Kebakaran Hutan di Australia: 24 Orang tewas, 8000 Koala mati

by Penulis Palontaraq | Senin, Jan 6, 2020 | 43 views
Kebakaran Hutan di Australia sebabkan banyak satwa langka mati. (foto: ist/palontaraq)

Kebakaran Hutan di Australia sebabkan banyak satwa langka mati. (foto: ist/palontaraq)

Laporan: Etta Adil

Tulisan sebelumnya: Terorisme Global dan Tren yang Terjadi

PALONTARAQ, AUSTRALIA – Australia sempat mengalami fenomena langit berwarna merah akibat kebakaran hebat yang melanda negara tersebut. Dampak kebakaran hutan yang melanda tiga negara bagian Australia tersebut luar biasa.

Meningkatnya suhu disertai angin kencang membuat api merajalela di New South Wales (NSW), Victoria, serta South Australia, Sabtu (4/1/2020).

Kebakaran hutan membuat ribuan orang mengungsi, dengan api kini merambat ke Kawasan pinggiran kota Sydney.

Sebanyak 24 orang, lebih dari 2.000 rumah hancur dan sekitar 500 juta hewan liar terbunuh. Dari 5,5 juta hektar lahan yang terbakar, didalamnya ada 8.000 koala yang mati dan lebih dari 10 juta orang menderita keracunan akibat asap kebakaran hutan.

Hal ini diungkapkan Sussan Ley, Menteri lingkungan hidup Australia, seperti dikutip dari Australian Broadcasting Corporation, yang mengatakan bahwa Kebakaran Hutan yang terjadi di Australia menyebabkan musnahnya habitat hewan-hewan liar asli Australia seperti kanguru, koala, burung, reptil, dan lain-lain.

Kebakaran Hutan di Australia sebabkan banyak satwa langka mati. (foto: ist/palontaraq)

Kebakaran Hutan di Australia sebabkan banyak satwa langka mati. (foto: ist/palontaraq)

Ekolog dari University of Sydney memperkirakan hampir setengah miliar mamalia, burung, dan reptil mati sejak kebakaran dimulai, September 2019.

Vickii Lett sukarelawan penjaga satwa liar, WIRES di New South Wales (NSW) yang telah bekerja selama 32 tahun mengatakan, api yang membakar Australia ini belum pernah terjadi sebelumnya. “Ruang lingkup kebakaran ini adalah sesuatu yang belum pernah kami alami sebelumnya,” kata Lett, seperti dikutip Aljazeera.

Di Victoria, helikopter Angkatan Darat Australia dikerahkan guna membantu evakluasi para penduduk yang terjebak oleh kobaran api.

Dilansir Sky News, Ahad (5/1/2020), sebanyak 24 orang tewas sejak tragedi itu terjadi pada September tahun lalu. Korban terbaru adalah pria berusia 47 tahun di Batlow, NSW yang tewas karena berusaha melindungi rumah temannya dari kobaran api.

Kebakaran Hutan di Australia sebabkan banyak satwa langka mati. (foto: ist/palontaraq)

Kebakaran Hutan di Australia sebabkan banyak satwa langka mati. (foto: ist/palontaraq)

Penyebab kebakaran hutan di Australia sangat kompleks. Cnet mewartakan, Australia adalah benua yang akrab dengan kebakaran hutan. Mereka mengenal manajemen kebakaran hutan dan pentingnya kebakaran dalam meregenerasi tanah.

Kebakaran hutan adalah ancaman yang dipahami dengan baik, tetapi api yang sekarang membakar 4 wilayah negara bagian Australia ini digambarkan sebagai kebakaran yang belum pernah terjadi sebelumnya, dari segi keganasan dan skalanya.

Risiko kebakaran hutan pada Musim Panas 2019 telah diketahui Dinas Pemadam Kebakaran Australia dan sudah ada upaya untuk mengingatkan hal ini kepada Scott Morrison, Perdana Menteri Australia.

Kebakaran hutan ini tidak dimulai oleh perubahan iklim, tetapi diperburuk oleh efek pemanasan global. Dewan Iklim setempat, menyatakan kondisi kebakaran hutan saat ini lebih berbahaya dibanding sebelumnya, ditambah suhu panas yang terus meningkat. (*)

Like it? Share it!

Leave A Response