Arti menjadi Relawan (Bagian Pertama)

Apa arti menjadi relawan buatmu. (foto: ist/palontaraq)

Apa arti menjadi relawan buatmu. (foto: ist/palontaraq)

International Volunteer Day, merupakan harinya relawan kembali melakukan refleksi terhadap sikap, pikiran dan pengorbanannya. Paling tidak, itulah yang penulis baca dari ditetapkannya Hari Relawan Internasional, setiap tanggal 5 Desember.  Hari Relawan Internasional sebenarnya merupakan bagian dari hari-hari peringatan PBB, yang membuka kesempatan berbagai organisasi sukarelawan dan juga para relawan individu untuk menunjukan hasil kontribusi mereka pada tingkat lokal, nasional maupun internasional, dalam upaya mencapai Tujuan Pembangunan Milenium.

Di kekinian, peran dan tugas relawan semakin besar, bukan saja karena banyaknya bencana dan keprihatinan sosial di berbagai wilayah, tetapi juga karena semakin banyak orang yang sadar akan tanggung jawab sosialnya untuk saling membantu, turun tangan mengambil tindakan, empati sosial, mengumpulkan dan menyalurkan donasi, serta melakukan berbagai gerakan membantu. Peringatan Hari Relawan Internasional menunjukan pentingnya untuk menjadi relawan dan mencoba membangun diskusi global sampai di tingkat lokal untuk mengatasi masalah-masalah volunterisme di dunia.

Bagaimana sebenarnya suka cita menjadi relawan  dan bagaimana arti relawan bagi mereka yang telah meluangkan waktu, harta, tenaga, dan pikirannya sebagai relawan. Berikut beberapa komentar relawan yang berhasil dihimpun Palontaraq.

1.  Muhammad Luthfi Naufal (Nyong)

“Saya pernah menjadi relawan di Palu dan di pelosok Kabupaten Pangkep. Arti menjadi relawan menurut saya yaitu menjadi manusia yang bermanfaat. Sebab sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya. Karena hidup bukan hanya relasi untuk hamba dan penciptanya, tetapi juga ada yang namanya relasi sesama makhluk. Hablumminallah hablumminannas.”

saar menjadi relawan di daerah bencana Palu. (foto: ist/palontaraq)

M. Luthfi Naufal saat menjadi relawan pendidikan di daerah bencana Palu. (foto: ist/palontaraq)

2. Hilda Yunita Huljannah (Hilda)

“Saya pernah menjadi relawan pendidikan di daerah Banta-bantaeng dan di Palu. Menurut saya menjadi seorang relawan adalah hal yang sangat mulia, karena tidak semua manusia bisa mengorbankan waktu, tenaga, materi dan pikirannya dengan tulus demi keberlangsungan hidup sesama.”

relawan di Palu. (foto: ist/palontaraq)

Hilda saat menjadi relawan bencana di Palu. (foto: ist/palontaraq)

3. Ahdas Adi Hamdika (Ahdas)

“Saya pernah pernah menjadi relawan pendidikan di Makassar dan mengabdi di RS Wahidin selama 1 bulan waktu tragedi gempa Palu. Menurut saya menjadi relawan itu adalah perbuatan yang sangat mulia, dimana kita dilatih kesabaran dan keikhlasan tenaga dan fikiran dan yang paling penting itu adalah saling membantu satu sama lain.  Insya Allah apa yang kita lakukan bernilai ibadah dan kita terus berihktiar agar kita selalu berada di lindungan Allah SWT. Satu pesanku untuk semua para Relawan, tetap semangat menebar kebaikan.”

Ahdas saat menjadi relawan yang merawat korban gempa Palu di RS Makassar. (foto: ist/palontaraq)

Ahdas saat menjadi relawan yang merawat korban gempa Palu di RS Makassar. (foto: ist/palontaraq)

4. Sri Hastuti Humairah (Humairah)

“Saya pernah menjadi relawan Kelas Inspirasi di Benteng Kota Pesisir Palopo, relawan pemberantasan buta aksara di pesisir Malangke Barat, relawan bencana di Malangke Timur, Lombok, Palu, Makassar, serta Daerah Palopo.  Bagi saya, relawan adalah mereka yang merupakan muzafir jihad fiisabilillaah dan  termasuk sebaik-baiknya insan sebagaimana yang tertera dalam Hadits Riwayat Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni, dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami’no:3289, “khairunnaaai’an(g)fa’uhumlinnaas”
(Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia).”

saat menjadi relawan pendidikan di Lombok Timur, NTB. (foto: ist/palontaraq)

Humairah (bercadar) saat menjadi relawan pendidikan di Lombok Timur, NTB. (foto: ist/palontaraq)

5.  Anton

“Saya pernah menjadi relawan di Relawan Pendidikan Sulsel,  Masyarakat Relawan Indonesia  (MRI), SAR HIPPERMAKU, Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI), Komunitas Peduli Anak Jalanan (KPAJ) Makassar,  KPAY, GMPM, dan lain-lain.  Menurut saya, Relawan ialah  manusia pilihan Allah SWT yang rela mengorbankan waktu tenaga, pekerjaan, kuliah, dan lain-lainnya  demi membantu sesamanya tanpa menginginkan sesuatu pamrih atau balasan seperti uang. Relawan  ialah manusia yang ikhlas membantu sesama.”.

Anton saat menjadi relawan bencana di Palu, Sulawesi Tengah. (foto: ist/palontaraq)

Anton saat menjadi relawan bencana di Palu, Sulawesi Tengah. (foto: ist/palontaraq)

Kamu juga relawan? Silakan tinggalkan komentar, bagaimana arti menjadi relawan menurutmu? (*)

Bersambung ….. 

Like it? Share it!

1 Comment so far. Feel free to join this conversation.

Leave A Response