Kesehatan Fashdu Terapi Fashdu dan Manfaatnya

Terapi Fashdu dan Manfaatnya

-

- Advertisment -

Darah hasil fashdu, perhatikan beberapa kantong yang berwarna tidak layaknya warna darah. (foto: ist/palontaraq)
Darah hasil fashdu, perhatikan beberapa kantong yang berwarna tidak layaknya warna darah. (foto: ist/palontaraq)

Oleh:  Muhammad Farid Wajdi

Tulisan sebelumnya: Terapi dengan Kaidah Fashdu

PALONTARAQ.ID – Fashdu atau Al-Fashdu adalah nama terapi yang baru belakangan ini populer.  Ada pula yang menyebutnya ‘totok darah’. Belakangan Fashdu disebut pula sebagai bagian dari bekam atau bekam dalam bentuk lain pengeluaran darah.

Kalau Bekam, mengeluarkan darah dari pembuluh darah kapiler, maka Fashdu adalah terapi mengeluarkan darah dari pembuluh darah vena, layaknya donor darah.

Pengertian Fashdu

Fashdu atau Al-fashdu adalah teknik mengeluarkan darah dari pembuluh darah vena, sama halnya dengan donor darah, perbedaannya kalau donor darah di kantongkan untuk dipakai lagi, sedangkan Fashdu tidak demikian, untuk dibuang saja, tidak untuk digunakan kembali.

Perbedaan lain Fashdu dengan Donor Darah adalah teknik pengambilannya (penusukan) pembuluh darah vena-nya. Kalau donor darah biasanya hanya di lengan, sementara Fashdu bisa dimana saja dimana terlihat urat vena dan bersyarat untuk dikeluarkan dari titik itu.

Terapi Fashdu. (foto: ist/palontaraq)
Terapi Fashdu. (foto: ist/palontaraq)

Secara teknis, Fashdu berarti  membuang darah (darah kotor/darah tidak fungsional) dengan cara menusukan jarum di bagian tubuh (pembuluh darah vena) yang mengalami sakit/penyakit yang berhubungan dengan kesehatan darah.

Fashdu dalam beberapa riwayat hadits, disamakan dengan Bekam, adalah bagian dari pengobatan sunnah (Thibbun Nabawi) dalam Islam. (Baca: Mendakwahkan Al-Fashdu)

Manfaat Fashdu

1. Fashdu mengatasi Kondisi Medis tertentu. Ada begitu  banyak kondisi yang bisa menyebabkan kelainan pada darah. Sebagai contoh seperti pada Penyakit Hemochromatosis dan Polycythemia yang bisa diatasi efektif dengan Terapi Fashdu.

Terapi Fashdu ini akan mengubah komposisi darah secara sementara sehingga gejala kondisi penyakit bisa diperbaiki.

Darah hasil fashdu. Cairan berwarna putih tanda glukosa dan asam urat tinggi. (foto: ist/palontaraq)
Darah hasil fashdu. Cairan berwarna putih tanda glukosa dan asam urat tinggi. (foto: ist/palontaraq)

2. Fashdu  menyeimbangkan Zat Besi dalam Tubuh.

Jika di dalam tubuh kadar zat besi terlalu tinggi, maka akan ada beberapa gejala yang terjadi seperti kelemahan, kelelahan dan bahkan bisa mengakibatkan gagal jantung.

Kelebihan manfaat zat besi ini bisa bisa diatasi dengan fashdu agar tidak mengembangkan komplikasi seperti masalah pada pankreas, hati dan juga reproduksi.

Perhatikan warna dari darah hasil Fashdu ini. (foto: ist/palontaraq)
Perhatikan warna dari darah hasil Fashdu ini. (foto: ist/palontaraq)

3. Meningkatkan Kesehatan Tubuh Menyeluruh.

Dilaporkan jika seseorang melakukan terapi fashdu ini secara teratur maka kesehatan tubuh juga akan meningkat secara menyeluruh.

