Beranda Islam Nasehat Kebaikan dari Ibrahim bin Adham

Nasehat Kebaikan dari Ibrahim bin Adham

Ilustrasi. Mari bantu saudara kita yang membutuhkan, walau tanpa diminta. (foto: sepositif)
Ilustrasi. Mari bantu saudara kita yang membutuhkan, walau tanpa diminta. (foto: sepositif)

Oleh:  Ummu ‘Adil

PALONTARAQ.ID – Diceritakan bahwa seorang sahabat Ibrahim bin Adham melintas saat Ibrahim duduk bersama para temannya yang lain. Lalu sahabat tersebut melihat ke arah mereka namun tidak mengucapkan salam.

Salah seorang mereka berkata, “Bagaimana pendapatmu wahai Ibrahim? Dia melihat kita namun tidak mengucapkan salam?”.  Ibrahim menjawab, “Bisa jadi dia sedang dilanda kesusahan. Seseorang tidak akan mengacuhkan sahabatnya kecuali karena sedang ditimpa kesusahan”.

Ibrahim pun menemuinya lalu bertanya, “Ada apa denganmu, tidak mengucapkan salam wahai ayah fulan?” Dia menjawab, “Istriku sedang melahirkan, sementara aku tidak memiliki apa saja yang dibutuhkannya”. Lalu dia pun pergi.

Ibrahim bin Adham pun berkata kepada para temannya, “Demi Allah! Sesungguhnya kita telah menzholiminya dua kali. Pertama kita sudah berprasangka buruk terhadapnya, kedua kita sudah mengabaikannya sehingga dia membutuhkan sesuatu”.

Ibrahim bin Adhampun lalu meminjam uang dua dinar, lalu dengan satu dinarnya dia membeli daging, madu, minyak serta tepung.  Setelah berbelanja kebutuhan yang diperlukan,  dia bergegas menuju rumah sahabatnya.

Ketika dia mengetuk pintu, istri sahabatnya menyahut dalam keadaan kesakitan. “Siapa yang ada di pintu?”  Dia menjawab, “Ibrahim bin Adham! Ini ambilah yang ada di pintu, Semoga Allah melapangkanmu. Lalu Ibrahim pun pergi.

Lihat juga: Nasehat Ulama Shalafush Shaleh, Imam Al-Fudhail bin ‘Iyadh

Ketika istri sahabatnya membuka pintu, didapatinya  berbagai bahan makanan yang dibutuhkannya, dan di atasnya ada uang satu dinar.

Dari jauh sayup-sayup Ibrahim mendengar wanita itu berdoa terharu, mengatakan, “Ya Allah,  Jangan pernah Engkau lupakan kebaikan Ibrahim hari ini, selama-lamanya. Berapa banyak Orang di zaman ini yang sedang ditimpa kesusahan menunggu-nunggu makanan dan dinar Ibrahim bin Adham.”

ذَكَرُوْا أَنَّ صَاحِبًا لِإِبْرَاهِيْمَ بْنِ أَدْهَمَ مَرَّ عَلَيْهِ وَهُوَ جَالِسٌ مَعَ أَصْحَابِهِ

فَنَظَرَ إِلَيْهِمْ وَلَمْ يُسَلِّمْ عَلَيْهِمْ  فَقَالَ بَعْضُهُمْ

أَرَأَيْتَ يَا إِبْرَاهِيْمُ كَيْفَ نَظَرَ إِلَيْنَا وَلَمْ يُلْقِ السَّلَامَ عَلَيْنَا؟

فَقَالَ إِبْرَاهِيْمُ لَعَلَّهُ مَكْرُوْبٌ

فَلاَ يَذْهَلُ عَنْ أَصْحَابِهِ إِلاَّ مَنْ بِهِ كَرْبٌ

فَلَحِقَ بِهِ إِبْرَاهِيْمُ وَقَالَ لَهُ : مَالَكَ لَمْ تُلْقِ عَلَيْنَا السَّلَامَ يَا أَبَا فُلَانٍ؟!

قَالَ : اِمْرَأَتِيْ تَلِدُ وَلَيْسَ عِنْدِيْ مَا يُصْلِحُهَا ( أَيْ مَا يَكْفِي لِحَاجَتِهَا ) ،

ثُمَّ انْصَرَفَ

فَقَالَ إِبْرَاهِيْمُ لِأَصْحَابِهِ :وَاللهِ لَقَدْ ظَلَمْنَاهُ مَرَّتَيْنِ ، مَرَّةً أَنْ أَسَأْنَا بِهِ الظَّنَّ ،

وَمَرَّةً أَنْ تَرَكْنَاهُ حَتَّى احْتَاجَ ثُمَّ اقْتَرَضَ إِبْرَاهِيْمُ دِيْنَارَيْنِ ،

اِشْتَرَى بِدِيْنَارٍ مِنْهَا لَحْمًا وَعَسَلًا وَزَيْتًا وَدَقِيْقًا ، وَأَسْرَعَ بِهِمْ إِلَى بَيْتِ صَاحِبِهِ

