Hari Pertama Ramadhan: Dimulainya Penaklukan Andalusia

Peta Andalusia, Spanyol

Peta Andalusia, Spanyol. (iLUSTRASI/foto: ist/palontaraq)

Oleh: Dra Nurhudayah, Guru Sejarah Kebudayaan Islam

PALONTARAQ.ID – PADA  tanggal 1 Ramadan tahun 91 H bertepatan dengan tahun 710 M, kaum Muslimin di bawah komando Tharif bin Malik Al-Barbari atau Abu Zar’ah mendarat di pantai selatan negeri Andalusia, Spanyol.

Pasukan muslim  menyerang beberapa wilayah pinggir selatan dan memulai misi penaklukan Andalusia. Sebelumnya Musa bin Nushair telah mengutus Tharif bin Malik untuk membuka jalan bagi penyerangan Andalusia, untuk membebaskan negeri itu dari ketidak-adilan dan kedzaliman penguasanya.

Pada saat yang sama Gubernur Musa bin Nushair menulis surat kepada Khalifah al-Walid bin Abdul Malik guna meminta izin memperluas daerah penaklukkan sehingga mencakup negeri Andalusia.

Ekspedisi Abu Zar’ah

Khalifah Al-Walid bin Abdul Malik (705-715) dari Dinasti Umayyah membalas suratnya dan menyatakan,“Kirimkan ekspedisi dulu ke sana, agar kamu melihat dan mencari informasi tentang kondisi wilayahnya. Jangan kamu tenggelamkan kaum Muslimin di laut penuh bahaya.”

Gubernur Musa bin Nushair kembali mengirim surat guna menjelaskan pada khalifah bahwa kondisi wilayah yang dimasukinya bukanlah laut dalam,  melainkan teluk yang mana seseorang bisa melihat daratan di seberangnya.

Khalifah Al-Walid mengirim surat balasan, menyatakan bahwa mengujinya dengan mengirim ekspedisi sebelum masuk dan menyerangnya.  Musa bin Nushair kemudian segera mengirim Abu Zar’ah dengan 400 pasukan pejalan kaki dan 100 orang pasukan berkuda menyeberangi selat antara Afrika Utara dan daratan Eropa.

Lihat juga: Belajar dari Sejarah Genosida Umat Islam di Bosnia

Pada 4 Ramadhan 91 H atau 2 April 710 M, Abu Zar’ah meninggalkan Afrika Utara menggunakan delapan kapal—empat kapal merupakan pemberian Gubernur Julian—dan mendarat 21 hari kemudian di sebuah pulau kecil dekat Kota Tarife, sejajar dengan Maroko, yang menjadi sasaran serangan pertama.

Pada petang harinya, pasukan Abu Zar’ah ini berhasil menaklukkan beberapa kota di sepanjang pesisir pantai tanpa perlawanan yang berarti dan mendapatkan ghanimah yang banyak. Padahal, jumlah pasukan Abu Zar’ah kalah banyak.

Setelah penaklukan ini, Abu Zar’ah pulang. Keberhasilan ekspedisi Abu Zar’ah ini membangkitkan semangat Musa bin Nusair untuk menaklukkan seluruh Spanyol. Maka, ia memerintahkan Thariq bin Ziyad membawa pasukan untuk penaklukan yang kedua.

Pengiriman Angkatan Perang ke Andalusia

Setelah ekpedisi ini, seperti yang kita ketahui bersama Andalusia  ditaklukan oleh salah satu tokoh yang masyhur, yaitu Thariq bin Ziyad yang  berasal dari Suku Barbar yang kemudian memeluk Islam. Entah mungkin untuk mendiskreditkan perjuangan Thariq, kata-kata “barbar” kemudian disematkan berkonotasi negatif yang berarti tidak beradab, kejam, atau kasar.

Thariq bin Ziyad dilahirkan pada 50 H (670 M) di tengah keluarga Barbar dari Kabilah Nafazah di Afrika Utara. Ia berperawakan tinggi, berkening lebar, berkulit putih kemerahan,  ahli menunggang kuda, menggunakan senjata, dan ilmu bela diri. Thariq mendapatkan kepercayaan penuh dari Musa bin Nushair untuk membebaskan Andalusia.

Ilustrasi - Thariq bin Ziyad

Ilustrasi – Thariq bin Ziyad

Thariq bin Ziyad dan pasukannya merapat di Pantai Spanyol membawa misi menyebarkan Islam. Peristiwa tersebut menjadi awal masa Islam di Spanyol. “Thariq sukses dan berhasil dalam mengalahkan pasukan Raja Roderick di Bakkah. Setelah itu ia terus maju untuk merebut kota lain seperti Kordoba, Granada, dan Zaragoza yang saat itu menjadi ibu kota kerajaan Gothik”.

Ketika merebut Toledo, Thariq diperkuat 5.000 tentara tambahan yang dikirim Musa bin Nushair. Bukit-bukit di pantai tempat pendaratan Tahriq dinamai dengan Jabal Thariq atau kemudian dikenal dengan sebutan Gibraltar. Saat penaklukan, Musa Nushair bahkan ikut menyeberang untuk memimpin sendiri pasukannya.

Ia merebut wilayah Seville dan mengalahkan Theodomir, penguasa Gothik. Lalu, Musa dan Thariq bahu-membahu menguasai seluruh wilayah Spanyol Selatan. Thariq bin Ziyad adalah salah satu dari tiga pahlawan yang paling berjasa dalam proses penaklukan Islam.

Pada akhirnya, Gubernur Musa bin Nushair memasuki Andalusia pada bulan Ramadan 93 H bersama pasukan besar 18.000 personil. Musa menaklukkan kota-kota yang belum ditaklukkan oleh Thariq seperti Sedonia, Carmona, Sevilla dan Merida.

Sumber:
– Abdurrahman Al-Baghdady, Peristiwa-Peristiwa Penting di Bulan Ramadan
– Tata Septayuda Purnama, Khazanah Peradaban Islam

 

Like it? Share it!

Leave A Response