakan langsung.

Tips: Jika mau meminumnya saat sahur, buatlah Air Nabeez setelah salat Isya atau sebelum tidur (sekitar jam 8 atau 9 malam). Maka, saat waktu sahur tiba (sekitar jam 4 pagi), air tersebut sudah terinfusi dengan sempurna.

Pantangan dalam Membuat Air Nabeez

Ada satu aturan penting dari Rasulullah SAW dalam membuat Nabeez, yaitu larangan mencampur (ikhtilath). Jangan mencampur kurma dan kismis dalam satu wadah yang sama untuk direndam secara bersamaan. Rasulullah SAW melarang hal ini karena pencampuran dua jenis buah kering tersebut dapat mempercepat proses fermentasi menjadi alkohol jauh lebih cepat daripada jika direndam secara terpisah. Jika ingin membuat Nabeez kismis, buatlah di wadah yang berbeda.

Tabel Perbandingan: Air Putih Biasa vs Air Nabeez

Fitur Air Putih Biasa Air Nabeez (Infused Kurma)
Kandungan Gula Nol Alami (Fruktosa/Glukosa)
Sifat Kimia Netral Alkali (Basa)
Energi Menghidrasi saja Menghidrasi + Memberi Energi
Efek Pencernaan Biasa Detoksifikasi & Pelancar
Nilai Ibadah Umum Sunnah Rasulullah SAW

Mengapa Harus Jumlah Ganjil? Meskipun secara medis manfaat kurma tidak hilang jika dimakan dalam jumlah genap, mengikuti anjuran jumlah ganjil (1, 3, 5, 7) adalah bentuk ittiba’ (mengikuti) sunnah Nabi. Dalam sains modern, beberapa penelitian kecil menunjukkan bahwa metabolisme gula dalam kurma pada tubuh manusia bereaksi berbeda berdasarkan jumlah yang dikonsumsi, namun bagi seorang Muslim, alasan utamanya adalah kecintaan kepada Allah yang menyukai hal-hal yang ganjil (Witr).

Jadi, Air Nabeez adalah bukti betapa indahnya ajaran Islam yang sangat memperhatikan kesehatan fisik pemeluknya. Hanya dengan langkah sederhana merendam kurma di malam hari, kita mendapatkan dua keuntungan sekaligus: pahala menjalankan sunnah dan tubuh yang tetap bugar selama menjalankan ibadah puasa. Mari kita hidupkan kembali kebiasaan sehat ini. Mulailah malam ini dengan menyiapkan segelas Air Nabeez untuk sahur esok hari.. (*)

 

(* Muhammad Farid Wajdi, Guru/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep, Sulsel.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

HIGHLIGHT