BerandaEdukasiJaga Adab terhadap Guru

Jaga Adab terhadap Guru

Jaga adab terhadap guru. (foto: ist/palontaraq)
Jaga adab terhadap guru. (foto: ist/palontaraq)

Oleh: Muhammad Farid Wajdi

PALONTARAQ.ID – ADA banyak kisah yang pernah kita dengar dan temukan orang tua murid bertindak lancang kepada guru dari anaknya. Bahkan sampai berani melaporkan sang guru ke pihak kepolisian. Upaya bodoh seperti itu sebenarnya telah menutup pintu ilmu dan cahaya ilahi bagi sang anak.

Sebuah Kisah Inspiratif di zaman Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, ada seorang yang busuk hatinya ingin menfitnah Syekh Abdul Qadir, lalu ia berupaya mencari jalan untuk menfitnahnya. Maka ia membuat lubang di dinding rumah Syekh Abdul Qadir dan mengintipnya.

Kebetulan ketika ia mengintip Syekh Abdul Qadir, ia melihat Syekh Abdul Qadir sedang makan dengan muridnya. Syekh Abdul Qadir suka makan ayam dan setiap kali ia makan ayam dan makanan yang lain,  ia akan makan separuh sahaja lalu kelebihan makanan tersebut akan diberi kepada muridnya.

Ilustrated by: mfaridwm/palontaraq
Ilustrated by: mfaridwm/palontaraq
Ilustrated by: mfaridwm/palontaraq
Ilustrated by: mfaridwm/palontaraq

Maka orang tadi pergi kepada bapak murid Syekh Abdul Qadir tadi. “Bapak  punya anak yang namanya ini? Jawab orang tua murid, “Ya, ada”.  “Anak bapak apa benar belajar dengan Syekh Abdul Qadir? Jawab orang tua murid, “Ya, benar!

“Bapak tahu, anak bapak diperlakukan oleh Syekh Abdul Qadir Jailani seperti seorang hamba sahaya dan kucing saja. Syekh Abdul Qadir memberi kelebihan sisa makanan pada anak bapak”, lapornya.

Maka si bapak tidak puas hati lalu ke rumah Syekh Abdul Qadir, “Wahai, tuan syekh. Saya menghantar anak saya kepada tuan syekh bukan untuk jadi pembantu atau dilakukan seperti kucing. Saya hantar kepada tuan syekh, supaya anak saya jadi alim ulama”.

Ilustrated by: mfaridwm/palontaraq
Ilustrated by: mfaridwm/palontaraq
Ilustrated by: mfaridwm/palontaraq
Ilustrated by: mfaridwm/palontaraq

Lihat juga:  Adab-adab Penuntut Ilmu dan Kalam Ulama

Syekh Abdul Qadir hanya jawab ringkas saja, “Kalau begitu ambillah anakmu”. Maka si bapak tadi mengambil anaknya untuk pulang. Ketika keluar dari rumah syekh menuju jalan pulang, bapak tadi bertanya pada anaknya beberapa hal mengenai ilmu hukum syariat.

Ternyata kesemua soalan yang ditanyakannya dapat dijawab oleh anaknya dengan betul. Maka bapak tadi berubah pikiran untuk mengembalikan anaknya kepada tuan Syekh Abdul Qadir.

Jaga adab terhada[ guru. (foto: ist/palontaraq)
Jaga adab terhadap guru. (foto: ist/palontaraq)
Ilustrated by: mfaridwm/palontaraq
Ilustrated by: mfaridwm/palontaraq

“Wahai, tuan syekh. Terimalah anak saya untuk belajar dengan tuan kembali, tuan didiklah anak saya. Ternyata anak saya bukan seorang pembantu dan juga diperlakukan seperti kucing. Saya melihat ilmu anak saya sangat luar biasa bila bersamamu”.

Maka jawab tuan Syekh Abdul Qadir, “Bukan aku tidak mau menerimanya kembali, tapi Allah sudah menutup pintu hatinya untuk menerima Ilmu.  Allah sudah menutup futuhnya untuk mendapat ilmu disebabkan seorang ayah yang tidak beradab kepada GURU, maka anak yang menjadi mangsa,” jawab Syekh Abdul Qadir.

Lihat juga: Nasehat Kebaikan dari Ibrahim bin Adham

Ilustrated by: mfaridwm/palontaraq
Ilustrated by: mfaridwm/palontaraq
Ilustrated by: mfaridwm/palontaraq
Ilustrated by: mfaridwm/palontaraq

Begitulah seharusnya adab dalam menuntut ilmu. Anak, Ibu, ayah dan siapa pun perlu menjaga adab kepada guru. Betapa pentingnya adab dalam kehidupan seharian kita sehingga adab itu sendiri harus lebih didahulukan ketimbang ilmu itu sendiri.

Kisah di atas menceritakan seorang ayah yang tiada adab pada guru, tentang bagaimana kalau diri sendiri yang tiada adab, memaki dan mengaibkan gurunya?  Kata ulama: Satu prasangka buruk saja kepada gurumu, maka Allah haramkan seluruh keberkatan yang ada pada gurumu kepadamu.

Mari jaga adab terhadap guru-guru kita. “Dahulukan adab dibanding ilmu”. Semoga Allah jadikan kita orang yang beradab kepada makhluknya terlebih lagi kepada guru yang mengajarkan ilmu kepada kita.  Aamiin. Sekedar berbagi, semoga bermanfaat adanya. (*)

Lihat juga: Nasehat Ulama Shalafush Shaleh, Imam al-Fudhail bin Iyadh

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

HIGHLIGHT