Beranda Bahasa Memaknai Kata 'Khazanah'

Memaknai Kata ‘Khazanah’

Yang benar: khazanah, bukan: khasanah. (foto: ist/palontaraq)
Yang benar: khazanah, bukan: khasanah. (foto: ist/palontaraq)

Oleh:  Muhammad Farid Wajdi

PALONTARAQ.ID – KATA khazanah berasal dari bahasa Arab, dan sudah diserap masuk dalam Bahasa Indonesia.  Dalam bahasa asalnya, kata itu mengandung huruf zain (ز), sehingga sesuai dengan aturan pengindonesiaan kata atau istilah asing (dalam hal ini bahasa Arab), huruf zain dalam bahasa Arab menjadi z dalam Bahasa Indonesia.

Pemakaiannya dalam Bahasa Indonesia bukan cuma kata ‘khazanah, tapi juga kata lainnya yang sejenis. Beberapa contohnya adalah sebagai berikut:

ziảrah ( زﻴﺎرۃ ) ziarah
zakảt ( ﺰﻜﺎﺓ ) zakat
zaman ( ﺰﻤﻦ ) zaman
zamzam ( ﺰﻤﺰﻢ ) zamzam
khazảnah ( ﺨﺰﺍﻨﺔ ) khazanah

Jadi, tampaknya orang yang memilih kata ‘khasanah’ terkecoh dengan kata hasanah yang juga berasal dari Bahasa Arab yang berarti ‘kebaikan’. Dalam bahasa asalnya kata hasanah ditulis dengan huruf awal ha (ح), sedangkan kata khazanah ditulis dengan huruf awal kha (خ).

Lihat juga: Mana yang Benar: “Antar” atau “Hantar”

Namun, hingga saat ini kata hasanah tidak diserap ke dalam bahasa Indonesia. Kita tidak menggunakan kata hasanah, tetapi kebaikan. Akan tetapi, kita menyerap sejumlah kata bahasa Arab yang mengandung huruf ha.

Beberapa contohnya adalah sebagai berikut:

hadis (ﺣﺪ ﺚ) hadis
sahảbat (ﺼﺣﺎﺒﺔ) sahabat
sahỉh (ﺼﺣﻳﺢ ) sahih
hảj (ﺤﺎﺝ ) haji
hảdirỉn (ﺤﺿﺮﻴﻦ) hadirin
hảkim ( ﺤﺎﻜﻢ) hakim

Dari uraian diatas dapat ditentukan bahwa kata yang benar adalah khazanah bukan khasanah.

Dalam bahasa Indonesia kata khazanah berarti ‘perbendaharaan atau kekayaan’. Kita mengenal istilah khazanah kata yang artinya sama dengan kosakata, yaitu: perbendaharaan kata atau kekayaan kata.

Lihat juga:  Menyoal Penggunaan Kata “Membonceng”

Beberapa stasiun televisi nasional menayangkan acara yang diberi nama khazanah (dengan z) dan ada pula yang menulisnya khasanah (dengan s). Sudah tentu yang benar adalah khazanah (dengan z). Dalam acara itu khazanah juga berarti ‘kekayaan’.

Sebagai contoh, Khazanah budaya bangsa misalnya, berarti: ‘kekayaan budaya bangsa’ atau khazanah Islam berarti ‘kekayaan budaya Islam’. Selain itu, khazanah juga berarti ‘tempat menyimpan harta benda atau tempat menyimpan barang berharga’. Makna terakhir ini sama dengan makna kata brankas.

Selengkapnya dapat dilihat di KBBI, arti kata khazanah adalah:

khazanah/kha·za·nah/ n 1 barang milik; harta benda; kekayaan; 2 kumpulan barang; perbendaharaan: lumba-lumba yang ditemukan di Selat Karimata melengkapi — jenis lumba-lumba di Ancol; 3 tempat menyimpan harta benda (kitab-kitab, barang berharga, dan sebagainya);
— fonem Ling jumlah fonem yang dimiliki oleh suatu bahasa.

Lihat juga: Beda Rasa yang te (se) rasa

Web blog Palontaraq ini juga membuka rubrik khazanah dengan menu antara lain: Alqur’an, Shalat, Parenting, Tarbiyah, Pesantren, Khutbah Jumat, dan Ramadhan. Pemaknaan yang ingin diberikan redaksi Palontaraq adalah seperti Khazanah Alqur’an dimaknai sebagai kekayaan atau perbendaharaan ilmu dalam Alqur’an.

Begitupula Khazanah Shalat, dimaknai sebagai Kekayaan dan perbendaharaan ilmu dalam Shalat. Khazanah Parenting, kekayaan atau perbendaharaan ilmu dalam keluarga, tentang bagaimana ilmu menjadi orangtua yang baik. Khazanah Tarbiyah, dimaknai sebagai kekayaan atau perbendaharaan ilmu dalam melakukan pendidikan dan pengajaran (tarbiyah).

Demikian arti dari kata ‘khazanah’. Semoga bermanfaat adanya sebagai penambah perbendaharaan kata dan  wawasan dalam pemakaian kata yang baik dan benar dalam Bahasa Indonesia. (*)

Penulis Palontaraqhttps://palontaraq.id/
M. Farid W Makkulau, pemerhati budaya dan penikmat sejarah. Kerap kali menggunakan nama pena Etta Adil saat menulis reportase, karya fiksi dan laporan perjalanan. Pernah menggeluti 10 tahun dunia jurnalistik, sebelum memutuskan mengisolasi diri di lingkungan sekolah islam sebagai seorang guru Selengkapnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

HIGHLIGHT

Ujian Semester Ganjil Mapel SKI Kelas XII

Tulisan sebelumnya: Peristiwa Penting dalam Sejarah Nusantara Abad ke-17 Mata Pelajaran (Mapel): Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) Kelas/Semester: XII/Ganjil Guru Mapel: Muhammad Farid Wajdi, S.H.i Pengawas: Guru/Pembina Ponpes Modern...

Ujian Semester Ganjil Mapel SKI Kelas XI

  Tulisan sebelumnya: Metode, Waktu, dan Referensi Pembelajaran SKI: Sejarah Daulah Bani Umayyah Mata Pelajaran (Mapel): Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) Kelas/Semester: XI/Ganjil Guru Mapel: Muhammad Farid Wajdi, S.H.i Pengawas:...

Ujian Semester 3 Mapel SKI Kelas VIII

  Tulisan Sebelumnya: Asal Usul dan Sejarah Berdirinya Dinasti Abbasiyah Mata Pelajaran (Mapel): Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) Guru Mapel: Muhammad Farid Wajdi, S.H.i Waktu: 60 Menit Pengawas: Guru/Pembina Ponpes...

Ujian Semester Ganjil Mapel SKI SMP/MTs Kelas VII

  Tulisan sebelumnya: Mengapa mesti Belajar Sejarah Kebudayaan Islam? Mata Pelajaran (Mapel): Sejarah Kebudayaan Islam Guru Mapel: Muhammad Farid Wajdi, S.H.i Pengawas: Guru/Pembina Ponpes Modern...