Beranda Media Tabloid 'Indonesia Barokah' dicetak untuk Fitnah Prabowo

Tabloid ‘Indonesia Barokah’ dicetak untuk Fitnah Prabowo

Tabloid 'Indonesia Barokah' berisi fitnah terhadap Prabowo. (foto: ist/palontaraq)
Tabloid ‘Indonesia Barokah’ berisi fitnah terhadap Prabowo  dan Umat Islam. (foto: ist/palontaraq)

Laporan: Etta Adil

PALONTARAQ.ID, JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon  menyebut jika Tabloid Indonesia Barokah yang banyak diedarkan secara sembunyi-sembunyi oleh kelompok tertentu merupakan produk hoax yang jauh dari etika jurnalistik. Tabloid Indonesia Barokah merupakan bentuk kampanye hitam. Dia pun menanggapi pernyataan Menko Luhut yang mengatakan jika tabloid itu dimuat berdasarkan fakta (DISINI).

Tabloid ‘Indonesia Barokah menjadi heboh karena dikirimkan ke sejumlah masjid di Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Yogyakarta, dan bahkan sudah menjangkau wilayah peredaran Sumatera dan Bali.  Berikut ini beberapa link media online yang mengungkapkan bahwa peredaran Tabloid Indonesia Barokah merupakan hoax dan fitnah terhadap Prabowo Subianto, sengaja dicetak untuk fitnah Prabowo yang dalam Pilpres 2019 ini melawan Petahana Jokowi-Ma’ruf Amin.

Di Kabupaten Semarang, Tabloid Fitnah ‘Indonesia Barokah’ Tersebar Di 6 Kecamatan

Allahu Akbar! Para Pengurus Masjid Di Sukoharjo Bakar Tabloid “Indonesia Barokah”

Tabloid Memfitnah Prabowo Disebar Di Masjid, MUI: Jangan Sebarkan “Indonesia Barokah”!, Itu Tabloid ‘Tidak Pancasilais

Menjijikkan! 161 Masjid Di Magelang Dikirimi Tabloid Hoax ‘Indonesia Barokah’

FUUI Minta Aparat Usut Tabloid Indonesia Barokah

Dewan Pers Targetkan Investigasi ‘Indonesia Barokah’ Selesai Pekan Depan

Ribuan Tabloid Indonesia Barokah Siap Serbu Sumsel

Tabloid Indonesia Barokah”, Konten, Persebaran, hingga Respons Dewan Pers

BPN Prabowo-Sandiaga Laporkan Tabloid “Indonesia Barokah”

Agen Misterius Tabloid Indonesia Barokah

 

Berita sebelumyaJaga Adab terhadap Guru
Berita berikutnyaOrang Wajo yang Saya Kenal
Penulis Palontaraqhttps://palontaraq.id/
M. Farid W Makkulau, pemerhati budaya dan penikmat sejarah. Kerap kali menggunakan nama pena Etta Adil saat menulis reportase, karya fiksi dan laporan perjalanan. Pernah menggeluti 10 tahun dunia jurnalistik, sebelum memutuskan mengisolasi diri di lingkungan sekolah islam sebagai seorang guru Selengkapnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

HIGHLIGHT