Feature Menilai Laut

Menilai Laut

-

- Advertisment -

Ilustrasi. (foto: ist/palontaraq)
Ilustrasi. (foto: ist/palontaraq)

Oleh: Imam Shamsi Ali

Tulisan Sebelumnya: Catatan Utteng (28)

PALONTARAQ.ID – Suatu ketika seorang pemuda bermain-main di pinggir pantai. Saking asyiknya bermain dia tanggalkan sandalnya di pinggir lautan dan berlari sepanjang laut dengan kaki telanjang. Tiba-tiba saja sandalnya hanyut terbawa arus lautan.  Sekembalinya karena kesalnya sang pemuda menuliskan di pinggir laut: “laut itu pencuri”.

Lalu pada hari berikutnya seorang bocah kembali hadir bermain di pinggir pantai. Tiba-tiba kakinya menginjak bebatuan hingga berdarah. Sambil menahan sakit sang bocah menuliskan di pinggir pantai: “laut itu kejam”.

Ilustrated by: mfaridwm/palontaraq
Ilustrated by: mfaridwm/palontaraq

Ilustrated by: mfaridwm/palontaraq
Ilustrated by: mfaridwm/palontaraq

Ilustrated by: mfaridwm/palontaraq
Ilustrated by: mfaridwm/palontaraq

Pada hari yang lain seorang Ibu berjalan menikmati keindahan pinggir pantai. Tiba-tiba tas yang dibawanya terbang terbawah angin dan hanyut ditelan ombak. Dengan geram sang Ibu itu menuliskan: “laut itu perampok”.

Lalu pada hari lainnya seorang nelayan kembali dari menangkap ikan. Tidak saja bahwa dia membawa banyak ikan pulang ke rumahnya. Tapi juga menemukan beberapa berlian yang sangat mahal. Dengan gembira sang nelayan menulis di pinggir pantai: “laut itu Indah dan kaya”.

Lihat pula: Orang Baik dan Penyeru Kebaikan

Ilustrated by: mfaridwm/palontaraq
Ilustrated by: mfaridwm/palontaraq

Ilustrated by: mfaridwm/palontaraq
Ilustrated by: mfaridwm/palontaraq

Teman, hidup ini untuk berbuat. Tempat untuk kita beramal, menampilkan karya-karya yang baik dan bermanfaat. Teruskan karya dan kebaikan itu, selama hayat masih bersama kita.

Semua manusia menilai berdasarkan rasa dan kepentingannya. Bagaikan pengunjung menilai lautan. Tergantung keadaan dan rasa yang menimpanya. Tapi yang pasti lautan itu tetap berombak, menyimpan sejuta keindahan dan kekayaan.

Dalam melanjutkan langkah kebajikanmu, manusia kemungkinan akan melihatmu dengan dua mata: positif atau negatif. Tapi sadarlah, anda berbuat bukan karena dan untuk penilaian dan rasa orang lain. Tapi demi nilai dan kebaikan itu sendiri.

Ilustrated by: mfaridwm/palontaraq
Ilustrated by: mfaridwm/palontaraq

Ilustrated by: mfaridwm/palontaraq
Ilustrated by: mfaridwm/palontaraq

Ilustrated by: mfaridwm/palontaraq
Ilustrated by: mfaridwm/palontaraq

Nilai hidup bukan pada penilaian orang di di keliling anda. Tapi ada pada karya dan kreasi yang terbaik. Biarkan dunia menilai sesuai pandangannya. Lanjutkan perjalanan di ketinggian sana. Hingga masanya ketinggian itu akan bersaksi jika Engkau memang berada di ketinggian itu.

Muhammad tidak peduli dengan puji atau caci maki. Beliau berjalan, melangkah, mengayuh dan terus menaiki ketinggian karya dan nilai. Hingga masanya Dia Yang Maha Tinggi memberikan kesaksian: “Wa innaka la’alaa khuluqin adzim” (Sungguh Engkau (Wahai Muhammad) memilki perilaku yang Agung).

Pada akhirnya nilai hidup manusia ada pada penilaian Dia Yang menilai tanpa ikatan dan kepentingan. Dia yang “Ahkamul Haakimiin”. Selamat berkarya teman-teman!

Subway NYC, 21 Agustus 2019

 

Imam Shamsi Ali,  Presiden Nusantara Foundation

Undangan Launching Buku
Undangan Launching Buku

Temans, jangan lupa hadir di acara peluncuran buku “Menggapai jalan dakwah di bumi Barat”.

Detail ada di sini: https://nusantarafoundation.org/invitation/

Penulis Palontaraqhttps://palontaraq.id/
M. Farid W Makkulau, pemerhati budaya dan penikmat sejarah. Kerap kali menggunakan nama pena Etta Adil saat menulis reportase, karya fiksi dan laporan perjalanan. Pernah menggeluti 10 tahun dunia jurnalistik, sebelum memutuskan mengisolasi diri di lingkungan sekolah islam sebagai seorang guru Selengkapnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Rakyat dibayangi Pertanyaan: Mungkinkah Komunisme-PKI bangkit kembali?

  Oleh: Asyari Usman PALONTARAQ.ID - Kalau pernyataan Menko Polhukam Mahfud MD (31/5/2020) dijadikan pegangan, tampaknya tidak mungkin PKI bisa hidup...

Presiden Jokowi Memang Harus Ngeri!

  Oleh: Hersubeno Arief PALONTARAQ.ID - Presiden Jokowi kembali menyatakan betapa berbahayanya situasi dunia, khususnya Indonesia. Jokowi bahkan menggunakan kosa kata yang...

Jokowi merasa Ngeri!

  Oleh: Asyari Usman PALONTARAQ.ID - Presiden Jokowi mengatakan dia ngeri dengan situasi yang akan dihadapi. Pertumbuhan ekonomi bisa minus 8%. Pak...

Denny Siregar tak perlu Minta Maaf!

Oleh: Asyari Usman PALONTARAQ.ID - Pegiat medsos pro-penguasa, Denny Siregar (DS), didesak untuk meminta maaf kepada seluruh santri dan kiyai. Dia...

Rapid Test mulai Hari Ini di Makassar, Gratis!

  Laporan: Etta Adil PALONTARAQ.ID - Sepekan terakhir ini ramai diviralkan Rapid Test di Makassar akan digratiskan, khususnya bagi mereka yang...

Pesan Dakwah Prof dr Veni Hadju: Sedekah Harian

  Oleh: Prof. dr. Veni Hadju Lihat pula: Beli Kesulitan dengan Sedekah PALONTARAQ.ID - "Apakah saya sudah bersedekah hari ini?" Pertanyaan ini...

Must read

Presiden Jokowi Memang Harus Ngeri!

  Oleh: Hersubeno Arief PALONTARAQ.ID - Presiden Jokowi kembali menyatakan betapa...

Rakyat dibayangi Pertanyaan: Mungkinkah Komunisme-PKI bangkit kembali?

  Oleh: Asyari Usman PALONTARAQ.ID - Kalau pernyataan Menko Polhukam Mahfud...
- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you