فَلَمَّا طَرَقَ الْبَابَ قَالَتْ زَوْجُ صَاحِبِهِ وَهِيَ تَتَوَجَّعُ : مَنْ بِالْبَابِ؟

قَالَ : إِبْرَاهِيْمُ بْنُ أَدْهَمَ ، خُذِيْ مَا عِنْدَ الْبَابِ ، فَرَّجَ اللهُ عَنْكِ ، ثُمَّ انْصَرَفَ

فَلَمَّا فَتَحَتْ وَوَجَدَتْ الْحَاجِيَاتِ وَفَوْقَهَا الدِّيْنَارُ الْآخَرُ ، سَمِعَهَا مِنْ بَعِيْدٍ تَدْعُوْا مُتَأَثِّرَةً وَتَقُوْلُ

اَللَّهُمَّ لاَ تَنْسَ هَذَا الْيَوْمَ لِإِبْرَاهِيْمَ أَبَدًا

كَمْ مِنَ الْمَكْرُوْبِيْنَ فِي زَمَانِنَا هَذَا يَنْتَظِرُوْنَ طَعَامَ إِبْرَاهِيْمَ وَدِيْنَارَهُ ؟

فَكُنْ كَمِثْلِ إِبْرَاهِيْمَ بْنِ أَدْهَمَ وَابْحَثْ عَنْ مَكْرُوْبٍ خَاصَّةً قَرِيْبٌ لَكَ

اَوْ صَدِيْقٌ وَلاَ تَنْتَظِرُهُ يَحْتَاجُ اَنْ يَسْأَلَ أَوْ يَطْلُبَ

(خَاصَّةً إِنْ كُنْتَ مُقْتَدِرًا وَلاَتَنْسَى إِبْرَاهِيْمَ قَدِمَ دِيْنَارَيْنِ فَقَطْ وَقَدْ اِقْتَرَضَهَا)

فَرُبَّمَا تَسْمَعُ دَعْوَةً اَوْ بِظَهْرِ غَيْبٍ لَا تَسْمَعُهَا تَكُوْنُ سَبَبًا لِنَجَاحِكَ وَفَلَاحِكَ وَفَوْزِكَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ

Jadi, Mari seperti Ibrahim bin Adham, dan carilah orang yang sedang susah, terutapa orang terdekatmu, atau temanmu. Jangan tunggu dia membutuhkan sesuatu dengan meminta atau mengemis.

Terutama jika kamu mampu dan jangan lupakan bahwa Ibrahim memberikan dua dinar yang dia pinjam. Bisa jadi engkau nantinya mendengar do’a, atau tanpa sepengetahuanmu, yang tidak engkau dengar dan doa itu menjadi sebab keberhasilan, kesuksesan dan kemenanganmu di dunia dan akhirat.

Mari berbuat yang terbaik untuk saudara-saudara kita yang sedang diuji dengan musibah dan kekurangan. Carilah disekitar kita, mereka yang menunggu uluran tangan kita, tapi mereka menjaga kehormatan mereka sehingga tidak datang meminta.

Wallahu ‘alam bish-shawab. (*)

 

 

Penulis Palontaraqhttps://palontaraq.id/
M. Farid W Makkulau, pemerhati budaya dan penikmat sejarah. Kerap kali menggunakan nama pena Etta Adil saat menulis reportase, karya fiksi dan laporan perjalanan. Pernah menggeluti 10 tahun dunia jurnalistik, sebelum memutuskan mengisolasi diri di lingkungan sekolah islam sebagai seorang guru Selengkapnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

HIGHLIGHT

Arti, Tujuan dan Fungsi menjadi Relawan Pendidikan

  Oleh: Etta Adil PALONTARAQ.ID - Relawan pada hakikatnya adalah kata lain dari Kemanusiaan. Kalau ada orang yang ikhlas, tulus, dan bekerja tanpa pamrih untuk menolong...

Kantin Putri IMMIM dinyatakan sebagai Kantin Sehat

  Laporan: Nurhudayah Lihat pula: Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel kunjungi Hotspot Center Putri IMMIM PALONTARAQ.ID - Satu lagi prestasi yang ditorehkan Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM...

Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel kunjungi Hotspot Center Putri IMMIM

  Lihat pula: Ketua TP PKK Sulsel kunjungi Ponpes Modern Putri IMMIM Laporan: Nurhudayah PALONTARAQ.ID - Dalam kunjungannya ke Kampus Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep,...

Santri Putri IMMIM Ikuti Program Pesantren Sehat

  Laporan: Nurhudayah PALONTARAQ.ID - Sebanyak 20-an santriwati didampingi Guru/Pembina Pondok Pesantren Modern (PPM) Putri IMMIM dari perwakilan berbagai tingkatan, Rabu kemarin (18/11/2020) mengikuti dengan hikmat...