Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
Related Post: Melihat Banyak Sisi Filsafat
PALONTARAQ.ID – Bagi mahasiswa program pascasarjana (S2 dan S3), tentu mengenal mata kuliah yang satu ini, Pengantar Filsafat Ilmu. Apa dan bagaimana Pengantar Filsafat Ilmu itu, Apa saja yang dipelajari dan mengapa mata kuliah ini menjadi pisau analisis pertama yang harus dikuasai sebelum melakukan kajian ilmiah dan penelitian?
Ya, “Pengantar Filsafat Ilmu” adalah mata kuliah atau kajian dasar yang membahas secara umum mengenai filsafat ilmu pengetahuan, yaitu refleksi kritis dan sistematis tentang ilmu: apa itu ilmu, bagaimana ilmu dibangun, apa dasar keabsahannya, serta bagaimana ilmu berhubungan dengan kehidupan manusia dan realitas.
Sebagai sebuah mata kuliah yang disebut “Pengantar”, maka tentu yang dipelajari adalah tahap awal, dasar, atau pintu masuk untuk memahami filsafat ilmu, sedang Filsafat ilmu itu sendiri adalah cabang filsafat yang mempelajari hakikat ilmu pengetahuan: sifat, struktur, metode, tujuan, serta nilai-nilai yang melandasinya. Jadi, “Pengantar Filsafat Ilmu” adalah pembelajaran awal yang memperkenalkan mahasiswa atau pembelajar pada dasar-dasar filsafat ilmu: konsep, sejarah, tokoh, aliran, dan problematika mendasar tentang ilmu.
Bagaimana Kajian Pengantar Ilmu? Berikut ini beberapa hal yang dikaji, yaitu: (1) Definisi ilmu dan perbedaannya dengan pengetahuan biasa (2) Pengetahuan sebagai hasil pengalaman sehari-hari, bisa subjektif, sedang Ilmu bersifat pengetahuan yang sistematis, teruji, menggunakan metode ilmiah. (3) Mengulas ciri-ciri ilmu, seperti Rasional (berdasarkan akal), Empiris (berdasarkan pengalaman/observasi), sistematis, objektif, Metodis, dan Universal. (Suriasumantri, 2015).
Menurut The Liang Gie (2000), Pada dimensi filsafat dalam ilmu, pada akhirnya kita akan sampai pada perkenalan tentang Ontologi, yaitu tentang hakikat objek yang diteliti ilmu, Epistemologi, yaitu tentang bagaimana cara memperoleh pengetahuan yang sah, serta Aksiologi, yaitu menjawab pertanyaan untuk apa ilmu digunakan, apa nilai dan manfaatnya?
Dilihat dari sejarah perkembangan filsafat ilmu, dari filsafat Yunani (Plato, Aristoteles) ke pemikiran modern (Descartes, Bacon, Kant, Popper), sampai kontemporer (Kuhn, Feyerabend, Habermas), kesemuanya mengarahkan pembelajar filsafat pada bahasan tentang metode ilmiah (Deduktif, induktif, verifikasi, falsifikasi, paradigma, dan bahkan kritik terhadap metode itu sendiri) dan menyoroti hubungan ilmu dengan moral, agama, dan masyarakat. Ilmu itu tidak netral sepenuhnya, ada tanggung jawab etis dan sosial. Lihat: Kattsoff (1996) dan Habermas (1972).
Mengapa sedemikian pentingnya Mempelajari Pengantar Filsafat Ilmu? Apa sih manfaatnya? Ya, Agar paham hakikat ilmu dan tidak sekadar menguasai, tapi juga menyadari batas dan tanggung jawab ilmu. Bukankah Ilmu pengetahuan merupakan salah satu pilar utama perkembangan peradaban manusia. Ilmu lahir dari upaya manusia untuk memahami realitas melalui akal budi dan pengalaman, serta tersusun dalam sistem yang dapat diuji kebenarannya.
Hakikat ilmu tidak hanya terletak pada kumpulan pengetahuan yang tersimpan, melainkan juga pada proses, struktur, metode, dan nilai yang mendasarinya. Dengan mempelajari hakikai ilmu, maka dengan sendiri melatih cara berpikir kritis, reflektif, sistematis, dan menyadarkan bahwa ilmu bukan hanya kumpulan fakta, melainkan juga hasil konstruksi manusia.


