Nasehat Kebaikan dari Ibrahim bin Adham

by Penulis Palontaraq | Selasa, Des 25, 2018 | 80 views
Ilustrasi. Mari bantu saudara kita yang membutuhkan, walau tanpa diminta. (foto: sepositif)

Ilustrasi. Mari bantu saudara kita yang membutuhkan, walau tanpa diminta. (foto: sepositif)

Diceritakan bahwa seorang sahabat Ibrahim bin Adham melintas saat Ibrahim duduk bersama para temannya yang lain. Lalu sahabat tersebut melihat ke arah mereka namun tidak mengucapkan salam. Salah seorang mereka berkata, “Bagaimana pendapatmu wahai Ibrahim? Dia melihat kita namun tidak mengucapkan salam?”.  Ibrahim menjawab, “Bisa jadi dia sedang dilanda kesusahan. Seseorang tidak akan mengacuhkan sahabatnya kecuali karena sedang ditimpa kesusahan”.

Ibrahim pun menemuinya lalu bertanya, “Ada apa denganmu, tidak mengucapkan salam wahai ayah fulan?” Dia menjawab, “Istriku sedang melahirkan, sementara aku tidak memiliki apa saja yang dibutuhkannya”. Lalu dia pun pergi.  Lalu Ibrahim bin Adham pun berkata kepada para temannya, “Demi Allah! Sesungguhnya kita telah menzholiminya dua kali. Pertama kita sudah berprasangka buruk terhadapnya, kedua kita sudah mengabaikannya sehingga dia membutuhkan sesuatu”.

Ibrahim bin Adhampun lalu meminjam uang dua dinar, lalu dengan satu dinarnya dia membeli daging, madu, minyak serta tepung.  Setelah berbelanja kebutuhan yang diperlukan,  dia bergegas menuju rumah sahabatnya. Ketika dia mengetuk pintu, istri sahabatnya menyahut dalam keadaan kesakitan. “Siapa yang ada di pintu?”  Dia menjawab, “Ibrahim bin Adham! Ini ambilah yang ada di pintu, Semoga Allah melapangkanmu. Lalu Ibrahim pun pergi.

Lihat juga: Nasehat Ulama Shalafush Shaleh, Imam Al-Fudhail bin ‘Iyadh

Ketika istri sahabatnya membuka pintu, didapatinya  berbagai bahan makanan yang dibutuhkannya, dan di atasnya ada uang satu dinar. Dari jauh sayup-sayup Ibrahim mendengar wanita itu berdoa terharu, mengatakan, “Ya Allah,  Jangan pernah Engkau lupakan kebaikan Ibrahim hari ini, selama-lamanya. Berapa banyak Orang di zaman ini yang sedang ditimpa kesusahan menunggu-nunggu makanan dan dinar Ibrahim bin Adham.

ذَكَرُوْا أَنَّ صَاحِبًا لِإِبْرَاهِيْمَ بْنِ أَدْهَمَ مَرَّ عَلَيْهِ وَهُوَ جَالِسٌ مَعَ أَصْحَابِهِ

فَنَظَرَ إِلَيْهِمْ وَلَمْ يُسَلِّمْ عَلَيْهِمْ  فَقَالَ بَعْضُهُمْ

أَرَأَيْتَ يَا إِبْرَاهِيْمُ كَيْفَ نَظَرَ إِلَيْنَا وَلَمْ يُلْقِ السَّلَامَ عَلَيْنَا؟

فَقَالَ إِبْرَاهِيْمُ لَعَلَّهُ مَكْرُوْبٌ

فَلاَ يَذْهَلُ عَنْ أَصْحَابِهِ إِلاَّ مَنْ بِهِ كَرْبٌ

فَلَحِقَ بِهِ إِبْرَاهِيْمُ وَقَالَ لَهُ : مَالَكَ لَمْ تُلْقِ عَلَيْنَا السَّلَامَ يَا أَبَا فُلَانٍ؟!

