Hari Kedua Ramadhan: Kemenangan Pasukan Dinasti Mamluk atas Pasukan Mongol

Ilustrasi - Pasukan militer Dinasti Mamluk.

Ilustrasi – Pasukan militer Dinasti Mamluk.

 

Oleh: Dra Nurhudayah, Guru Sejarah Kebudayaan Islam (SKI)

Salah satu kesuksesan peperangan di hari kedua Ramadhan yang tercatat dalam Sejarah Islam adalah takluknya pasukan besar Mongol dibawah pasukan ksatria Dinasti Mamluk, salah satu dinasti yang berhasil bertahan dari ekspansi Bangsa Mongol.

Dalam Sejarah Islam, dikenang pertempuran besar melawan Mongol yang dipimpin oleh Saifuddin Qutuz yang terjadi pada Dinasti Mamluk. Perang yang dikenal dengan nama pertempuran Ain Jalut, dinisbatkan pada tempat terjadinya di Ain Jalut, Palestina.

Perlu kita ketahui, peperangan melawan Mongol tak hanya terjadi satu kali saja, melainkan sebanyak tiga kali, yaitu Ain Jalut, Homs I dan Homs II. Awalnya, Pasukan Mongol pada awal Tahun 1260 M, dari Baghdad telah memasuki Syria dengan menyeberangi sungai Eufrat untuk melakukan penyerbuan ke Mesir.

Pasukan Mongol telah menduduki Nablus dan Gaza tanpa mendapat perlawanan. Selanjutnya, pasukan Mongol yang dipimpin Kitbuga wakil dari Hulagu mengirimkan utusan ke Mesir meminta Sultan Quthuz menyerah kepada Hulagu di Baghdad.

Sultan Quthuz tidak bersedia menyerah, ia pun membunuh utusan Mongol itu. Karena hal itu, semangat pasukan Mongol menaklukkan Mesir bertambah besar. Kitbuga dan pasukannya terus maju melintasi Yordania menuju Galile. Sementara itu, pasukan Mamluk bergerak ke arah utara sepanjang pantai Palestina dan membentuk kamp di dekat Acre.

Lihat juga:  Hari Pertama Ramadan: Dimulainya Penaklukan Andalusia

Di saat tentara Mongol sedang berada dalam perjalanan menuju Galile, pasukan Mamluk bertolak mencegah masuknya tentara Mongol. Tentara Mamluk di bawah pimpinan Quthuz dan Baybar sebagai panglima perang berhasil menghancurkan pasukan Mongol yang dipimpin Kitbuga, pada 3 September 1260 M, peristiwa ini dikenal dengan peristiwa perang ‘Ain Jalut.

Perang ‘Ain Jalut ini adalah peristiwa besar dalam sejarah Islam dan merupakan kemenangan pertama yang berhasil dicapai kaum muslim terhadap Bangsa Mongolia. Pasukan kaum muslim selanjutnya mengejar tentara Mongolia ke arah utara.

Peperangan yang terjadi bertepatan dengan 2 Ramadhan adalah Perang Homs II, tepatnya pada tahun 702 H. Meski ada beberapa sumber lain yang menyebutkan peperangan ini terjadi pada 7 Rajab 680 H.

Adalah Sultan Nashir Ibnu Qalawun yang saat itu umurnya belum genap 18 tahun menghadapi Pasukan Mongol yang mengancam eksistensi Kota Halb. Bergabung bersamanya para penunggang kuda dari berbagai wilayah Syam hingga jumlah pasukan mencapai 200.000 orang.

Pasukan Sultan Nashir Ibnu Qalawun yang masih belia ini berhadapan dengan pasukan Mongol yang jumlahnya jauh lebih besar dengan persenjataan lengkap. Pasukan umat Islam bersenjatakan seadanya saja, namun dengan kesabaran dan keyakinan akan janji-janji Rabb-Nya.

Maka, pecahlah pertempuran dahsyat dan berakhir dengan kemenangan di pihak Pasukan muslim. Sepertiga pasukan Mongol berhasil ditangkap dan dijadikan tawanan. Bahkan kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Raja Mongol saat itu, hingga kesedihan menyelimuti hatinya dan berujung pada kematiannya.

Sumber:
– Abdurrahman Al-Baghdady, Peristiwa-Peristiwa Penting di Bulan Ramadan
– K. Hitti, Philip, History of The Arabs. 2006.
– Kusdiana, Ading, Sejarah dan Kebudayaan Islam: Periode Pertengahan. 2013.

Like it? Share it!

Leave A Response