Kisah Syekh Abdul Qadir al-Jailani menghidupkan Orang Mati

Syaikh-Abdul-Qadir-Al-Jailani

Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani. (foto: ist/palontaraq)

Oleh: M. Farid Wajdi, S.H.i

PALONTARAQ.ID – Siapa yang tak kenal karamah Syaikh Abdul Qadir al-Jailani. Beliau salah satu waliyullah yang ditakdirkan Allah SWT memberikan petunjuk jalan menuju kebenaran dan pemberi penerang di jalan Islam.

Berikut ini salah satu kisah tentang karamah Syaikh Abdul Qadir al-Jailani, dikutip dari Buku “Sejuta Keajaiban Dalam Dunia Sufi” karya Asrifin An-Nahrawi.

Related Post:  Mengenal Syaikh Abdul Qadir al-Jailani

Berikut ini kisahnya:

Suatu waktu, seorang Yahudi mendatangi Syaikh Abdul Qadir al-Jailani dan mengatakan, “Nabi kami, Nabi Isa lebih hebat daripada Nabinya Umat Islam, yaitu Nabi Muhammad,” – begitulah ungkapan Orang Yahudi itu.

“Kenapa bisa demikian?” – tanya Syaikh Abdul Qodir al-Jailani رحمه الله‎

Orang Yahudi itu berkata lagi, “Iya… Nabi kami, Nabi Isa bisa menghidupkan orang mati, sedangkan Nabi kalian tidak ada Hadits yang mengatakan atau meriwayatkan pernah menghidupkan Orang mati. Jadi lebih hebat Nabi kami, Nabi Isa”.

Mendengar penjelasan Orang Yahudi itu, Syaikh Abdul Qodir al-Jailani رحمه الله‎ pun berkata,
“Aku ini bukan Nabi… Aku Ummatnya Nabi Muhammad ﷺ” seraya mengajak Orang Yahudi tersebut ke Pemakaman.

Sesampainya di pemakaman itu, Syaikh Abdul Qodir al-Jailani رحمه الله‎ bertanya, “Ini kuburan siapa?”

Orang Yahudi menjawab, “Ini Kuburan keluarga saya, wahai Syaikh”.

Syaikh Abdul Qodir al-Jailani رحمه الله‎ bertanya lagi, “Apa profesinya waktu hidup di Dunia?”

Orang Yahudi itu berkata, “Profesinya sebagai penyanyi”.

Syaikh Abdul Qodir Al Jailani رحمه الله‎ pun berkata lagi, “Ingat baik-baik ya! Aku ini bukan Nabi, tapi aku Ummatnya Nabi Muhammad ﷺ”.

Setelah menegaskan ulang bahwa dirinya hanya umat Nabi Muhammad, beliau رحمه الله‎ bertanya lagi, “Nabi Isa عليه السلام kalau menghidupkan Orang mati, apa yang diucapkannya?”.

Si Yahudi pun berkata, “Nabi Isa kalau menghidupkan orang mati menyebut: قم بإذن الله

Akhirnya Syaikh Abdul Qadir al-Jailani رحمه الله‎ berkata, “Baiklah”. يا فلان بن فلان قم بإذن الله (Artinya: “Wahai Fulan Bin Fulan, bangunlah atas Izin Allah”)

Tiba-tiba Kuburan bergetar dan jasad orang yang didalam kubur itupun naik ke atas,  sambil bernyanyi karena profesi ketika hidupnya adalah penyanyi.

Melihat hal tersebut, orang Yahudi pun terdiam dan heran dengan karamah yang dimiliki oleh salah satu Waliyullah, Umat Nabi Muhammad ﷺ. Itu baru salah satu Umat Nabi Muhammad ﷺ, belum waliyullah yang lainnya. Bagaimana dengan Nabi Muhammad ﷺ sendiri?

Tentunya tidak bisa dibayangkan, karena Banyaknya Karunia Allah ﷻ yang diberikan kepada Beliau ﷺ. Keluarga Terbaik adalah Keluarga Nabi Muhammad ﷺ, Sahabat Terbaik adalah Sahabat Nabi Muhammad ﷺ dan Ummat Terbaik adalah Ummat Nabi Muhammad ﷺ.

أللهم صلِ على سيدنا محمدٍ وعلى آلِ سيدنا محمد

Wallahu ‘alam bish-shawab. (*)

Like it? Share it!

Leave A Response