Beranda Islam Sahur di Akhir Waktu

Sahur di Akhir Waktu

 

Oleh: Muhammad Farid Wajdi

Related Post: Contoh Planing Mujahadah Ramadan

PALONTARAQ.ID – Sebaik-baik makan sahur adalah di akhir waktu. Hal ini berdasarkan Hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu sebagai berikut:

بَكِّرُوْا بِالإفْطَارِ، وَأَخِّرُوْا السَّحُوْرَ

Artinya:

“Segerakanlah berbuka dan akhirkanlah sahur.”

Makan Sahur. (foto: ist/palontaraq)
Ilustrasi. Makan Sahur. (foto: ist/palontaraq)

Jadi makan sahur yang diakhirkan waktunya dengan saat adzan Shubuh itu semakin baik sebab batas akhir waktu sahur adalah saat masuk waktu shalat tersebut.

Lihat pula: Adab dan Sunnah Sahur

Adapun hikmah mengakhirkan waktu Sahur adalah sebagai berikut:

(1) Agar kita cukup kuat menahan lapar dari saat awal berpuasa (waktu Subuh) hingga akhir berpuasa (waktu Maghrib) pada hari itu.

Bandingkan jika kita sahur setelah Shalat Tarawih. Taruhlah jam 9 malam. Bisa jadi pada saat Dzuhur kita sudah merasa sangat lapar. Ini bisa mengganggu puasa.

Makan Sahur. (foto: ist/palontaraq)
Makan Sahur. (foto: ist/palontaraq)

(2) Agar jarak antara selesainya kita makan sahur dengan saat Shalat Subuh tidak jauh
Ini memungkinkan kita untuk bersegera melakukan Shalat Shubuh di awal waktu.

(3) Sudah banyak bukti banyak orang ketika tidur kembali setelah makan sahur.

Misalnya karena waktu Shubuh dirasa masih lama, maka shalat shubuhnya menjadi kesiangan karena terlambat bangun. Ini adalah kerugian besar.

Makan Sahur itu tak perlu banyak dan rupa-rupa makanan, yang penting cukup untuk bertahan sampai buka puasa. (foto: ist/palontaraq)
Makan Sahur itu tak perlu banyak dan rupa-rupa makanan, yang penting cukup untuk bertahan sampai buka puasa. (foto: ist/palontaraq)

Jikalau mau aman, boleh bangun lebih awal pada sepertiga malam. Manfaatkanlah waktu yang ada setelah Shalat Malam untuk Belajar dan Tadarrus Al-Qur’an, atau dapat pula membantu ibu memasak dan menyiapkan hidangan sahur.

Banyak kegiatan yang bermanfaat dapat dilakukan, misalnya Muhasabah atau memperbanyak istighfar.

Untuk urusan makan sahur memang dianjurkan untuk diakhirkan, yaitu menjelang Adzan Subuh, namun sambil menunggu saat itu kita dapat saja mengisi waktu dengan belajar atau shalat malam.

Belajar sambil menunggu waktu sahur yang tepat. (foto: ist/palontaraq)
Belajar sambil menunggu waktu sahur yang tepat. (foto: ist/palontaraq)

Lihat pula: Meraih Berkah Ramadan

Keberkahan dalam Makan Sahur

Nabi SAW bersabda,

 

السُّحُورُ أَكْلُهُ بَرَكَةٌ فَلاَ تَدَعُوهُ وَلَوْ أَنْ يَجْرَعَ أَحَدُكُمْ جَرْعَةً مِنْ مَاءٍ

فَإِنَّ اللَّهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى الْمُتَسَحِّرِينَ

 

Artinya:

“Makan sahur adalah makan penuh berkah. Janganlah kalian meninggalkannya walau dengan seteguk air karena Allah dan malaikat-Nya bershalawat kepada orang yang makan sahur.” (HR. Ahmad 3: 44. Syaikh Syu’aib Al Arnauth menyatakan bahwa hadits ini shahih lighoirihi).

Makan Sahur. (foto: ist/palontaraq)
Makan Sahur. (foto: ist/palontaraq)

Lihat pula: Bukber, Jalangkota dan Keseruan Berburu Takjil

Cara Membangunkan Sahur

Cara membangunkan saudara semuslim untuk sahur atau shalat tahajud haruslah dengan cara yang beradab, sesuai dengan etika islami, tidak layaknya orang berteriak-teriak tidak jelas.

