Jika berada di Losari, Shalatlah di Masjid Amirul Mukminin

Masjid Amirul Mukminin. (foto: ist/palontaraq)

Masjid Amirul Mukminin. (foto: ist/palontaraq)

Laporan: Etta Adil

Tulisan sebelumnya: Hemat Traveling ala Etta Adil

PALONTARAQ.ID – Dalam beberapa kali mengantar pelajar/santri berwisata Sejarah di Makassar, penulis selalu mengondisikan kunjungan agar pada saat menjelang Shalat Dhuhur sudah berada di Anjungan Pantai Losari dan Shalat di Masjid Amirul Mukminin.

Setiap akhir pekan, penulis dan beberapa kawan dari Komunitas Palontaraq mengantar puluhan pelajar/santri dalam kegiatan Studi Wisata Sejarah, dari Museum Kota Makassar kemudian bergeser ke Fort Rotterdam, setelah ke Anjungan Pantai Losari.

Ada banyak keunikan view di Anjungan Pantai Losari. Para pelajar sepertinya dimana dan bagaimana harus berswafoto. Ada banyak pula narasi sejarah dan deskripsi kota yang bisa dijelaskan disini, termasuk perubahan wajah Pantai Losari sendiri.

Usai menunaikan Shalat Dzuhur, penulis biasanya mengajak para pelajar/santri itu mengenali satu persatu tokoh sejarah yang ada patung dadanya disamping Masjid Amirul Mukminin.

Para Pelajar/Santri yang Studi Jurnalistik foto bersama di depan Masjid Amirul Mukminin di Anjungan Pantai Losari, Kota Makassar. (foto: ist/palontaraq)

Para Pelajar/Santri yang Studi Jurnalistik foto bersama di depan Masjid Amirul Mukminin di Anjungan Pantai Losari, Kota Makassar. (foto: ist/palontaraq)

Penulis bersama Para Pelajar/Santri usai Shalat Dzuhur di Masjid Amirul Mukminin. (foto: ist/palontaraq)

Penulis bersama Para Pelajar/Santri usai Shalat Dzuhur di Masjid Amirul Mukminin. (foto: ist/palontaraq)

Penulis bersama Para Pelajar/Santri usai Shalat Dzuhur di Masjid Amirul Mukminin. (foto: ist/palontaraq)

Penulis bersama Para Pelajar/Santri usai Shalat Dzuhur di Masjid Amirul Mukminin. (foto: ist/palontaraq)

Tiga tokoh dunia: Nelson Mandela, Syekh Yusuf, dan Mahatma Gandhi, patungnya berada di sebelah selatan Masjid Amirul Mukminin. (foto: ist/palontaraq)

Tiga tokoh dunia: Nelson Mandela, Syekh Yusuf, dan Mahatma Gandhi, patungnya berada di sebelah selatan Masjid Amirul Mukminin. (foto: ist/palontaraq)

Disitu ada Tiga Patung Tokoh dunia berdampingan: Nelson Mandela, Syekh Yusuf, dan Mahatma Gandhi, juga ada patung dada Tokoh Sejarah Sulawesi Selatan: Sultan Hasanuddin, Arung Palakka, Andi Pangeran Pettarani, Ranggong Daeng Romo, Ramang Sang Legenda Sepakbola Indonesia, dan yang lainnya.

Lihat pula: Masjid 99 Kubah, Ikon baru Kota Makassar

Masjid Amirul Mukminin sendiri tidak lagi menjadi tempat ibadah, sebagai tempat singgah Shalat, tapi juga telah ikut menjadi destinasi wisata religi. Arsitekturnya yang unik, megah, indah, dan berada diatas laut menjadi salah satu spot berswafoto yang menarik bagi wisatawan.

Masjid Amirul Mukminin. (foto: ist/palontaraq)

Desain dan Arsitektur yang unik dari Masjid Amirul Mukminin, menjadikannya salah satu ikon wisata religi Kota Makassar. (foto: ist/palontaraq)

Masjid Amirul Mukminin dan Tulisan "Makassar" di Anjungan Pantai Losari, Kota Makassar. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Masjid Amirul Mukminin dan Tulisan “Makassar” di Anjungan Pantai Losari, Kota Makassar. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Masjid Amirul Mukminin yang berada di kawasan Pantai Losari, Makassar ini adalah masjid terapung pertama di Sulawesi Selatan, mulai dibangun pada Tahun 2009, tepatnya 8 Mei 2009 dan diresmikan oleh Wapres RI yang juga Ketua Dewan Masjid Indonesia, HM Jusuf Kalla, dan pemanfaatannya secara resmi pada Tanggal 8 Maret 2013 oleh Walikota Makassar ketika itu, Ilham Arif Sirajuddin.

Masjid ini diarsiteki sendiri oleh mantan Walikota Makassar, Ramdhan Pomanto dan dibangun dengan konsep “floating mosque”, berdiri di atas tiang-tiang pancang beton yang didorong ke dasar dasar laut dan bentuknya menyerupai rumah panggung tradisional Bugis-Makassar.

Sejak kehadiran Masjid Amirul Mukminin ini, warga dan pengunjung Pantai Losari tak perlu lagi meribetkan dimana harus shalat. Sebelumnya, masyarakat kesulitan saat menikmati sunset dan kemudian mau Shalat Magrib, harus berjalan jauh ke masjid di kampung Melayu (Masjid dekat Hotel Arya Duta).

