Edukasi Presiden Resmi Tiadakan UN 2020

Presiden Resmi Tiadakan UN 2020

-

- Advertisment -

Presiden Joko Widodo. (foto: ist/palontaraq)
Presiden Joko Widodo. (foto: ist/palontaraq)

Laporan: Etta Adil

Sebelumnya: Dampak Virus Corona, Ujian Nasional 2020 Ditiadakan

PALONTARAQ.ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi memutuskan untuk meniadakan ujian nasional (UN) untuk tahun 2020. Sebelumnya sudah ada kesepakatan UN dihapus mulai tahun 2021.

Sehari sebelumnya, Ketua Komisi X DPR RI, Syaiful Huda melakukan rapat daring dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim dan jajaran, Senin malam (23/3/2020) dan disepakati untuk meniadakan UN 2020 menyusul ketidakpastian sampai kapan pandemi global Covid-19 akan berakhir.

Keputusan meniadakan UN 2020 ini diambil sebagai upaya pencegahan penyebaran penyakit Covid-19 di antara siswa dan tenaga pendidik yang terlibat dalam UN.

Juru Bicara (Jubir) Presiden Fadjroel Rachman menjelaskan bahwa prioritas utama pemerintah saat ini adalah keselamatan masyarakat di tengah pandemi Covid-19.  “Sistem respons Covid-19 harus menyelamatkan kesehatan rakyat, daya tahan sosial, dan dunia usaha,” ujarnya.

Peniadaan UN menjadi penerapan kebijakan social distancing (pembatasan sosial) untuk memotong rantai penyebaran virus corona SARS 2 atau Covid-19. Menurut Fadjroel Rachman, hal ini sudah ditegaskan Presiden Jokowi dalam rapat terbatas membahas UN 2020, Selasa, (24/3/2020) melalui video conference.

Ujian Nasional ditiadakan untuk tingkat sekolah menengah atas (SMA) atau setingkat madrasah aliyah (MA), sekolah menengah pertama (SMP) atau setingkat madrasah tsnawiyah (MTs), dan sekolah dasar (SD) atau setingkat madrasah ibtidaiyah (MI).

Sementara itu, Kebijakan peniadaan UN selanjutnya ditindak-lanjuti oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dalam bentuk Ujian pengganti UN, tergantung perkembangan yang terjadi, apakah nantinya dilakukan secara daring atau offline.

Langkah Peniadaan UN ini sebagai bentuk antisipasi terhadap penyebaran penyakit Covid-19 yang akan diikuti oleh sekitar 8,3 juta siswa di seluruh Indonesia. Dalam Rapat Terbatas, Selasa (24/3/2020) tersebut, juga mengemuka opsi lain, yaitu penundaan pelaksanaan UN atau tetap menjalankan UN sesuai jadwal. Ataukah ditiadakan sama sekali,” ungkap Fadjroel Rachman. (*)

 

Penulis Palontaraqhttps://palontaraq.id/
M. Farid W Makkulau, pemerhati budaya dan penikmat sejarah. Kerap kali menggunakan nama pena Etta Adil saat menulis reportase, karya fiksi dan laporan perjalanan. Pernah menggeluti 10 tahun dunia jurnalistik, sebelum memutuskan mengisolasi diri di lingkungan sekolah islam sebagai seorang guru Selengkapnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you