Cara Membangunkan Sahur di Zaman Nabi SAW. (foto: ist/palontaraq)
Cara Membangunkan Sahur di Zaman Nabi SAW. (foto: ist/palontaraq)

Umumnya cara membangun sahur ini menyesuaikan dengan tradisi atau kesepakatan dengan masyarakat setempat.

Lihat pula: Pallu-pallu: Tradisi Sahur yang Mulai Terlupakan

Sebagai gambaran di zaman Nabi SAW, cara yang dilakukan tidaklah dengan berteriak-teriak, “Sahuuuurr!!!, sahuuuurrr!” atau menabuh kentongan, beduk, dan lain sebagainya, melainkan dengan cara adzan.

Cara yang benar adalah dengan adzan awal. Adzan di masa Nabi SAW di waktu sahur/subuh itu ada dua, yaitu:

a. Adzan awal. Dilakukan sebelum terbit fajar shodiq oleh Bilal bin Rabah. Adzan inilah yang dianggap tanda membangunkan umat muslim untuk sahur.

b. Adzan subuh. Dilakukan setelah terbit fajar subuh oleh sahabat Abdullah bin Ummi Maktum.

Jarak antara adzan Bilal dan Ibnu Ummi Maktum tidak terlalu jauh. Karena itu, para sahabat yang mengakhirkan makan sahur masih bisa menjumpai adzannya Bilal.

Beliau SAW bersabda:

إِنَّ بِلَالًا يُؤَذِّنُ بِلَيْلٍ لِيُنَبِّهَ نَائِمَكُمْ وَيُرْجِعَ قَائِمَكُمْ

 

Artinya:

“Sesungguhnya Bilal melakukan adzan di malam hari (sebelum subuh), untuk membangunkan orang yang tidur diantara kalian dan orang yang tahajud bisa kembali istirahat (untuk persiapan subuh).” (HR. Nasai, 2170).

Lihat pula: Mengenal Air Nabeez dan Manfaatnya

Dalam riwayat yang lain, disebutkan:

لاَ يَمْنَعَنَّ أَحَدَكُمْ أَذَانُ بِلاَلٍ مِنْ سَحُورِهِ

Artinya:

“Jangan sampai adzan Bilal membuat kalian untuk menghentikan makan sahurnya…” (HR. Bukhari 7247).

Dalam riwayat yang lain:

إن بلالا يؤذن بليل، فكلوا واشربوا حتى يؤذن ابن أم مكتوم

 

Artinya:

“Sesungguhnya Bilal melakukan adzan di malam hari (sebelum subuh). Makan dan minumlah kalian, sampai Ibnu Ummi Maktum Adzan.” (HR. Muslim 1092).

Jadi, Adzan dua kali menjelang subuh dan ketika subuh dengan dua orang yang berbeda. Agar Umat Muslim bisa perhatian dengan sahur atau Shalat Malam.

Demikian, semoga bermanfaat adanya. Wallahu a’lam bish-shawab. (*)

 

Penulis Palontaraqhttps://palontaraq.id/
M. Farid W Makkulau, pemerhati budaya dan penikmat sejarah. Kerap kali menggunakan nama pena Etta Adil saat menulis reportase, karya fiksi dan laporan perjalanan. Pernah menggeluti 10 tahun dunia jurnalistik, sebelum memutuskan mengisolasi diri di lingkungan sekolah islam sebagai seorang guru Selengkapnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

HIGHLIGHT

Arti, Tujuan dan Fungsi menjadi Relawan Pendidikan

  Oleh: Etta Adil PALONTARAQ.ID - Relawan pada hakikatnya adalah kata lain dari Kemanusiaan. Kalau ada orang yang ikhlas, tulus, dan bekerja tanpa pamrih untuk menolong...

Kantin Putri IMMIM dinyatakan sebagai Kantin Sehat

  Laporan: Nurhudayah Lihat pula: Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel kunjungi Hotspot Center Putri IMMIM PALONTARAQ.ID - Satu lagi prestasi yang ditorehkan Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM...

Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel kunjungi Hotspot Center Putri IMMIM

  Lihat pula: Ketua TP PKK Sulsel kunjungi Ponpes Modern Putri IMMIM Laporan: Nurhudayah PALONTARAQ.ID - Dalam kunjungannya ke Kampus Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep,...

Santri Putri IMMIM Ikuti Program Pesantren Sehat

  Laporan: Nurhudayah PALONTARAQ.ID - Sebanyak 20-an santriwati didampingi Guru/Pembina Pondok Pesantren Modern (PPM) Putri IMMIM dari perwakilan berbagai tingkatan, Rabu kemarin (18/11/2020) mengikuti dengan hikmat...