BerandaFiksiPuisi: Puncak Ilmu dan Gembok Dompet Adiibah

Puisi: Puncak Ilmu dan Gembok Dompet Adiibah

Oleh: Etta Adil *)

PALONTARAQ.ID – Menulis puisi akrostik haruslah jeli mencermati sifat, sikap, atau perilaku seseorang yang namanya disebut dalam puisi, sehingga lebih mudah mengeksplorasinya dalam susunan bait-bait puisi. Berikut ini adalah salah satu contohnya:

Puncak Prestasi dan Gembok Dompet Adiibah

Ambisi membara tersimpan rapat di balik senyum tenang
Dalam diam ia merancang siasat agar menjadi pemenang
Inginnya menguasai puncak, obsesi yang tak kasat mata
Ilmu dikejar tanpa henti, membedah setiap baris pustaka
Buku-buku menjadi saksi, prestasi tertinggi kini ia genggam
Atas segala lelah dan kantuk yang selalu ia redam
Hidupnya didedikasikan pada belajar, siang hingga malam

Firasat membawanya melangkah jauh meninggalkan rumah
Adik tersayang diajak serta dalam rida dan langkah amanah
Rantau dipilih demi mengaji di pondok pesantren suci
Ayat-ayat suci dan kitab kuning tekun ia pelajari setiap hari
Demi masa depan cerah yang tengah ia rintis dengan teliti
Ikhlas berbagi ilmu, namun urusan harta ia sangat hati-hati
Bukan rahasia lagi, dompetnya terkunci rapat layaknya peti
Apapun yang dimilikinya, disimpan erat untuk diri sendiri

Enaknya makanan selalu sukses menggoda seleranya
Favoritnya berderet, tak pernah menolak jika ada hidangan di muka
Egois sedikit tak mengapa, baginya pelit adalah bagian gaya
Nikmatnya santapan ia santap sendiri tanpa sisa
Dalam setiap suapan, ada kepuasan yang ia rasa
Itulah kepribadian uniknya, berprestasi namun kikir pula. 

 

Minasatene-Pangkep, 3 Januari 2026

(* Etta Adil, Penikmat Puisi, Kumpulan Puisinya yang pertama, “Penjara Suci” diterbitkan Pustaka Puitika (2015).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

HIGHLIGHT