UIN Alauddin dicurigai terkontaminasi Ahmadiyah

by Penulis Palontaraq | Kamis, Jul 18, 2019 | 35 views
Ilustrasi Mirza Ghulam Ahmad, Pendiri Ahmadiyah, yang menganggap dirinya sebagai Nabi. Di Indonesia, ajaran Ahmadiyah berkembang pesat dan mendapatkan pengikut meskipun MUI sendiri sudah menyatakannya sebagai ajaran yang sesat dan menyesatkan. Ajarannya bukan Islam atau bagian dari Islam. (foto: ist/palontaraq)

Ilustrasi Mirza Ghulam Ahmad, Pendiri Ahmadiyah, yang menganggap dirinya sebagai Nabi. Di Indonesia, ajaran Ahmadiyah berkembang pesat dan mendapatkan pengikut meskipun MUI sendiri sudah menyatakannya sebagai ajaran yang sesat dan menyesatkan. Ajarannya bukan Islam atau bagian dari Islam. (foto: ist/palontaraq)

Laporan: Etta Adil

PALONTARAQ.ID – Salah satu perguruan tinggi negeri (PTN) terkemuka di Kota Makassar, Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin dicurigai sebagai salah satu kampus yang telah terkontaminasi ajaran Ahmadiyah.  Hal ini disebut-sebut dalam Rapat tentang Ahmadiyah di Kantor Kesbangpol Pemerintah Propinsi Sulawesi Selatan, Rabu kemarin (17/7/2019).

Kampus UIN Alauddin dicurigai telah dimasuki paham Ahmadiyah yang disebarkan secara terstruktur, masif, dan sistematis. Hal itu diungkapkan Zulkifli,  Ketua Brigade Pemburu Penista Agama. “Kami  meminta kepada pihak pemerintah untuk melakukan kontrol terhadap kegiatan-kegiatan di kampus UIN Alauddin. Kami mencurigai sudah ada upaya penyebaran ajaran Ahmadiyah yang dilakukan secara terstruktur, masif dan sistematis yang bisa berdampak buruk terhadap keyakinan adik-adik mahasiswa.” ujarnya.

Kecurigaan Zulkifli ini dikaitkannya dengan kehadiran salah satu Guru Besar UIN Alauddin, Prof. Qasim Mathar serta beberapa tokoh UIN di acara Ahmadiyah Makassar.  “Beliau-beliau ini sangat paham soal larangan kegiatan jamaah Ahmadiyah yang telah dipertegas dengan lahirnya fatwa MUI yang menyatakan aliran ini sesat dan kemudian diperkuat dengan SKB tiga Menteri Tahun 2008,” sambungnya

“Kami sangat berharap kepada pemerintah untuk segera mengklarifikasi beberapa Dosen UIN Alauddin dan Tokoh MUI Sulsel, termasuk Ketua FKUB Sulsel, Prof. Rahman Yunus yang menghadiri acara Ahmadiyah tersebut karena ini bisa memunculkan anggapan bahwa mereka yang hadir adalah Orang-orang yang juga mendukung kegiatan Ahmadiyah tersebut, sekaligus untuk kita sama-sama  mengawal Fatwa MUI dan SKB tiga menteri terkait pelarangan Ahmadiyah.”  tutup Zulkifli. (*)

Like it? Share it!

Leave A Response