Oleh: Prof dr. Veni Hadju, Ph.D
Related Post: Pesan Dakwah 20 Syawal 1445 H: Mutiara (5)
PALONTARAQ.ID – Semua manusia ingin hidup BAHAGIA di dunia ini. Bagi orang beriman, mereka mau bahagia tidak saja di dunia namun juga di akhirat kelak. Inilah yang membedakan antara orang yang memiliki keyakinan akan kehidupan akhirat dan tidak.
Bahagia memang harus kita miliki sepanjang masa dan sepanjang perjalanan kehidupan kita ini sampai bertemu Sang Pencipta. Hanya kadang ujian dan tantangan hidup yang disikapi negatif membuat bahagia itu menjauh.
Saat berada di Mesjidil Haram, kebahagian tanpak di mana-mana. Hampir di semua titik kita bertemu orang yang bergembira dan menikmati ibadahnya. Ada seorang ibu yang sudah tua renta, duduk di kursi roda yang didorong oleh anaknya.
Saya melihat pemuda ini sangat bersemangat membawa ibunya melewati putaran tawaf. Tidak henti-hentinya mulutnya bergerak tanda berzikir kepada Tuhannya. Si ibu dengan tenangnya duduk dan tampak BAHAGIA.
Bulan Ramadhan sudah berlalu. Sekarang pun kita sudah berada di penghujung Syawal. Bahagia dengan kemudahan ibadah di dalamnya selalu terkenang. Saat ini kita mendengar berbagai musibah terjadi di beberapa titik di wilayah Sulsel. Semua merenung dengan ujian air meluap datang dari langit dan perut bumi. Ada tanah longsor di beberapa titik.
Bantuan terus mengalir tanda empati. Ini ujian kesabaran. Semoga Allah mengampuni kita dan menjadikan kita orang-orang bersabar. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اصْبِرُوْا وَصَا بِرُوْا وَرَا بِطُوْا ۗ وَا تَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ
yaaa ayyuhallaziina aamanushbiruu wa shoobiruu wa roobithuu, wattaqulloha la’allakum tuflihuun
Artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.” (Qs. Ali ‘Imran 3: Ayat 200)
SABAR DAN TAKWA ADALAH KUNCI KEBAHAGIAAN. (*)


