Iba pada Muslim Uyghur dan Prihatin pada Muslim di Negeri ini!

Save Moslem Uyghur (foto: ist/palontaraq)

Save Moslem Uyghur (foto: ist/palontaraq)

Oleh: Nasrudin Joha

Related Post: Do’a untuk Palestina, Rohingnya, dan Uyghur

PALONTARAQ.ID – Sebagai seorang muslim, kita diikat persaudaraan berdasarkan Akidah Islam bukan kebangsaan. Siapapun dan dari bangsa apapun, sepanjang telah berikrar tiada Tuhan selain Allah SWT, dan membenarkan Muhammmad SAW adalah Rasulullah, maka dia adalah saudara kita.

Kita dilarang membela karena bangsa atau golongan, sebab itu termasuk ashobiyah. Siapapun yang meninggal karena membela ashobiyah, maka ia akan meninggal dalam keadaan jahiliyah.

Bangsa Turkistan timur, Kaum Muslimin di Uyghur adalah saudara kita. Mereka, berhak atas perhatian dan pembelaan kita.

Saat ini, saudara kita di Uighur mendapat perlakuan biadab dari rezim teroris Komunis China. Mereka, dituding ingin memberontak, terlibat terorisme, ingin melawan kekuasaan China.

Atas tudingan itu, rezim teroris Komunis China merasa berhak melakukan penangkapan, pemenjaraan, penyiksaan, pembunuhan, pemerkosaan, dan sejumlah tindakan yang tidak dapat diterima akal.

Muslim Uyghur tinggal dalam ruangan kecil di kamp pendidikan ulang China. Mereka diborgol, dibotaki, setiap gerakan diawasi melalui kamera plafon.

Hanya tersedia sebuah ember di pojok ruangan menjadi toilet mereka. Mereka dipaksa belajar Bahasa China, menghapal lagu propaganda dan mengakui Dosa-dosa mereka. Usia mereka remaja sampai dewasa. Jatah makan mereka sedikit; sup dingin dan sepotong roti.

Penyiksaan yang dialami antara lain menggunakan methode ditusuk paku, kuku dicopot, disetrum. Hal itu dilakukan di ‘ruang gelap’. Hukuman berlangsung terus menerus. Tahanan dipaksa meminum obat dan disuntik.

Mereka dijadikan kelinci percobaan medis. Banyak dari tahanan menderita penurunan fungsi kognitif. Beberapa pria menjadi mandul. Perempuan kerap diperkosa.

Ditengah derita itu, muncul kabar yang sangat menyesakkan dada. Ormas Islam di negeri ini, disebut terlibat menerima sejumlah dana untuk operasi pembungkaman opini atas kejahatan terhadap muslim Uighur.

Beberapa kali, pimpinan ormas menyebut kaum muslimin di negeri ini jangan mencampuri urusan politik China. Mereka, ikut-ikutan menuding Muslim Uyghur sebagai teroris, pemberontak, radikalis.

Mereka sibuk melakukan tour ke China, dibiayai China, demi memoles propaganda Uighur baik-baik saja. Orang-orang ini telah makan, dari darah dan bangkai kaum muslimin di Uyghur.

Sebagian yang lain, juga sibuk mengurusi amal usaha, sibuk mendirikan gedung ini itu, sibuk membuka rumah sakit ini itu, sibuk dengan berbangga pada aset dan kekayaan, namun tak mengambil pilihan serius untuk membela saudara muslim, menegakan izzul Islam wal muslimin.

Bahkan, secara terbuka baru mengungkap sikap pada kasus Uighur ini setelah muncul kabar dari media asing telah menerima ‘suap’ dari China untuk bungkam pada tragedi Uighur.

Sementara rezim Jokowi? Penguasa yang mengaku Khalifah? Yang disebut seperti Umar bin Khattab? Malah asyik mesra berpelukan dengan rezim teroris Komunis China.

Meski China berlumuran darah, rezim ini justru berlutut dan memuji China hanya demi sekeping uang logam dalam bentuk pinjaman utang.

Ya Allah Ya Rabb, betapa pilunya hati kami menyaksikan semua ini. Darah dan kehormatan kaum muslimin begitu rendah, begitu murah. Kaum Muslimin tak memiliki junnah, pelindung yang membentengi setiap jiwa dari kezaliman para pendengki Islam. [*]

Like it? Share it!

Leave A Response