قَالَ : اِمْرَأَتِيْ تَلِدُ وَلَيْسَ عِنْدِيْ مَا يُصْلِحُهَا ( أَيْ مَا يَكْفِي لِحَاجَتِهَا ) ،

ثُمَّ انْصَرَفَ

فَقَالَ إِبْرَاهِيْمُ لِأَصْحَابِهِ :وَاللهِ لَقَدْ ظَلَمْنَاهُ مَرَّتَيْنِ ، مَرَّةً أَنْ أَسَأْنَا بِهِ الظَّنَّ ،

وَمَرَّةً أَنْ تَرَكْنَاهُ حَتَّى احْتَاجَ ثُمَّ اقْتَرَضَ إِبْرَاهِيْمُ دِيْنَارَيْنِ ،

اِشْتَرَى بِدِيْنَارٍ مِنْهَا لَحْمًا وَعَسَلًا وَزَيْتًا وَدَقِيْقًا ، وَأَسْرَعَ بِهِمْ إِلَى بَيْتِ صَاحِبِهِ

فَلَمَّا طَرَقَ الْبَابَ قَالَتْ زَوْجُ صَاحِبِهِ وَهِيَ تَتَوَجَّعُ : مَنْ بِالْبَابِ؟

قَالَ : إِبْرَاهِيْمُ بْنُ أَدْهَمَ ، خُذِيْ مَا عِنْدَ الْبَابِ ، فَرَّجَ اللهُ عَنْكِ ، ثُمَّ انْصَرَفَ

فَلَمَّا فَتَحَتْ وَوَجَدَتْ الْحَاجِيَاتِ وَفَوْقَهَا الدِّيْنَارُ الْآخَرُ ، سَمِعَهَا مِنْ بَعِيْدٍ تَدْعُوْا مُتَأَثِّرَةً وَتَقُوْلُ

اَللَّهُمَّ لاَ تَنْسَ هَذَا الْيَوْمَ لِإِبْرَاهِيْمَ أَبَدًا

كَمْ مِنَ الْمَكْرُوْبِيْنَ فِي زَمَانِنَا هَذَا يَنْتَظِرُوْنَ طَعَامَ إِبْرَاهِيْمَ وَدِيْنَارَهُ ؟

فَكُنْ كَمِثْلِ إِبْرَاهِيْمَ بْنِ أَدْهَمَ وَابْحَثْ عَنْ مَكْرُوْبٍ خَاصَّةً قَرِيْبٌ لَكَ

اَوْ صَدِيْقٌ وَلاَ تَنْتَظِرُهُ يَحْتَاجُ اَنْ يَسْأَلَ أَوْ يَطْلُبَ

(خَاصَّةً إِنْ كُنْتَ مُقْتَدِرًا وَلاَتَنْسَى إِبْرَاهِيْمَ قَدِمَ دِيْنَارَيْنِ فَقَطْ وَقَدْ اِقْتَرَضَهَا)

فَرُبَّمَا تَسْمَعُ دَعْوَةً اَوْ بِظَهْرِ غَيْبٍ لَا تَسْمَعُهَا تَكُوْنُ سَبَبًا لِنَجَاحِكَ وَفَلَاحِكَ وَفَوْزِكَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ

Jadi, Mari seperti Ibrahim bin Adham, dan carilah orang yang sedang susah, terutapa orang terdekatmu, atau temanmu. Jangan tunggu dia membutuhkan sesuatu dengan meminta atau mengemis. Terutama jika kamu mampu dan jangan lupakan bahwa Ibrahim memberikan dua dinar yang dia pinjam. Bisa jadi engkau nantinya mendengar doa, atau tanpa sepengetahuanmu, yang tidak engkau dengar dan doa itu menjadi sebab keberhasilan, kesuksesan dan kemenanganmu di dunia dan akhirat.

Mari berbuat yang terbaik untuk saudara-saudara kita yang sedang diuji dengan musibah dan kekurangan. Carilah disekitar kita, mereka yang menunggu uluran tangan kita, tapi mereka menjaga kehormatan mereka sehingga tidak datang meminta. Wallahu ‘alam bish-shawab. (*)

 

 

Like it? Share it!

Leave A Response