Beranda Akademia Beda Rasa yang te (se) rasa

Beda Rasa yang te (se) rasa

Kopi beda rasa. (foto: youtube)
Kopi beda rasa. (foto: youtube)

Oleh:  Muhammad Farid Wajdi

Tulisan sebelumnya: Menyoal Penggunaan Kata “Membonceng”

PALONTARAQ.ID – MEMAKNAI  kata “rasa” dalam Bahasa Indonesia ternyata akan membawa kita pada keganjilan dalam pengucapannya, pada kata merasa, terasa dan serasa.  Pasalnya, kata “rasa”  memiliki pemaknaan “logika” yang tidak terserap secara utuh dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

“Rasa” artinya: 1) “tanggapan indra terhadap rangsangan saraf seperti manis, pahit, masam terhadap indra pengecap, atau panas, dingin, nyeri terhadap indra perasa”, 2) “apa yang dialami oleh badan”, 3) “sifat rasa suatu benda”, 4) “tanggapan hati terhadap sesuatu (indra)”, 5) “pendapat (pertimbangan) mengenai baik atau buruk, salah atau benar”.

Itu “rasa”, bagaimana dengan kata  “merasa”, “terasa”, dan “serasa”.   Dalam KBBI disebut bahwa “merasa” berarti:  1) “mengalami rangsangan yang mengenai (menyentuh) indra (seperti yang dialami lidah, kulit, atau badan)”, 2) “mengalami rasa di hati (batin)”, sedang “terasa” berarti “dapat dirasa(i); sudah dirasa(i); berasa dengan tiba-tiba”, serta “serasa” berarti “sama rasanya dengan; seakan-akan; seolah-olah”.

Sarabba dan Ubi Goreng, terasa berbeda jika dinikmati bersama keluarga. (foto: mfaridwm/palontaraq)
Sarabba dan Ubi Goreng, terasa berbeda jika dinikmati bersama keluarga. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Nasi goreng petai, beda rasa dari nasi goreng buatan sendiri. (foto: mfaridwm/palontaraq)
Nasi goreng petai, beda rasa dari nasi goreng buatan sendiri. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Sekilas tampak bahwa perbedaan itu sudah jelas, tapi di sisi lain, “merasa” itu juga dapat bermakna “mengakui sesuatu yang tidak sama atau lain”, misalnya “saya merasa perempuan …” (artinya saya bukan perempuan) atau “saya merasa kaya” (saya tidak kaya) yang hanya berbentuk “pembanding” atas “sesuatu yang dirasakan”.  Bagaimana dengan kalimat, “Maaf, saya hanya merasa pintar mengajak berbagi”.

“Serasa” pada pemaknaan lain, adalah “sirih”. Di jalur “rasa”, kata ini (serasa) hampir sama artinya dari era KUBI hingga KBBI terakhir. Hanya saja,  “serasa” (se-rasa) sebenarnya dapat juga berarti “satu rasa”.

Jika memang benar “satu rasa”, bagaimana mungkin bisa sama jika makna sebenarnya “seakan-akan” dan “seolah-olah”, walau telah ditegaskan “sama rasanya dengan”. Apalagi jika “serasa” itu ditenggerkan pada kalimat yang justru berarti “terasa” yang dapat dirasakan secara tiba-tiba.

Hal ini pernah diungkapkan Penulis kawakan asal Pangkep, Asdar Muis RMS (almarhum), yang mencontohkan penggunaan kalimat yang dirasanya adalah “terasa” tetapi tertulis “serasa”.

Dicontohkannya, seperti pada tembang “Sabda Alam” yang dinyanyikan Chrisye: “Serasa pagi tersenyum mesra …”. Mestinya “serasa” di tembang ini adalah “terasa”.

Begitu pula pada banyak tulisan di koran yang tak dapat membedakan “serasa” dengan “terasa”. Misalnya dituliskan “serasa berada di kampung halaman …” yang sangat jelas “beda rasa” tetapi hanya “terasa”.

Demikian, semoga bermanfaat adanya. (*)

 

 

Penulis Palontaraqhttps://palontaraq.id/
M. Farid W Makkulau, pemerhati budaya dan penikmat sejarah. Kerap kali menggunakan nama pena Etta Adil saat menulis reportase, karya fiksi dan laporan perjalanan. Pernah menggeluti 10 tahun dunia jurnalistik, sebelum memutuskan mengisolasi diri di lingkungan sekolah islam sebagai seorang guru Selengkapnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

HIGHLIGHT

Arti, Tujuan dan Fungsi menjadi Relawan Pendidikan

  Oleh: Etta Adil PALONTARAQ.ID - Relawan pada hakikatnya adalah kata lain dari Kemanusiaan. Kalau ada orang yang ikhlas, tulus, dan bekerja tanpa pamrih untuk menolong...

Kantin Putri IMMIM dinyatakan sebagai Kantin Sehat

  Laporan: Nurhudayah Lihat pula: Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel kunjungi Hotspot Center Putri IMMIM PALONTARAQ.ID - Satu lagi prestasi yang ditorehkan Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM...

Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel kunjungi Hotspot Center Putri IMMIM

  Lihat pula: Ketua TP PKK Sulsel kunjungi Ponpes Modern Putri IMMIM Laporan: Nurhudayah PALONTARAQ.ID - Dalam kunjungannya ke Kampus Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep,...

Santri Putri IMMIM Ikuti Program Pesantren Sehat

  Laporan: Nurhudayah PALONTARAQ.ID - Sebanyak 20-an santriwati didampingi Guru/Pembina Pondok Pesantren Modern (PPM) Putri IMMIM dari perwakilan berbagai tingkatan, Rabu kemarin (18/11/2020) mengikuti dengan hikmat...