BerandaTraveling30 Spot Wisata Alam, Sejarah dan Budaya di Kota Makassar

30 Spot Wisata Alam, Sejarah dan Budaya di Kota Makassar

Oleh: Etta Adil 

Related Post: Mau Studi Wisata Sejarah Makassar, Baca Dulu ini!

PALONTARAQ.ID – Makassar bukan hanya nama suatu suku di Sulawesi Selatan, tapi nama bagi ibukota Sulawesi Selatan, yang dahulunya sempat bernama Ujungpandang atau Jumpandang (1971-1999), lalu dikembalikan nama kebesarannya seperti semula: Makassar.

Kota Makassar terletak di pesisir barat daya pulau Sulawesi, menghadap Selat Makassar. Sebagian besar penduduknya adalah Suku Makassar atau Tu Mangkasaraʼ dan Suku Bugis atau To Ugi’. Menurut Bappenas RI, Kota Makassar adalah salah satu dari pusat pertumbuhan utama di Indonesia, bersama kota besar lainnya, seperti Jakarta, Medan, Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Bandung, dan kota besar lainnya di Indonesia.

Dengan luas wilayah 175,77 km² dan jumlah penduduk lebih dari 1,4 juta jiwa, Kota Makassar berada di urutan ketujuh kota terbesar di Indonesia. Menyebut Makassar sebagai suatu bekas kerajaan, orang Sulawesi Selatan mengenangnya sebagai kerajaan maritim terbesar yang pernah ada di Nusantara, sejak masa pemerintahan Raja Makassar, Karaeng Tumapakrisika Kallonna (1510-1546).

Pada abad ke-16 hingga abad ke-17, Makassar menjadi pusat perdagangan yang dominan di Indonesia Timur, sekaligus menjadi salah satu kota terbesar di Asia Tenggara. Raja-raja Makassar menerapkan kebijakan perdagangan bebas yang ketat, di mana seluruh pengunjung ke Makassar berhak melakukan perniagaan di sana dan menolak upaya VOC (Belanda) untuk memperoleh hak monopoli perdagangan di wilayah kekuasaan Kerajaan Makassar.

Dari jejak kehebatan Sejarah Kerajaan Makassar tersebut dan perjalanan panjangnya berebut dominasi setelah datangnya kompeni Belanda, Kota Makassar di kekinian menjadi sumber inspirasi dan belajar dari sejarah, dari situs-situs sejarah budaya yang ada di Kota Makassar dan sekitarnya.

Berikut ini 15 Spot Wisata Sejarah dan Budaya di Kota Makassar:

  1. Fort Rotterdam. Orang Makasar biasa menyebutnya dengan Benteng Pannyua. Umur benteng ini sudah mencapai ratusan tahun, namun masih berdiri kokoh. Beralamat di Jalan Ujung Pandang, Bulo Gading, Makasar, museum ini memiliki beberapa gedung, dengan desain bergaya Eropa. Setiap gedung memiliki fungsi yang berbeda-beda pada zamaannya. Ada bangunan gudang penyimpanan senjata, gereja, sampai ruang tawanan yang ditahan. Selengkapnya lihat disini: Explore the History of Makassar in Fort Rotterdam, Menelusuri Sejarah Makassar di Fort Rotterdam
Wisata Sejarah ke Fort Rotterdam
Wisata Sejarah ke Fort Rotterdam

2. Museum La Galigo. Museum ini berada dalam Kompleks Fort Rotterdam. Pengunjung perlu membayar tiket masuk sebesar Rp 10.000 per orang untuk bisa belajar sejarah dari museum yang buka dari pukul 06.00-18.00 WITA. Selengkapnya lihat disini: Mengenal Mushaf Koleksi Museum La Galigo 

Museum La Galigo dalam Kompleks Fort Rotterdam. (foto: mfaridwm/palontaraq)
Museum La Galigo dalam Kompleks Fort Rotterdam. (foto: mfaridwm/palontaraq)

3. Museum Kota Makassar. Selengkapnya lihat disini: Menengok Koleksi Museum Kota Makassar

Studi wisata sejarah ke Museum Kota Makassar. (foto: ist/palontaraq)
Studi wisata sejarah ke Museum Kota Makassar. (foto: ist/palontaraq)

4. Masjid Amirul Mukminin, Losari. Selengkapnya lihat disini: Jika berada di Losari, Shalatlah di Masjid Amirul Mukminin

Mesjid Terapung "Amirul Mukminin" di Pantai Losari, Kota Makassar. (foto: ist/palontaraq)
Mesjid Terapung “Amirul Mukminin” di Pantai Losari, Kota Makassar. (foto: ist/palontaraq)

