Uyghur Menjerit, Kemana Pembela HAM?

Selamat Uyghur

Selamatkan Uyghur (ist/palontaraq)

Beberapa tahun terakhir ini, kaum muslimin Uighur di Xinjiang, Cina semakin hari semakin menderita.  Pemerintahan Komunis China telah menahan jutaan kaum muslimin di kamp penjara, juga beberapa kebijakan kejam rezim Xi Jinping, yang refresif dan menindas membuat kaum muslimin Uyghur berada dalam siksaan diluar batas kemanusiaan.  

Bentuk-bentuk penindasan terhadap Muslim Uyghur:

1. Melarang memberi nama bayi dengan Nama-nama Islami, dengan ancaman tidak akan mendapatkan akses kesehatan dan pendidikan.
2. Melarang Orang Tua Muslim menyelenggarakan kegiatan agama untuk anak mereka.
3. Melarang anak-anak Muslim Uyghur terlibat dalam kegiatan agama.
4. Memerintahkan seluruh Muslim Uyghur untuk menyerahkan seluruh barang yang bernuansa agama seperti sajadah, mushaf Al-Quran, termasuk juga simbol-simbol seperti bulan dan bintang.
5. Menyita mushaf Al-Qur’an, dengan alasan mengandung konten ekstrem.
6. Melarang laki-laki Muslim memanjangkan jenggot.
7. Memaksa muslim untuk makan babi dan minum alkohol di kamp reedukasi.
8. Memaksa Muslim Uyghur untuk meninggalkan agamanya dan menyanyikan lagu-lagu Partai Komunis.

Persekusi terhadap Muslim Uyghur oleh Pemerintah Komunis Cina merupakan salah satu yang terparah dalam sejarah peradaban manusia. Muslim di Cina bagian barat saat ini merasakan salah satu penindasan dan pembersihan etnis terburuk di dunia. Lebih dari 2 juta muslim Uyghur dikurung di kamp konsenstrasi (mirip gaya Nazi) dan dipaksa untuk melakukan Hal-hal yang dilarang Islam, seperti memakan babi dan mengutuk agama.

Penyiksaan terhadap Muslim Uyghur. (ist/palontaraq)

Penyiksaan terhadap Muslim Uyghur. (ist/palontaraq)

Faktanya, lebih dari 60.000 guru agama dan ulama telah dibuang ke penjara dengan dalih memerangi ekstrimisme. Ulama besar Muhammad Salih terbunuh di penjara, dan imam terkenal lainnya seperti Abdushukur Haji telah dijatuhi hukuman 20 tahun penjara. Dibawah apa yang disebut “Kebijakan Keluarga Berencana”, Tiongkok membunuh ribuan bayi yang masih berada di rahim ibu mereka, bahkan pada usia 9 bulan.  Lebih dari 200.000 anak-anak termasuk bayi yang orangtuanya dikurung di kamp-kamp konsentrasi
juga telah dikirim ke kamp konsentrasi remaja.

Penghancuran dan Pembakaran Alqur'an, sajadah, dan peralatan ibadah muslim Uyghur lainnya oleh Pemerintah Komunis Cina. (ist/palontaraq)

Penghancuran dan Pembakaran Alqur’an, sajadah, dan peralatan ibadah muslim Uyghur lainnya oleh Pemerintah Komunis Cina. (ist/palontaraq)

Dari 24.000 mesjid di seluruh Turkistan timur, lebih dari 20.000 diantaranya telah dihancurkan, diubah menjadi Kantor-kantor pemerintah dan diberikan kepada pebisnis Cina dan berubah menjadi pusat propaganda. Mereka yang berada di kamp konsentrasi dipaksa untuk mencela Islam dan identitas Muslim mereka, mereka dipaksa untuk berjanji bahwa mereka adalah orang Cina, dan bahwa mereka komunis. Setelah mengirim orang ke kamp konsentrasi, pemerintah Cina membawa ratusan ribu pria Cina untuk tinggal di rumah keluarga Muslim dan memaksa wanita Muslim untuk menikahi mereka. Semua gadis dan perempuan Uyghur di desa-desa dipaksa menikahi laki-laki Tionghoa Atheis.

