Kontroversi KH Ma’ruf Amin terkait Ucapan Selamat Natal

KH Ma'ruf Amin. (foto: panjimas)

KH Ma’ruf Amin. (foto: panjimas)

SIAPA tak kenal KH. Ma’ruf Amin saat ini? Kalau dahulu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Mantan Rais Am Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan hanya dikenal di kalangan ulama dan pimpinan pondok pesantren, khususnya di Jawa, kini seluruh masyarakat Indonesia mau tak mau harus mengenalnya, termasuk masyarakat non-Muslim. Posisinya sekarang sebagai calon wakil presiden dari petahana Presiden Jokowi, sejak 9 Agustus 2018 lalu, melambungkan namanya dan dikenal luas.

Kyai sepuh NU ini sebenarnya sudah cukup lama mengenyam asam garam politik sebagai anggota DPRD Jakarta dan DPR Pusat, sebagai Utusan Golongan (UG) sejak Tahun 1970-an, lalu masuk Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Masa Orde Baru, dan terakhir sebagai politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di era Orde Reformasi. Di organisasi massa keagamaan NU, namanya tidak asing, dari Ketua Anshor Jakarta di era Tahun 1960-an sampai Rais Syuriah PBNU (1994-1998), sampai Mustasyar PBNU (1998), dan terakhir pucuk pimpinan tertinggi Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun dipegangnya.

Dengan setumpuk pengalaman sebagai politisi dan ulama yang disegani tersebut, sangat sukar bagi masyarakat untuk mempercayai adanya ketidak-konsistenan dalam bicara dan fatwanya. Di media online, bertebaran jejak digital tentang fatwanya yang pernah mengharamkan seorang muslim untuk mengucapkan selamat Hari Natal bagi umat kristiani. Apakah kini KH Ma’ruf Amin telah terkooptasi dengan kekuasaan dan berusaha merangkul semua golongan, dan oleh karenanya ucapannya tidak lagi konsisten?

KH Ma'ruf Amin (foto: merdeka.com)

KH Ma’ruf Amin (foto: merdeka.com)

Redaksi Palontaraq menitip jejak beberapa link pemberitaan tentang KH Ma’ruf Amin di media online tersebut.

Rais Am PBNU KH Maruf Amin Haramkan Ucapkan Selamat Natal

https://www.nahimunkar.org/rais-pbnu-kh-maruf-amin-haramkan-ucapkan-selamat-natal/

http://poskotanews.com/2017/12/22/ini-fatwa-mui-soal-atribut-natal/

https://www.panjimas.com/citizens/2017/12/28/mui-dan-haramnya-ucapan-selamat-natal/

https://www.google.com/amp/s/nasional.tempo.co/amp/449329/mui-umat-islam-tidak-usah-ucapkan-selamat-natal

https://www.nahimunkar.org/rais-am-pbnu-kh-maruf-amin-haramkan-ucapkan-selamat-natal/

https://www.google.com/amp/s/nasional.tempo.co/amp/449329/mui-umat-islam-tidak-usah-ucapkan-selamat-natal

Video Youtube KH Maruf Amin mengatakan haram ucapkan Selamat Natal

Video Youtube KH Ma’ruf Amin mengatakan boleh mengucapkan Selamat Natal

https://www.youtube.com/results?search_query=kh+ma%27ruf+amin

https://www.youtube.com/watch?v=GH-Q3EoLQzw

Like it? Share it!

Leave A Response