5. Masjid 99 Kubah. Selengkapnya lihat disini: Masjid 99 kubah, Ikon baru Kota Makassar

Penulis di depan Masjid 99 Kubah. (foto: ist/palontaraq)
Penulis di depan Masjid 99 Kubah. (foto: ist/palontaraq)

6. Pantai/Tanjung Losari

Masjid 99 Kubah dapat dipotret dari Anjungan Pantai Losari, bertuliskan kata "Makassar". (foto: mfaridwm/palontaraq)
Masjid 99 Kubah dapat dipotret dari Anjungan Pantai Losari, bertuliskan kata “Makassar”. (foto: mfaridwm/palontaraq)

7. Pulau Kayangan Makassar. Pulau kecil ini terletak di seberang Kota Makassar, hanya berjarak sekitar 0,9 km menggunakan perahu. Seperti namanya, saat liburan ke tempat ini, Anda dapat merasakan sensasi yang nyaman seperti sedang berada di kayangan. Selain pemandangan yang elok, pulau ini ternyata juga sudah didukung fasilitas penginapan meskipun jumlahnya masih terbatas.

Dengan luas pulau hanya sekitar 1 hektar, Pulau Kayangan nyatanya menawarkan apa yang dibutuhkan sebuah tempat wisata. Disini dapat disaksikan panorama laut lepas di sisi barat. Sementara, di bagian timur, Anda akan disuguhi lautan yang menghadap langsung Kota Makassar dan pelabuhan.

Pasir putihnya yang lembut dengan airnya yang jernih akan menggoda untuk melakukan aktivitas di pantai, dari bermain air hingga hanya memandang keindahan pinggir pantai. Bagi penyuka diving atau snorkeling, juga bisa dilakukan di pulau eksotis ini. Pemandangan bawah lautnya, dengan terumbu dan biota laut yang melimpah, akan menjadi salah satu pemandangan yang eksotis dan tak terlupakan.

Pulau Kayangan Makassar
Pulau Kayangan Makassar

8. Pulau Lae-lae Makassar

Pulau Lae-lae. (foto: ist/palontaraq)
Pulau Lae-lae. (foto: ist/palontaraq)

9. Pulau Samalona. Pulau ini merupakan kawasan obyek wisata yang memiliki pantai pasir putih dan keindahan pemandangan bawah laut, berada dalam wilayah Kecamatan Mariso, Kota Makassar.

Pulau Samalona hanya berluas 2 hektar, namun daya tarik yang mempesona adalah gugusan terumbu karang yang indah, air lautnya biru jernih, dan terkenal keindahan bawah lautnya. Perairan bawah laut sekitar pulau Samalona juga menyimpan peninggalan kapal Perang Dunia kedua, setidaknya ada 7 kapal perang tenggelam di sekitar pulau di kedalaman 30 m. Ada Kapal Maru Jepang, Kapal Lancaster Bomber, dan yang lainnya.

Waktu terbaik mengunjungi Pulau Samalona adalah pada saat musim kemarau. Fasilitas di Pulau Samalona, seperti penginapan, kamar bilas, kedai, dan penyewaan perlengkapan diving dan snorkeling hingga pemandu. Wisatawan juga dapat menyantap ikan atau kepiting bakar yang dijual oleh penduduk lokal yang akan melengkapi pengalaman perjalanan wisata.

Untuk ke Pulau Samalona yang hanya berjarak 2 km dari Kota Makassar, dapat ditempuh dengan menaiki perahu motor dari dermaga kecil dekat Pantai Losari sekitar 30 menit. Ada dua sifat penyewaan perahu motor, yakni yang bersifat pribadi dan umum. Biaya sewa perahu pribadi menuju Pulau Samalona berkisar Rp 500.000, ,sedang perahu yang bersifat umum adalah wisatawan akan bergabung ke penumpang lain dengan jadwalnya sudah ditentukan.

Pulau Samalona di Sulawesi Selatan
Pulau Samalona di Pesisir Makassar (Shutterstock/Erviyanto Nugroho)

10. Pulau Kodingareng (Keke dan Lompo)

Pulau Kodingareng Keke. (foto: pesisir.net/*)
Pulau Kodingareng Keke. (foto: pesisir.net/*)
Pulau Kodingareng Lompo
Pulau Kodingareng Lompo. (foto: diadona/*)

11. Pulau Barrang (Caddi dan Lompo)

Pulau Barrang Caddi. (foto: fdc_unhas/*)
Pulau Barrang Caddi. (foto: fdc_unhas/*)
Pulau Barrang Lompo. (foto: CelebesID/*)
Pulau Barrang Lompo. (foto: CelebesID/*)