***

Bangsa Uighur atau Uyghur adalah salah satu suku minoritas resmi di Republik Rakyat Cina – Tiongkok. Bangsa ini merupakan keturunan dari Suku kuno Huihe yang tersebar di Asia Tengah, menuturkan Bahasa Uighur dan memeluk agama Islam. Populasi Bangsa Uyghur  juga tersebar di Kazakhstan, Kyrgystan dan Uzbekistan. Orang Uyghur  bersama suku Hui menjadi suku utama Pemeluk Islam di Cina – Tiongkok, tinggal di Daerah Otonomi Xinjiang.

Keberadaan Bangsa Uighur di Xinjiang dicatat oleh sejarah sejak berabad-abad silam. Pada awal Abad 20, Etnis bangsa ini mendeklarasikan kemerdekaan mereka dengan nama Turkestan Timur. Namun pada tahun 1949, Mao Zedong menyeret Xinjiang ke dalam kekuasaan penuh Beijing.  Sejak saat itu Bangsa Uyghur terus menerus mengalami tekanan dan paksaan luar biasa dari Pemerintah Komunitas Cina.

Tekanan, Paksaan, dan Penyiksaan Pemerintah Komunis Cina terhadap Muslim Uyghur. (ist/palontaraq)

Tekanan, Paksaan, dan Penyiksaan Pemerintah Komunis Cina terhadap Muslim Uyghur. (ist/palontaraq)

Beijing mengontrol daerah terluarnya itu dengan mendorong imigrasi massal Bangsa Han ke Xinjiang. Pada 1949 jumlah populasi Han di Xinjiang hanya berkisar enam persen dari total penduduk Cina. Pada Tahun 2010, jumlahnya sudah berlipatganda menjadi 40 persen. Di utara Xinjiang yang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi, Bangsa Uighur bahkan menjadi minoritas. Sebenarnya, bangsa Uighur bukan etnis muslim terbesar di Cina, melainkan bangsa Hui. Berbeda dengan Uighur, bangsa Hui lebih dekat dengan mayoritas Han secara kultural dan linguistik. Di antara etnis muslim Cina yang lain, bangsa Hui juga merupakan yang paling banyak menikmati kebebasan sipil, seperti membangun mesjid atau mendapat dana negara buat membangun sekolah agama.

Made in Cina - Beginilah Cara-cara komunis Cina menindas, menganiaya, dan membunuh Muslim Uyghur. (foto: ist/palontaraq)

Made in Cina – Beginilah Cara-cara komunis Cina menindas, menganiaya, dan membunuh Muslim Uyghur. (foto: ist/palontaraq)

Salah satu kelompok yang paling aktif memperjuangkan kemerdekaan Xinjiang adalah Gerakan Islam Turkestan Timur (ETIM) dan Partai Islam Turkestan yang dituduh bertalian erat dengan Al-Qaidah, dan bertanggungjawab atas serangkaian serangan bom di ruang publik di Xinjiang yang merupakan provinsi terbesar di China dan menyimpan sumber daya alam tak terhingga.  Beijing memusatkan perhatian pada kawasan yang dilalui jalur sutera itu.

Sejak beberapa tahun dana investasi bernilai ratusan triliun mengalir ke Xinjiang, namun kemakmuran hanya dinikmati Bangsa Han ketimbang etnis lokal. Uyghur sejak dahulu termarginalkan. Pemerintah Cina melarang kelompok minoritas Muslim Uyghur mengenakan jilbab atau memelihara janggut. Aturan baru tersebut menambah sederet tindakan represif Pemerintah Beijing terhadap etnis Turk tersebut.

Uyghur  benar-benar berada dibawah cengkeraman dan penindasan Komunis. Lantas, kemana para pembela HAM?  Kenapa tidak ada label “teroris” kepada komunis, dan bahkan hal ini merupakan terorisme yang dilakukan oleh negara dan pemerintah komunis Cina? Kemana suara-suara negara Amerika dan Eropah yang katanya pembela hak azasi manusia? Lantas, dimana pula solidaritas negara-negara muslim dunia dalam menyikapi penjajahan dan penindasan muslim Uyghur di Xinjiang? (*)

 

Like it? Share it!

Leave A Response