Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
PALONTARAQ.ID – Siapa yang tak kenal Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai penghasil mutiara, satu-satunya batu permata yang dihasilkan dari makhluk hidup. Mutiara Lombok adalah salah satu jenis mutiara terbaik dan banyak dicari di dunia.
Saat penulis mengunjungi Lombok, maka salah satu yang direkomendasikan untuk dikunjungi adalah pengrajin mutiara atau toko mutiara. Di Pasaran Mutiara sendiri, ada beredar 2 jenis mutiara, yaitu mutiara air laut dan mutiara air tawar. Di Lombok sendiri, mutiara asli itu hanya mutiara air Laut. Karena mutiara air tawar masih di datangkan dari luar. Karena di lombok sendiri belum ada budidaya mutiara air tawar.

Di masyarakat sendiri, penggemar permata mutiara tak sebanyak penggemar emas atau perak. Hal ini karena tak banyak yang tahu cara membedakan mutiara yang asli dengan mutiara yang palsu. Harga Mutiara asli di pasaran bisa dikatakan sangat mahal dan jika misalnya dibuat kalung, maka lubangnya sangat kecil dan perlu diperhatikan dengan saksama, yaitu sekitar 0,8-0,9 mm. Jika lebih dari itu ukuran lubangnya maka dapat dicurigai sebagai palsu.
Untuk membedakan mutiara asli dengan yang palsu, bisa dideteksi dari beratnya karena mutiara air laut terasa lebih berat. Juga bisa dideteksi dengan cara dibakar, bila meleleh maka dipastikan itu mutiara palsu. Bisa pula dengan cara digesekkan di kaca etalase atau digigit. Mutiara asli apabila di gigit atau digesek ada rasa berpasir.

Mutiara yang benar-benar asli akan menghasilkan serbuk mineral putih yang juga bisa digunakan untuk beragam kepentingan. Tapi jangan risau; sedikit usapan dengan lap halus akan mengembalikan permukaan mutiara seperti semula. Sementara itu, mutiara palsu akan licin dan lepas dari tangan ketika digesekkan.
Cara merawat mutiara air laut dan air tawar tidak berbeda agar selalu memiliki kilau yang mempesona, sebenarnya tidaklah sulit. Berikut ini beberapa cara melakukan perawatan terhadap perhiasan mutiara:
1. Setiap selesai menggunakan, perhiasan mutiara dibersihkan dengan air hangat, dicuci dengan sabun tanpa pewangi, lalu dilap dengan lap yang lembut, baru kemudian dapat disimpan.

2. Mutiara tidak direkomendasikan untuk digunakan setiap hari. Jika memiliki banyak koleksi perhiasan mutiara, boleh digunakan berganti-ganti, tapi jangan itu-itu terus. Perhiasan mutiara itu rentan terkena gesekan. Hindari gesekan mutiara dengan benda keras serta hindari pula terkena bahan kimia, seperti detergen atau parfum.
3. Silakan memakai perhiasan mutiara pada acara tertentu saja, kemudian disimpan pada tempat khusus. Simpanlah mutiara dalam boks khusus dengan suhu jangan terlalu panas dan  jangan lembab juga. Lebih baik di ruangan yang ber AC, tapi jangan dibiarkan selalu dalam Box, harus diangin-anginkan sekali waktu.

4. Jika kilau mutiara kelihatan redup, maka cukup di lap dengan kain yang lembut, dianginkan, maka kilau mutiara akan kembali lagi.
Nah, mengoleksi perhiasan perlu perhatian ekstra dibanding dengan emas, perak atau perhiasan lainnya. Meski begitu, Orang yang menggunakan mutiara, khususnya perempuan akan terlihat semakin percaya diri, karna terlihat elegan, ekslusif dan anggun. Karena itu, tak salah jika berkesempatan mengunjungi Lombok, Nusa Tenggara Barat, silakan menyempatkan singgah di toko perhiasan mutiara, baik untuk kebutuhan pribadi maupun untuk Oleh-oleh. (*)
(* Muhammad Farid Wajdi, Pemandu Wisata dan traveler


