Bosowa gelar Festival Barzanji dan Talqin Bahasa Bugis

by Kontributor Palontaraq | Kamis, Mar 14, 2019 | 50 views
Festival-barzanji-dan-talqin-berbahasa-bugis-2019

Festival-barzanji-dan-talqin-berbahasa-bugis-2019 (foto: tribuntimur)

Etta Adil:  Ini upaya Pelestarian Budaya, patut Diapresiasi

PALONTARAQ.ID – Beberapa waktu lalu, Bosowa Corporation  sukses melaksanakan suatu acara yang unik dan menarik, yaitu Festival Barzanji dan Talqin Bahasa Bugis 2019  di Masjid Ceng Ho Jl Danau Tanjung Bunga, Kecamatan Tamalate Makassar, berlangsung sehari, Sabtu (9/3/2019)

Inisiatif pelaksanaan kegiatran ini langsung dari Founder Bosowa Corporation HM Aksa Mahmud saat menghadiri acara takziah Vice Presiden Bosowa Grup 1998-2006, almarhum Hasanuddin Hasma, yang meninggal dunia Senin, (18/2/2019). Di acara itu,  sang ustadz menyampaikan ceramah dalam Bahasa Bugis. Hal ini diungkapkan M. Tonang Cawidu,  Sekretaris panitia Festival Barazanji dan Talqiin Bahasa Bugis 2019, M Tonang Cawidu, Jumat (8/3/2019).

Pemerhati Sejarah dan Budaya, Etta Adil mengungkapkan kegembiraannya adanya kegiatan festival yang langka dan unik tersebut. “Festival Barzanji dan Talqin ini merupakan salah satu upaya pelestarian budaya yang patut diapresiasi dan didukung. Kegiatan stimulus Festival Barzanji ini penting ditengah masyarakat Bugis dan generasi mudanya sudah banyak yang tidak kenal dan tidak tahu berbarazanji,” ujarnya.

Hal yang senada, diungkapkan Tonang Cawidu bahwa kegiatan Festival Barzanji dan Talqin tersebut sebagai  bagian dari upaya pelestarian kearifan lokal khususnya Bahasa Bugis.  “Jadi ini salah satu upaya pelestarian kearifan lokal Bahasa Bugis,  baik dimasyarakat, dan khususnya di dunia pesantren. Karena tidak menutup kemungkinan bahasa bugis akan punah di dunia pesantren kedepannya,” ujarnya.

Festival Barazanji dan Talqin Bahasa Bugis 2019 yang diselenggarakan Bosowa Corporation, menjadi rangkaian kegiatan dari  semarak perayaan HUT ke-46 Bosowa Corporation.   Ada 13 pesantren yang telah mendaftarkan diri, yaitu An-Nahdlah dan Tahfizhul Quran Al Imam Ashim kota Makassar, Nahdatul Ulum Maros, Ar-Rahman DDI Galla Raya Pangkep, Al-Ikhlas Addary Takkalasi dan DDI Mangkoso Barru, Manahilil Ulum Pinrang, Al-Urwatul Wutsqa Benteng Sidrap, Yasrib Soppeng, As ‘Adiyah Wajo, Al-Ikhlas Ujung dan Al- Junaidiyah Biru Bone dan Babul Khaer Bulukumba.

Peserta yang mengikuti lomba bakal meperebutkan hadiah jutaan rupiah. Hadiah untuk kategori lomba Barazanji, Rp 7 juta untuk juara satu, Rp 5 juta untuk juara dua, Rp 3 juta untuk juara tiga. Untuk juara harapan, Rp 2 juta untuk harapan satu, Rp 1,5 juta untuk harapan dua dan Rp 1 juta untuk harapan tiga.

Sementara, untuk kategori Talqin, Rp 3,5 juta untuk juara satu, Rp 2,5 juta untuk juara dua, Rp 2 juta untuk juara tiga. Untuk juara harapan, Rp 1 juta untuk harapan satu, Rp 750 ribu untuk harapan dua dan Rp 500 ribu untuk harapan tiga.

Kepala Kantor Kemenag Sulsel H Anwar Abubakar, menyebut festival antar pesantren se-Sulsel ini baru pertama kali digelar. “Kemenag berharap kegiatan serupa ini dapat dikembangkan di Sulsel, baik dalam Bahasa Makassar, Bugis, Luwu dan Mandar,” ujarnya.

Founder Bosowa yang juga Mantan Ketua MPR RI, HM Aksa Mahmud menyambut baik  ajakan Kakanwil Kemenag tersebut  untuk menggelar festival serupa yang melibatkan lebih banyak pesantren, majelis taklim, dan memperlombakn barzanji dalam bahasa Bugis, Makassar, Luwu dan Mandar.

“Event ini langka. Lomba barzanji ini juga mengingatkan masa kecilnya di Mangkoso awal era 1950-an dan masa remajanya 1960-an di Parepare. Tahun ini, saya sudah berusia 74 tahun,” ujar HM Aksa Mahmud yang rela duduk selama 8 jam menyimak keseluruhan kemampuan peserta dalam membaca barzanji dan talqin dalam Bahasa Bugis.

“Saya sudah lama jadi wasit lomba MTQ, tapi baru kali ini ada lomba talqin dan barzanji dalam bahasa Bugis,” kata KH Syawir Dahlan (61), satu dari 3 anggota majelis hakim event ini. KH Syawir Dahlan adalah Pimpinan Madrasah Tahfidz Qur’an di Biringkanaya dan Jagong, Pangkajene.(*)

 

 

Like it? Share it!

Leave A Response