
Oleh: Muhammad Farid Wajdi
Tulisan sebelumnya: Selamat Jalan, Puang Terru
PALONTARAQ.ID – Siapa yang tak kenal Bupati Syafrudin Nur di Kabupaten Pangkep. Kiprahnya selama menjadi Bupati, banyak meninggalkan kesan kepedulian sosial, khususnya bagi masyarakat miskin.
Tepat 10 Tahun lalu, Jumat 29 Januari 2010 beliau berpulang. Jenazah almarhum H Syafrudin Nur dimakamkan keesekokan harinya, pada Hari Sabtu (30/1/2020) di Pemakaman Islam Pannara, Antang, Makassar.
Ribuan orang merasakan kehilangan dan mengirinya dengan deraian air mata. Tak menyangka Bupati yang sangat dicintai rakyat itu berpulang.
Ketika itu, Berita meninggalnya Bupati Pangkep Syafruddin Nur langsung menyebar seketika sesaat setelah beliau menghembuskan nafas terakhir, baik melalui telepon, pesan singkat via ponsel (sms), maupun melalui berita online di internet.

Banyak pejabat, keluarga, dan handai taulan yang langsung menuju Rumah Sakit Grestelina untuk melihat jazadnya atau sekadar menyatakan rasa duka citanya.
Di rumah jabatan Bupati Pangkep, ribuan orang sudah menunggu kedatangan jenazahnya. Selain keluarganya, dapat dipastikan warga Pangkep pasti banyak yang bersedih dan menangis atas kepergian beliau untuk selama-lamanya.
Lihat pula: Mempopulerkan Sejarah dan Kebudayaan Pangkep
Sebagai mantan jurnalis dan juga pernah menulis buku biografinya, penulis juga merasa sangat kehilangan dan bersedih atas kepergian beliau. Dapat dikatakan bahwa beliau satu diantara Bupati Pangkep yang memiliki kepedulian sosial yang sangat tinggi.
Profil Syafruddin Nur
Nama : Ir. H. Syafrudin Nur, M.Si
Tempat/Tgl. Lahir : Parepare, 20 Januari 1961
Agama : Islam
Isteri : Hj. Nurul Jaman SH
Anak : Radinal Irwinsyah dan Siti Adani Ayundi

Riwayat Pendidikan :
1. SD Islam Mimbar Ujung Pandang
2. SMP Neg.VI Makassar
3. SMA Khatolik Makassar
4. Sarjana (S1) Teknik Arsitektur UNHAS
5. Magister (S2) Unhas
Pengalaman Organisasi :
1. Senat BPM Fak. Tekhnik Unhas (1982-1985)
2. Pramuka Unhas (1982-1985)
3. Ketua DPD KNPI Pangkep (1991-1994)
4. Bendahara DPD Golkar (1993-1998)
5. Ketua MPI KNPI Pangkep (1994-1998)
6. MPI KNPI Sulsel (1994-1998)
7. Wak.Ketua DHC Angk.45 (1995)
8. DP PPM Pangkep (1996-skrg)
9. Wakil Bendahara FKPPI Sulsel (1996-skrg)
10. DP BKPMRI Pangkep (1996)
11. HMI Cab. Makassar
12. MPI KNPI Sulsel (2001-2004)
13. Ketua Bid. Promosi KONI Mksr (2003)
14. Ketua IPSI Kota Makassar (2003-2008)
15. Ketua Pencab FPTI Mksr (2003-2008)
16. Ketua Pencab FPTI Mksr (2003-2008)
17. Bendahara Partai Golkar Sulsel (2009-2014)
Pengalaman Kerja:
1 . Kadis PUK Pemkab Pangkep
2 . Kabid SDA Bappeda Kotamadya Makassar
3 . Kadis Penanaman Modal Kotamadya Makassar
4 . Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setwilda Kota Makassar
5 . Ketua Badan Pengawasan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Makassar
6 . Ketua Badan Pengawasan Perusahaan Daerah (PD) Kebersihan Makassar

Bupati Syafrudin Nur juga termasuk satu diantara sedikit Bupati di Sulawesi Selatan yang menyabet penghargaan begitu banyak atas prestasi di daerah yang dipimpinnya, diantaranya: Penghargaan Widyakrama Bidang Pendidikan Wajar 9 Tahun, Piala Adipura (tiga tahun berturut-turut), Penghargaan Bidang Ekonomi, Invesment Award Bidang Ketenagakerjaan, Penghargaan Peduli Pers.
Penghargaan peningkatan produksi beras nasional (diserahkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Boyolali, Jateng, tahun 2009), penghargaan bidang koperasi (Satyalencara Pembangunan Bidang Koperasi), penghargaan Bintang Jasa Pratama, penghargaan akta kelahiran semua tingkat usia, penghargaan Bidang KB (Swastisaba dari Menteri Kesehatan, pertengahan November 2009 di Jakarta), penghargaan bidang perikanan tangkap (Adibhakti Mina Bahari), serta Penghargaan kota sehat.
Selain itu, almarhum Syafrudin Nur juga mendapat Otonomi Award, KNPI Award, dan penghargaan dari Departemen Kehutanan Sulsel sebagai Bupati yang Peduli kehutanan
Atas berbagai penghargaan yang diterimanya, Syafruddin Nur dengan rendah hati mengatakan bahwa itu semua atas dukungan semua pihak. “Keberhasilan yang kami raih selama ini tak lepas dari dukungan semua pihak di Pangkep,” ujar suatu waktu.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel, Patabai Pabokori, dalam sebuah forum di Makassar mengakui Kebijakan Pendidikan Gratis yang dilaksanakan di Pangkep merupakan yang terbaik di Sulawesi Selatan.
Kita berharap di masa-masa mendatang, akan muncul sosok Syafruddin Nur di Pangkep dan bahkan lebih baik lagi dalam menorehkan prestasi dan pengabdiannya di Sulawesi Selatan.
Semoga amal bakti beliau mendapat pahala yang setimpal dari Allah SWT. Selamat jalan Bupati Pangkep. Selamat jalan Syafruddin Nur.


