Apa kabar Rohingnya hari ini?

by Penulis Palontaraq | Jumat, Apr 5, 2019 | 71 views
Pengungsi Rohingnya

Pengungsi Rohingnya di Bangladesh. (foto: reuters)

Tak jauh berbeda dengan kondisi mereka di pertengahan 2017 lalu, nasib mereka seakan masih sama, terkurung dalam intimidasi dan mimpi paling buruk tentang penghapusan etnis atau genosida.   Tidak ada gaung berita tentang Rohingya, bukan berarti nasib Rohingnya kini sudah baik-baik saja.

Wilayah Buthidaung, Rakhine State, Myanmar beberapa waktu lalu menjadi saksi bahwa nestapa Rohingya belum usai. Satu desa di Buthidaung dibakar dengan biadab dan menyebabkan lebih dari 2.000 orang mengungsi. Sementara pengungsi Rohingnya juga tertahan di Bangladesh.

Lihat juga: Do’a untuk Palestina, Rohingnya, dan Uyghur

Menteri luar negeri Bangladesh, Shahidul Haque mengemukakan di Dewan Keamanan PBB, seperti dilansir dari berita VOA (1/4/2019) bahwa negaranya tidak bisa lagi menampung pengungsi dari Myanmar, sekitar 18 bulan setelah lebih dari 700 ribu Muslim Rohingya menyelamatkan diri masuk ke Bangladesh.

Derita muslim Rohingnya, sampai kapankah berakhir?

Derita muslim Rohingnya, sampai kapankah berakhir? (foto: christopher archambault/gettyimages)

Permukiman muslim Rohingnya yang dibakar Pemerintah Myanmar. (foto: )

Permukiman muslim Rohingnya yang dibakar Pemerintah Myanmar. (foto: islampos)

Serangan pemberontak Rohingnya terhadap pos militer Myanmar di negara bagian Rakhine disusul operasi penumpasan oleh militer Myanmar menyebabkan mereka mengungsi.  Amerika , Inggris dan negara lain menuduh militer Myanmar melakukan pembersihan etnis, tetapi dibantah oleh Myanmar.

Lihat juga: Sekjen PBB: Lebih dari 80 ribu Anak Mati Kelaparan di Yaman

Shahidul Haque menuduh Myanmar memberi janji kosong dan bermacam tindakan merintangi dalam perundingan mengenai kepulangan pengungsi Rohingnya itu ke negara bagian Rakhine. Tidak seorang pun dari mereka yang dengan sukarela mau pulang karena tidak adanya suasana kondusif di sana, katanya.

Myanmar mengatakan sudah siap menerima kepulangan Muslim Rohingnya itu sejak bulan Januari tetapi PBB mengatakan kondisinya masih belum tepat bagi mereka untuk pulang. Rohingya itu sendiri mengatakan mereka ingin ada jaminan keamanan dan diakui sebagai warganegara sebelum mereka pulang.n

Presiden Filipina Rodrigo Duterte menawarkan kewarganegaraan Filipina kepada para pengungsi Rohingnya. Duterte meyakinkan pihaknya beritikad baik menerima para pengungsi itu di negaranya, demikian dikutip dari Tempo.co, 1 Maret 2019 lalu.  “Saya ingin menerima para penduduk etnis Rohingnya,” kata Duterte dalam sebuah pidato di Hotel Manila, Selasa, 26 Februari 2019.

Lihat juga: Belajar dari Sejarah Genosida Umat Islam Bosnia

Dikutip dari gmanetwork.com, pernyataan Duterte itu untuk menguatkan hal serupa yang pernah disampaikannya pada April 2018, setahun yang lalu. Ketika itu, Duterte mengutarakan niatnya untuk memberikan suaka perlindungan kepada para pengungsi etnis Rohingya, Myanmar, yang sekarang berlindung di wilayah perbatasan Bangladesh akibat genosida.

Demikianlah nasib Rohingnya. Tertindas dan menjadi pengungsi di tanah sendiri masih dialaminya,  entah sampai kapan.  Dari Indonesia sendiri,  yang punya respon lebih konkret adalah bantuan kemanusiaan yang disalurkan oleh Aksi Cepat Tanggap (ACT) melalui Tim Global Humanity Response, yang memberikan bantuan kemanusiaan berupa paket pangan kepada 200 Kepala Keluarga di Desa Sin Kon Taine, Rathedaung, Rakhine State-Myanmar. (*)

 

Like it? Share it!

Leave A Response