SBY: BIN, Polri dan TNI harus netral di Pilkada

by Etta Adil | Minggu, Jun 24, 2018 | 492 views
Soesilo Bambang Yudhoyono. (sumber foto: islampos)

Soesilo Bambang Yudhoyono. (sumber foto: islampos)

PALONTARAQ.ID, BOGOR — Ketua Umum DPP Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) secara tegas menekankan agar pihak Badan Intelijen Negara (BIN), Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (POLRI) bersikap tetap netral selama pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak Tahun 2018. SBY mengungkapkan bahwa selama dirinya memegang tampuk pemerintahan, tidak pernah menggunakan kekuatan negara untuk memenangkan partai politiknya.

“Harapan saya pribadi, juga harapan rakyat saya yakini, negara, pemerintah, BIN, Polri dan TNI bersikap netral,” ujar SBY dalam kegiatan di Bogor, Sabtu (24/6). SBY menyampaikan sejumlah harapannya dalam pelaksanaan Pilkada serentak 2018 di seluruh Indonesia terkait netralitas BIN, TNI, dan Polri tersebut.

SBY mengatakan selama 10 tahun berkuasa, dirinya mengenal Pemerintah dan TNI. Menurut SBY , karena selama 10 tahun itulah, ia menyampaikan agar negara, pemerintah termasuk BIN, TNI dan Polri bersikap netral, meskipun dulu dirinya juga calon presiden pada Tahun 2009, meskipun partai politiknya juga ikut dalam pemilu, dan tahun 2014 elektavilitas Partai Demokrat menurun. “Tetapi saya tidak pernah menggunakan kekuatan yang harusnya netral, untuk memenangkan partai yang saya pimpin. Tidak apa-apa kalah, sebagai mana Demokrat pada tahun 2014 lalu,” katanya.

Pada kesempatan itu, SBY menyampaikan tiga harapannya, yaitu agar aparat pemerintah netral. Harapan pertamanya, disampaikan agar pelaksanaan Pilkada serentak seluruh Indonesia berlangsung secara damai dan demokratis. “Demokratis artinya jujur dan adil,” ucapnya. Harapan berikutnya agar rakyat Indonesia memilih siapa yang diyakini mampu memimpin sebagai pemimpin yang baik. Masyarakat diajak menggunakan hati nuraninya dalam menentukan pemimpin, jangan mau dipaksa atau dibawah tekanan untuk memilih yang tidak disukai, dan juga jangan silau dengan iming-iming. “Sebab kalau salah satu dua memilih karena iming-iming, maka menyesalnya lima tahun. Karena ternyata bukan itu yang terbaik memimpin Jabar, atau provinsi lainnya seluruh Indonesia,” katanya.

SBY juga mengajak untuk jajaran parpol taat pada aturan kampanye, tidak curang, baik-baik berjuangnya dan ikhtiarnya. Pemimpin yang mendapatkan kekuasaan dengan cara yang tidak baik, bayangkan pemegang kekuasaan pasti tidak baik. “Itulah nasihat saya sebelum pemilihan, dan meminta pihak lain untuk taat peraturan undang-undang dan aturan,” Kata SBY. (Sumber: Antara/*)

Like it? Share it!

Leave A Response