Oleh: Etta Adil
Related Post: Mau Studi Wisata Sejarah Makassar, Baca Dulu ini!
PALONTARAQ.ID – Makassar bukan hanya nama suatu suku di Sulawesi Selatan, tapi nama bagi ibukota Sulawesi Selatan, yang dahulunya sempat bernama Ujungpandang atau Jumpandang (1971-1999), lalu dikembalikan nama kebesarannya seperti semula: Makassar.
Kota Makassar terletak di pesisir barat daya pulau Sulawesi, menghadap Selat Makassar. Sebagian besar penduduknya adalah Suku Makassar atau Tu Mangkasaraʼ dan Suku Bugis atau To Ugi’. Menurut Bappenas RI, Kota Makassar adalah salah satu dari pusat pertumbuhan utama di Indonesia, bersama kota besar lainnya, seperti Jakarta, Medan, Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Bandung, dan kota besar lainnya di Indonesia.
Dengan luas wilayah 175,77 km² dan jumlah penduduk lebih dari 1,4 juta jiwa, Kota Makassar berada di urutan ketujuh kota terbesar di Indonesia. Menyebut Makassar sebagai suatu bekas kerajaan, orang Sulawesi Selatan mengenangnya sebagai kerajaan maritim terbesar yang pernah ada di Nusantara, sejak masa pemerintahan Raja Makassar, Karaeng Tumapakrisika Kallonna (1510-1546).
Pada abad ke-16 hingga abad ke-17, Makassar menjadi pusat perdagangan yang dominan di Indonesia Timur, sekaligus menjadi salah satu kota terbesar di Asia Tenggara. Raja-raja Makassar menerapkan kebijakan perdagangan bebas yang ketat, di mana seluruh pengunjung ke Makassar berhak melakukan perniagaan di sana dan menolak upaya VOC (Belanda) untuk memperoleh hak monopoli perdagangan di wilayah kekuasaan Kerajaan Makassar.
Dari jejak kehebatan Sejarah Kerajaan Makassar tersebut dan perjalanan panjangnya berebut dominasi setelah datangnya kompeni Belanda, Kota Makassar di kekinian menjadi sumber inspirasi dan belajar dari sejarah, dari situs-situs sejarah budaya yang ada di Kota Makassar dan sekitarnya.
Berikut ini 15 Spot Wisata Sejarah dan Budaya di Kota Makassar:
- Fort Rotterdam. Orang Makasar biasa menyebutnya dengan Benteng Pannyua. Umur benteng ini sudah mencapai ratusan tahun, namun masih berdiri kokoh. Beralamat di Jalan Ujung Pandang, Bulo Gading, Makasar, museum ini memiliki beberapa gedung, dengan desain bergaya Eropa. Setiap gedung memiliki fungsi yang berbeda-beda pada zamaannya. Ada bangunan gudang penyimpanan senjata, gereja, sampai ruang tawanan yang ditahan. Selengkapnya lihat disini: Explore the History of Makassar in Fort Rotterdam, Menelusuri Sejarah Makassar di Fort Rotterdam

2. Museum La Galigo. Museum ini berada dalam Kompleks Fort Rotterdam. Pengunjung perlu membayar tiket masuk sebesar Rp 10.000 per orang untuk bisa belajar sejarah dari museum yang buka dari pukul 06.00-18.00 WITA. Selengkapnya lihat disini: Mengenal Mushaf Koleksi Museum La Galigo

