BerandaIslamSelamat datang Bulan Dzulhijjah

Selamat datang Bulan Dzulhijjah

Oleh: Muhammad Farid Wajdi

Tulisan terkait:  Puasa Tarwiyah dan Arafah di Bulan Dzulhijjah

PALONTARAQ.ID – Alhamdulillah, Hari ini kita semua, umat muslim sedunia bersyukur dapat memasuki Tanggal 1 Dzulhijjah 1440 H. Satu kesyukuran dan kebanggaan yang harusnya kita barengi dengan peningkatan ibadah, sampai hari kesepuluh, sebagaimana keutamaan dan keagungan yang ada didalamnya.

Besarnya kemuliaan dan keagungan 10 hari pertama bulan Dzulhijjah telah disebutkan dalam Al-Qur’an dan Hadits. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, “Demi fajar. Dan demi malam yang sepuluh.” (Qs. Al Fajr: 1-2)

Malam yang sepuluh pada ayat ini ditafsirkan sebagai malam di sepuluh hari pertama Dzulhijjah. Untuk kata “fajar” di ayat pertama, banyak tafsiran para ulama tentang fajar apa yang dimaksud, salah satunya adalah fajar di 10 pertama Bulan Dzulhijjah.

Disebutkannya bahwa 10 hari pertama Bulan Dzulhijjah dalam Al Qur’an menunjukkan kemuliaan dari waktu tersebut, sebagaimana disebutkan Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu ‘anhuma bahwa Nabi SAW bersabda: “Tidak ada hari dimana amal shalih pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu: Sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah. Mereka (sahabat) bertanya: Ya Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah? Beliau Nabi SAW menjawab: Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapun”. (HR. Bukhari)

Lihat pula: Keutamaan dan Amalan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah

Imam Ahmad rahimahullah, meriwayatkan dari Umar Radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Nabi SAW bersabda: Tidak ada hari yang paling agung dan amat dicintai Allah untuk berbuat kebajikan di dalamnya daripada sepuluh hari Bulan (Dzulhijjah) ini. Maka perbanyaklah pada saat itu membaca tahlil, takbir dan tahmid”.

Suhail bin Abi Sholih, dari ayahnya, dari Ka’ab, ia berkata, “Allah telah memilih waktu dari waktu yang paling Allah cintai adalah syahrul haram (Muharram, Rajab, Dzulqo’dah dan Dzulhijjah). Bulan haram yang paling Allah cintai adalah bulan Dzulhijjah. Hari-hari Dzulhijjah yang paling Allah cintai adalah 10 hari pertama Dzulhijjah.” (Lihat: Lathoif Al Ma’arif, hal. 467).

Karenanya, sebagian besar ulama berpendapat, 10 hari pertama Dzulhijjah bahkan melebihi kemuliaan 10 hari terakhir ramadhan, kecuali malam lailatul qadarnya.

Hari-hari istimewa dan agung itu telah tiba. Hari dimana satu amal bahkan lebih dicintai Allah SWT dibanding jihad fi-Sabilillah. Senyum yang kita lakukan di 10 hari ini, amat jauh beda nilainya dengan senyum kita di hari-hari selainnya.

Shalat wajib yang kita lakukan, amat tinggi nilainya dibanding shalat wajib yang kita kerjakan di hari-hari lainnya. Demikian seterusnya.

Maka Alhamdulillah, Segala puji bagi Allah SWT  yang telah memilih kita untuk menghirup udara dan berbuat kebaikan di hari-hari mulia ini. Karena ada yang bahkan kembali kepada Allah SWT di Detik-detik jelang masuknya tanggal 1 Dzulhijjah.

Lihat pula: Hukum Berqurban dalam Islam

Jika sebagai muslim, kita bersyukur dipertemukan dengan Bulan Ramadhan, maka kita bersyukur pula dipertemukan dengan 10 hari pertama Bulan Dzulhijjah, dengan cara menyemarakkan dan menghidupkan berbagai ibadah, memperbanyak dzikir, sedekah, dan berpuasa.

Hidup di pagi harinya, belum tentu bisa hidup di sore harinya. Hidup hari ini, belum tentu bisa hidup di keesokan harinya. Karena itu, jangan tunda kebaikan sekecil apapun itu, terlebih lagi di 10 hari Bulan Dzulhijjah yang mulia dan diagungkan ini.

Semoga Allah SWT berkenan memberikan hidayah dan taufiknya untuk mengisi 10 hari pertama Bulan Dzulhijjah ini dengan memperbanyak dan meningkatkan amal saleh dan kebaikan sosial lainnya. Mari memanfaatkan dengan baik momentum 10 hari pertama Bulan Dzulhijjah ini dengan sebaik-baiknya.

Barakallahu fiikum. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

HIGHLIGHT