Hal ini bisa terjadi karena pembuangan racun akumulasi yang tidak dibutuhkan , kelebihan lipid dan juga kristal akan keluar dari tubuh bersama dengan darah.

4. Membersihkan Lymphatic dan Sirkulasi. 

Metode fashdu ini sangat baik dilakukan oleh penderita hipertensi dimana salah satu studi menemukan jika fashdu akan menurunkan tekanan darah dan kadar kolesterol tinggi dalam tubuh secara signifikan.

5. Memberi waktu Limpa beristirahat.

Limpa merupakan organ utama yang bertugas untuk menyaring darah sehingga sel darah merah yang sudah tua bisa dibuang sekaligus menyimpan cadangan darah.

Cadangan darah di Limpa tersebut  sewaktu-waktu bisa digunakan pada saat tubuh mengalami pendarahan.

Fashdu akan membuat organ limpa bisa beristirahat dari pekerjaan rutin yang dilakukan organ tersebut.

Darah hasil fashdu. Cairan berwarna putih tanda glukosa dan asam urat tinggi. (foto: ist/palontaraq)
Darah hasil fashdu. Cairan berwarna putih tanda glukosa dan asam urat tinggi. (foto: ist/palontaraq)

6. Merangsang Sumsum Tulang Belakang.

Apabila seseorang menjalani terapi yang menggunakan berbagai zat kimia beracun seperti kemoterapi, maka sel darah merah yang di produksi kurang kompeten.

Dengan memaksa tubuh untuk memproduksi sel darah merah baru dengan cara atau metode fashdu tersebut, maka tubuh berkesempatan untuk membuat sel baru yang lebih sehat sekaligus sumsum tulang berkesempatan untuk memproduksi sel darah merah yang baru.

7. Mengatur toksin dalam Organ.

Penumpukan racun dalam tubuh yang tidak diperlukan harus dikeluarkan supaya semua organ bisa bekerja dengan baik.

Beberapa organ akan terdorong untuk bekerja lebih efektif lewat terapi fashdu karena sangat ampuh dalam mengeluarkan racun dalam tubuh.

8. Menghindari Komplikasi.

Berhubungan dengan kondisi darah, sesudah seorang pasien di diagnosa mengalami kondisi darah tertentu maka dokter akan meminta pasien untuk menjalani pembuangan obat lewat cara fashdu.

Meskipun efek samping belum termanifestasi, akan tetapi komplikasi yang ditimbulkan tetap bisa dihindari dengan pengobatan dini.

9. Memperbaiki Aliran Darah.

Beberapa kegiatan seperti merokok, diet tinggi gula, frekuensi radio dan manfaat gelombang elektromagnetik berbahaya lainnya akan membuat darah hiperkoagulasi.

Hiperkoagulasi, maksudnya darah menjadi lebih pekat dan alirannya semakin lambat.  Jika Hiperkoagulasi ini terjadi, maka risiko terjadinya gumpalan darah serta potensi stroke akan meningkat.

Hiperkoagulasi darah ini berhubungan dengan peradangan jika sebab aliran darah mengalami hambatan dan oksigen tidak dialirkan secara lancar ke seluruh tubuh.

Untuk memperbaikinya adalah dengan fashdu atau terapi Al-Fashdu untuk mengeluarkan bagian darah kotor atau kental (di pembuluh darah vena) serta merangsang pembentukan sel darah baru.

Wallahu ‘alam bish-shawab. (*)

 

Penulis Palontaraqhttps://palontaraq.id/
M. Farid W Makkulau, pemerhati budaya dan penikmat sejarah. Kerap kali menggunakan nama pena Etta Adil saat menulis reportase, karya fiksi dan laporan perjalanan. Pernah menggeluti 10 tahun dunia jurnalistik, sebelum memutuskan mengisolasi diri di lingkungan sekolah islam sebagai seorang guru Selengkapnya

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you