Masjid Amirul Mukminin. (foto: ist/palontaraq)

Masjid Amirul Mukminin. (foto: ist/palontaraq)

Masjid Amirul Mukmin dan Patung Syekh Yusuf di Anjungan Pantai Losari, Kota Makassar. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Masjid Amirul Mukmin dan Patung Syekh Yusuf di Anjungan Pantai Losari, Kota Makassar. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Lihat pula: Masjid Cheng Hoo jadi Ikon Muslim Tionghoa Makassar

Untuk memasuki area Masjid Amirul Mukminin, ada dua jalur jalan (semacam jembatan), satu dari arah jalan Penghibur di sebelah timur, depan Hotel Aryaduta dan satu diselatan dari arah jalan Metro Tanjungbunga (Jl. HM Dg. Patompo).

Bangunan masjid terdiri dari tiga lantai, lantai dasar untuk jamaah laki laki, lantai dua untuk jamaah perempuan dan lantai tiga diperuntukan bagi orang yang akan shalat sunat sendirian. Tempat wudhu untuk laki laki dibagian selatan, dan perempuan dibagian utara.

Bagian dalam masjid cukup indah dengan hiasan lampu gantung bulat putih yang banyak. Udara dalam Masjid cukup sejuk meski pengelola tak menyalakan AC-nya. Masjid seluas 1.683 meter persegi ini ditopang oleh 164 tiang pancang membuatnya kokoh berdiri diatas permukaan laut pantai Losari.

Masjid Amirul Mukminin. (foto: ist/palontaraq)

Masjid Amirul Mukminin. (foto: ist/palontaraq)

Penulis di depan Masjid Amirul Mukminin. (foto: ist/palontaraq)

Penulis di depan Masjid Amirul Mukminin. (foto: ist/palontaraq)

Masjid ini mampu menampung 450 jamaah khusus dalam area masjid. Apabila jalur masuknya juga dipakai maka mampu menampung 1000an jemaah. Jika dilihat dari atas (dengan kamera drone), serupa dengan angka 99 sebagaimana jumlah Asmaul Husna.

Pemberian nama Masjid “Amirul Mukminin” berlantai 3 dengan diameter 45 meter ini dikarenakan biaya pembangunan masjid ini adalah sumbangan dari beberapa orang pemimpin, tidak menggunakan anggaran pemerintah, tapi murni sumbangan dari tokoh masyarakat sendiri.

Selain untuk Shalat, Masjid ini seringkali menjadi tempat diskusi keagamaan dan tempat berkumpul tokoh masyarakat. Dengan sendirinya, Masjid terapung Amirul Mukminin ini menambah ikon (landmark) Kota Makassar, selain Masjid Al-Markaz Al-Islamy, Masjid Cheng Hoo Tanjung Bunga dan Masjid Raya Makassar.

Masjid Amirul Mukminin pada malam hari. (foto: ist/palontaraq)

Masjid Amirul Mukminin dipenuhi jamaah tarwih di Bulan Ramadhan (foto: ist/palontaraq)

Masjid Amirul Mukminin memiliki dua kubah berwarna biru dengan diameter 9 meter. Pada bagian bawah masjid juga dapat digunakan pengunjung untuk bersantai, begitu pula lantai tiga-nya melalui tangga melingkar di sisi kanan dan kiri untuk menikmati pemandangan.

Dari lantai 3 Masjid, pemandangan Pantai Losari terpampang nyata. Pengelola menempel pesan agar masjid tidak digunakan sebagai tempat ‘pacaran’ (berkhalwat).

Para jamaah dan pengunjung bisa berinfaq juga saat masuk atau saat pulang, kotak amal berada di pintu masuk masjid, di tempat penitipan alas kaki atau di depan pintu masjid.

Sebelum di pintu masuk, sudah menjadi area steril untuk tidak dimasuki sepatu dan sendal. Pengelola begitu menjaga kebersihan. Ada disiapkan tempat penitipan sendal atau sepatu.

Begitu juga dengan tempat air wudhu tetap dijaga kebersihannya. Di tempat wudhu wanita disediakan cermin sehingga dapat membantu jamaah yang berjilbab untuk memakai kembali jilbabnya. Khusus jamaah wanita, tempat shalatnya berada di lantai dua.

Namun jika tak ingin menaiki belasan anak tangga, pengunjung dapat shalat di lantai satu saja. Pengelola menyediakan sedikit space untuk wanita di sebelah kiri masjid. Pengelola menyediakan mukena warna warni dari bahan parasut yang wangi.

Jadi, jika berada di sekitar Anjungan Pantai Losari, shalatlah di Masjid Amirul Mukminin, setelah itu nikmati pemandangan, kenyamanan, dan keindahan sekitarnya, di dalam maupun di luar masjid.

Spot Foto yang dikagumi Fotografer

Masjid Terapung Amirul Mukminin selalu saja menarik bagi fotografer, di setiap sudut pengambilannya. Ratusan foto tersebar di internet sebagai jejak rekam banyaknya pengunjung mengabadikan keberadaannya di masjid ini ataupun di sekitarnya.

Foto karya Ari Hanggara. (foto: ist/palontaraq)

Foto karya Ari Hanggara. (foto: ist/palontaraq)

Salah satu karya fotografer Makassar, Ari Hanggara, malah pernah menyabet juara pada pameran foto bertema “Mosques of The World”, yang dihelat Hamdan bin Mohammed bin Rashid Al Maktoum Internasional.

Lomba foto bertema arsitektur Masjid di seluruh dunia terpilih foto Masjid Amirul Mukminin (yang diabadikan dengan kamera drone saat jemaah melaksanakan Shalat Tarawih, Rabu, 16/5/2017) sebagai nominasi foto terbaik. (*)

Like it? Share it!

Leave A Response