Inggris Akui Jerussalam milik Palestina

by Penulis Palontaraq | Minggu, Jun 24, 2018 | 279 views
Pangeran William. (sumber foto: suarapalestina)

Pangeran William. (sumber foto: suarapalestina)

Laporan:  Muhammad Farid Wajdi

PALESTINA, Palontaraq.id — Berbeda dengan Amerika Serikat dan sekutunya yang lain, Kerajaan Inggris memiliki sikap yang bertolak belakang mengenai Yerusalem. Inggris mengakui kota suci tiga agama tersebut sebagai milik Palestina. Sikap mengenai Jerusalem ini disampaikan Duta Besar Inggris untuk Israel David Quarrey.

Dalam lawatannya ke Israel dan Tepi Barat, David Quarrey menegaskan sikapnya bahwa Jerussalem adalah milik Palestina. Ia juga menyebut rencana kunjungan Pangeran William ke Israel dan Tepi Barat, setelah sebelumnya melakukan perjalanan pertama ke Yordania pada 24 Juni. Dari Yordania, perjalanan Duke of Cambridge itu dilanjutkan ke Israel dan Tepi Barat pada 25-27 Juni.

Selama di Israel, Pangeran William dijadwalkan akan mengunjungi Yad Vashem Holocaust Memorial Museum serta bertemu dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Presiden Reuven Rivlin. Kemudian, di Tepi Barat, ia akan bertemu dengan Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas.

Dalam jadwal lawatan Pangeran William yang diumumkan secara resmi pekan lalu, Inggris masih menunjukkan sikap keberpihakan kepada Palestina dan menganggap Kota Tua Jerusalem sebagai wilayah Palestina yang diduduki Israel.

“Pada tanggal 27 Juni nanti, kunjungan kenegaraan akan diteruskan ke wilayah pendudukan Palestina dan pada 28 Juni Pangeran William akan menerima penjelasan singkat tentang sejarah dan geografi Kota Tua Jerusalem di Bukit Zaitun,” begitu tulis dalam jadwal resmi.

Pangeran William sebetulnya juga dijadwalkan berpidato di resepsi Konsul Amerika di Jerusalem. Namun, protokol kenegaraan Kerajaan Inggris mencegahnya membuat pernyataan yang mungkin dianggap partisan.

Sikap Inggris yang mengakui Jerusalem sebagai wilayah Palestina menuai kecaman politisi sayap kanan Israel. “Jerusalem sudah menjadi ibu kota Israel sejak lebih dari 3000 tahun. Tidak ada distorsi dalam dokumen briefing untuk kunjungan ini atau itu akan mengubah kenyataan,” cuit Menteri Urusan Yerusalem Zeen Elkin dalam akun Twitter-nya. (ist/int’lnews)

Like it? Share it!

Leave A Response