3. Museum Kota Makassar. Selengkapnya lihat disini: Menengok Koleksi Museum Kota Makassar

4. Masjid Amirul Mukminin, Losari. Selengkapnya lihat disini: Jika berada di Losari, Shalatlah di Masjid Amirul Mukminin

5. Masjid 99 Kubah. Selengkapnya lihat disini: Masjid 99 kubah, Ikon baru Kota Makassar

6. Pantai/Tanjung Losari

7. Pulau Kayangan Makassar. Pulau kecil ini terletak di seberang Kota Makassar, hanya berjarak sekitar 0,9 km menggunakan perahu. Seperti namanya, saat liburan ke tempat ini, Anda dapat merasakan sensasi yang nyaman seperti sedang berada di kayangan. Selain pemandangan yang elok, pulau ini ternyata juga sudah didukung fasilitas penginapan meskipun jumlahnya masih terbatas.
Dengan luas pulau hanya sekitar 1 hektar, Pulau Kayangan nyatanya menawarkan apa yang dibutuhkan sebuah tempat wisata. Disini dapat disaksikan panorama laut lepas di sisi barat. Sementara, di bagian timur, Anda akan disuguhi lautan yang menghadap langsung Kota Makassar dan pelabuhan.
Pasir putihnya yang lembut dengan airnya yang jernih akan menggoda untuk melakukan aktivitas di pantai, dari bermain air hingga hanya memandang keindahan pinggir pantai. Bagi penyuka diving atau snorkeling, juga bisa dilakukan di pulau eksotis ini. Pemandangan bawah lautnya, dengan terumbu dan biota laut yang melimpah, akan menjadi salah satu pemandangan yang eksotis dan tak terlupakan.

8. Pulau Lae-lae Makassar

9. Pulau Samalona. Pulau ini merupakan kawasan obyek wisata yang memiliki pantai pasir putih dan keindahan pemandangan bawah laut, berada dalam wilayah Kecamatan Mariso, Kota Makassar.
Pulau Samalona hanya berluas 2 hektar, namun daya tarik yang mempesona adalah gugusan terumbu karang yang indah, air lautnya biru jernih, dan terkenal keindahan bawah lautnya. Perairan bawah laut sekitar pulau Samalona juga menyimpan peninggalan kapal Perang Dunia kedua, setidaknya ada 7 kapal perang tenggelam di sekitar pulau di kedalaman 30 m. Ada Kapal Maru Jepang, Kapal Lancaster Bomber, dan yang lainnya.
Waktu terbaik mengunjungi Pulau Samalona adalah pada saat musim kemarau. Fasilitas di Pulau Samalona, seperti penginapan, kamar bilas, kedai, dan penyewaan perlengkapan diving dan snorkeling hingga pemandu. Wisatawan juga dapat menyantap ikan atau kepiting bakar yang dijual oleh penduduk lokal yang akan melengkapi pengalaman perjalanan wisata.
Untuk ke Pulau Samalona yang hanya berjarak 2 km dari Kota Makassar, dapat ditempuh dengan menaiki perahu motor dari dermaga kecil dekat Pantai Losari sekitar 30 menit. Ada dua sifat penyewaan perahu motor, yakni yang bersifat pribadi dan umum. Biaya sewa perahu pribadi menuju Pulau Samalona berkisar Rp 500.000, ,sedang perahu yang bersifat umum adalah wisatawan akan bergabung ke penumpang lain dengan jadwalnya sudah ditentukan.

10. Pulau Kodingareng (Keke dan Lompo)


11. Pulau Barrang (Caddi dan Lompo)


12. Pantai Akkarena

13. Pulau Lanjukang

14. Pulau Langkai Makassar

15. Masjid al-Markaz al-Islami

16. Monumen Mandala Pembebasan Irian Barat

17. Kompleks Makam Raja-raja Tallo. Selengkapnya lihat disini: Sekilas tentang Kerajaan Tallo

18. Museum Angkatan Laut Lantamal VI Makassar (Naval Museum). Selengkapnya lihat disini: Danlantamal VI Resmikan Naval Museum Lantamal VI

19. Monumen Korban 40.000 Jiwa

20. Taman Maccini Sombala Makassar

21. Pantai Tanjung Bayang Makassar

22. Pantai dan Stadion Barombong Makassar

23. Kawasan Ekowisata Mangrove Lantebung

24. Kawasan Wisata Konservasi Alam Desa Lakkang

25. Vihara Ibu Agung Bahari. Selengkapnya lihat disini: Ada Apa di Vihara Ibu Agung Bahari?

26. Masjid Muhammad Cheng Ho. Selengkapnya lihat disini: Masjid Cheng Ho jadi Ikon Muslim Tionghoa Makassar

27. Bugis Waterpark, Kota Makassar

28. Pelabuhan Paotere Makassar

29. Taman Macan, Makassar

30. Kampung Popsa, Makassar

Spot wisata alam dan sejarah budaya di Kota Makassar sangatlah banyak. Siapa saja yang memiliki jiwa petualang dan mendambakan pesona keindahan yang tak biasa, silakan berwisata ke Kota Makassar.
Selamat traveling, salamaki tapada salama’. (*)
(* Etta Adil, a traveler, penikmat wisata alam, sejarah dan budaya Sulawesi Selatan.



[…] 30 Spot Wisata Alam, Sejarah dan Budaya di Kota Makassar […]