Oleh: Aswar Hasan
PALONTARAQ.ID – Imam Al Gazali Sang Hojjatul Islam membagi manusia dalam tiga macam, yaitu Pertama, manusia seperti makanan, selalu dibutuhkan setiap saat. Jenis manusia seperti ini, selalu dibutuhkan kehadirannya, karena peranan dan fungsinya berguna bagi kehidupan umat manusia.
Manusia kategori pertama ini termasuk manusia yang disinggung oleh Rasulullah yang menyatakan: “Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad).
Menjadi manusia yang bermanfaat bagi manusia lainnya, itulah sosok manusia yang berkualitas. Ia selalu dibutuhkan dalam kehidupan seperti manusia butuh makanan untuk hidup. Tetapi manusia juga harus sadar, bahwa hidup bukan untuk makan tetapi bagaimana kita bisa hidup dengan makan, lalu bagaimana agar bisa menghadirkan kebaikan, kemaslahatan bagi kehidupan manusia, agar tergolong sebagai manusia yang bermanfaat bagi manusia.
Manusia jenis Kedua, adalah seperti obat. Kadang dibutuhkan, tetapi kadang juga tidak. Dibutuhkan, tetapi tidak selamanya. Namun, kehadirannya sangat penting, karena dibutuhkan untuk kesembuhan sehingga hidup bisa kembali normal kembali seperti sedia kala.
Manusia jenis ini, kehadirannya tidak selamanya dibutuhkan. Namun tanpa dia jika situasi kita membutuhkannya, kehidupan akan sulit untuk kembali normal. Jadi, kehadirannya dibutuhkan hanya pada situasi tertentu saja, dan sangat menentukan untuk kelangsungan kehidupan pada saat itu. Olehnya itu, manusia jenis ini tetap harus ada, karena dalam situasi tertentu, ia dibutuhkan.
Jenis manusia Ketiga, adalah manusia yang seperti penyakit. Sama sekali tidak dibutuhkan, kapan saja dan dimana saja. Tetapi jika dia sudah hadir, keberadaannya harus menjadi perhatian kita secara serius, agar tidak mengundang temannya yang lain. Kita butuh manusia jenis yang kedua untuk mengusirnya. Dan, cara untuk mengusirnya dengan benar dan tepat adalah dengan mengenali sifat dan kebiasaannya.
Kehadirannya memang tidak membawa manfaat, tetapi harus bisa memberi pelajaran bagi manusia yang mendapat tamu manusia jenis ini, karena diantara fungsinya dari kebanyakan jeleknya, adalah sebagai ujian atas kesabaran, untuk penyadaran atas kelalaian manusia.
Jenis manusia ketiga ini, tidak membawa kedamaian apalagi kebahagiaan. Tidak memberi manfaat yang diharapkan bagi manusia pada umumnya. Karena itu, manusia semacam ini harus bisa dijauhi dan dihindari. Bila perlu melenyapkannya. Bayangkanlah virus Covid 19 yang kini jadi pandemi. Sungguh kehadirannya meresahkan dan menyengsarakan. Manusia jenis ketiga ini, adalah musibah yang sungguh sangat tidak diharapkan kehadirannya.
Itulah penggambaran 3 jenis manusia menurut Imam Al Gazali. Maka jadilah manusia tipe yang pertama, yang selalu dibutuhkan setiap saat. Namun kalau tidak bisa menjadi manusia jenis pertama, maka setidaknya jadilah manusia tipe yang kedua.
Namun, jangan sekali-kali menjadi manusia tipe yang ketiga, karena kalau anda menjadi manusia jenis yang ketiga, itu pertanda anda adalah manusia pembawa bencana atau musibah bagi kehidupan manusia yang justru harus kita jaga baik-baik, hormati dan muliakan dalam hidup dan kehidupan. Nah termasuk kategori jenis manusia manakah Anda?
Wallahu A’lam Bishawwabe.
*) Telah dimuat di Kolom Secangkir Teh Harian Fajar, 6 Maret 2022
Lihat pula: Prosesi Mappatettong Baruga ~ Rangkaian Prosesi Khitanan Adat Anakda Zahra Alzahrani