12. Pantai Akkarena

Pantai Akkarena Makassar
Pantai Akkarena Makassar. (foto: pantainesa/*)

13. Pulau Lanjukang

Pulau Lanjukang Makassar
Pulau Lanjukang, Surga Pulau Terluar Makassar. (foto/sumber: direktoripariwisata/*)

14. Pulau Langkai Makassar

Pesona keindahan alam Pulau Langkai. (foto: CelebesID/*)
Pesona keindahan alam Pulau Langkai. (foto: CelebesID/*)

15. Masjid al-Markaz al-Islami

Masjid Al-Markaz al-Islami, Makassar. (foto: ist/palontaraq)
Masjid Al-Markaz al-Islami, Makassar. (foto: ist/palontaraq)

16. Monumen Mandala Pembebasan Irian Barat

Monumen Pembebasan Irian Barat. (foto: kompas.com/*)
Monumen Pembebasan Irian Barat. (foto: kompas.com/*)

17. Kompleks Makam Raja-raja Tallo. Selengkapnya lihat disini: Sekilas tentang Kerajaan Tallo 

Kompleks Makam Raja-raja Tallo. (foto: ettapedia/*)
Kompleks Makam Raja-raja Tallo. (foto: ettapedia/*)

18. Museum Angkatan Laut Lantamal VI Makassar (Naval Museum). Selengkapnya lihat disini: Danlantamal VI Resmikan Naval Museum Lantamal VI

Karya Wisata Santriwati Putri IMMIM di Naval Museum. (foto: ist/*)
Karya Wisata Santriwati Putri IMMIM di Naval Museum. (foto: ist/*)

19. Monumen Korban 40.000 Jiwa

Monumen Korban 40.000 Jiwa
Monumen Korban 40.000 Jiwa. (foto: ist/*)

20. Taman Maccini Sombala Makassar

Taman Maccini Sombala Makassar. (foto: Get Lost ID/*)
Taman Maccini Sombala Makassar. (foto: Get Lost ID/*)

21. Pantai Tanjung Bayang Makassar

Pantai Tanjung Bayang Makassar. (foto: detikcom/*)
Pantai Tanjung Bayang Makassar. (foto: detikcom/*)

22. Pantai dan Stadion Barombong Makassar

Pantai dan Stadion Barombong
Pantai dan Stadion Barombong. (foto: atourin/*)

23. Kawasan Ekowisata Mangrove Lantebung

Kawasan Ekowisata Mangrove Lantebung. (foto: OSC Medcom.id/*)
Kawasan Ekowisata Mangrove Lantebung. (foto: OSC Medcom.id/*)

24. Kawasan Wisata Konservasi Alam Desa Lakkang

Kawasan Wisata Konservasi Alam Desa Lakkang
Kawasan Wisata Konservasi Alam Desa Lakkang. (foto: El John News/*)

25. Vihara Ibu Agung Bahari. Selengkapnya lihat disini: Ada Apa di Vihara Ibu Agung Bahari?

Penulis di Lantai 2 Vihara Ibu Agung Bahari. (foto: ist/palontaraq)
Penulis di Lantai 2 Vihara Ibu Agung Bahari. (foto: ist/palontaraq)

26. Masjid Muhammad Cheng Ho. Selengkapnya lihat disini: Masjid Cheng Ho jadi Ikon Muslim Tionghoa Makassar

Masjid Cheng Ho Makassar.
Masjid Cheng Ho Makassar. (foto: kabarmakassar/*)

27. Bugis Waterpark, Kota Makassar

Bugis Waterpark, Makassar. (foto: sikidang/*)
Bugis Waterpark, Makassar. (foto: sikidang/*)

28. Pelabuhan Paotere Makassar

Pelabuhan Paotere Makassar
Pelabuhan Paotere Makassar. (foto: pinterest/*)

29. Taman Macan, Makassar

Taman Macan Makassar.
Taman Macan Makassar. (foto: Get Lost ID)

30. Kampung Popsa, Makassar

Kampung Popsa Makassar
Kampung Popsa Makassar. (foto: mongotrip/*)

Spot wisata alam dan sejarah budaya di Kota Makassar sangatlah banyak. Siapa saja yang memiliki jiwa petualang dan mendambakan pesona keindahan yang tak biasa, silakan berwisata ke Kota Makassar.

Selamat traveling, salamaki tapada salama’. (*)

 

(* Etta Adil, a traveler, penikmat wisata alam, sejarah dan budaya Sulawesi Selatan.

 

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

HIGHLIGHT